Claim Missing Document
Check
Articles

Peer Group Method Can Improve Adolescent Behavior in Prevention of Cervical Cancer Dina Isfentiani; Kasiati Kasiati; Sunarto Sunarto
Community Empowerment in Health Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/ceh1102

Abstract

Cervical cancer is a disease that often attacks women's reproductive health. So we need a communityempowerment in the form of training of trainers to improve cervical cancer prevention behavior inadolescents with a peer group method approach. Facilitation activities include counseling on peer group learning methods, conducting training on improving behavior in preventing cervical cancer with the peer group method for adolescents. Activities carried out for one month, starting from planning, preparation, implementation and evaluation. This training was able to increase knowledge, attitudes and behavior in preventing cervical cancer in adolescents. It is recommended that participants who have been trained to be tutors are able to train their peers at school and in their neighborhood.
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra : (Integrasi pada Model Action Research Planner) Sunarto Sunarto; Suparji Suparji; Heru Santoso Wahito Nugroho; Nani Surtinah; Subagyo Subagyo
Health Community Engagement Vol. 4 No. 1 (2022): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari target 80%. Saat ini program desa siaga terabaikan karena pemerintah menggulirkan program baru berupa GERMAS tahun 2015 dan program Indoensia Sehat melalui PIS-PK tahun 2016. Keberadaan desa siaga di desa Sidowayah tergolong tidak aktif. Akar penyebab masalah adalah kurangnya keberdayaan masyarakat (pemerintahan desa, pengurus, kader dan forum desa siaga) dan modal sosial seperti lemahnya manajemen pengurus desa siaga, rendahnya komitmen kader dalam menyelenggarakan UKBM. Dampaknya adalah keberadaan desa siaga di Sidowayah belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Partisipan kegiatan pengabdian masyarakat adalah kepala desa, bidan desa, perawat Ponkesdes, Juru Kesehatan Desa dan Mahasiswa. Sumber data diperoleh dari profil desa, profil kesehatan desa, rekapitulasi laporan PHBS dan hasil survei mawas diri. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah integrasi Harmonization and Acceleration Models (HA-Models) kedalam model The Action Research Planner (ARP-Models) dari Kemmis&Taggart selanjutnya disebut HADesi-models. Harmonisasi menggunakan pelibatan masyarakat secara langsung dalam pemberdayaan. Akselerasi berupa dukungan pendampingan dan pelatihan untuk mempercepat target luaran kegiatan. ARP-Models digunakan untuk tahapan pembinaan desa siaga. Waktu kegiatan bulan Maret-Oktober 2021. Lokasi kegiatan di desa Sidowayah kecamatan Panekan Magetan. Hasil kegiatan pada tahap persiapan antara lain; 1) kesepakatan tim pengelola tentang rencana kegiatan, 2) penandatangan perjanjian kerjasama operasional dengan kepala desa. Tahap pelaksanaan menghasilkan kegiatan: 1) pembukaan kegiatan yang dihadiri oleh lintas sektor kecamatan Panekan, 2) Tersedianya modul pelatihan, 3) Pelatihan manajemen organisasi dan pemberdayaan pengurus desa siaga selama 30 JPL dari tanggal 24-26 Agustus 2021, 3) praktik survei mawas diri dan pengisian form PHBS, 4) praktik analisis data hasil survei, 5) praktik MMD, 6) inisiasi kelengkapan administrasi desa siaga berupa pendampingan penyusunan keputusan Kepala Desa tentang pengurus desa siaga, dan pembentukan UKBM. 7) praktik penyelenggaraan dan penilaian Posyandu Balita, dan 8) Rapat pengurus membicarakan program kerja. Tahap evaluasi menghasilkan kegiatan: 1) praktik monitoring dan evaluasi penyelenggaraan desa siaga, 2) menyusun laporan, 3) menyusun artikel publikasi hasil kegiatan dan 4) penandatangan kerjasama tindak lanjut kegiatan. Kesimpulan keberadaan desa siaga telah legal dengan diterbitkannya surat keputusan Kepala Desa tentang susunan pengurus desa siaga dan jenis-jenis penyelenggaraan UKBM. Pengurus desa siaga telah memiliki program kerja. Pengetahuan pengurus meningkat pasca pelatihan. Aspek modal sosial sebagai faktor penghambat bisa dikendalikan dengan aktifnya penyelenggaraan UKBM karena masing-masing kader sudah memahami tugas pokok dan kewenangannya sesuai fungsi manajemen. Saran kegiatan perlu pendampingan lanjutan sesuai naskah kerjasama untuk peningkatan status desa siaga menjadi desa siaga aktif mandiri dan terwujudnya desa sehat Sidowayah.
Hubungan Usia Ibu Hamil Dan Paritas Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di Wilayah Kerja Puskesmas Padas Kabupaten Ngawi Mariana Aprilasari; Sunarto Sunarto; Hery Sumasto
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.8

