Claim Missing Document
Check
Articles

PEMAHAMAN MASYARAKAT DESA KETAPANG KABUPATEN PESAWARAN TENTANG SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Hasani, Qadar; Diantari, Rara
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6278

Abstract

Desa Ketapang , Kabupaten Pesawaran  merupakan salah satu  wilayah rekreasi pantai yang terkenal di Provinsi Lampung.  Meningkatnya aktivitas antropogenik di kawasan tersebut menye-babkan besarnya tekanan yang diterima, termasuk pada daerah pantai. Salah satu masalah yang signifikan penyebab degradasi lingkungan adalah sampah, termasuk sampah laut (marine debris). Secara umum sampah laut berdampak sektor eko-nomi dan pariwisata, mengganggu kehidupan biota laut dan ekosistem pesisir dan kesehatan manusia. Banyak biota yang memakan plastik (entangled) dan terjerat plastik (ingestion), meru-juk pada laporan. Jika sampah plastik ini tidak dikendalikan dikelola dengan baik, maka terjadi proses pelapukan menjadi mikro dan nano plastik yang akan merusak ekosistem pesisir dan/atau dimakan oleh plankton atau ikan. Selanjutnya, produktivitas perikanan dapat menurun dan impli-kasi dari mikroplastik bisa masuk ke jejaring makanan (food-chain) yang akhirnya dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manu-sia.  Tujuan dari pengabdian ini untuk melihat pemahaman masyarakat terhadap sampah laut, di sekitar kawasan Pantai Ketapang. Kegiatan dilakukan dalam dua tahap untuk mengobservasi sampah laut dan pemahaman masyarakat.  Sampah laut (marine debris) di Pantai Ketapang , Kab. Pesawaran  terdapat 2 jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik. .Jenis sampah laut (marine debris) yang paling banyak adalah sam-pah  organik ditemukan, hal ini diduga karena pantai Ketapang merupakan  daerah yang banyak aktifitas manusia. Penemuan sampah masker pada lokasi pengabdian sehubungan dengan terjadinya wabah pandemi Covid-19. Data menunjukkan pengetahuan maupun untuk sikap masyarakat terhadap sampah laut dan kebersihan lingkungan sangat tinggi. Hal ini dapat dikaitkan dengan ketergantungan masyarakat terhadap lingkungan pantai, karena sebagian besar masyarakat berpenghasilan dari memanfaatkan pantai ketapang
Budidaya Lele Berbasis Teknologi Bioflock Pada Kelompok Pembudidaya Ikan Mandiri Sentosa Di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Delis, Putu Cinthia; Elisdiana, Yeni; Maharani, Henni Wijayanti; Diantari, Rara
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6339

Abstract

Kegiatan “Budidaya Lele Berbasis Teknologi Bioflock pada Kelompok Pembudidaya Ikan Mandiri Sentosa di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan" merupakan kegiatan transfer teknologi kepada masyarakat, yang sejalan dengan salah satu visi LPPM Unila. Pada kegiatan ini akan didiseminasikan teknologi bioflok dalam kegiatan budidaya ikan lele. Teknologi bioflok dalam budidaya perikanan menerapkan prinsip asimilasi nitrogen oleh bakteri heterotrof melalui modifikasi rasio C/N dalam air. Sasaran dari program ini adalah mitra kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) Mandiri Sentosa di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Program ini memiliki tujuan; 1) Pemahaman kelompok mitra dalam menggunakan teknologi bioflock sebagai solusi pengelolaan kualitas air budidaya ikan, serta 2) Membangun kemitraan dan kerjasama yang efektif antara perguruan tinggi dengan kelompok masyarakat di Kecamatan Jati Agung. Metode yang digunakan meliputi survei, pelatihan, denplot teknologi bioflock, pendampingan, dan evaluasi keberhasilan program. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi menjadi 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan meliputi: survei lokasi, sosialisasi kepada mitra, dan persiapan perlengkapan. Sedangkan tahap pelaksanaan meliputi: pelatihan budidaya ikan lele dengan teknologi bioflock, penyerahan paket teknologi bioflock, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pemahaman mitra mengenai penerapan teknologi bioflok hingga 100%, adanya manfaat yang diperoleh mitra melalui pelatihan budidaya ikan lele menggunakan teknologi bioflok, serta terciptanya kemitraan dan kerjasama yang efektif antara perguruan tinggi dengan kelompok masyarakat di Kecamatan Jati Agung, khususnya kelompok mitra Mandiri Sentosa.
Penyuluhan tentang Wisata Berbasis Konservasi di sekitar Teluk Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus Diantari, Rara; Damai, Abdullah Aman; Yuliana, Darma; Utomo, Deny Sapto Chondro
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.7232

