Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Digital dan Dampak PHK Indosat: Analisis Determinasi Teknologi Berdasarkan Teori McLuhan Dedy Putra Widi Utama; Ana Kuswanti; Munadhil Abdul Muqsith
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 4 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 4 Oktober 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v8i4.4972

Abstract

This study integrates technology and communication science perspectives, focusing on the impact of digital transformation on layoffs at Indosat in February 2020. The research aims to analyze the relationship between the adoption of new technology and layoffs using Marshall McLuhan's theory. The study employs qualitative methods through in-depth interviews with 10 affected former employees. The findings reveal that digital transformation and automation enhance operational efficiency but cause significant changes in workforce structure and internal dynamics. Former employees associate layoffs with downsizing strategies that impact their well-being. The study explains that communication technology successfully shapes organizational culture and social interactions. In conclusion, it is essential for companies to develop comprehensive change management strategies that consider employee well-being alongside operational efficiency to balance business goals with social responsibility and ensure organizational sustainability.
Peran Perempuan sebagai Opinion Leader di Pesantren dalam Menghadapi Kerentanan Pangan Akibat Krisis Iklim Putri Ramadaniar; Ana Kuswanti; Munadhil Abdul Muqsith
Publish: Basic and Applied Research Publication on Communications Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/publish.v3i2.7683

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan pertanian yang dihadapi Garut Jawa Barat mendorong gerakan petani buruh yang pimpin oleh Nissa Wargadipura untuk menyelamatkan hak-hak petani. Kini, gerakan tersebut diperluas dalam bentuk pendidikan pesantren berbasis ekologi melalui Pesantren Ath-Thaariq. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku perempuan sebagai opinion leader dalam melakukan komunikasi lingkungan pada ruang lingkup pesantren. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dan pendekatan kualitatif dengan teori difusi inovasi milik Everett M Rogers. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran perempuan sebagai opinion leader dalam mengatasi krisis iklim yaitu perempuan sebagai penggagas ide sistem agroekologi dipesantren, agen komunikator, inspirator dan pelaku monitoring evaluasi inovasi.
ANALISIS KOMUNIKASI ORGANISASINDI ERICSSON: PENDEKATAN MODEL RICHARD LEWIS DI INDONESIA DAN FILIPINA Utama, Dedy Putra Widi; Muqsith, Munadhil Abdul; Ayuningtyas, Fitria
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 9 No. 4 (2024): EDISI OKTOBER
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v9i4.276

Abstract

Tujuan penelitian ini menganalisa tantangan budaya organisasi di perusahaan multinasional, dengan fokus pada studi kasus di Ericsson, khususnya pekerja profesional Indonesia yang bekerja di  Indonesia dan Filipina, menggunakan Model Richard Lewis sebagai kerangka teori. Model ini mengklasifikasikan budaya menjadi linear-aktif, multi-aktif, dan reaktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam melalui Whatsapp call dan email sebagai teknik utama untuk mengumpulkan data dari seorang pekerja profesional di Indonesia yang memiliki pengalaman kerja di Ericsson pada kedua negara tersebut. Hasil penelitian menunjukkan, meskipun Indonesia dan Filipina berada dikelompok budaya multi aktif reaktif, tetapi terdapat perbedaan dalam gaya komunikasi dan kerja di Ericsson Filipina dibandingkan dengan Ericsson Indonesia. Gaya kerja di Filipina cenderung lebih individualis dibandingkan dengan di Indonesia, yang lebih kooperatif. Untuk menyesuaikan diri, pekerja tersebut memelihara komunikasi yang baik, fleksibilitas, dan membangun hubungan kerja yang kuat meskipun dalam lingkungan yang lebih individualis. Kesimpulan penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pelatihan lintas budaya melalui seminar ataupun workshop dan penting bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan efektivitas dan kemampuan pekerja di lingkungan kerja yang beragam secara budaya.
Analisis Business Model Canvas pada Komodifikasi Konten Wawancara Komeng di Rosi TV Amalia, Winda; Muqsith, Munadhil Abdul
JPEK: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Vol 8 No 3 (2024): JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jpek.v8i3.27391

