Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN WISATA PANTAI BERKELANJUTAN DI PANTAI SEBALANG, DESA TARAHAN, KECAMATAN KATIBUNG, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Abdullah Aman Damai; Deny Sapto Chondro Utomo; Rachmad Caesario; Darma Yuliana; Rara Diantari
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i1.5809

Abstract

Pariwisata merupakan sumber daya yang penting bagi daerah yang menjadi tempat tujuan wisata. Objek wisata di suatu daerah akan dapat berlangsung secara baik dan dapat berkembang dengan baik jika masyarakat setempat ikut dilibatkan dalam pengelolaannya. Pantai Sebalang merupakan salah satu kawasan strategis pengembangan pariwisata Kabupaten Lampung Selatan. Permasalahan yang ada di Pentai Sebalang adalah kurangnya pengetahuan masyarakat Pantai Sebalang tentang potensi wisata dan pengelolaan wisata yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sebalang tentang potensi wisata pantai dan pengelolaan wisata pantai berkelanjutan. Metode yang dilakukan  meliputi, survei, wawancara dan penyuluhan. Untuk mengetahui perubahan pengetahuan masyarakat mengenai materi yang disampaikan maka dilakukan evaluasi awal dan akhir. Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa potensi pariwisata Pantai Sebalang yang paling diminati pengunjung adalah wisata kuliner. Kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuna masyarakat tentang pengelolaan wisata berkelanjutan.
Status Konservasi Spesies Ikan Pari yang Tertangkap Oleh Nelayan di Indonesia (Studi Literatur) Putriani, Rizha Bery; Yudha, Indra Gumay; Diantari, Rara; Danalau, Hanggum Waka; Wibowo, Annisa; Aprillya, Dyah Puspita; Sheptiane, Ivena Putri; Ramdhani, Muhammad Rizal; Rodiyah, Rodiyah; Damaiati, Putri; Nilawati, Nindia Ciandra
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 7 No 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v7i2.3696

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak spesies ikan pari, namun hal ini mengancam keberlangsungan hidup spesies tersebut serta mengganggu habitat dan ekosistemnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman ikan pari di berbagai lokasi, menilai status konservasi spesies ikan pari, serta mengetahui jenis ikan pari yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan menganalisis data dari sepuluh artikel yang membahas status konservasi ikan pari di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan pari yang paling sering tertangkap adalah Himantura uarnacoides dengan 531 individu dan Dasyatis zugei sebanyak 501 individu. Berdasarkan status konservasinya, sebagian besar ikan pari yang ditemukan tergolong dalam kategori rentan (VU), hampir terancam (NT), terancam punah (EN), dan kritis (CR), sementara beberapa spesies lainnya termasuk dalam kategori tidak dievaluasi (NE) atau data tidak cukup (DD).
Management of marine tourism park based on Community Based Management (CBM) Putriani, Rizha Bery; Hasani, Qadar; Yudha, Indra Gumay; Diantari, Rara; Yuliana, Darma; Caesario, Rachmad; Reza, Muhammad; Julian, David
JURNAL MINA SAINS Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v10i1.9986

Abstract

This research was conducted in Kiluan Village, Kelumbayan District, Tanggamus Regency. This study examines the essence of managing marine park tourism by focusing on the surrounding environment (Community-based Management) in Kiluan Negeri, Tanggamus Regency. The research was conducted by descriptive analysis of qualitative approaches through direct studies (primary data) and existing data (secondary data). Kilian Negeri has beautiful and unique marine resources. Problems in Kiluan Bay are related to economic inequality, limited resources, environmental damage due to garbage, and the threat of natural disasters. The general public still needs to learn how involved they are in managing marine park tourism appropriately and sustainably. The active participation of NGOs, namely the NGO Cikal, plays an important role in managing the Kiluan Bay conservation area. Some Community-Based Management (CBM) strategies that can be done are preparing tourism development plans, developing infrastructure, managing tourist destinations, holding promotions and marketing, developing tourism products, conducting HR training, collaborating with the private sector, and developing integrated tourist areas. Community-based management (CBM) of marine park tourism is based on recognizing the importance of local communities in maintaining the sustainability of the marine environment and obtaining economic and social benefits from the tourism sector.
Perikanan Skala Kecil dalam Mendukung Ekowisata di Teluk Kiluan Reza, Muhammad; Yudha, Indra Gumay; Diantari, Rara; Yuliana, Darma; Julian, David; Putriani, Rizha Bery; Caesario, Rachmad; Hasani, Qadar
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.5530

Abstract

Teluk Kiluan memiliki keindahan alam dan sumberdaya alam yang beragam sehingga kawasan ini menjadi destinasi wisata. Selain terdapat kegiatan wisata di Teluk Kiluan juga terdapat aktivitas perikanan tangkap. Aktivitas wisata dan perikanan ini berada dalam satu zona pemanfaatan yang sama. Peningkatan aktivitas wisata dan perikanan tangkap di Teluk Kiluan akan berakibat terjadi degradasi sumberdaya yang ada di sekitar Teluk Kiluan apabila tidak dikelola dengan baik. Aktivitas perikanan tangkap yang ada di Teluk Kiluan yaitu menggunakan alat tangkap longline. Maka aktivitas penangkapan perlu diatur seperti mengetahui tingkat ramah lingkungan alat tangkap longline. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 di Teluk Kiluan. Metode yang digunkan yaitu dengan snowball sampling dengan analisis data berdasarkan sembilan kriteria alat tangkap ramah lingkungan yang ditetapkan oleh FAO. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu alat tangkap longline tergolong alat tangkap yang sangat ramah lingkungan dengan total skor 30,4 sehingga dalam aktifitas penangkapan ikan menggunakan longline dapat mendukung pengembangan ekowisata di Teluk Kiluan.
Identification of Anorganic Waste in Sebalang Beach and Tanjung Selaki Beach, Tarahan Village, Subdistrict Katibung, Lampung Selatan District Wardana, Jaya; Maharani, Henni Wijayanti; Diantari, Rara
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 1 (2022): February
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.27.1.67-73

Abstract

The increase in the human population causes the amount of organic and inorganic waste to increase. The decomposition of inorganic waste is relatively longer compared to organic waste, therefore it is very harmful to the coastal environment. The purpose of this study was to determine the type, weight, distribution, density, and to compare the density and type of inorganic waste at Sebalang Beach and Tanjung Selaki Beach. Garbage collection and measurement of oceanographic parameters were carried out directly from March to April 2020. Garbage was collected on a 100 meter transect following the shoreline at each point at high tide and low tide. Current and wave were measured at two points with four repetitions. Waste data is separated by type, weight and presented descriptively. The results showed that the amount of macro-debris waste was higher than meso-debris waste with plastic waste that was more dominant than other types of waste. Sebalang Beach has a higher density of trash than Tanjung Selaki Beach.
Identification of Anorganic Waste in Sebalang Beach and Tanjung Selaki Beach, Tarahan Village, Subdistrict Katibung, Lampung Selatan District Wardana, Jaya; Maharani, Henni Wijayanti; Diantari, Rara
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 1 (2022): February
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The increase in the human population causes the amount of organic and inorganic waste to increase. The decomposition of inorganic waste is relatively longer compared to organic waste, therefore it is very harmful to the coastal environment. The purpose of this study was to determine the type, weight, distribution, density, and to compare the density and type of inorganic waste at Sebalang Beach and Tanjung Selaki Beach. Garbage collection and measurement of oceanographic parameters were carried out directly from March to April 2020. Garbage was collected on a 100 meter transect following the shoreline at each point at high tide and low tide. Current and wave were measured at two points with four repetitions. Waste data is separated by type, weight and presented descriptively. The results showed that the amount of macro-debris waste was higher than meso-debris waste with plastic waste that was more dominant than other types of waste. Sebalang Beach has a higher density of trash than Tanjung Selaki Beach.
Optimasi Wisata Bahari dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Pulau Pahawang Putra, Muhamad Gilang Arindra; Hasani, Qadar; Diantari, Rara; Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Julian, David; Putri, Berta; Reza, Muhammad; Damayanti, Inggar; Saleh, Yuliana; Afrianti, Nur Afni
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10636

Abstract

Desa Pulau Pahawang di Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Lampung, merupakan destinasi wisata bahari yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku wisata melalui pelatihan dan penyuluhan tentang ekosistem terumbu karang dan wisata ramah lingkungan berbasis Green Fins. Metode kegiatan meliputi pra-kondisi, pelatihan, diskusi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemandu wisata dalam menerapkan prinsip wisata berkelanjutan. Diharapkan, hasil ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal serta menjaga kelestarian ekosistem bahari di Pulau Pahawang.
Penyuluhan Mitigasi Bencana Pesisir: Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan dan Kesadaran Masyarakat Desa Pulau Pahawang, Lampung Julian, David; Hasani, Qadar; Reza, Muhammad; Afrianti, Nur Afni; Diantari, Rara; Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Putra, Muhamad Gilang Arindra; Putri, Berta; Damayanti, Inggar; Saleh, Yuliana
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10609

Abstract

Program edukasi mitigasi bencana alam wilayah pesisir di Desa Pulau Pahawang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam seperti tsunami dan banjir rob. Hasilnya, 78% peserta menyatakan peningkatan pemahaman dan kesiapan menghadapi bencana setelah mengikuti kegiatan, khususnya dalam hal identifikasi risiko dan langkah mitigasi. Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya pendekatan partisipatif. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapannya. Dampak positif lain dari program ini adalah meningkatnya solidaritas komunitas dalam menghadapi bencana, serta munculnya peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Pengalaman ini dapat menjadi fondasi bagi pengembangan program mitigasi di masa depan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Desa Pulau Pahawang.
Identification of Anorganic Waste in Sebalang Beach and Tanjung Selaki Beach, Tarahan Village, Subdistrict Katibung, Lampung Selatan District Wardana, Jaya; Maharani, Henni Wijayanti; Diantari, Rara
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 1 (2022): February
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The increase in the human population causes the amount of organic and inorganic waste to increase. The decomposition of inorganic waste is relatively longer compared to organic waste, therefore it is very harmful to the coastal environment. The purpose of this study was to determine the type, weight, distribution, density, and to compare the density and type of inorganic waste at Sebalang Beach and Tanjung Selaki Beach. Garbage collection and measurement of oceanographic parameters were carried out directly from March to April 2020. Garbage was collected on a 100 meter transect following the shoreline at each point at high tide and low tide. Current and wave were measured at two points with four repetitions. Waste data is separated by type, weight and presented descriptively. The results showed that the amount of macro-debris waste was higher than meso-debris waste with plastic waste that was more dominant than other types of waste. Sebalang Beach has a higher density of trash than Tanjung Selaki Beach.
Composition and Diversity of Macrozoobenthos in Seagrass Areas in Pulau Pahawang Village Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Arindra Putra, Muhamad Gilang; Diantari, Rara; Afrianti, Nur Afni; Damayanti, Inggar; Saleh, Yuliana; Julian, David; Reza, Muhammad; Putri, Berta
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 4 (2025): August 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i4.1140-1147

Abstract

Seagrass beds, particularly those found in Pulau Pahawang Village, serve as vital marine ecosystems that support diverse marine life. This study aims to investigate the composition and diversity of macrozoobenthos within these seagrass ecosystems. Seagrass and macrozoobenthic data were gathered through a 30 m line transect and 1m×1m. The samples were identified to the species or genus level, and the data were analyzed for composition and diversity using the Shannon-Wiener (H’), Dominance (C), and Evenness (E) indices. To assess the relationship between seagrass cover and macrozoobenthic density, a Pearson correlation test was performed. The seagrass species found is Enhalus acoroides. The macrozoobenthic community found in the seagrass ecosystem consists of 2 classes: 22 Gastropoda and 16 Bivalvia. The diversity index of macrozoobenthos (1.47-2.81) show moderate diversity, with high similarity (0.638–0.917), amd low dominance (0.059–0.265) indicates a balance community. The environmental conditions, including water temperature (30.8°C–31.8°C), salinity (30–31), and dissolved oxygen (5.8–6.8 mg/L), strongly support the growth of seagrasses and macrozoobenthos. This study emphasizes the importance of monitoring water quality and species diversity to ensure the sustainability of the seagrass ecosystem and other in Pulau Pahawang Village.   Keywords: Biodiversity, Enhalus acoroides,  Macrozoobenthos, Seagrass beds, Water quality.
Co-Authors Abdullah Aman Damai Abdullah Aman Damai Afrianti, Nur Afni Agus Setyawan Aprillya, Dyah Puspita Aris Candra Prihantoro Belly Maishela Berta Putri Bintang Ubamnata C. U, Deny Sapto Caesario, Rachmad Damaiati, Putri Damayanti, Inggar Danalau, Hanggum Waka Darma Yuliana David Julian Delis, Putu Chintia Delis, Putu Cinthia Deny Sapto Chondro Utomo Dian Rusadi Doni Nurdiansah Duryat, Duryat Dwi Arum Mufidah Eko Efendi Elisdiana, Yeni Esti Harpeni Esti Harpeni Fadhilah Amalia Fitri Fajri Muharram Farida, Eka Nur Febriani, Sefia Ferry Tito Wijaya Henni Wijayanti Henni Wijayanti Maharani Henni Wijayanti Maharani Henni Wijayanti Maharani Wijayanti Maharani Herman Yulianto Indah Pratiwi Juliana SY Indah Wahyuningtias Indra Gumay Yudha Indra Gumay Yudha Johanes Tarigan Julian, David Kuswanta Futas Hidayat Limin Santoso Manullang, Mitri Merli Meytia Eka Safitri Moh. Muhaemin Muhamad Gilang Arindra Putra Muhammad Reza Nainna Anjanni Ade Lestari Nidya KARTINI Nilawati, Nindia Ciandra Otong Zenal Arifin Penmau, Defrilasio Eldes Pratiwi, Leoni Dian Putra, Muhamad Gilang Arindra Putri Priyan Dwitasari Putriani, Rizha Bery Qadar Hasani Qadar Hasani Rachmad Caesario Ramdhani, Muhammad Rizal Rena Yolanda Rico Wahyu Prabowo Rina Hesti Utami Riyoma, Arico Rodiani, Rodiani Rodiyah - Saleh, Yuliana Sheptiane, Ivena Putri Siti Hudaidah Sonavel, Novando Putra Sri Waluyo Suparmono - Suparmono Suparmono Supra Jaya Perdana Susanti, Oktora Wardana, Jaya Wardiyanto Wardiyanto Wardiyanto Wardiyanto, Wardiyanto Wibowo, Annisa Winda Hartono Yudha Trinoegraha Adiputra Yudha, Rio Anggria Yuliana, Darma Yuliana, Darma Yusup, Maulid Wahid