Abstract

Teluk Kiluan merupakan sebuah teluk dengan potensi wisata bahari. Panorama eksotik dari teluk ini merupakan jalur lintasan lumba-lumba, mulai dari gugusan cengkalik kearah selatan sampai ke cuku kementara. Di perairan teluk Kiluan dapat dijumpai beberapa spesies mamalia laut seperti lumba lumba hidung botol, lumba lumba paruh panjang dan paus pilot sehingga wilayah ini menjadi tempat untuk menikmati kegiatan wisata Dolphin tour. Pengunjung juga dapat melakukan kegiatan wisata memancing, snorkling, diving, wisata pantai, fotografi, berkemah, wisata petualangan, berenang, wisata pendidikan konservasi, wisata alam dan wisata budaya/ atraksi budaya. Teluk Kiluan mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata yang pengelolaannya berbasis masyarakat setempat sejak tahun 2005. Berdasarkan Keputusan Menteri kelautan dan perikanan RI Nomor 49/Kepmen-KP/2019, perairan teluk Kiluan dan sekitarnya telah ditetapkan melalui sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah untuk dikelola sebagai Taman Wisata Perairan. Permasalahan yang ditemukan dalam pengembangan wisata pantai Sebalang salah satunya rendahnya pemahaman pelaku wisata di Pantai Sebalang terkait pengelolaan wisata berbasis konservasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi dan ancaman sumberdaya alam yang tersedia dan pengelolaan wisata berbasis konservasi. Setelah dilaksanakan kegiatan penelitian, pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan berbasis konservasi meningkat dari 29% menjadi 90%
Penguatan Ekowisata sebagai Core Economy Masyarakat Pesisir Di Teluk Kiluan, Desa Kiluan Negeri Damai, Abdullah Aman; Yuliana, Darma; Diantari, Rara; Hasani, Qadar; Caesario, Rachmad; Saleh, Yuliana; Damayanti, Inggar; Afrianti, Nur Afni
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7927

Abstract

Kegiatan ekowisata di Pekon Kiluan Negeri telah berkembang sejak tahun 2004 hingga saat ini. Mulai tahun 2004, Teluk Kiluan mulai dikenal, terutama oleh wisatawan di sekitar Provinsi Lampung sebagai salah satu tujuan destinasi wisata. Kegiatan wisata di daerah ini terus berkembang, walaupun mengalami fluktuasi yang cukup besar. Pada tahun 2021, Pekon Kiluan Negeri telah ditetapkan sebagai Desa Wisata berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tanggamus No.B.195/39/08/2021 tentang penetapan desa/pekon wisata Kabupaten Tanggamus. Sejak awal perkembangan, terjadi berbagai masalah dalam kegiatan ekowisata di Teluk Kiluan baik yang bersifat alamiah dan non alamiah. Berbagai permasalahan ini menyebabkan kegiatan wisata di Teluk Kiluan, sejak tahun 2016 mengalami penurunan. Bahkan semenjak terjadinya pandemi Covid pada awal tahun 2020, kegiatan wisata di teluk Kiluan sempat terhenti. Oleh karena itu, perlu upaya untuk mendukung pulihnya kegiatan ekowisata di Teluk Kiluan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1) melakukan pemetaan zona potensi ekowisata di Teluk Kiluan, Desa Kiluan Negeri, 2) penguatan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Teluk Kiluan, tentang pengelolaan ekonomi ekowisata, dan 3) meningkatkan keterampilan pemandu wisata di Teluk Kiluan tentang manajemen keamanan dan keselamatan pada destinasi wisata. Dari hasil pengabdian ini ada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kemampuan keterampilan pemandu wisata dan manfaat yang diperoleh mitra melalui pelatihan Penguatan Ekowisata  Sebagai Core  Economy Masyarakat Pesisir di Teluk Kiluan Desa Kiluan Negeri.
Pembinaan Wawasan Ekonomi Berkelanjutan Bagi Masyarakat Pekon Kiluan Negeri Damai, Abdullah Aman; Saleh, Yuliana; Afrianti, Nur Afni; Damayanti, Inggar; Yuliana, Darma; Diantari, Rara
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8915