Abstract

Media convergence was born due to changes in times that require audiences to use the internet. Through media convergence, Kompas Gramedia has media that can be consumed online. Media convergence creates content that has been broadcast, then republished by other media, resulting in financial profits. There was content commodification on the Rosi TV program, which broadcast Komeng's interview regarding his success in winning the most votes as a legislative candidate for the 2024 West Java electoral district, which was then republished by other media under the auspices of Kompas Gramedia. Through Convergence Theory, this research aims to find out how content commodification takes place in the context of business development in companies. Using qualitative methods based on literature studies which describe findings descriptively, this research uses BMC Analysis, which compiles nine blocks to determine business strategy by Kompas Gramedia. The economic impact of media convergence was found, resulting in increased income, efficient spending, increased cooperation, and increased content innovation from the Komeng interview on Rosi TV.
Homophobic comments on @gitasav’s instagram content for the international women’s day 2023 Munadhil Abdul Muqsith; Putra Pratama Pratama; S Bekti Istiyanto
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v8i2.7775

Abstract

This research aims to understand how homophobic comments on @gitasav’s Instagram account in the context of International Women’s Day 2023 are analysed using netnographic study with the application of computer-mediated communication (CMC) theory, feminist standpoint theory, and reception theory. There is a tendency for netizens to accept Gitasav's content in her uploads celebrating International Women's Day 2023, although, at the same time, negative comments such as insults, sarcasm, foul language, disappointment, and homophobia towards Gitasav and the LGBTQ+ community also still fill the comments section, taking the point of view that Gitasavsults from this research showed that 44% of the comments were positive, followed by 35% of neutral comments. Then the negative comments amounted to 20%. Positive negative comments were 1% and negative positive comments were 0.19%. After being classified with Reception Theory by Stuart Hall, 236 comments were in the Hegemony Dominant position, 107 comments were in the Opposition position and 8 comments were in the Negotiation position. There is a tendency for netizens to accept Gitasav's content in her uploads celebrating International Women's Day 2023, although, at the same time, negative comments such as insults, sarcasm, foul language, disappointment, and homophobia towards Gitasav and the LGBTQ+ community also still fill the comments section, taking the point of view that Gitasav is no longer seen as the Muslim woman she has traditionally been with LGBTQ community.
Peran Perempuan sebagai Opinion Leader di Pesantren dalam Menghadapi Kerentanan Pangan Akibat Krisis Iklim Ramadaniar, Putri; Ana Kuswanti; Munadhil Abdul Muqsith
Publish: Basic and Applied Research Publication on Communications Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/publish.v3i2.7683

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan pertanian yang dihadapi Garut Jawa Barat mendorong gerakan petani buruh yang pimpin oleh Nissa Wargadipura untuk menyelamatkan hak-hak petani. Kini, gerakan tersebut diperluas dalam bentuk pendidikan pesantren berbasis ekologi melalui Pesantren Ath-Thaariq. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku perempuan sebagai opinion leader dalam melakukan komunikasi lingkungan pada ruang lingkup pesantren. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dan pendekatan kualitatif dengan teori difusi inovasi milik Everett M Rogers. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran perempuan sebagai opinion leader dalam mengatasi krisis iklim yaitu perempuan sebagai penggagas ide sistem agroekologi dipesantren, agen komunikator, inspirator dan pelaku monitoring evaluasi inovasi.
Dampak Negatif Dalam Berkomunikasi Melalui Live Streaming Video Game Muharfan, Taufik; Muqsith, Munadhil Abdul; Ayuningtyas, Fitria; Firmansyah
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i1.7045

