Claim Missing Document
Check
Articles

Jaringan Sosial-Komunikasi Petani Pada Distribusi Produk Hasil Bumi Desa Jatisura Indramayu Radita Gora Tayibnapis; Munadhil Abdul Muqsith; Ana Kuswanti; Tri Dian Hapsari; Hermina Manihuruk
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i2.28923

Abstract

Jatisura Village has very strong agricultural and plantation potential and has adequate Natural Resources to be planted with various crops and produce promising agribusiness prospects. However, this indicates the constraints of an inadequate communication network between farmers and sellers of crops because the hierarchical network of rice, fruit and vegetable trade is too complex. Through the analysis of the communication network here with a qualitative approach, it was found that the connection between farmers and other farmers and also the relationship with middlemen, of course, farmers must be members of the Association of Farmer Groups (GAPOKTAN) and also between farmer group agents have a communication network that is so dense and provides positive measurements so that communication attachments between farmer group agents are always established and mutual communication occurs. The existence of middlemen becomes dependent on farmers so that this expands the distribution of the trade network of crops from Jatisura Village.Keywords: Communication Network, Jatisura Village, Agriculture Abstract Desa jatisura memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang sangat kuat serta memiliki Sumber Daya Alam yang memadai untuk bisa ditanami berbagai macam tanaman serta menghasilkan prospek agrobisnis yang menjanjikan. Namun hal tersebut terindikasi kendala adanya jaringan komunikasi yang kurang memadai antara petani dan penjual hasil Bumi lantaran jaringan hierarki perdagangan beras, buah dan sayuran terlalu kompleks. Melalui analisis jaringan komunikasi disini dengan pendekatan kualitatif ditemukan bahwa keterhubungan petani dengan petani lain dan juga hubungan dengan tengkulak tentu para petani harus tergabung dengan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) dan juga antar agen kelompok tani memiliki jaringan komunikasi yang begitu padat dan memberikan pengukuran yang positif sehingga keterikatan komunikasi antara agen kelomok tani selalu terjalin dan terjadinya komunikasi timbalik balik. Keberadaan para tengkulak menjadi ketergantungan bagi para petani sehingga hal ini yang memperluas distribusi jaringan perdagangan hasil bumi dari Desa Jatisura.Keywords:  Jaringan Komunikasi, Desa Jatisura, Pertanian 
Tantangan dan Peluang Pewarta Foto Di Era Media Baru Tripa Ramadhan; Fitria Ayuningtyas; Munadhil Abdul Muqsith
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i3.32328

Abstract

Developments in technology and the internet have had a major influence on the journalism industry, including journalistic photography by photo journalists. Technological developments are not only in photography technology but also in the medium of publication. The rapid digitalization and development of social media gave rise to the term "everyone can take pictures". This then triggers its own challenges and opportunities for photojournalists. The purpose of this study is to explain the phenomena that occur as well as describe the challenges and opportunities for photojournalists in the new media era. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was carried out by means of observation and interviews, as well as other supporting documents. The result of this research is that challenges come no longer only from fellow professions but more broadly, namely the audience. Photojournalists must be able to adapt to technological developments in order to maintain their existence. The presence of new media also brings benefits for photojournalists to be able to develop themselves as well as their photographic works.Keywords: Photojournalist; Journalistic Photography; New Media; Digitization Abstract Perkembangan teknologi dan internet telah membawa pengaruh besar pada industri jurnalistik, tidak terkecuali fotografi  jurnalistik yang dilakukan pewarta foto. Perkembangan teknologi itu bukan hanya pada teknologi fotografinya tapi juga medium publikasinya. Pesatnya digitalisasi dan perkembangan media sosial memunculkan istilah semua orang bisa memotret. Hal ini lantas memicu tantangan dan peluang tersendiri bagi pewarta foto. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan fenomena yang terjadi juga menggambarkan terkait tantangan dan peluang bagi pewarta foto di era media baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara obervasi dan wawancara, serta dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian ini adalah tantangan datang bukan lagi hanya dari sesama profesi tapi lebih luas yakni khalayak. Pewarta foto harus mampu adaptasi dengan perkembangan teknologi untuk tetap mempertahankan eksistensinya. Media baru hadir juga membawa manfaat bagi pewarta foto untuk bisa mengembangkan diri juga karya fotonya.Keywords: Pewarta Foto; Fotografi Jurnalistik; Media Baru; Digitalisasi
Tren Citayam Fashion Week dan Brand Endorsement di Tiktok Irla Yulia; Nurkhalila Fajrini; Munadhil Abdul Muqsith
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i3.32167