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang berlebihan selama masa hamil dan bisa menyebabkan dehidrasi karena muntah sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh usia ibu hamil dan paritas terhadap kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Padas tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode crossectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total populasi sebanyak 91 ibu hamil. Variabel bebas penelitian ini adalah usia ibu hamil dan paritas, sedangkan variable terikatnya adalah kejadian hiperemesis gravidarum. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank dengan derajad kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan usia ibu hamil Trimester I dari 91 responden yang berusia <20 tahun sebanyak 13 responden atau 14,29%, usia 20-35 tahun sebanyak 68 responden atau 74,73% dan >35 tahun sebanyak 10 responden atau 10,99%. Berdasarkan paritas, sebanyak 58 ibu hamil atau 63,74% merupakan primigravida, sebanyak 29 atau 31,87% ibu hamil merupakan multigravida dan 4 ibu hamil atau 4,40% merupakan Grande Multigravida. Uji hipotesis menunjukkan ada pengaruh antara pengaruh usia ibu hamil terhadap kejadian hiperemesis gravidarum dan ada pengaruh paritas terhadap kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Padas tahun 2019. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa usia ibu hamil dan paritas berpengaruh terhadap kejadian hiperemesis. Di harapkan klien melakukan pemeriksaan kehamilan atau ANC secara teratur untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin serta mengetahui secara dini komplikasi yang terjadi selama kehamilan. Kata Kunci : Usia, Paritas, Hiperemesis gravidarum.
Increasing Awareness of the Village Disaster Risk Reduction Forum in Magetan Regency in Realizing Disaster Preparedness Sunarto Sunarto; Heru Santoso Wahito Nugroho; Suparji Suparji
Health Dynamics Vol 1, No 2 (2024): February 2024
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd10204

Abstract

Disaster risk reduction forums as a capacity in disaster resilient villages often experience difficulties in realizing disaster preparedness. It is necessary to prioritize any element that is immediately realized, so that what is done truly makes society have resilience and toughness. five disaster preparedness parameters that must be prepared by the forum. These five parameters have 25 elements as constructs. Elements as a construct of disaster preparedness parameters become an instrument called Difficulty and Usefulness of Elements in Disaster Preparedness (DUEDP-Questionnaire). This DUEDP questionnaire serves as a guide enumerator for interviewing forum administrators and communities in 23 disaster-resilient villages in the Magetan district. Data was collected for three months starting May-July 2023. The element prioritization technique uses the Quadrant of Difficulty and Usefulness (QoDU) method. This method focuses on elements in the upper left quadrant, namely elements that are very useful but how to make it happen is very difficult. The research results place the elements of involving vulnerable groups in socializing about disasters, providing village funds for disaster management, preparing contingency plan documents, providing early warning system tools, and training families to provide disaster preparedness bags as the main priorities that must be immediately realized by the forum.
Skrining Strenght and Difficulties Questionnaire Sebagai Metode Analisis Gangguan Emosional dan Perilaku Santri Baru Pondok Pesantren Sunarto, Sunarto; Millatipuan, Meika Arifatull; Sumaningsih, Rahayu; Saadah, Nurlailis
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i3.3833

