Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pelatihan Swamedikasi Dalam Rumah Tangga Di Kelurahan Tarantang rika - sepriani
Jurnal Berkarya Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Berkarya Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Uiveristas Negeri Padang Jl. Prof. Hamka, Air Tawar Padang 25131 Telp. 0751-7059901

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jba.v1i1.17

Abstract

Health is a healthy state, both physically, mentally, spiritually and socially that allows everyone to live productively socially and economically. Health development as one of the national developments designed for the achievement of awareness, willingness and ability to live healthy for every population to realize an optimal degree of public health. Self-medication is an attempt by someone to overcome a problem of illness or disease without prior agreement with a doctor or health worker. More than 60% of members of the public swarmed the legal basis Permenkes No.919 / MENKES / PER / X / 1993. Swamedication was more focused on handling quickly and effectively without prior intervention by medical consultants, pharmacists, to reduce the workload on the limited resources and labor. The target audience for this community service activity is 30 health cadres obtained through collaboration with the state visited by the health cadres to provide information and understanding to other community members in their neighborhoods. From this dedication activity obtained 1) Increased knowledge and understanding of health cadres about self-medication 2) Increased knowledge and understanding of health cadres about managing drugs in the household.
Doping Education And The Dangers As A Prevention To Use It In The Pabbsi Athlet Of Padang City hilmainur - syampurma; rika sepriani
Jurnal Berkarya Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Berkarya Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Uiveristas Negeri Padang Jl. Prof. Hamka, Air Tawar Padang 25131 Telp. 0751-7059901

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jba.v1i2.34

Abstract

Doping is the use of materials or physiological substance in large quantities that are entered in to the body in an unnatural way, with the spesific purpose of achhieving artificial capability improvement in a match. The use of doping every year continues to increase, especially in Indonesia. PABBSI is an organization that houses athletes in the branches of weight lifting and body building in Indonesia. For the sake of getting a victory, many athletes are willing to do anything including the use of drugs that are prohibited before the match with the aim of improving perfomance appearance. Socialization and education on the use of doping in Indonesia, especially in Padang is still lacking so that many athletes dont know and understand the use of doping and it’s dangers to their physiology system and the impact on their future carier. The lack of information from related parties is felt as a major factor in the high use of doping among athletes. For this reason, the team want to carried out to provide update information on the use of doping and provide education on a dangers of using doping for athletes, especially in Padang so as to prevent their use.
Pembuatan Jamu Serbuk Instan Berbasis Tanaman Obat Keluarga (Toga) Bagi Ibu-Ibu Pkk Di Kelurahan Tarantang Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang rika - sepriani; Eldawaty Eldawaty; Arie Asnaldi; Asep Sujana Wahyuri; Kibadra Kibadra
Jurnal Berkarya Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Berkarya Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Uiveristas Negeri Padang Jl. Prof. Hamka, Air Tawar Padang 25131 Telp. 0751-7059901

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jba.v2i1.51

Abstract

Taman obat keluarga pada hakekatnya sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Berdasarkan observasi yang dilakukan, Kelurahan Tarantang tidak memiliki fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, apotik, klinik ataupun puskesmas pembantu. Namun pada setiap rumah masyarakat memiliki tanaman yang dapat dikategorikan sebagai tanaman obat namun pemanfaatannya belum optimal karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan tanaman obat sebagai obat tradisional dan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Berdasarkan hal tersebut diatas maka perlu dilakukan pemberian pengetahuan dan informasi kepada masyarakat di kelurahan Tarantang tentang penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai obat tradisional sehingga dengan keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan tersebut masyarakat mampu untuk melalukan pengobatan terhadap dirinya sendiri, anggota keluarga ataupun masyarakat dilingkungannnya dengan tepat dan efektif sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga. Selain itu melalui pembuatan jamu serbuk instan berbasis tanaman obat keluarga (TOGA) dengan melibatkan ibu-ibu PKK di Kelurahan Tarantang diharapkan mampu meningkatkan derajat ekonomi keluarga yang nantinya dapat dikembangkan menjadi usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Sebagai Minuman Kesehatan Alami Bernilai Ekonomi Bagi Ibu PKK Rika Sepriani; Hilmainur Syampurma; Arie Asnaldi
Jurnal Berkarya Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Berkarya Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Uiveristas Negeri Padang Jl. Prof. Hamka, Air Tawar Padang 25131 Telp. 0751-7059901