Abstract

This article aims to reveal how the Citayam Fashion Week or CFW trend interests business actors to offer brand endorsements to influencers on social media, Tiktok. The CFW phenomenon has become a hot topic of conversation among the public, making it popular on social media. This has resulted in more and more youth activity content in the form of videos, especially on TikTok which captures young people competing with fashion in the Sudirman area, Jakarta so that it becomes viral or becomes a FYP (For You Page). The CFW phenomenon has led to the emergence of several famous teenagers who have many followers on TikTok, such as Jeje Slebew, Bonge and others. So, various brands then offered endorsements to the CFW youth. This research was conducted to see how the phenomenon of brand endorsement among CFW youth. This research method uses qualitative research with data collection tools in-depth interviews and field observations. The results of the study indicate that a new phenomenon emerged in CFW activities, namely brand endorsement by business actors for CFW youth. On the other hand, business actors also benefit from endorsing CFW youth because with this activity business actors can implement viral marketing strategies in CFW activities.Keywords: Brand Endorsement; Viral Marketing; ticktock; Citayam Fashion Week Abstract Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana Tren Citayam Fashion Week atau CFW minat pelaku usaha untuk menawarkan brand endorsement kapada influencer di sosial media, Tiktok. Fenomena CFW menjadi perbincangan hangat masyarakat sehingga jadi populer di media sosial. Hal ini menyebabkan makin banyak konten aktifitas remaja berupa video terutama di TikTok yang mengabadikan anak muda yang beradu fesyen di area Sudirman, Jakarta sehingga menjadi viral atau jadi FYP (For You Page). Fenomena CFW menyebabkan muncul beberapa remaja terkenal dan memiliki banyak follower di TikTok seperti Jeje Slebew, Bonge dan lainnya. Sehingga, berbagai brand kemudian menawarkan endoresement kepada remaja CFW tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana fenomena brand endorsement di kalangan remaja CFW. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan alat pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi lapangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya fenomena baru dalam kegiatan CFW yakni brand endorsement yang dilakukan para pelaku usaha terhadap remaja CFW. Di lain pihak, para pelaku usaha juga diuntungkan dengan melakukan endorse terhadap remaja CFW karena dengan adanya kegiatan tersebut para pelaku usaha dapat melaksanakan strategi pemasaran viral marketing dalam kegiatan CFW.Keywords: Brand Endorsement; Viral Marketing; Tiktok; Citayam Fashion Week
Fenomena Buzzer Di Media Sosial Jelang Pemilu 2024 Dalam Perspektif Komunikasi Politik Charisma Dina Wulandari; Munadhil Abdul Muqsith; Fitria Ayuningtyas
Avant Garde Vol 11, No 1 (2023): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v11i1.2380

Abstract

Elections are an important moment in the democratic life of a country, where the people have the opportunity to elect its leader and deputy. In an increasingly advanced digital age, social media has become a significant platform in influencing public opinion and shaping political narratives. The rapid development of technology must also be accompanied by the character of social media users, so that the progress of the times will be in harmony. In order to receive and disseminate information through technology based on real facts. This study aims to provide a description of the phenomenon of spreading hoax news, namely buzzers ahead of the 2024 election from social media, as well as how to respond to the hoax news. This research method uses qualitative descriptive, where this method uses qualitative approach research methods in order to describe and see data and facts about hoaxes and how to overcome them. The result is if this cheap and easy technological advancement becomes a determining factor when accessing information and social media connoisseurs become smarter when using information, namely in understanding media literacy which is often considered as real truth news. The role of the government in controlling its dissemination is the existence of the right legal policy that has been regulated and listed in the ITE Law. The promotion procedure also reflects the homogenization (similarity) of characteristics between account holders and followers. Social unrest is caused by the rise of fake news in Indonesia. Social media users can respond to this by becoming social media users who are more wise and shrewd, and careful in disseminating information.
TRANSFORMASI BISNIS UMKM OMAH ECOPRINT BANTUL MELALUI KOMUNIKASI PEMASARAN BERBASIS MEDIA DIGITAL Tsabdany Tzarauliarany Anagusti; Munadhil Abdul Muqsith; Fitria Ayuningtyas
Jurnal Riset Komunikasi Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v14i1.18749

