Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

KOMUNIKASI TUAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR DI PESANTREN Firdaus Yuni Dharta; Engkus Kuswarno
Sosiohumaniora Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.135 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i1.5479

Abstract

Penelitian tentang Komunikasi Tuan Guru sebagai motivator di Pesantren dilakukan di beberapa pondok pesantren di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini berdasarkan pada fenomena rendahnya motivasi masyarakat untuk mengikuti pendidikan, ketidakberdayaan masyarakat serta rendahnya tingkat partisipasi masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan interaksi simbolis, penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu bagaimanakah Komunikasi Tuan Guru untuk memotivasi masyarakat, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan partisipatif dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan kunci yang berasal dari beberapa pondok pesantren yang terdapat di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tuan Guru berinteraksi dengan masyarakat, siswa dan santri dengan menggunakan dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi lisan (verbal), komunikasi bilhal, dan integrasi antara komunikasi lisan dan bilhal. Integrasi antara komunikasi lisan (verbal) dan komunikasi bilhal mengubah pandangan tentang Tuan Guru dari Tuan Guru sebagai agamawan tradisional kepada Tuan Guru sebagai agawaman organisasi yang tidak mahir atau berpengetahuan tentang Kitab Kuning tetapi juga membumikan pengetahuan Kitab Kuning dalam perbuatan praksis (Kitab Hijau) yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat melalui kegiatan pendidikan, penghijauan, perekonomian dan pemberdayaan masyarakat. Dalam berinteraksi dengan masyarakat, siswa dan santri, Tuan Guru tidak hanya menggunakan simbol-simbol verbal berupa kata-kata, ucapan, isyarat, kinestik; tetapi juga menggunakan simbol perbuatan nyata dalam kehidupan praksis masyarakat. Integrasi antara Kitab Kuning dan Kitab Hijau pada akhirnya tersebut menjadi basis kepercayaan masyarakat kepada Tuan Guru yang memotivasi masyarakat, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memberdayakan masyarakat.
STRATEGI PROMOSI UNTUK MENINGKATKAN KOMERSIALISASI HASIL RISET IPTEK Engkus Kuswarno
Sosiohumaniora Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i2.5369

Abstract

Tema kajian ini adalah bagaimana produk iptek hasil riset dapat dijadikan komoditas yang komersial dan laku dijual. Cara memasarkan produk iptek biasanya secara konvensional melalui seminar dan publikasi. Untuk Memasarkan (mengkomersialkan) ciptaan iptek itu tampaknya perlu strategi lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey deskriptif dan pengumpulan data memalui Focus Group Discussion (FGD). Hasilnya ditemukan bahwa riset untuk penerapan atau aplikasi lebih berpotensi komersial dibandingkan dengan riset untuk pengembangan ilmu. Terdapat dua strategi untuk promosi hasil riset agar berhasil secara komersial, yaitu pendekatan komunikasi pemasaran, melalui bauran promosi atau bauran komunikasi, dan pendekatan inovasi, melaui difusi inovasi. Agar secara komersial menguntungkan, maka peranan jaringan institusi sumber hasil riset iptek (inventor) dengan institusi penguasa hasil riset tersebut (misalnya masyarakat industri dan investor) sangat diperlukan, terutama untuk pemasyarakatan hasil riset dalam jumlah besar atau produksi missal. Kata kunci: Promosi, Komersialisasi, Komunikasi Pemasaran, Bauran Komunikasi, Komunikasi Inovasi, Difusi Inovasi.
TRADISI FENOMENOLOGI PADA PENELITIAN KOMUNIKASI KUALITATIF Sebuah Pedoman Penelitian dari Pengalaman Penelitian Engkus Kuswarno
Sosiohumaniora Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i2.5384

Abstract

Seperti lazimnya penelitian komunikasi perspektif kuantitatif, penelitian komunikasi kualitatif tradisi fenomenologi dibagi ke dalam tiga tahap penting, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Pada tahap persiapan, peneliti perlu memperoleh cukup pengetahuan dasar filosofisnya, meliputi aspek ontologis, epistemologis maupun aksiologisnya. Pada tahap pelaksanaan, peneliti tidak hanya dituntut mengetahui bagaimana sebaiknya melakukan penelitian, tetapi juga bagaimana mendapatkan pengetahuan dari penelitian orang lain melalui penelusuran literatur. Pada tahap pelaporan, seringkali peneliti harus mengembangkan format laporan penelitian mengikuti tradisi yang dikembangkannya. Tulisan ini mengacu pada pengalaman penulis pada pelaksanaan penelitian tentang Komunikasi Pengemis, dengan beberapa penyederhanaan. Kata kunci : komunikasi, kualitatif, tradisi, fenomenologi