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jba.0202.2020.06

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat dengan memanfaatkan pekarangan sebagai sarana budidaya tanaman obat. TOGA merupakan salah satu pilihan terbaik untuk mengatasi masalah kesehatan secara mandiri di rumah tanpa datang ke fasilitas kesehatan. Hal ini sangat dibutuhkan pada situasi pandemi COVID-19 sekarang ini guna memutus rantai penularannya dengan tetap di rumah saja. Masyarakat di kelurahan Sungai Sapih memiliki lahan pekarangan yang luas yang ditanami beberapa tanaman obat. Mereka mengenal tanaman apa saja yang digunakan sebagai obat namun pemanfaatannya belum optimal karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan TOGA sebagai obat tradisional secara tepat dan benar serta bagaimana mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi dan pengetahuan terkait pemanfaatan TOGA secara tepat dan benar serta bagaimana cara mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu: 1) penyuluhan dengan metode ceramah, 2) pelatihan mengolah TOGA menjadi produk bernilai ekonomi dengan metode praktek “Active and Participatory Learning”. Hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Ibu-ibu PKK di kelurahan Sungai Sapih kecamatan Kuranji dapat mengetahui dan memahamai tentang cara penggunaan TOGA sebagai obat tradisional secara tepat dan benar dan dapat memahami serta mempraktekan mengolah TOGA menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yaitu dalam bentuk jamu serbuk instan.
Training On Making Perfomed Herbs Jahe Instant In The Village Of Banda Buek The City Of Padang Rika Sepriani
Jurnal Humanities Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Journal Humanities : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang Press, Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Univeristas Negeri Padang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jha.0201.2021.05

Abstract

Medicinal herb is known as "herbal medicine". Based on the observations that have been made, the community in each house in the village of Bnadar Buat has plants that can be categorized as medicinal plants. They know what plants are used as medicine but the utilization is not optimal because of the lack of knowledge of the public on how to use medicinal plants as traditional medicine appropriately and correctly and how to process them into high economic value products, one of which is the herbal preparation of instant ginger powder. To overcome this, it is necessary to provide information and knowledge as well as training on the preparation of instant ginger powder herbs of high economic value. Before carrying out the activities of the PKM team conducted a socialization stage by inviting PKK mothers in bandar Buat village. This devotional activity uses a way of giving material through lectures, then continued with direct practice by pkk mothers. All participants were involved and each group did its own division of work within the group. From this activity resulted in increased knowledge of PKK mothers about medicinal plants as well as the instigated preparation of instant ginger powder herbs of economic value.
Kajian Ketepatan Indikasi Penggunaan Alprazolam pada Pasien Stroke di Bangsal Rawat Inap Neurologi Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Rika Sepriani; Fatma Sri Wahyuni; Almahdy Almahdy; Khairil Armal
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 1, No 1 (2014): J Sains Farm Klin 1(1), November 2014
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.881 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2014.1.1.17

Abstract

Cerebrovascular disease such as stroke remains one of diseases that causes disability and death in the world. Having sufficient quality and quantity of good sleep is one important part of the healing process. Sleep disorders also increase the patient’s risk of developing recurrent stroke. The objective of this study was to analyze the accuracy of the indications for alprazolam in patients with stroke in neurology ward of National Stroke Hospital Bukittinggi, Indonesia. The study was conducted on November 2011 to February 2012 with the prospective method through observations on the condition of the patients, medical records, drug instruction cards, and the nursing care records of stroke patients who use alprazolam. Data were analyzed descriptively based on the treatment standards related to inaccuracy: alprazolam use without medical indications and indications which were not treated. The study showed that of 35 patients taking alprazolam, 1 of them was without medical indication 1 (3.45%) and another 1 was categorized as untreated indication (3.45%) of 29 incidences of drug related problems (DRP).
PENGETAHUAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI KELURAHAN BANDAR BUAT KECAMATAN LUBUK KILANGAN KOTA PADANG Rika Sepriani
JURNAL STAMINA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Stamina Edisi Desember
Publisher : JURUSAN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jst.v1i1.104