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi yang mempengaruhi cara berbisnis mengharuskan perusahaan untuk dapat beradaptasi dan melakukan transformasi dalam bisnisnya. Transformasi bisnis melalui komunikasi pemasaran berbasis media digital ditargetkan oleh pemerintah Indonesia sebanyak 30 juta UMKM di Indonesia yang akan go digital pada tahun 2024. Studi dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, membahas tentang bagaimana teknologi komunikasi dan informasi mempengaruhi UMKM Omah Ecoprint by Elis Kumara Jati di Bantul, Yogyakarta, dan bagaimana UMKM tersebut mengimplementasikan lima tingkatan janji yang dikemukakan oleh Don Tapshcott, yaitu "Individu Yang Efektif", "Tim Yang Berkualitas Tinggi", "Organisasi Yang Terintegrasi", " Perusahaan yang berkembang luas ", dan "Bisnis Yang Tersambung Melalui Internet", untuk menciptakan model bisnis baru yang sukses.
Instagram as an Information Media for Feminism Education in the Frame of Husserls' Phenomenology Ida Ayu Shinta Indah Permata; Munadhil Abdul Muqsith; Fitria Ayuningtyas
Journal of Social Science Vol. 4 No. 5 (2023): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v4i5.703

Abstract

The phenomenon of using social media as a medium to meet the information and education needs of society is the result of the rapid development of the internet. Now people's needs are easily met, because various things are included in it. This can be analyzed based on the phenomenon of Instagram accounts as information on feminism education in the Instagram account @perempuanbercerita. The purpose of writing this research article is that the many cases against women make Instagram an information medium capable of providing feminist education to followers, using qualitative research methods with observation, note-taking and descriptive analysis techniques, with the phenomenological study approach of Edmund Husserls. The research subject is the flow of feminist educational information from the Instagram account @perempuanbercerita to followers of the Instagram account @perempuanbercerita. The use of social media Instagram as an educational medium, as well as empowering women, produces responses in the form of information, emotions and actions in accessing @perempuanbercerita posts as well as conscious experiences in cognitive and perceptual aspects in line with the development of the same meaning related to feminist values.
Pelatihan Praktik Public Speaking bagi Santri di Pondok Pesantren Al-Kamilah Munadhil Abdul Muqsith; Ana Kuswanti; Radita Gora Tayibnafis; Nuril Ashivah Misbah
AKM Vol 4 No 2 (2024): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v4i2.916

Abstract

Artikel ini menjelaskan bagimana praktik pelatihan public speaking yang diterapkan kepada santri di Pondol Pesantren Al- Kamilah, Bojongsar, Depok. Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan sebuah proses, tindakan atau seni dalam berpidato di depan audience, dan setiap orang membutuhkan kemampuan berbicara di depan umum. Memperkenalkan diri di depan umum, menyampaikan presentasi juga merupakan salah satu kegiatan public speaking. Mulai dari kegiatan presentasi, memimpin rapat, atau mengajar membutuhkan keterampilan berbicara di depan umum yang efektif dan tepat. Kemampuan berbicara di depan umum dianggap kompetensi dasar yang sudah harus dimiliki seseorang ketika masuk di perguruan tinggi dan dunia kerja. Penting diberikan pembekalan bagi siswa pelajar dengan kemampuan dan kompetensi berbicara di depan umum (public speaking). Semakin dini pengenalan dan pelatihan public speaking pada siswa akan memperbesar penguasaan jenis keterampilan dan kompetensi ini. Mengingat sifat public speaking sebagai keterampilan teknis yang akan bertambah mahir seiring dengan latihan yang terus-menerus. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pelatihan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) bagi siswa-siswi di Pondok Pesantren Al-Kamilah, Bojongsari, Depok. Diharapkan dari pelatihan ini kemampuan berbicara para siswa akan meningkat dan dapat menjadi keterampilan yang terus dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan di masa mendatang. Pemantauan akan kami lakukan untuk memastikan pengetahuan teknik berbicara di depan umum dapat berkembang menjadi keterampilan yang tidak hanya berhenti di siswa-siswi peserta pelatihan, tapi juga ke komunitas pesantren.
Pemanfaatan TikTok Sebagai Media Informasi Baru Generasi Z Ramdani Bur; Fitria Ayuningtyas; Munadhil Abdul Muqsith
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.260