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berisi tentang fenomena pelecehan seksual verbal sesama jenis yang terjadi melalui platform YouTube dalam video game live streaming, khususnya dalam konten Mobile Legends Bang Bang (MLBB). Urgensi penelitian ini terletak pada semakin maraknya kasus pelecehan seksual verbal di ruang digital, yang sering kali dinormalisasi sebagai bahan candaan atau hiburan, sehingga berpotensi merusak nilai-nilai sosial dan psikologis korban. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk-bentuk pelecehan seksual verbal dalam live streaming, serta dampaknya terhadap interaksi sosial di dunia maya. Teori yang digunakan adalah Computer Mediated Communication (CMC) oleh Wood dan Smith, yang menjelaskan peran komputer sebagai mediator dalam interaksi digital. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi pesan pelecehan seksual verbal dalam video live streaming akun YouTube "Top Global Miya". Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual verbal terjadi melalui pesan teks dan audio yang dikirim via platform donasi seperti Saweria. Pesan-pesan tersebut sering kali dibalut candaan, sehingga dinormalisasi oleh penonton. Reaksi streamer berupa trash talking justru memperkuat siklus pelecehan, karena dianggap sebagai hiburan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi lebih ketat dari platform seperti YouTube dan Saweria untuk memfilter konten pelecehan, serta edukasi bagi pengguna tentang dampak negatif normalisasi pelecehan seksual. Streamer juga diharapkan bisa membatasi penggunaan saweria berbentuk audio untuk mencegah pelecehan dalam bentuk suara. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran hukum dan pelaporan kasus pelecehan di ruang digital.Abstract. This study examines the phenomenon of same-sex verbal sexual harassment occurring through the YouTube platform in live-streamed video games, particularly in Mobile Legends Bang Bang (MLBB) content. The urgency of this research lies in the increasing prevalence of verbal sexual harassment in digital spaces, which is often normalised as a form of humour or entertainment, thereby potentially damaging the social and psychological values of victims. The objective of this study is to analyse the negative impacts of live streaming games, particularly the presence of sexual harassment. This research employs qualitative content analysis to identify messages within the live streaming videos of the YouTube account ‘Top Global Miya.’ Data was collected through observation, documentation, and literature review. The results of the study indicate that the negative impacts of communication during live streaming include verbal sexual harassment occurring through text and audio messages. These messages are often disguised as jokes, thereby normalised by the audience. The streamer's reactions, such as trash talking, reinforce the cycle of harassment, as it is perceived as entertainment. This study found the negative impacts of communication, highlighting the need for stricter regulations from platforms like YouTube and Saweria to filter content, as well as education for users about the negative impacts of normalising sexual harassment, including the importance of increasing legal awareness and reporting cases of harassment.
Effect Fake News for Democracy Muqsith, Munadhil Abdul; Muzykant, Valerii Leonidovich
Jurnal Cita Hukum Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v7i3.12956