Abstract

Untuk mengembangkan potensi pariwisata di Pekon Teluk Kiluan, masyarakat perlu meningkatkan promosi Kawasan Teluk Kiluan dengan memperhatikan aspek potensi lokal, lingkungan, dan keberlanjutan. Penting juga bagi mereka untuk memahami rencana pengembangan Pekon agar pembangunan dapat berkelanjutan. Selain itu, diperlukan upaya pengembangan seluruh potensi yang dimiliki oleh Pekon Kiluan Negeri guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai tujuan ini, aparatur Pekon Kiluan Negeri, pengelola wisata, dan masyarakat perlu meningkatkan kapasitasnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola wisata tentang layanan wisata berkelanjutan dan rencana pengembangan Pekon Kiluan Negeri, sambil meningkatkan promosi dengan mempertimbangkan aspek lokal, lingkungan, dan keberlanjutan. Dilaksanakan di Pekon Kiluan Negeri, kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi/sharing dan FGD yang berjalan lancar sesuai rencana. Melalui kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang wawasan ekonomi berkelanjutan, menegaskan pentingnya partisipasi aktif dalam pengembangan desa wisata. Dengan demikian, kegiatan pengabdian menjadi langkah penting dalam memperkuat potensi dan keberlanjutan Pekon Kiluan Negeri sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas.
PENGUATAN EKOWISATA BERBASIS GENDER EQUALITY DI DESA PULAU PAHAWAN, KECAMATAN MARGA PUNDUH KABUPATEN PESAWARAN Hasani, Qadar; Hidayat, Kuswanta Futas; Yuliana, Darma; Diantari, Rara; Putri, Berta
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9979

Abstract

Desa Pulau Pahawang memiliki potensi ekowisata yang besar namun masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur wisata, kurangnya pengetahuan manajemen pariwisata, dan rendahnya partisipasi aktif perempuan dalam pengelolaan pariwisata. Keterlibatan perempuan dapat membawa perspektif baru, meningkatkan kreativitas, dan memperkuat komunitas lokal secara keseluruhan. Melalui pelibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dan aktivitas ekowisata, diharapkan dapat tercipta keberlanjutan ekonomi dan sosial yang merata serta mengurangi ketimpangan gender. Meskipun ada tantangan seperti kendala sosial dan akses modal terbatas, program ini berhasil meningkatkan peran perempuan di sektor ekowisata, dengan peningkatan partisipasi perempuan dalam pengelolaan homestay, pemanduan wisata, dan pemasaran produk lokal. Pelatihan keterampilan, seperti pembuatan produk kerajinan (chunky bag), turut memberikan dampak langsung pada pemberdayaan ekonomi perempuan dan mendorong keberlanjutan ekowisata di desa tersebut. Evaluasi program menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kesetaraan gender dalam ekowisata, dengan keterlibatan perempuan yang meningkat dari 25% menjadi 75%. Program ini memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal, melalui produk lokal yang dihasilkan oleh perempuan, serta meningkatkan kualitas layanan ekowisata secara keseluruhan. Secara keseluruhan, program ini berhasil memperkuat peran perempuan dalam sektor ekowisata, menciptakan dampak positif bagi perekonomian desa, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penyuluhan Mitigasi Bencana Pesisir: Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan dan Kesadaran Masyarakat Desa Pulau Pahawang, Lampung Julian, David; Hasani, Qadar; Reza, Muhammad; Afrianti, Nur Afni; Diantari, Rara; Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Putra, Muhamad Gilang Arindra; Putri, Berta; Damayanti, Inggar; Saleh, Yuliana
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10609