Abstract

Problematika santri pondok pesantren berasal dari maladaptasi dengan lingkungan baru. Stres psikologis karena belum memiliki teman juga faktor pencetus problem santri baru. Berbagai problem ini berdampak pada gangguan kesehatan dan disharmonis hubungan antar santri dan pengasuh pondok pesantren. Aturan pondok pesantren yang ketat menjadi stresor tersendiri bagi santri sehingga mereka mengalami gangguan emosional dan perilaku. Gangguan emosional dan perilaku sering di alami oleh santri baru yang baru masuk pondok pesantren. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin terhadap gangguan emosional dan perilaku pada santri baru menggunakan pendekatan Strenghts and Difficulties Questionnaire. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 170 santri dari total populasi 235 santri yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Lokasi penelitian di Pondok Pesantren Darul Ulum Poncol Magetan. Pengumpulan data dengan cara wawancara. Guiden wawancara adalah kuesioner SDQ. Analisis hasil menggunakan uji statistik chi square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa gangguan emosional dan perilaku yang dialami santri laki-laki lebih tinggi dibanding dengan santri perempuan. Jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap gangguan emosional dan perilaku pada santri baru. Pimpinan dan pengasuh pondok pesantren diharapkan mengurangi stresor lingkungan pondok dengan pendampingan oleh pengasuh pondok dan perlunya pojok konseling pondok pesantren.Kata Kunci: Jenis kelamin; Gangguan emosional dan perilaku; SDQ
Anemia Kehamilan dan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Ike Mutiarasari; Agung Suharto; Astin Nur Hanifah; Sulikah Sulikah; Sunarto Sunarto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk455

Abstract

Anemia is of particular concern to the health of mothers and children because iron deficiency can cause complications for both mother and baby. Anemia also has an impact on the fetus, such as impaired physical and cognitive development of children, increased morbidity in infants and young children, as well as low birth weight babies (LBW). So research is needed which aims to determine the effect of the incidence of anemia during pregnancy on the incidence of LBW. This type of research was ex post facto. Data was collected from secondary data, namely the mother's cohort report and the MCH handbook. The results showed that the proportion of mothers with at-risk age was 19.6%, at-risk parity was 67.4% and those with lower secondary education were 22.8%. The results of the analysis with the Fisher's Exact test showed a p-value of 0.001. It was concluded that the incidence of anemia in pregnant women affects the incidence of LBW.Keywords: anemia; low birth weight babies; pregnancy                                          ABSTRAK Anemia menjadi perhatian khusus bagi kesehatan ibu dan anak karena kekurangan zat besi dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan bayi. Anemia juga berdampak pada janin, seperti gangguan perkembangan fisik dan kognitif anak, peningkatan morbiditas pada bayi dan anak kecil, juga bayi berat lahir rendah (BBLR). Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejadian anemia selama kehamilan dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Data dikumpulkan dari data sekunder yaitu laporan kohort ibu dan buku KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan usia berisiko adalah 19,6%, paritas berisiko adalah 67,4% dan memiliki tingkat pendidikan menengah ke bawah adalah 22,8%. Hasil analisis dengan Fisher's Exact test menunjukkan nilai p = 0,001. Disimpulkan bahwa kejadian anemia pada ibu hamil berpengaruh terhadap kejadian BBLR.Kata kunci: anemia; bayi berat lahir rendah; kehamilan
Durasi Penggunaan Gadget Yang Tidak Menyebabkan Temper Tantrum Pada Anak Sunarto Sunarto; Meila Marindawati; Rahayu Sumaningsih; Sulikah Sulikah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i3.3832

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat, salah satunya adalah penggunaan gadget. Anak usia prasekolah sering memanfaatkan teknologi tersebut sebagai ganti permainan. Penggunaan gadget pada anak pra sekolah sepengetahuan ormnag tuanya. Penggunaan gadget dapat memberikan rasa kecanduan berlebihan yang berdampak pada perubahan perilaku temper tantrum pada anak prasekolah. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menghitung besar risiko paparan durasi penggunaan gadget dengan kejadian temper tantrum pada anak prasekolah. Lokasi penelitian di seluruh pendidikan anak usia dini se kecamatan Barat kabupaten Magetan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah case-control. Ukuran besar sampel kasus sebanyak 91 anak dengan temper tantrum, sedangkan ukuran besar sampel kontrol sebanyak 91 anak kondisi normal. Kedua kelompok dipilih secara simple random sampling. Data temper tantrum diperoleh dari isian kuesioner dan data durasi penggunaan gadget diperoleh melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan gadget merupakan faktor risiko terhadap kejadian temper tantrum pada anak usia pra sekolah. Penggunaan gadget lebih dari satu jam setiap hari lebih berisiko 5,625 kali menimbulkan temper tantrum pada anak pra sekolah dibanding kurang dari satu jam setiap hari. Kata Kunci : temper tantrum; penggunaan gadget; anak prasekolah.
Comparison of Breast Milk Production Between BOM Methods (Breast Care, Oxytocin Massage, Mermaid Technique) With Breast Care in Postpartum Mothers in Takeran District, Indonesia Alvy Nour Khasana; Teta Puji Rahayu; Nurlailis Saadah; Sunarto
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2023): February
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v3i1.145

