Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Tekanan Fluida Terhadap Unit Pengolahan Air Minum Menggunakan Membran Reverse Osmosis, Post Carbon dan Bio Ceramic Lia, Yuniar; Yuniar; Erwana Dewi; Tahdid
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Minum Isi Ulang (AMIU) banyak dipilih sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan Air Minum Kemasan (AMDK). Namun, kualitasnya sering dipertanyakan karena tidak semua stasiun isi ulang memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tekanan fluida (3–7 bar) pada unit pengolahan air minum menggunakan Reverse Osmosis (RO) Silvertec ULP 2012-100, dikombinasikan dengan Post Carbon dan Bio Ceramic, dengan air PDAM sebagai bahan baku. Teknologi RO mampu menyaring kontaminan pada tingkat molekuler, sedangkan Post Carbon meningkatkan rasa air dan Bio Ceramic membantu memecah molekul agar lebih mudah diserap oleh tubuh. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknik Energi Politeknik Negeri Sriwijaya dengan mengukur parameter fisik (pH, TDS) dan kimia (Fe, Mn, Cl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi tekanan mempengaruhi kualitas air, dengan 5 bar diidentifikasi sebagai kondisi optimum. Pada tekanan ini, air yang diolah memenuhi semua standar kualitas air minum sehingga sistem ini menjadi solusi yang efektif.
Ekstraksi Pektin dari Limbah Kulit Jeruk Mandarin Sebagai Biokoagulan Pengolahan Limbah Cair Pulp dan Industri Tahu Humairoh, Aditia Adiati; Cindi Ramayanti; Erwana Dewi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan limbah cair industri ke badan air seperti sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat menjadi permasalahan serius yang berdampak terhadap ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat. Guna menanggulangi limbah sebelum dibuang ke badan air, limbah cair harus diolah. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan biokoagulan dengan bahan baku dari limbah kulit jeruk mandarin yang diekstraksi senyawa pektinnya. Biokoagulan diekstraksi dengan variasi pelarut asam (HNO3 dan H2SO4) 0,1 N dengan variasi pH ekstraksi (1,5; 2; 2,5; 3; dan 3,5). Filtrat yang dihasilkan diendapkan menggunakan etanol 96% untuk mengisolasi pektin. Setelah itu, pektin dikeringkan selama delapan jam pada suhu 40°C. Sampel biokoagulan terbaik akan dilakukan pengaplikasian pada sampel limbah cair pulp dan industri tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi terbaik adalah biokoagulan yang memiliki kadar asam galakturonat tertinggi yaitu pada sampel ke-4 sebesar 47,16%; pada sampel ke-6 sebesar 48,57%; pada sampel ke-11 sebesar 42,23%; dan pada sampel ke-20 sebesar 55,25%. Kinerja biokoagulan dari limbah kulit jeruk lebih efisien terhadap air limbah pulp, efisiensi tertinggi pada biokoagulan sampel ke-20 sebesar 66,99%.