Abstract

Program edukasi mitigasi bencana alam wilayah pesisir di Desa Pulau Pahawang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam seperti tsunami dan banjir rob. Hasilnya, 78% peserta menyatakan peningkatan pemahaman dan kesiapan menghadapi bencana setelah mengikuti kegiatan, khususnya dalam hal identifikasi risiko dan langkah mitigasi. Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya pendekatan partisipatif. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapannya. Dampak positif lain dari program ini adalah meningkatnya solidaritas komunitas dalam menghadapi bencana, serta munculnya peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Pengalaman ini dapat menjadi fondasi bagi pengembangan program mitigasi di masa depan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Desa Pulau Pahawang.
Optimasi Wisata Bahari dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Pulau Pahawang Putra, Muhamad Gilang Arindra; Hasani, Qadar; Diantari, Rara; Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Julian, David; Putri, Berta; Reza, Muhammad; Damayanti, Inggar; Saleh, Yuliana; Afrianti, Nur Afni
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10636

Abstract

Desa Pulau Pahawang di Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Lampung, merupakan destinasi wisata bahari yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku wisata melalui pelatihan dan penyuluhan tentang ekosistem terumbu karang dan wisata ramah lingkungan berbasis Green Fins. Metode kegiatan meliputi pra-kondisi, pelatihan, diskusi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemandu wisata dalam menerapkan prinsip wisata berkelanjutan. Diharapkan, hasil ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal serta menjaga kelestarian ekosistem bahari di Pulau Pahawang.
Studi Kesesuaian dan Arah Strategis Pengelolaan Pengembangan Wisata Pantai di Pulau Sebesi Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Hasani, Qadar; Yulianto, Herman; Caesario, Rachmad; Diantari, Rara; Reza, Muhammad; Julian, David; Delis, Putu Chintia; Putriani, Rizha Bery
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94856

Abstract

Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata bahari berkelanjutan karena kekayaan ekosistem laut, topografi unik, serta letaknya yang strategis dekat Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, pengelolaan wisata di pulau ini masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kurangnya infrastruktur, rendahnya promosi, dan belum adanya perencanaan berbasis data. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi atau menilai tingkat kesesuaian lahan untuk kebutuhan wisata pantai sekaligus merancang strategi pengembangan yang sesuai. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi langsung serta wawancara kuesioner. Analisis data dengan pengukuran Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan analisis SWOT dengan matriks IFAS dan EFAS. Nilai IKW pada Stasiun 1 tercatat 2,245, Stasiun 3 sebesar 2,415, dan Stasiun 4 sebesar 2,32, ketiganya termasuk kategori sesuai. Sementara Stasiun 2 sebesar 2,9 termasuk kategori sangat sesuai. Berdasarkan SWOT, Pulau Sebesi berada pada kuadran III. Hal ini berarti strategi yang direkomendasikan adalah WO (memanfaatkan peluang dengan mengurangi kelemahan). Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi peningkatan promosi digital, pelatihan sumber daya manusia lokal, dan kolaborasi multipihak untuk perencanaan pengelolaan terpadu. Hasil kajian menunjukan bahwa Pulau Sebesi berpeluang besar menjadi destinasi ekowisata unggulan jika pengelolaannya diarahkan secara tepat dan partisipatif.
Quantifying Marine Debris Pollution in Mangrove Ecosystems: A Study from Kalangan Hamlet, Lampung, Indonesia Putra, Muhamad Gilang Arindra; Reza, Muhammad; Diantari, Rara; Yuliana, Darma; Julian, David; Damayanti, Inggar; Afrianti, Nur Afni
Forest and Nature Vol. 1 No. 3 (2025): July
Publisher : Green Insight Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63357/fornature.v1i3.17

