Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Jaringan Akses Fiber To The Curb (fttc) Menggunakan Teknologi 10-gigabit-capable Passive Optical Networks (xgpon) Di Sto Tanjung Priok Syawal Alam Machfuddin; Akhmad Hambali; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fiber to the curb (FTTC) adalah arsitektur jaringan fiber optik yang mendistribusikan format isyarat optik dari pusat penyedia hingga kabinet (curb) dekat pelanggan menggunakan serat optik sebagai medium penghantarnya. Dalam perkembangannya, FTTC menggunakan teknologi 10-Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bandwidth dan kecepatan data. Dalam penelitian ini telah dilakukan evaluasi jaringan fiber to the curb (FTTC) menggunakan teknologi 10-Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON) yang diaplikasikan di STO Tanjung Priok. Evaluasi yang dilakukan adalah analisa parameter kelayakan sistem dengan cara perhitungan dan simulasi dari OLT hingga MSAN terdekat yaitu MRH dan MSAN terjauh yaitu MRAZ sesuai dengan data jaringan FTTC STO Tanjung Priok. Berdasarkan hasil yang didapat dari perhitungan simulasi, maka diperoleh nilai SNR arah downstream 36,52 dB untuk MSAN terdekat dan 35,32 dB untuk MSAN terjauh. Nilai SNR arah upstream 33,34 dB untuk MSAN terdekat dan 30,073 dB untuk MSAN terjauh. Nilai BER arah downstream mendekati 0 untuk MSAN terdekat dan 1,684 x 10-279 untuk MSAN terjauh. Nilai BER arah upstream 1,199 x 10-223 untuk MSAN terdekat dan 1,856 x 10-105 untuk MSAN terjauh. Kata kunci : FTTC, XGPON, parameter kelayakan. Abstract Fiber to the curb (FTTC) is a fiber optic network architecture that distributes optical signaling formats from service providers to near-costumer cabinet (curb) using optical fiber as the medium of delivery. In its development, FTTC uses 10-gigabit-capable passice optical network (XGPON) technology to meet people’s need for bandwitdh and data speed. In this research has been evaluated fiber to the curb (FTTC) network using 10- Gigabit-Capable Passive Optical Network (XGPON) technology applied in STO Tanjung Priok. Evaluation performed is the analysis of system feasibility parameters by calculation and simulation of OLT to the closest MSAN that is MRH and MSAN furthest is MRAZ in accordance with data network FTTC STO Tanjung Priok. Based on the results obtained from the simulation calculation, the SNR value obtained from downstream 36.52 dB for the nearest MSAN and 35.32 dB for the farthest MSAN. SNR value of upstream 33.34 dB for nearby MSAN and 30,073 dB for farthest MSAN. The downward BER value is approaching 0 for the closest MSAN and 1.684 x 10-279 for the farthest MSAN. BER value upstream direction 1.199 x 10-223 for the nearest MSAN and 1.856 x 10-105 for the farthest MSAN. Keywords: FTTC, XGPON, feasibility parameters.