Abstract

This research wants to explain how TikTok has become an informative medium for Generation Z. In the Information Age, technology and the internet make it easier for people to search for information. Sharing information is easy to access through websites or social media platforms. One of the rising stars whose users are increasing is the TikTok application. This social media application for sharing videos made by Bytedance continues to improve. In 2022, based on the databox, it was recorded that its use will reach 1.4 billion users worldwide. Business of Apps data in 2021 shows that almost 60% of its users are Gen Z. TikTok has developed into a place for people to get information. In this research, the researcher explains how the phenomenon of using the TikTok application as a new information media for Generation Z is in a case study in Lagoa Village, North Jakarta. The research method is qualitative with a phenomenological approach. Data collection techniques with interviews, observation, and literature study. The research results show that TikTok has emerged as a new information medium that is popular among the public, with users using it to share knowledge, insights, and information in various fields. The TikTok application has a very high impact on society. Very high is meant here; the information obtained from the TikTok application makes people confident to act after being exposed to information that interests them. Abstrak Penelitian ini ingin menjelaskan bagaimana TikTok menjadi media Informatif kalangan Generasi Z. Era Informasi, teknologi dan internet mempermudah orang melakukan pencarian informasi. Berbagi informasi begitu mudah di akses melalui website ataupun berbagai platfom media sosial. Salah satu rising star yang meningkat penggunanya ada Aplikasi TikTok. Aplikasi media sosial untuk berbagi video besutan Bytedance ini meningkat terus. Tahun 2022, berdasarkan databoks tercatat penggunaannya mencapai1.4 Miliyar pengguna diseluruh dunia. Data Business of Apps pada 2021 memperlihatkan hampir 60% penggunanya adalah Gen Z. TikTok berkembang menjadi salah satu wadah masyarakat memdapatkan informasi. Dalam penelitian peneliti ini menjelaskan bagaimana fenomena penggunaan aplikasi TikTok sebagai media informasi baru Generasi Z di studi kasusnya di Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan TikTok muncul menjadi media informasi baru yang populer di kalangan masyarakat, dengan pengguna yang memanfaatkannya untuk berbagi pengetahuan, wawasan, dan informasi dalam berbagai bidang. Aplikasi TikTok memberikan dampak yang sangat tinggi kepada masyarakat. Sangat tinggi yang dimaksud di sini, informasi yang didapat dari aplikasi TikTok membuat masyarakat yakin untuk bertindak setelah terpapar sebuah informasi yang menarik menurut mereka.
Jaringan Sosial-Komunikasi Petani Pada Distribusi Produk Hasil Bumi Desa Jatisura Indramayu Radita Gora Tayibnapis; Munadhil Abdul Muqsith; Ana Kuswanti; Tri Dian Hapsari; Hermina Manihuruk
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i2.28923

Abstract

Jatisura Village has very strong agricultural and plantation potential and has adequate Natural Resources to be planted with various crops and produce promising agribusiness prospects. However, this indicates the constraints of an inadequate communication network between farmers and sellers of crops because the hierarchical network of rice, fruit and vegetable trade is too complex. Through the analysis of the communication network here with a qualitative approach, it was found that the connection between farmers and other farmers and also the relationship with middlemen, of course, farmers must be members of the Association of Farmer Groups (GAPOKTAN) and also between farmer group agents have a communication network that is so dense and provides positive measurements so that communication attachments between farmer group agents are always established and mutual communication occurs. The existence of middlemen becomes dependent on farmers so that this expands the distribution of the trade network of crops from Jatisura Village.Keywords: Communication Network, Jatisura Village, Agriculture Abstract Desa jatisura memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang sangat kuat serta memiliki Sumber Daya Alam yang memadai untuk bisa ditanami berbagai macam tanaman serta menghasilkan prospek agrobisnis yang menjanjikan. Namun hal tersebut terindikasi kendala adanya jaringan komunikasi yang kurang memadai antara petani dan penjual hasil Bumi lantaran jaringan hierarki perdagangan beras, buah dan sayuran terlalu kompleks. Melalui analisis jaringan komunikasi disini dengan pendekatan kualitatif ditemukan bahwa keterhubungan petani dengan petani lain dan juga hubungan dengan tengkulak tentu para petani harus tergabung dengan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) dan juga antar agen kelompok tani memiliki jaringan komunikasi yang begitu padat dan memberikan pengukuran yang positif sehingga keterikatan komunikasi antara agen kelomok tani selalu terjalin dan terjadinya komunikasi timbalik balik. Keberadaan para tengkulak menjadi ketergantungan bagi para petani sehingga hal ini yang memperluas distribusi jaringan perdagangan hasil bumi dari Desa Jatisura.Keywords:  Jaringan Komunikasi, Desa Jatisura, Pertanian 
Effect Fake News for Democracy Munadhil Abdul Muqsith; Valerii Leonidovich Muzykant
Jurnal Cita Hukum Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v7i3.12956