Abstract

AbstractThis paper aims to explain how fake news impacts democracy. This phenomenon is called the post-truth era. The development of information and communication technology is increasing the spread of information so that difficult to distinguish between true and false information. The research method uses normative juridical method, using secondary data obtained through literature study and qualitative analysis. The result and discussion of this research are serious threat from fake news for democracy, because it can cause social cohesion in the community. Some examples of how its impact on the world include the U.S. presidential election 2016, the Brexit referendum in the United Kingdom in 2016 and the 2017 French presidential election.Keywords: Fake News, Democracy, US Presidential Election, Brexit AbstrakMakalah ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana berita palsu berdampak pada demokrasi. Fenomena ini disebut era pasca-kebenaran. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi meningkatkan penyebaran informasi sehingga sulit untuk membedakan antara informasi yang benar dan yang salah. Metode penelitian menggunakan metode yuridis normatif, menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur dan dianalisis secara kualitatif. Hasil dan diskusi penelitian ini merupakan ancaman serius dari berita palsu untuk demokrasi karena dapat menyebabkan kohesi sosial di masyarakat. Beberapa contoh bagaimana dampaknya terhadap dunia termasuk pemilihan presiden Amerika Serikat 2016, referendum Brexit di Inggris pada tahun 2016 dan pemilihan presiden Prancis 2017.Kata kunci: Berita Palsu, Demokrasi, Pemilihan Presiden AS, Brexit АннотацияЦель этой статьи - объяснить, как ложные новости влияют на демократию. Это явление называется эрой пост-правды. Развитие информационных и коммуникационных технологий увеличивает распространение информации, поэтому трудно различить правдивую и ложную информацию. Данное исследование использует нормативно-юридический метод и вторичные данные, полученные в результате изучения литературы и проанализируемые  качественным методом. Результаты и обсуждение этого исследования показывают, что ложные новости представляют серьезную угрозу для демократии, потому что они могут вызвать социальную сплоченность в обществе. Некоторые примеры того, какое влияние на мир оказывают президентские выборы 2016 года в США, Референдум Брексит в Великобритании в 2016 году и президентские выборы во Франции 2017 года.Ключевые слова: поддельные новости, демократия, президентские выборы США, Брексит
The Impact of Regulation Policy In Indonesia Against Women's Family Head Kuswanti, Ana; Saleh, Amiruddin; Hubeis, Aida Vitayala S; Puspitawati, Herien; Muqsith, Munadhil Abdul
Jurnal Cita Hukum Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v8i1.14264

Abstract

Abstract. The female head of the family has a dual role, that is, a housewife and breadwinner to meet family needs. The study aims to analyze the effect of female head of household characteristics and group characteristics on participatory communication of groups and economic independence of women household heads. Respondents were Pekka groups in twelve villages in Batang City, Central Java, as many as 229 heads of households aged 22-74 years. The characteristics measured include 5 dimensions namely: age, education, marital status, number of dependents, and income. Data were analyzed descriptively and multiple linear regression testing was carried out. The results showed that there was a direct positive effect on the characteristics of female household heads in participatory communication and the economic independence of female household heads. and there is a direct negative effect on group characteristics on participatory communication and the economic independence of the female household headKeywords: regulation effect, female head of a family, Pekka group, economic independence Abstrak.Kepala keluarga perempuan memiliki peran ganda, yaitu, seorang ibu rumah tangga dan pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik kepala rumah tangga perempuan dan karakteristik kelompok terhadap komunikasi partisipatif kelompok dan kemandirian ekonomi kepala rumah tangga perempuan. Responden adalah kelompok Pekka di dua belas desa di Kota Batang, Jawa Tengah, sebanyak 229 kepala keluarga berusia 22-74 tahun. Karakteristik yang diukur meliputi 5 dimensi yaitu: usia, pendidikan, status perkawinan, jumlah tanggungan, dan pendapatan. Data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif langsung pada karakteristik kepala rumah tangga perempuan dalam komunikasi partisipatif dan kemandirian ekonomi kepala rumah tangga perempuan. Selain itu, ada efek negatif langsung pada karakteristik kelompok pada komunikasi partisipatif dan kemandirian ekonomi kepala rumah tangga perempuanKata kunci: efek regulasi, kepala keluarga wanita, kelompok Pekka, kemandirian ekonomi Аннотация.Женщина как глава семьи играет двойную роль, то есть роль домохозяйки и кормильца семьи. Цель исследования - проанализировать влияние характеристики женщин как главы семьи и групповой характеристики на групповое совместное общение и экономическую независимость женщин как главы семьи. Респондентой была группа Pekka (Полномочия семей с женщинами как главами семьи) в двенадцати деревнях в городе Батанг, в Центральной Яве, 229 глав семьи в возрасте 22-74 лет. Измеренные характеристики включают 5 параметров, а именно: возраст, образование, семейное положение, количество иждивенцев и доход. Данные были проанализированы описательно, и было проведено множественное линейное регрессионное тестирование. Результаты показали, что непосредственное положительное влияние оказали характеристики женщин как глава семьи в совместном общении и экономической независимости. Кроме того, существует прямое негативное влияние на групповые характеристики на совместное общение и экономическую независимость женщин как глав семьи.Ключевые слова: Эффект регулирования, Женщина как глава семьи, Группа Pekka, Экономическая независимость.
Трамп, Твиттер и фейковые новости (Trump, Twitter and Fake News) Muqsith, Munadhil Abdul; Pratomo, Rizky Ridho; Muzykant, Valerii L
Jurnal Cita Hukum Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v9i3.22445