Simulasi Performansi Terhadap Evolusi Teknologi Gpon Ke Ngpon2 Dengan Mengacu Pada Standar Itu-t Muhammad Etfrawan Shobirin; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya pembaruan evolusi teknologi GPON ke NGPON2 diharapkan dapat meningkatkan kebutuhan akses yang cepat dengan bandwidth 40 Gbps yang diberikan, serta jarak panjang kabel optik dapat dicapai 10- 60 km, dan split ratio ODN yang diberikan pada NGPON2 secara teknis dapat mencapai maksimal 1:256. Pada NGPON2 bitrate diberikan sebesar 40 Gbps arah downstream dan 10 Gbps arah upstream, dengan mengganti sistem pada perangkat server yaitu single OLT menjadi stacking 4 OLT. Kedua jaringan GPON maupun NGPON2 bersifat bidirectional. Untuk GPON diberikan panjang gelombang 1480 nm untuk arah downstream dan 1260 nm untuk arah upstream. Untuk NGPON2 diberikan panjang gelombang dengan rentang 1596-1598.4 nm untuk arah downstream dan 1524-1526.4 nm untuk arah upstream, spasi kanal yang digunakan adalah 0.8 nm. panjang link tiap masing-masing yaitu 10, 20, 30 km dengan daya kirim kedua jaringan sebesar 0 dBm. Kedua jaringan menggunakan 1 stage passive splitter dengan ukuran 1:16, 1:32, 1:64, 1:128 user. Berdasarkan hasil uji analisa yang dilakukan berdasarkan acuan ITU-T, terbukti bahwa jaringan NGPON lebih baik dari GPON. Dengan nilai power link budget -16,08 dBm serta -29,28 dBm, untuk nilai minimum dari 16 ONU dengan jarak 10 km, serta nilai maksimum dari 128 ONU dengan jarak 30 km. Dan memperoleh nilai margin daya di atas 0. Serta nilai Q-Factor berada diatas > 6 untuk semua skenario. Sedangkan pada GPON, terdapat nilai margin daya di bawah < 0 pada kondisi 32 ONU dengan jarak maksimum 30 km. Dan nilai Q-Factor di bawah < 6 serta nilai BER di diatas > 10-9 pada kondisi jarak 30 km pada split ratio 128 ONU.Kata kunci : GPON, NGPON2, Bandwidth, Link Power Budget, Q Factor, BER
Analisis Simulasi Hybrid Optical Access Network Integrating Fiber-to-the-home And Radio-over-fiber Systems Dengan Gigabit Passive Optical Network (gpon) Ilham Bayu Prabowo; Akhmad Hambali; Yoseph Gustommy Bisono
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, tuntutan laju data semakin tinggi tiap tahunnya. Radio Over Fiber (ROF) dan Fiber to the Home (FTTH) merupakan kandiat kuat dalam hal jaringan akses. Akan tetapi, tingginya biaya untuk membuat dua infrastuktur jaringan nirkabel dan karingan kabel membutuhkan suatu integrasi dua jaringan yang didistribusikan kedalam satu infrastuktur tunggal. Hybrid Optical Access Network Integrating Fiber-to-the-Home and Radio- Over-Fiber System, merupakan suatu solusi dari permasalahan tersebut karena didistribusikan pada satu infrastruktur. Pada penelitian ini akan menggunakan modulasi simultan dan transmisi dari sinyal ON-OFF- keying (OOK) broadband (BB) 1,25 Gb/s, dan sinyal OOK Radio Frequency (RF) 20-GHz, 622 Mb/s. Analisis yang akan dilakukan pada tugas akhir ini adalah nilai Power Link Budget, Rise Time Budget, Signal to Noise Ratio (SNR), Bit Error Rate (BER). Analisis yang dilakukan adalah dengan cara studi literatur terlebih dahulu selanjutnya dilakukan pengumpulan data pada kondisi lapangan yang sesungguhnya. Keluaran yang didapatkan yaitu terbukti bahwa jaringan yang telah terimplementasi ini telah layak dengan memenuhi standar jaringan yang ditetapkan oleh PT. Telkom dengan nilai BER yaitu sebesar 5.8672 × 10−34, Power Link Budget bernilai – 19,563 � � � , Rise Time Budget bernilai 0,0202965 � � , SNR bernilai 32,2530 � � � . Tugas akhir ini juga diharapkan setelah penelitian dapat memberi rekomendasi untuk peningkatan kualitas jaringan pada link fiber optik di Indonesia. Kata kunci: PowerLink Budget, Rise Time Budget, SNR, BER
Perancangan Dan Analisis Jaringan Akses Fiber To The Home Dengan Teknologi Gigabit Passive Optical Network (gpon) Di Ciganitri Umar Fachreza; Akhmad Hambali; Ageak Raporte Bermano