Abstract

Breast milk is a perfect food both in quality and quantity. Many factors affect exclusive breast feeding, one of which is the lack of maximum milk production. Post partum mothers must have the enthusiasm to give exclusive breast feeding to their babies. With proper breast feeding management, maximum results will be obtained. The purpose of this study was to determine the difference in the amount of breast milk production between the BOM method (Breast Care, Oxytocin Massage, Mermaid Technique) and Breast Care for post partum mothers in the Work Area of the Takeran Health Center. The type of research is Quasi Experiment with Post Test Only Control Group Design. The population is all pregnant women in the work area of the Takeran Health Center whose expected delivery day is in March-April 2022 as many as 32 pregnant women. All affordable populations were sampled. The independent variable is BOM and Breast Care and the dependent variable is breast milk production. Data analysis used the Mann Whitney statistical test with a significance level of p <0.05. In the experimental group using the BOM method, there were 13 respondents (81.3%) whose breast milk production was smooth and 3 respondents (18.7%) whose milk production was not, while in the control group using the Breast Care method 14 respondents ( 87.5%)whose milk production is not smooth and 2 respondents (12.5%)whose milk production is smooth. The results of the Mann Whitney test obtained a significance value of 0.000 < = 0.05. The conclusion of the study is that there is a difference in the amount of milk producti n between the BOM method and breast care. The BOM method can be used as an alternative to non-pharmacological therapy to increase breast milk production in post partum mothers so that it can increase the success of exclusive breast feeding.
The Relationship of Husband Support with Unmet Need Family Planning in Couples of Childbearing Age Aqila Fahru Sidqia; Tinuk Esti Handayani; Sunarto; Astuti Setiyani
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 5 No. 5 (2025): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v5i5.484

Abstract

Unmet need is a condition where women of reproductive age (WUS) are sexually active but do not use contraception. In 2024, Terung Village recorded an unmet need rate of 11.31%. This condition poses a risk to population control efforts. One contributing factor is the level of husband support. This study aims to analyze the relationship between husband support and unmet need incidence in WUS in Terung Village. The research used an observational, cross-sectional design with 163 respondents selected through simple random sampling. Husband support served as the independent variable, while unmet need was the dependent variable. Data were collected using questionnaires and open interviews, and analyzed using the Chi-Square test.Results showed that 30.1% of WUS experienced unmet need, primarily among women over 35 years old, with elementary education, as housewives, having more than one child, and middle-income status. WUS without husband support had a higher unmet need rate (45.2%) compared to those with full support (10%). The Chi-Square analysis indicated a significant relationship between husband support and unmet need (p = 0.000; α = 0.05). The novelty of this study lies in the considerable disparity in unmet need based on the presence or absence of husband support. Findings emphasize the importance of involving men in family planning decisions, suggesting the need for community-based education to enhance husband participation in contraceptive use.
Strengthening the Capacity of Village Communities in Handling Health Crises Due to Disasters Through Participatory Action Research: Results of Community Service in Ngelang Sunarto Sunarto; Heru Santoso Wahito Nugroho; Suparji Suparji; Aries Prasetyo; Cantika Puteri Apriliana
Health Dynamics Vol 3, No 7 (2026): July 2026
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd30703

