Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kandai

DIKSI DALAM WACANA HUMOR INDONESIA DI MEDIA SOSIAL (Diction in Indonesia Humor Discourse on Sosial Media) Hari Kusmanto; Atiqa Sabardila; Ali Imron Al-Ma'ruf
Kandai Vol 17, No 1 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i1.2186

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan diksi dalam wacana humor di media sosial facebook. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data-data penelitian ini adalah diksi dalam wacana humor di media sosial facebook. Sumber datanya berupa wacana humor di media sosial facebook. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan simak serta dilanjutkan dengan teknik catat. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode padan translasional dan teknik baca markah. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan diksi pada wacana humor Indonesia di media sosial meliputi: (1) diksi sehari-hari; (2) kata serapan (Jawa dan Inggris); (3) kata sapaan; (4) kata konotatif; (5) kata konkret; dan (6) kata vulgar. Diksi sehari-hari dalam wacana humor Indonesia merupakan diksi yang paling banyak ditemukan. Temuan ini menunjukkan bahwa diksi keseharian dalam wacana humor berfungsi untuk menjalin keakraban dalam berkomunikasi.This study aims to describe diction in the discourse of humor on Facebook social media. This research approach is descriptive qualitative. The data of this study are diction in the discourse of humor on Facebook social media. The data source is in the form of humorous discourse on Facebook social media. The research data was collected using the documentation and listening method and continued with the note-taking technique. The data of this study were analyzed using translational equivalent methods and marking reading techniques. The results of this study indicate the use of diction in Indonesian humor discourse on social media including (1) daily diction; (2) absorption words (Javanese and English); (3) greetings; (4) connotative words; (5) concrete words; and (6) vulgar words. Daily diction in Indonesian humorous discourse is the most common diction. This finding shows that daily diction in humorous discourse serves to establish intimacy in communication.
REALISASI TINDAK KESANTUNAN BERBAHASA PADA KOMENTAR AKUN INSTAGRAM JOKOWI: STUDI POLITIKOPRAGMATIK (Realization of Language Courtesy on Jokowi's Instagram Account Comments: Politicopragmatic Study) Hari Kusmanto; Harun Joko Prayitno; Abdul Ngalim
Kandai Vol 15, No 1 (2019): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.763 KB) | DOI: 10.26499/jk.v15i1.1269

Abstract

Studi ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan netizen dalam berkomentar pada akun Instagram Jokowi. Data dalam studi ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang memiliki nilai kesantunan positif dan negatif komentar pada akun Instagram Jokowi. Sumber data dalam studi ini adalah komentar-komentar pada akun Instagram Jokowi. Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan metode dokumentasi dan simak dilanjutkan teknik bebas libat cakap (SBLC). Analisis data dalam studi ini menggunakan padan intralingual dan padan pragmatis. Hasil studi ini menunjukkan bahwa strategi kesantunan netizen dalam berkomentar pada akun Instagram Jokowi irealisasikan dengan dua strategi yaitu strategi kesantunan positif dan negatif. Strategi kesantunan positif direalisasikan menjadi sembilan wujud, yaitu memberikan perhatian, menunjukkan sikap optimis, menggunakan penanda indentitas, memberikan pertanyaan, melibatkan penutur dalam komunikasi, mengintensifkan perhatian penutur dengan cara mendramatisasi peristiwadan fakta, memperhatikan keinginan mitra tutur, memberikan janji, dan menggunakan lelucon. Strategi kesantunan negatif direalisasikan menjadi tiga bentuk, yaitu meminta maaf, menunjukkan sikap pesimis; dan menggunakan bentuk impersonal. Hal ini menunjukkan bahwa netizen pada akun Instagram Jokowi memiliki kepercayaam terhadap kepemimpinan Jokowi.(This study aims to describe the language politeness strategy used by netizens in commenting Jokowi's Instagram account. The data in this study are in the form of words, phrases, and sentences that have the value of positive politeness and negative comments on Jokowi's Instagram account. The data sources in this study are comments on Jokowi’s Instagram account. Data collecting in this study using the documentation method,   skillful involvement free technique (SBLC). The data analysis in this study uses an intralingual and pragmatic equivalent. The results of this study show that the strategy of politeness of netizens in commenting on the Jokowi’s Instagram account is realized with two strategies, namely the strategy of positive and negative politeness. Positive politeness strategies are realized into nine forms which include  giving attention, showing optimism, using identity markers, giving question, involving speakers in communication, intensifying the attention of speakers by dramatizing events and facts, paying attention to the wishes of the speech partner, giving promises, and using jokes. Negative politeness strategies are realized into three forms which include apologizing, showing pessimism, using impersonal forms. This shows that netizens of Jokowi's Instagram account have confidence in Jokowi's leadership.)