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan Layanan komunikasi dengan transmisi informasi dengan cepat, kualitas sinyal yang lebih baik, serta faktor keamanan yang lebih terjamin membuat teknologi harus dikembangkan dan diperbarui. Untuk mencapai kecepatan transmisi informasi yang tinggi dibutuhkan bandwidth yang besar. Penggunaan jaringan Fiber To The Home (FTTH) yang menggunakan Serat Optik sebagai media transmisinya dapat memenuhi kebutuhan akan bandwith yang besar. Selain itu Jaringan FTTH dapat menghantarkan beragam informasi digital, seperti suara, video, data, dan sebagainya secara lebih efektif sehingga dapat mendukung layanan Triple Play yang dipasarkan oleh PT. Telkom. PT. Telkom berinisiatif membangun Jaringan FTTH di Perumahan-Perumahan yang berada di Ciganitri agar dapat memberikan layanan yang berkualitas kepada pelanggan yang bertempat tinggal disana. Untuk penentuan kelayakan dan performansi sistem perancangan FTTH, dalam tugas akhir ini dilakukan perhitungan terhadap parameter uji kelayakan dan performansi yang ingin diimplementasikan pada perumahan di ciganitri. Parameter-parameter tersebut adalah Power Link Budget dan Rise Time Budget untuk kelayakan sistem dan BER untuk performance sistem yang akan didapatkan dari hasil simulasi.. Hasil dari penelitian ini, daya terima untuk jarak terjauh didapat -21.1073 dBm untuk Downstream dan -6.6516 dBm untuk upstream ini masih dibawah standar minimum PT. Telkom yakni -23 dBm. Rise Time Budget bernilai 0.2138 ns untuk downstream, dan 0.21387078 ns untuk upstream yang masih terpenuhi dengan menggunakan pengkodean NRZ. Nilai BER yang didapatkan pada simulasi untuk konfigurasi downstream sebesar 7.4869x10-32 dan untuk upstream sebesar 0 masih sesuai dengan kelayakan perfomansi yakni nilai minimum BER sebesar 10-9 Kata kunci : FTTH, Link Power Budget, Rise Time Budget, Bit Error Rate (BER)
Performansi Edfa Di Setiap Bit Rate Yang Dikirimkan Dari Transmitter Ke Receiver Pada Jarak 50 Km Pada Sistem Lazuardi Ramadeanto; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penguat EDFA dibutuhkan untuk permasalahan komunikasi di Indonesia yang terbatas jarak dan waktu. EDFA merupakan penguat optik yang dibuat dengan cara mencampurkan ion erbium ke dalam serat optik. Supaya EDFA digunakan dengan efisien maka diperlukan penelitian performansi yang sesuai untuk bit rate tertentu. Karena jika tidak digunakan pada bit rate yang sesuai maka EDFA tersebut tidak akan efisien. Pada Tugas Akhir ini dilakukan uji performansi jaringan transport dengan 2 skenario. Skenario pertama yaitu tanpa penguat EDFA. Sedangkan skenario kedua yaitu dengan pemasangan penguat EDFA dan keduanya dianalisis mengenai variasi bit rate. Pengujian dilakukan perubahan variasi bit rate terhadap parameter nilai BER dan Q Factor. Hasil simulasi diperoleh performansi pada variasi bit rate di setiap skenario tidak jauh beda. Pada scenario dengan EDFA diperoleh hasil BER dan Q Factor yang paling optimal yaitu BER 5, 61 x 10-84 dan Q Factor 19, 36. Kata Kunci : DWDM, EDFA, BER, Q Factor, Bit Rate ABSTRACT EDFA amplifiers are needed for communication problems in Indonesia that are limited in distance and time. EDFA is an optical amplifier made by mixing erbium ions into optical fibers. In order for EDFA to be used efficiently, appropriate performance research is required for certain bit rates. Because if it is not used at the corresponding bit rate then the EDFA will not be efficient. In this Final Task, there is a network transport performance test with 2 scenarios. The first scenario is without EDFA amplifier. While the second scenario is by installing EDFA amplifier and both are analyzed about bit rate variation. The test is done by changing the bit rate variation on BER value parameter and Q Factor. The simulation results obtained the performance on bit rate variation in each scenario is not much different. In the scenario with EDFA obtained the most optimal BER and Q Factor results are BER 5, 61 x 10-84 and Q Factor 19, 36. Keyword : DWDM, EDFA, BER, Q Factor, Bit Rate
Sistem Radio Over Fiber Dengan Teknologi Next Generation-passive Optical Network 2 (ng-pon2) Al Akbar; Akhmad Hambali; Hafidudin Hafidudin