Abstract

Ngelang Village in Kartoharjo District, Magetan Regency, has been designated a Disaster Resilient Village (Destana). However, its capacity to handle health crises remains limited, marked by weak coordination, the absence of an emergency command structure, and minimal training and simulation. The community service activity employed a Participatory Action Research (PAR) approach and involved 34 participants. Needs identification resulted in four priorities: establishing a command structure, developing a contingency plan, updating health vulnerability data, and creating a risk and vulnerability map. Intensive training was conducted over four days, totaling 30 training hours (JPL). The average pre-test score of 77.07 increased to 86.4 in the post-test, but decreased to 81.03 after one month, indicating challenges in knowledge retention. Participation was high, with over 59% of responses in the excellent category. Weaknesses were still evident in discussion engagement and problem-identification skills. Reflection showed that material understanding and practical skills were in the moderate category, while engagement was relatively high. The PAR intervention was effective in increasing knowledge and participation; however, the sustainability of the results requires strengthening retention strategies. Active participant involvement is crucial, but improvements are needed in discussion and problem analysis. The village government is committed to allocating the village budget (APBDes) for evacuation facilities, outreach, and regular simulations. The Destana Forum has agreed to make the training a regular biennial program and establish collaborations with health and disaster management agencies.
Co-Authors Abdul Latif Abdul Latip Abdullah Al Mamun Agung Suharto Agus Sarwo Prayogi Alfi Rusdianti Alfi Rusdianti Alfi Rusdianti Alfi Rusdianti Alfi Rusdianti Alvy Nour Khasana Ambo Dalle Anatje J. Pattipeilohy Aqila Fahru Sidqia Ardela Reza Fernanda Arief Budiono Aries Prasetyo Aries Prasetyo Astin Nur Hanifah Astuti Setiyani, Astuti Atik Badiah Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Budi Joko Santosa Cantika Puteri Apriliana Dewi Rika Miranti Doni Yanu Arianto Esti Yuliani Evi Irianti Fadia Meisyn Tassyabela Fajriansyah Fajriansyah Galuh Nirmala Gusman Arsyad Gusman Arsyad Handayani, Tinuk Esti Handoyo Handoyo Handoyo Handoyo Herlina, Tutiek Heru Santoso Wahito Nugroho Hery Koesmantoro I Ketut Sudiantara I Putu Suiraoka Ika Nur Azizah Ike Mutiarasari ilyas - ibrahim Intening, Vivi Retno Isfentiani, Dina Ismoyowati, Tri Wahyuni Joel Rey Ugsang Acob Kasiati, Klanting Khambali, Khambali Koekoeh Hardjito Koesmantoro, Hery Lapodi, Abd Rijali Lintang Dwi Ariyanty M. Fadly Kaliky Mariana Aprilasari Mariya Ulfah Mastuti Handayani Meila Marindawati Melati, Nimsi Mercy Joice Kaparang Millatipuan, Meika Arifatull muhammad saleh Myrna A. Mercado N. Surtinah Nana Usnawati Nani Surtinah Naning Siswati Ngestiningrum, Ayesha Hendriana Nina Indriyawati Nurdin Rahman nurlailis saadah Nurul Zakinah Nurweningtyas Nurweningtyas Nuryani, Nuryani Pius Selasa Rafif Naufi Waskitha Hapsari Rahardjo, Sutio Rahayu Sumaningsih Rahayu Sumaningsih Rahayu Sumaningsih Rahayu, Teta Puji Riska Wahyu Utami Risky Ika Septiana Puspitasari Rizki Lestari Widia Larasati Rozan Asyrofi Rakyan Risang Aji Rusmiati Sahrir Sillehu Sainuddin Sainuddin Sanglar Polnok Santosa, Budi Joko Setiawan Sri Angriani Sri Murti Yanti Sri Nurbaeti Sri Wahyuni Pudjianti Subagyo, Subagyo Suharto, Agung Sulikah Sulikah Sulikah Sulikah Sulikah, Sulikah Sumaningsih, Rahayu Sumasto, Hery Suparji Suparji Suparji Suparji Suparji Suparji Suparji Suparji Surtinah, N Syilfa Uswatun Khasanah Tanko Titus Auta Tanko Titus Auta Triana Septianti Tuhu Pinardi, Tuhu Vincentius Supriyono Vincentius Supriyono Vivi Putri Damayanti Wa Ode Karmila Wahyurianto, Yasin Wayanti, Sri Windarti Rumaolat Wisnu, Nurwening Tyas Wiwin Fajar Suryani Wiwin Martiningsih