Abstract

AbstractThis paper aims to explain how fake news impacts democracy. This phenomenon is called the post-truth era. The development of information and communication technology is increasing the spread of information so that difficult to distinguish between true and false information. The research method uses normative juridical method, using secondary data obtained through literature study and qualitative analysis. The result and discussion of this research are serious threat from fake news for democracy, because it can cause social cohesion in the community. Some examples of how its impact on the world include the U.S. presidential election 2016, the Brexit referendum in the United Kingdom in 2016 and the 2017 French presidential election.Keywords: Fake News, Democracy, US Presidential Election, Brexit AbstrakMakalah ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana berita palsu berdampak pada demokrasi. Fenomena ini disebut era pasca-kebenaran. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi meningkatkan penyebaran informasi sehingga sulit untuk membedakan antara informasi yang benar dan yang salah. Metode penelitian menggunakan metode yuridis normatif, menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur dan dianalisis secara kualitatif. Hasil dan diskusi penelitian ini merupakan ancaman serius dari berita palsu untuk demokrasi karena dapat menyebabkan kohesi sosial di masyarakat. Beberapa contoh bagaimana dampaknya terhadap dunia termasuk pemilihan presiden Amerika Serikat 2016, referendum Brexit di Inggris pada tahun 2016 dan pemilihan presiden Prancis 2017.Kata kunci: Berita Palsu, Demokrasi, Pemilihan Presiden AS, Brexit АннотацияЦель этой статьи - объяснить, как ложные новости влияют на демократию. Это явление называется эрой пост-правды. Развитие информационных и коммуникационных технологий увеличивает распространение информации, поэтому трудно различить правдивую и ложную информацию. Данное исследование использует нормативно-юридический метод и вторичные данные, полученные в результате изучения литературы и проанализируемые  качественным методом. Результаты и обсуждение этого исследования показывают, что ложные новости представляют серьезную угрозу для демократии, потому что они могут вызвать социальную сплоченность в обществе. Некоторые примеры того, какое влияние на мир оказывают президентские выборы 2016 года в США, Референдум Брексит в Великобритании в 2016 году и президентские выборы во Франции 2017 года.Ключевые слова: поддельные новости, демократия, президентские выборы США, Брексит
Co-Authors Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Akbar, Rais Amalia, Winda Amiruddin Saleh Ana Kuswanti Anna Gustina Zainal Anter Venus Aryshinta, Aura Aditra Ayuningsih, Fitriya Bachri, Achmad Syahrully Barek Hossain Charisma Dina Wulandari Dedy Putra Widi Utama Dian Tri Hapsari Dwi Fajar Saputra Efendi, Muklis Elmira Avzalova Fahmi Azhari Siregar Fatima, Mobassera Jahan Firmansyah Fitria Ayuningtyas Fitria Ayuningtyas Fitria Ayuningtyas Ghozali Moenawar , Mohamad Gine Putri Pertiwi Gun Gun Heryanto Herien Puspitawati Hermina Simanihuruk Heryana, Ade Hossain, Barek Ida Ayu Shinta Indah Permata Ilham Sukmono Islam, Amaliyah Izzul Mobassera Jahan Fatima Mohamad Fikri Sulthan Mohamad Fikri Sulthan Muzykant, Valerii L Muzykant, Valerii L. Muzykant, Valerii Leodonovic Muzykant, Valerii Leonidovich Muzzamil, Zafira Andini Nugraha, Mohd Yudhistira Septian Nuril Ashivah Misbah Nurkhalila Fajrini Pratiwi, Aprilianti Pratomo, Rizky Ridho Putra Pratama Pratama Putri Ramadaniar Radita Gora Radita Gora Tayibnafis Radita Gora Tayibnapis Radita Gora Tayibnapis ramadaniar, putri Ramdani Bur Refly Setiawan Refly Setiawan Refly Setiawan Rheswary, Adienda Ridwan , Ridwan Ridwan Ridwan Rizky Ridho Pratomo Rizky Ridho Pratomo S Bekti Istiyanto Satriyani Komariyah, Fadjrin Selly Oktarina Sembada, Windhiadi Yoga Setiawan, Refly Sinaga, Saidun Siti Indarini Nur Faizah Stanislav Vladimirov Mladenov Sulis, Sulis sulis, sulis sulis Tarsani, Oni Taufik Muharfan Tayibnafis, Radita Gora Tayibnapis, Radita Gora Tayinapis, Radita Gora Tri Dian Hapsari Tripa Ramadhan Tsabdany Tzarauliarany Anagusti Utama, Dedy Putra Widi Valerii L Muzykant Valerii L Muzykant Valerii Leonidovich Muzykant Valerii Leonidovich Muzykant Vladimirov Mladenov, Stanislav Waluyo, Lukman Saleh Wulandari, Charisma Dina Yulia, Irla Yumiyanti*, Iin Zaky Al Hamzah