Abstract

This study aims to provide rationality regarding Donald Trump as a fake news aggregator. Donald Trump's leadership from 2017-2020 is controversial and created a massive wave of fake news. As a populist leader, he often issued statements that confused the public during his reign, causing people's trust in the Trump administration to decline. He made the statement not only on national television but also on social media. Social media is the right political communication funnel for any populist leader when it comes to audience reach. Donald Trump is an active user especially on Twitter and uses it to spread misinformation and disinformation to spread what he calls as a truth. Many statements make Donald Trump worthy of being called a fake news aggregator. This study uses a qualitative approach with the content analysis method. Thirty-two samples of Donald Trump's hoax statements that were examined found that the hoaxes spread by him were not limited to just one topic. This research has both theoretical and practical significance. From a theoretical point of view, this research contributes to the development of literature regarding the relationship between hoaxes and populist leaders. In practical terms, this literature contributes to understanding the characteristics of populists and how social media is used as a funnel to spread hoaxes.Keywords: Hoax; Donald Trump; Populism; social media; TwitterTrump, Twitter and Fake NewsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memberikan rasionalitas terkait Donald Trump sebagai fake news aggregator. Kepemimpinan Donald Trump pada periode 2017-2020 ini sangat kontroversial dan menciptakan sebuah gelombang fake news yang masif. Sebagai seorang pemimpin populis, dalam masa pemerintahannya, tak jarang dia mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kebingungan kepada masyarakat sehingga menyebabkan turunnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Donald Trump.Pernyataan itu dia lontarkan tidak hanya di media televisi nasional, tetapi juga media sosial. Bahkan, apabila berbicara jangkauan audience, media sosial menjadi corong komunikasi politik yang tepat bagi setiap pemimpin populis. Donald Trump merupakan pengguna aktif media sosial, khususnya Twitter. Donald Trump memanfaatkannya untuk menyebarkan misinformasi dan disinformasi untuk menyebarkan kebenaran versi miliknya. Ada banyak pernyataan yang membuat Donald Trump layak disebut sebagai fake news aggregator. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Sebanyak tiga puluh dua sampel pernyataan Donald Trump dikaji. Penulis menemukan bahwa berita bohong yang disebarkan olehnya tidak terbatas hanya satu topik semata. Penelitian ini memiliki signifikansi teoritis dan praktis. Dari segi teoritisnya, penelitian ini berkontribusi terhadap perkembangan literatur terkait hubungan antara hoaks dan pemimpin populis. Dalam segi praktisnya, literatur ini menjadi sumbangan pemikiran untuk memahami lebih lanjut karakteristik populis dan bagaimana media sosial digunakan sebagai corong untuk menyebarkan hoaks. Kata Kunci: Hoaks; Donald Trump; Populisme; Media Sosial; Twitter Трамп, Твиттер и фейковые новости АннотацияЭто исследование направлено на то, чтобы дать разумное представление о Дональде Трампе как агрегаторе фейковых новостей. Руководство Дональда Трампа в период 2017-2020 годов было