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teknologi jaringan serat optik NG-PON 2 yang diintegrasikan dengan jaringan komunikasi radio yang mampu mendukung layanan broadband dan mentansmisikan data dengan kecepatan tinggi yang dikenal dengan teknologi Radio over Fiber (ROF), perkembangan transmisi sinyal analog pada Analog Radio over Fiber (AnalogROF), hingga transmisi sinyal radio yang terdigitalisasi pada Digitized Radio over Fiber (Digitized ROF). Pada Analog ROF masih terdapat kekurangan yang diantaranya penurunan daya sinyal informasi yang disebabkan oleh attenuasi dari serat optik, mengalami inter-modulasi (IMD) yang disebabkan oleh faktor non-linearitas dari gelombang mikro dan serat optik pada jaringan yang berkaitan, dan latensi karena propagasi serat optik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis terhadap performansi sistem Digitized ROF dengan menggunakan NG-PON2 yang dilihat berdasarkan Q-Factor, BER, dan daya pada jarak transmisi 5 km sampai dengan 40 km dan dibandingkan dengan performansi sistem Analog ROF. Penelitian dimulai dengan merancang sistem Analog ROF dan Digitized ROF yang diintegrasikan dengan jaringan NG-PON2. Rancangan yang telah dibuat disimulasikan pada software simulasi. Berdasarkan hasil analisis dan simulasi pada skenario Analog ROF dengan teknologi NG-PON 2, didapatkan nilai Q-Factor dan BER ideal terdapat pada jarak 15 km yang bernilai 7.8344 dan 5.35x10-18 sedangkan pada jarak 20 km nilai Q-Factor dan BER nya 5.80821 dan 4.694x10-09. Pada skenario simulasi Digitized ROF dengan NG-PON2 didapatkan nilai Q-Factor dan BER ideal pada jarak 25 dengan nilai Q-Factor dan BER nya 7.70069 dan 6.406x10-13 sedangkan pada jarak 30 km nilai Q-Factor dan BER nya 6.86354 dan 5.832x10-10 . Kemudian berdasarkan hasil analisis performansi dengan menggunakan parameter jarak maka Digitized ROF dapat menjangkau jarak yang lebih jauh dari Analog ROF. Kata kunci: Analog ROF, Digitized ROF, NG-PON 2, Optisystem ABSTRACT Optical fiber network technology NG-PON 2 are integrated with radio communications network capable of supporting broadband services and high-speed data transmitting technology, known as Radio over Fiber, the development of analog signal transmission in Analog Radio over Fiber (Analog-ROF), to digitized radio signal transmission on Digitized Radio over Fiber (Digitized ROF). In Analog ROF there are still deficiencies which include a decrease in information signal power caused by attenuation of optical fibers, meet the inter-modulation (IMD) caused by non-linearity of the microwave and fiber optic network related, and latency due to the propagation of optical fiber. In this research, an analysis of the Digitized ROF system performance using NG-PON2 was performed based on Q-Factor, BER, and power at a transmission distance of 5 km to 40 km and compared to the performance of the Analog ROF system. The research began by designing an Analog ROF and Digitized ROF system that was integrated with the NG-PON2 network. The design that has been made will be simulated in the simulation software. Based on the results of the analysis and simulation on the Analog ROF scenario with NG-PON 2 technology, the ideal Q-Factor and BER values are found at a distance of 15 km which is worth 7.8344 and 5.35x10-18 while at a distance of 20 km the value of Q-Factor and BER is 5.80821 and 4.694x10-09. In the scenario of simulation Digitized by NG-PON2 ROF obtained Q-Factor and ideal BER at a distance of 25 to the value of the Q-Factor and its BER 7.70069 and 6.406x10-13 while at a distance of 30 km Q-Factor and its BER 6.86354 and 5.832x10 -10. Then from the results of performance analysis using distance parameters, Digitized ROF can reach a greater distance from Analog ROF. Keyword : Analog ROF, Digitized ROF, NG-PON 2, Optisystem
