Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN CMC DARI LIMBAH DAUN NANAS DENGAN METODE KARBOKSIMETILASI SEBAGAI PENGEMULSI CAT Utama, Wahyu; Ramayanti, Cindi; Erwana Dewi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 01 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Febuari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i01.24143

Abstract

Selulosa merupakan senyawa utama penyusun dinding sel tumbuhan yang dapat dimanfaatkan menjadi Carboxy Methyl Cellulose (CMC), turunan selulosa yang biodegradable dan tidak beracun. Umumnya, CMC diproduksi dari bahan baku mahal seperti kapas dan kayu, namun alternatif ramah lingkungan dapat diperoleh dari limbah daun nanas yang mengandung selulosa tinggi (69,5–71,5%). Proses pembuatan CMC meliputi tahap alkalisasi menggunakan NaOH dan karboksimetilasi menggunakan ClCH2COONa. CMC banyak digunakan di berbagai industri, termasuk sebagai pengemulsi dalam cat emulsi karena kemampuannya mengikat air dan menjaga kestabilan campuran. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah daun nanas sebagai bahan baku CMC, menentukan kondisi optimum produksi CMC sesuai SNI 06-3726-1995, serta mengamati peran CMC sebagai pengemulsi dalam pembuatan cat emulsi. Berdasarkan analisa yang dilakukan di dapatkan kondisi optimum dari pembuatan CMC yaitu pada variasi ClCH2COONa 12 gram dengan waktu reaksi 3,5 jam dengan kode sampel C3 meliputi: pH 7, viskositas 52,60 cP, derajat substitusi 0,88, kadar NaCl 10,28%, dan kemurnian CMC 89,72%. Serta CMC memiliki pengaruh yang sangat siknifikan terhadap viskositas, waktu kering dan daya rekat cat yang didapatkan dari hasil analisa bahwa semakin banyak jumlah pengemulsi yang di tambahkan viskositas, waktu kering dan daya rekat juga meningkat.
Pengaruh Tekanan Fluida Terhadap Unit Pengolahan Air Minum Menggunakan Membran Reverse Osmosis, Post Carbon dan Bio Ceramic Lia, Yuniar; Yuniar; Erwana Dewi; Tahdid
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Minum Isi Ulang (AMIU) banyak dipilih sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan Air Minum Kemasan (AMDK). Namun, kualitasnya sering dipertanyakan karena tidak semua stasiun isi ulang memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tekanan fluida (3–7 bar) pada unit pengolahan air minum menggunakan Reverse Osmosis (RO) Silvertec ULP 2012-100, dikombinasikan dengan Post Carbon dan Bio Ceramic, dengan air PDAM sebagai bahan baku. Teknologi RO mampu menyaring kontaminan pada tingkat molekuler, sedangkan Post Carbon meningkatkan rasa air dan Bio Ceramic membantu memecah molekul agar lebih mudah diserap oleh tubuh. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknik Energi Politeknik Negeri Sriwijaya dengan mengukur parameter fisik (pH, TDS) dan kimia (Fe, Mn, Cl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi tekanan mempengaruhi kualitas air, dengan 5 bar diidentifikasi sebagai kondisi optimum. Pada tekanan ini, air yang diolah memenuhi semua standar kualitas air minum sehingga sistem ini menjadi solusi yang efektif.
Ekstraksi Pektin dari Limbah Kulit Jeruk Mandarin Sebagai Biokoagulan Pengolahan Limbah Cair Pulp dan Industri Tahu Humairoh, Aditia Adiati; Cindi Ramayanti; Erwana Dewi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan limbah cair industri ke badan air seperti sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat menjadi permasalahan serius yang berdampak terhadap ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat. Guna menanggulangi limbah sebelum dibuang ke badan air, limbah cair harus diolah. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan biokoagulan dengan bahan baku dari limbah kulit jeruk mandarin yang diekstraksi senyawa pektinnya. Biokoagulan diekstraksi dengan variasi pelarut asam (HNO3 dan H2SO4) 0,1 N dengan variasi pH ekstraksi (1,5; 2; 2,5; 3; dan 3,5). Filtrat yang dihasilkan diendapkan menggunakan etanol 96% untuk mengisolasi pektin. Setelah itu, pektin dikeringkan selama delapan jam pada suhu 40°C. Sampel biokoagulan terbaik akan dilakukan pengaplikasian pada sampel limbah cair pulp dan industri tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi terbaik adalah biokoagulan yang memiliki kadar asam galakturonat tertinggi yaitu pada sampel ke-4 sebesar 47,16%; pada sampel ke-6 sebesar 48,57%; pada sampel ke-11 sebesar 42,23%; dan pada sampel ke-20 sebesar 55,25%. Kinerja biokoagulan dari limbah kulit jeruk lebih efisien terhadap air limbah pulp, efisiensi tertinggi pada biokoagulan sampel ke-20 sebesar 66,99%.
The Impact of pH And Temperature on the Crystallization Process of Coconut Palm Sugar Kencana, Aulia Bunga; Dewi, Erwana; Taufik, Muhammad
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 7, No 2 (2023): Volume 7, No 2 December 2023
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v7i2.79964

Abstract

Abstract. This experiment concerns the optimization of coconut sugar production by using innovative processing methods. The raw material, coconut sap, is systematically collected through tapping coconut flowers to ensure consistency. Focusing on the process of coconut sap into coconut sugar in a convenient powdered form emphasizes a systematic approach. The research utilizes a controlled heating method with a crystallizer, introducing variations in pH and temperature. This research was to determine the best temperature and ph to produce coconut palm sugar products that comply with several SNI 3743: 2021 standards. To solve the problems associated with traditional palm sugar production emphasizes the need for innovative and efficient approaches. The results  show that quality of palm sugar: sucrose content of 86.93%, moisture content of 1.03%, ash content of 1.65% and Pb content according to Indonesian Nasional Standard of palm sugar SNI 3743:2021. This systematic and innovative approach aligns coconut sugar with the quality standards specified in SNI 3743:2021, offering a high-quality and marketable formKeywords:Coconut Nira, Palm Sugar, Volume, pH