очень спорным и вызвало массовую волну фейковых новостей. Как лидер популистов во время своего правления он часто делал заявления, которые вызывали замешательство у общественности, вызывая снижение доверия людей к правлению Дональда Трампа. Эти заявления он делал не только по национальному телевидению, но и в социальных сетях. Фактически, когда дело доходит до охвата аудитории, социальные сети являются правильной воронкой политической коммуникации для любого лидера популистов. Дональд Трамп - активный пользователь социальных сетей, особенно Твиттера. Дональд Трамп использует его для распространения недостоверной информации и дезинформации, чтобы распространить свою версию правды. Есть много заявлений, которые делают Дональда Трампа достойным называться агрегатором фейковых новостей. В этом исследовании используется качественный подход с методом контент-анализа. Были изучены 32 образца заявлений Дональда Трампа. Автор считает, что распространяемые им фейковые новости не ограничиваются одной темой. Это исследование имеет как теоретическое, так и практическое значение. С теоретической точки зрения, это исследование способствует развитию литературы о взаимоотношениях между обманом и популистскими лидерами. На практике эта литература является вкладом в дальнейшее понимание характеристик популистов и того, как социальные сети используются в качестве канала для распространения лжи.Ключевые слова: обман; Дональд Трамп; популизм; социальные сети; Твиттер
Co-Authors Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Akbar, Rais Amalia, Winda Amaliyah Izzul Islam Amiruddin Saleh Ana Kuswanti Anna Gustina Zainal Anter Venus Aryshinta, Aura Aditra Ayuningsih, Fitriya Ayuningtyas, Fitria Bachri, Achmad Syahrully Barek Hossain Charisma Dina Wulandari Dedy Putra Widi Utama Dian Tri Hapsari Dwi Fajar Saputra Efendi, Muklis Elmira Avzalova Fahmi Azhari Siregar Fatima, Mobassera Jahan Firmansyah Fitria Ayuningtyas Fitria Ayuningtyas Fitria Ayuningtyas Fitria Ayuningtyas Ghozali Moenawar , Mohamad Gine Putri Pertiwi Gun Gun Heryanto Herien Puspitawati Hermina Simanihuruk Heryana, Ade Hossain, Barek Ida Ayu Shinta Indah Permata Iin Yumiyanti* Ilham Sukmono Kusumajanti Mobassera Jahan Fatima Mohamad Fikri Sulthan Mohamad Fikri Sulthan Muzykant, Valerii L Muzykant, Valerii Leodonovic Muzykant, Valerii Leonidovich Muzzamil, Zafira Andini Nugraha, Mohd Yudhistira Septian Nuril Ashivah Misbah Nurkhalila Fajrini Pratiwi, Aprilianti Pratomo, Rizky Ridho Putra Pratama Pratama Putri Ramadaniar Radita Gora Radita Gora Radita Gora Tayibnafis Radita Gora Tayibnapis Radita Gora Tayibnapis Radita Gora Tayinapis ramadaniar, putri Ramdani Bur Refly Setiawan Reza Akbar Rheswary, Adienda Ridwan , Ridwan Ridwan Ridwan Rizky Ridho Pratomo Rizky Ridho Pratomo Rizky Ridho Pratomo S Bekti Istiyanto Satriyani Komariyah, Fadjrin Selly Oktarina Sembada, Windhiadi Yoga Sinaga, Saidun Siti Indarini Nur Faizah Stanislav Vladimirov Mladenov Sulis, Sulis sulis, sulis sulis Tarsani, Oni Taufik Muharfan Tayibnafis, Radita Gora Tayibnapis, Radita Gora Tri Dian Hapsari Tripa Ramadhan Tsabdany Tzarauliarany Anagusti Utama, Dedy Putra Widi Valerii L Muzykant Valerii L Muzykant Valerii L. Muzykant Valerii Leonidovich Muzykant Valerii Leonidovich Muzykant Vladimirov Mladenov, Stanislav Waluyo, Lukman Saleh Winda Amalia Wulandari, Charisma Dina Yulia, Irla Zaky Al Hamzah