Perencanaan Dan Analisa Fronthaul Fiber Optik Untuk Komunikasi Radio Pada Jaringan Lte Muhammad Hawary; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini kota Pekanbaru sudah terdapat jaringan akses LTE, akan tetapi masih ada beberapa wilayah yang masih belum tercakupi untuk jaringan LTE, sehingga perlu adanya perancangan jaringan telekomunikasi yang tepat agar mendapatkan layanan komunikasi yang baik. Pada saat ini PT.Tri Indonesia sudah menyediakan layanan jaringan LTE untunk wilayah kota Pekanbaru, solusi yang sudah dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menambah site existing untuk melayani layanan LTE di wilayah kota Pekanbaru. Akan tetapi solusi tersebut masih belum sepenuhnya mencakupi seluruh kota Pekanbaru. Pada tugas akhir ini telah dilakukan analisis perencanaan fronthaul optic fiber menggunakan komunikasi fiber optic. Fronthaul fiber optik merupakan transmisi antara BBU yang berada pada eNodeB site existing menuju RRH yang berada pada new site. Untuk menganalisa perancangan akses data yang mencakupi area perencanaan, dilakukan perancangan fiber optic link, variasi daya dan jenis kabel jaringan LTE. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi, dengan Bit rate sebesar 10 Gbps dan spesifikasi perangkat yang digunakan untuk parameter OLT sebesar 1490, 1510, 1530 dan 1550 nm daya terima sebesar 3 - 8 dBm. Mendapatkan hasil seluruh link fronthaul fiber optic mencapai attenuation 0.22 dB/km , hal ini disebabkan oleh nilai daya terima tiap site. Kemudian dari hasil perencanaan, daya terima pada kabel SMF sebesar -18.05 dBm dan NZDSF sebesar -17.054 dBm, dengan demikian simulasi perencanaan denang parameter pada kabel SMF dan NZDSF di katakan berhasil karna termasuk dalam kondisi cukup bagus. Kata kunci : C-RAN, RRH, BBU, Fronthaul,Fiber Optic, BTS, Prx, Q Factor, BER. Abstract Nowdays, in Pekanbaru city already has a LTE access network, but there are some areas not covered for the LTE network, so that need a planning telecommunication network design to get good communication service. Now, Tri Indonesia company has a provide LTE netwotk service to Pekanbaru area, the solution already done to resolve that problem is add the site existing to serve LTE services in Pekanbaru areas. But that solution can’t covered all Pekanbaru areas. In this essay (last task) had been planning analysis Fronthaul Optic Fiber using Fiber Optic communication. Fronthaul fiber optic is transmission between BBU in eNodeB site existing towards RRH in new site. To analysis the design of data access to covered the planning area, doing the design fiber optic link, potency variations and LTE network cable types. Based on calculation and simulation, with a Bit rate of 10 Gbps and device specifications used for OLT parameters of 1490, 1510, 1530 and 1550 nm receiving power of 3 - 8 dBm. Getting the results of all fiber optic fronthaul links reaches attenuation 0.22 dB / km, cause receiving value potency power of each site. From result design, receiving potency in SMF cable of 18.05 dBm an NZDSF of -17 dBm, By somulation design with parameter in SMF cable and NZDSF is succes because included in good enough condition. Keywords : C-RAN, RRH, BBU, Fronthaul,Fiber Optic, BTS, Prx, Q Factor, BER.
Pengujian Dan Simulasi Hybrid Coarse Wavelength Division Multiplexing/time Division Multiplexing-passive Optical Network (cwdm/tdm-pon) Pada Next Generation Passive Optical Network Stage-2 (ng-pon2) Adhy Rizkya Oktauzi Putra; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak munculnya pemakaian aplikasi yang memerlukan bandwidth yang sangat besar seperti IPTV, Video on Demand (VoD), layanan live streaming, dan kebutuhan download yang sangat besar, maka diperlukannya teknologi yang dapat memberikan bandwidth besar dan kecepatan akses yang cepat. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah teknologi PON terbaru yang masih dikembangkan yaitu NGPON2. NG-PON2 mampu memberikan layanan dengan 40 Gbps downstream dan 10 Gbps upstream dengan menggunakan TWDM-PON. Selain TWDM-PON, ada solusi lain yaitu gabungan CWDM dan TDM yang dinamakan Hybrid CWDM/TDM-PON. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian melalui simulasi dari gabungan CWDM dan TDM yang dinamakan Hybrid CWDM/TDM-PON. Solusi ini dipilih karena mempunyai prinsip kerja yang sama yaitu berbasis TWDM-PON dengan membedakan penggunaan lebar panjang gelombangnya, dapat di implementasi dengan mudah pada teknologi PON yang sudah ada (existing), dan dapat digunakan pada singlemode optical fiber (SMF) dengan bandwidth yang besar dan biaya operasional yang jauh lebih murah. Pengujian kali ini dilakukan dengan melakukan simulasi yang kemudian di analisis berdasarkan hasil parameter-parameter yang ada seperti parameter kelayakan (Link Power Budget) dan parameter performasi sistem (SNR, Q Factor, dan BER). Perhitungan dan simulasi yang telah dilakukan didapatkan bahwa jaringan Hybrid CWDM/TDMPON mampu bekerja pada bit rate sebesar 40/10 Gbps pada jaringan 32, 64, 128 user dan nilai Q Factor sudah memenuhi standar ITU-T yaitu diatas 6. Untuk 32 user dengan panjang link 10 dan 20 km memiliki nilai Q Factor berturut-turut sebesar 25.960 dan 14.815. Untuk 64 user dengan panjang link yang sama memiliki nilai Q Factor berturut-turut sebesar 15.808 dan 13.046. Dan untuk 128 user dengan panjang yang sama juga memiliki nilai BER berturut-turut sebesar 17.778 dan 12.944.Kata kunci: PON, NG-PON2, Hybrid CWDM/TDM-PON, TWDM-PON
Pengaruh Edfa Sebagai Booster Dan Pre-amplifier Pada Sistem 40g Twdm-pon Berbasis Next Generation Passive Optical Network Stage 2 Lita Harpaning Pertiwi; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Next Generation Passive Optical Network Stage 2 (NG-PON2) merupakan generasi terbaru dari Passive Optical Network (PON). Bit rate mencapai 10 Gbps untuk upstream dan 40 Gbps untuk downstream. Time Wavelength Division Multiplexing (TWDM) merupakan solusi utama NG-PON2. Berdasarkan hasil simulasi, hasil terbaik pada jarak 20 Km untuk upstream maupun downstream. Pada 64 user downstream hasil terbaik yaitu Q Factor 35,86 dengan power pump 200 mW, pada pump power 500 mW didapatkan received power- 11,16 dBm dan SNR 41,91 dB. Sedangkan pada 128 user hasil terbaik Q Factor 32,30 pump power 250 mW, pada power pump 500 mW didapatkan received power - 14,34 dBm dan SNR 40,27 dB. Gain tertinggi untuk downstream yaitu 18,32 power pump 500 mW disemua jarak dan user. Untuk 64 user upstream hasil terbaik yaitu Q Factor 27,49 dengan power pump 500 mW, received power -10,012 dBm, SNR 30,04 dB, dan Gain tertinggi 51,13. Pada 128 user upstream hasil terbaik yaitu Q Factor 23,59 power pump 500 mW, received power -11,054 dBm, SNR 28,97 dB dengan power pump 150 mW dan jarak 30 Km, dan Gain tertinggi 51,78 power pump 500 mW dan jarak 50 Km. Kata kunci : NG-PON2, TWDM, EDFA, Booster Amplifier, Pre-Amplifier Abstract Next Generation Passive Optical Network Stage 2 (NG-PON2) is the latest generation of Passive Optical Network (PON). Bit rate reaches 10 Gbps for upstream and 40 Gbps for downstream. Time Wavelength Division Multiplexing (TWDM) is the main solution of NG-PON2. Based on the simulation results, the best results at a distance of 20 Km for upstream and downstream. In 64 user downstream the best result is Q Factor 35.86 with power pump 200 mW, at pump power 500 mW got received power - 11.16 dBm and SNR 41.91 dB. Meanwhile in 128 users the best results Q Factor 32.30 pump power 250 mW, the power pump 500 mW obtained received power - 14.34 dBm and SNR 40.27 dB. Highest gain for downstream is 18.32 power pump 500 mW at all distance and user. For 64 upstream users the best result is Q Factor 27.49 with 500 mW power pump, received power -10.012 dBm, SNR 30.04 dB, and highest gain 51.13. Up to 128 best upstream users are Q Factor 23.59 power pump 500 mW, power recived -11.054 dBm, SNR 28.97 dB with 150 mW power pump and 30 Km distance, and highest gain 51.78 power pump 500 mW and 50 Km. Keywords: NG-PON2, TWDM, EDFA, Booster Amplifier, Pre-Amplifier