Abstract

Mangrove ecosystems are currently facing severe threats due to the accumulation of marine debris, particularly plastic waste. This study aims to quantify the types and weights of marine debris in the mangrove ecosystem of Kalangan Hamlet, Lampung, Indonesia, and analyze their impact on various mangrove species. Data collection was conducted in three zones with different levels of human activity: low, medium, and high. Data on the types and weight of debris were collected using the transect plot method. Correspondence analysis was used to examine the relationship between debris types and the intensity of human activity. The results showed that plastic waste was the most dominant type in terms of both quantity and weight, particularly in areas with moderate to high levels of activity. Over 90% of the waste composition consisted of plastic, weighing over 9,000 g at Stations 2 and 3. Mangrove species of the genus Rhizophora were the most affected, likely due to their complex root structure, which effectively traps waste. Other types of waste, such as fabric, rubber, and glass, were also found in significant quantities and correlated with tourism and community activities. Waste accumulation, particularly plastic, not only alters habitat structure but also hinders mangrove regeneration, which could ultimately reduce ecosystem function and biodiversity. Waste management should align with the area's activity level, with high-activity zones requiring more intensive clean-ups, proper facilities, and regulation enforcement. Community engagement and awareness are crucial in reducing the impacts of marine debris on mangroves. Its temporal scope and sampling frequency limit this study; broader and longer-term research is recommended.
Co-Authors Abdullah Aman Damai Abdullah Aman Damai Afrianti, Nur Afni Agus Setyawan Aprillya, Dyah Puspita Aris Candra Prihantoro Belly Maishela Berta Putri Bintang Ubamnata C. U, Deny Sapto Caesario, Rachmad Damaiati, Putri Damayanti, Inggar Danalau, Hanggum Waka Darma Yuliana David Julian Delis, Putu Chintia Delis, Putu Cinthia Deny Sapto Chondro Utomo Dian Rusadi Doni Nurdiansah Duryat, Duryat Dwi Arum Mufidah Eko Efendi Elisdiana, Yeni Esti Harpeni Esti Harpeni Fadhilah Amalia Fitri Fajri Muharram Farida, Eka Nur Febriani, Sefia Ferry Tito Wijaya Henni Wijayanti Henni Wijayanti Maharani Henni Wijayanti Maharani Henni Wijayanti Maharani Wijayanti Maharani Herman Yulianto Indah Pratiwi Juliana SY Indah Wahyuningtias Indra Gumay Yudha Indra Gumay Yudha Johanes Tarigan Julian, David Kuswanta Futas Hidayat Limin Santoso Manullang, Mitri Merli Meytia Eka Safitri Moh. Muhaemin Muhamad Gilang Arindra Putra Muhammad Reza Nainna Anjanni Ade Lestari Nidya KARTINI Nilawati, Nindia Ciandra Otong Zenal Arifin Penmau, Defrilasio Eldes Pratiwi, Leoni Dian Putra, Muhamad Gilang Arindra Putri Priyan Dwitasari Putriani, Rizha Bery Qadar Hasani Qadar Hasani Rachmad Caesario Ramdhani, Muhammad Rizal Rena Yolanda Rico Wahyu Prabowo Rina Hesti Utami Riyoma, Arico Rodiani, Rodiani Rodiyah - Saleh, Yuliana Sheptiane, Ivena Putri Siti Hudaidah Sonavel, Novando Putra Sri Waluyo Suparmono - Suparmono Suparmono Supra Jaya Perdana Susanti, Oktora Wardana, Jaya Wardiyanto Wardiyanto Wardiyanto Wardiyanto, Wardiyanto Wibowo, Annisa Winda Hartono Yudha Trinoegraha Adiputra Yudha, Rio Anggria Yuliana, Darma Yuliana, Darma Yusup, Maulid Wahid