Abstract

Utilization of family’s yard as a means of cultivating medicinal herbs has been known in the concept of Tanaman Obat Keluarga (TOGA), namely plants cultivated in the family’s yard that serve as medicine. The habit of planting medicinal herbs in the yard of the house and theirutilization has long been carried out by housewives. This study aims to determine the recognition and utilization of medicinal herbs (TOGA) in Bandar Buat village, Lubuk Kilangan Sub-district, Padang City. This is a descriptive study involved 25 members of Family Welfare Program. Data were taken using questionnaires to respondents. From the research, it was found that the recognition of Family Welfare Program members in Bandar Buat Village, Lubuk Kilangan Sub-district about medicinal herbs (TOGA) was in the good category for 9 members (36%), in the faircategoryfor 14 members (56%) and in the poor category for 2 members (8%). Out of the 25 Family Welfare Program members, 21 members (84%) had utilizedmedicinalherbs (TOGA) and 4 members (16%) had never utilized TOGA. The use of traditional medicines is considered safer than the use of modern medicine because traditional medicine has relatively fewer side effects than modern medicine. Abstrak Pemanfaatan pekarangan sebagai sarana budidaya tanaman obat telah dikenal dalam konsep Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yaitu tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Kebiasaan menanam tanaman obat di pekarangan rumah dan pemanfaatanya sudah sejak lama dilakukan oleh para ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di kelurahan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Data diambil dengan menggunakan kuisioner kepada responden. Dari penelitian didapatkan bahwa pengetahuan ibu-ibu PKK di kelurahan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan berkaitan dengan tanaman obat keluarga (TOGA) pada klasifikasi baik berjumlah 9 orang (36%), pada klasifikasi cukup berjumlah 14 orang (56%) dan pada klasifikasi kurang sebanyak 2 orang (8%). Dari 25 orang ibu-ibu PKK 21 orang (84%) pernah menggunakan tanaman obat keluarga (TOGA) dan 4 orang (16 %) tidak pernah menggunakan TOGA. Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman dari pada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit daripada obat modern.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI GARIS DAN SUDUT Rika Sepriani
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2021): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Pemahaman konsep merupakan suatu kemampuan peserta didik yang tidak hanya sekadar mengetahui saja, tetapi mampu mengungkapkan, menginterpretasi serta memahami suatu konsep atau ide ide abstrak kedalam bentuk yang lebih mudah dimengerti. Tujuan dari pemahaman konsep sendiri agar peserta didik dalam melakukan suatu prosedur secara luwes, akurat, efisien dan tepat.  Artikel ini menjelaskan bagaimana  kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi garis dan sudut. Dimana Garis dan sudut merupakan materi yang terdapat pada kelas VII semester dua yang menjelaskan mengenai jenis jenis garis dan sudut . Sehingga dalam artikel ini memberikan gambaran siswa tentang kemampuan pemahaman konsep matematisnya mengenai materi garis dan sudut. Berdasarkan hasil pemaparan kemampuan pemahaman konsep pada materi garis dan sudut , maka  hal penting tersebut perlu adanya tindak lanjut. Kata-kata kunci:kemampuan pemahaman konsep, garis dan sudut.
Web-based anti-doping education: A needs analysis for achievement sport athletes Rika Sepriani; Bafirman; Mudjiran
Journal Sport Area Vol 8 No 1 (2023): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2023.vol8(1).10457

Abstract

This research is motivated by the many outstanding sports athletes who do not understand doping. Increasing the understanding of high-achieving sports athletes about doping can be done through online anti-doping education. The purpose of this study was to assess the need for web-based anti-doping education in high-performance athletes. This research is a quantitative descriptive study that included 40 athletes from five sport branches: powerlifting (7 athletes), weightlifting (8 athletes), athletics (4 athletes), soccer (12 athletes), and sepak takraw (9 athletes). Purposive sampling was used as a sampling technique. The instruments used in this study included a doping knowledge test and a web-based educational accessibility questionnaire for athletes. The data were analyzed using a descriptive quantitative method in the form of percentages. There were 40 people who participated in this study, with 26 male and 14 female respondents. Based on the research result, of the 40 participating athletes, one person (3%) had high doping knowledge, eight people (20%) had sufficient doping knowledge, and thirty-one people (78%) had less doping knowledge. Meanwhile, the achievement rate for web-based education accessibility questionnaires for achievement sports athletes was 89.75%. As a result, it can be concluded that web-based anti-doping education is needed and can be carried out on achievement-sport athletes. For this reason, related parties can conduct anti-doping education for every athlete in sports so that athletes can understand doping and prevent the use of doping by athletes.
Urgensi Integrasi Ilmu Islam dalam Matematika Kehidupan Musafaah, Rizki Yahrulaji; Sepriani, Rika; Rahayuningsih, Rista Tri; Rahmatiya, Rizqa; Sarlina, Siti Farida; Amrillah, Rizki
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6476

Abstract

Pragmatisme adalah penyakit yang sedang menyerang umat islam saat ini,  ilmu yang sudah tersusun secara rapih serta secara menyeluruh oleh para ilmuan termasuk ilmuan falak seakan hilang dan tidak mampu diwariskan. Ilmu falak seringkali merupakan pengetahuan yang kompleks dan memerlukan pemahaman matematis serta astronomi yang mendalam. Keterbatasan dalam pengajaran dan pembelajaran ilmu falak dapat menyebabkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentangnya.Peran ilmu falak sangat diperlukan guna membantu mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan tsabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya Ijtima, sehingga rukyat hilal dapat dilakukan dengan perhitungan dan perencanaan yang tepat dan akurat. Maka sudah waktunya memperdalam dan mengembangkan ilmu falak dalam alurnya, pengembangan ilmu falak ini tidak menjadikan pemahaman terhadap ilmu yang didapat semakin baik, namun mengarahkan umat islam kepada pola pemikiran yang sesuai dengan garisnya. Sehingga artikel ini dibuat menjadi penguat integrasi ilmu dengan metode pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi literatur. Hasil yang diperoleh dari observasi yang telah dilakukan ilmu falak memberikan peluang kemudahan bagi kehidupan dunia dalam memastikan ke arah mana kiblat suatu tempat dipermukaan bumi, memastikan waktu sholat telah tiba, penentuan awal waktu hijriah, peristiwa dilangit, serta perhitungan kalender Islam.