Perancangan Jaringan Akses Fiber To The Home (ftth) Menggunakan Teknologi 10-gigabit-passive Optical Network (xgpon) Untuk Perumahan Benda Baru Tangerang Selatan Afif Glenta Utama; Akhmad Hambali; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan pelayanan di bidang teknologi informasi dan komunikasi semakin meningkat setiap tahun. Jenis layanan yang dibutuhkan bukan lagi sebatas voice namun menjadi berkembang ke layanan triple play (voice, data, dan video). Komplek perumahan baru banyak dibangun sehingga membuat kebutuhan akan layanan Internet di rumah semakin dicari oleh para pelanggan. Salah satunya adalah perumahan Benda Baru yang terletak di kota Tangerang Selatan. Hasil perhitungan simulasi link power budget, yaitu total redaman yang dihasilkan untuk jarak terjauh didapatkan nilai daya terima adalah sebesar -24,88 dBm untuk link downstream dan -23,52 dBm untuk link upstream. Hasil perhitungan tersebut masih memenuhi standar yang ditentukan oleh ITU-T G.984 yang kemudian diikuti oleh P.T. Innovate Indonesia yaitu sebesar -28 dBm. Untuk nilai rise time budget didapatkan nilai waktu batasan adalah sebesar 0,14 untuk pengkodean RZ dan 0,28 untuk pengkodean NRZ. Dari hasil perhitungan tersebut didapatkan tsystem adalah sebesar 0,049 untuk downstream dan upstream. Hasil RTB bernilai baik karena tsystem yang lebih kecil dari batasan waktu tiap pengkodean. Untuk parameter bit error rate nilai yang dihasilkan dari perhitungan simulasi adalah sebesar 4,5 x 10-30 untuk downstream dan 2,3 x 10-20 untuk upstream. Kedua nilai tersebut memenuhi nilai minimum BER yang ditetapkan untuk optik, yaitu sebesar 10-9 . Semua nilai tersebut memenuhi standar kelayakan dari ITU-T G.984. Kata kunci : FTTH, XGPON, optisystem Abstract The need for services in the field of information and communication technology is increasing every year. The types of services needed are no longer limited to voice, but they develop into triple play services (voice, data and video). New housing complexes have been built so that the need for home internet services is increasingly sought after by customers. One of them is the Benda Baru housing located in the city of South Tangerang. The results of the link power budget simulation calculation, namely the total attenuation generated for the farthest distance is obtained the power received value is -24.88 dBm for the downstream link and -23.52 dBm for the upstream link. The results of these calculations still meet the standards set by ITU-T G.984 which are then followed by P.T. Innovate Indonesia is -28 dBm. For rise time budget value, the time limit value is 0.14 for RZ coding and 0.28 for NRZ coding. From the results of the calculation, it is found that tsystem is 0.049 for downstream and upstream. RTB results are good because the tsystem is smaller than the time limit of each coding. For the bit error rate parameter the value generated from the simulation calculation is 4.5 x 10-30 for downstream and 2.3 x 10-20 for upstream. Both values meet the minimum value of BER set for optics, which is equal to 10-9 . All of these values meet the eligibility standards of ITU-T G.984. Keyword : FTTH, XGPON, optisystem
Co-Authors A. Kiflan Jiyaad Mafazi Abbas, Raihan Rizqan Radhiyya Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Bagus Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andhika Arya Manggala Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anggraeni, Nabila Ayu Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Fajriansyah , Dhafa Baldi Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harismawan, Saskia Ananda Harry Rachmatsyah Herdiawan, Muhamad Arjuna Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lapatoza, Randy Surya Fathir Latief, Noval Ramadhana Lazuardi Ramadeanto Liestyowati Liestyowati Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Rizki Akbar Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Pradana, Muhammad Rifki Aldi Prasetya, Rizky Aris Prasetyo, Fery Hafidz Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Andika Maulana Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizky, Muhammad Arief Rosalya, Eka Tiara Rosid, Winky Harun Al Ryan Topani Saputra, Putri Pramudita Dzikra Afifa Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satria , Rizky Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Suwardi , Farhan Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Aninditha Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Wiranata, Aldi Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yus Natali Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal