Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Edfa Sebagai Booster Dan Pre-amplifier Pada Sistem 40g Twdm-pon Berbasis Next Generation Passive Optical Network Stage 2 Lita Harpaning Pertiwi; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Next Generation Passive Optical Network Stage 2 (NG-PON2) merupakan generasi terbaru dari Passive Optical Network (PON). Bit rate mencapai 10 Gbps untuk upstream dan 40 Gbps untuk downstream. Time Wavelength Division Multiplexing (TWDM) merupakan solusi utama NG-PON2. Berdasarkan hasil simulasi, hasil terbaik pada jarak 20 Km untuk upstream maupun downstream. Pada 64 user downstream hasil terbaik yaitu Q Factor 35,86 dengan power pump 200 mW, pada pump power 500 mW didapatkan received power- 11,16 dBm dan SNR 41,91 dB. Sedangkan pada 128 user hasil terbaik Q Factor 32,30 pump power 250 mW, pada power pump 500 mW didapatkan received power - 14,34 dBm dan SNR 40,27 dB. Gain tertinggi untuk downstream yaitu 18,32 power pump 500 mW disemua jarak dan user. Untuk 64 user upstream hasil terbaik yaitu Q Factor 27,49 dengan power pump 500 mW, received power -10,012 dBm, SNR 30,04 dB, dan Gain tertinggi 51,13. Pada 128 user upstream hasil terbaik yaitu Q Factor 23,59 power pump 500 mW, received power -11,054 dBm, SNR 28,97 dB dengan power pump 150 mW dan jarak 30 Km, dan Gain tertinggi 51,78 power pump 500 mW dan jarak 50 Km. Kata kunci : NG-PON2, TWDM, EDFA, Booster Amplifier, Pre-Amplifier Abstract Next Generation Passive Optical Network Stage 2 (NG-PON2) is the latest generation of Passive Optical Network (PON). Bit rate reaches 10 Gbps for upstream and 40 Gbps for downstream. Time Wavelength Division Multiplexing (TWDM) is the main solution of NG-PON2. Based on the simulation results, the best results at a distance of 20 Km for upstream and downstream. In 64 user downstream the best result is Q Factor 35.86 with power pump 200 mW, at pump power 500 mW got received power - 11.16 dBm and SNR 41.91 dB. Meanwhile in 128 users the best results Q Factor 32.30 pump power 250 mW, the power pump 500 mW obtained received power - 14.34 dBm and SNR 40.27 dB. Highest gain for downstream is 18.32 power pump 500 mW at all distance and user. For 64 upstream users the best result is Q Factor 27.49 with 500 mW power pump, received power -10.012 dBm, SNR 30.04 dB, and highest gain 51.13. Up to 128 best upstream users are Q Factor 23.59 power pump 500 mW, power recived -11.054 dBm, SNR 28.97 dB with 150 mW power pump and 30 Km distance, and highest gain 51.78 power pump 500 mW and 50 Km. Keywords: NG-PON2, TWDM, EDFA, Booster Amplifier, Pre-Amplifier
Perancangan Jaringan Akses Fiber To The Home (ftth) Menggunakan Teknologi 10-gigabit-passive Optical Network (xgpon) Untuk Perumahan Benda Baru Tangerang Selatan Afif Glenta Utama; Akhmad Hambali; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan pelayanan di bidang teknologi informasi dan komunikasi semakin meningkat setiap tahun. Jenis layanan yang dibutuhkan bukan lagi sebatas voice namun menjadi berkembang ke layanan triple play (voice, data, dan video). Komplek perumahan baru banyak dibangun sehingga membuat kebutuhan akan layanan Internet di rumah semakin dicari oleh para pelanggan. Salah satunya adalah perumahan Benda Baru yang terletak di kota Tangerang Selatan. Hasil perhitungan simulasi link power budget, yaitu total redaman yang dihasilkan untuk jarak terjauh didapatkan nilai daya terima adalah sebesar -24,88 dBm untuk link downstream dan -23,52 dBm untuk link upstream. Hasil perhitungan tersebut masih memenuhi standar yang ditentukan oleh ITU-T G.984 yang kemudian diikuti oleh P.T. Innovate Indonesia yaitu sebesar -28 dBm. Untuk nilai rise time budget didapatkan nilai waktu batasan adalah sebesar 0,14 untuk pengkodean RZ dan 0,28 untuk pengkodean NRZ. Dari hasil perhitungan tersebut didapatkan tsystem adalah sebesar 0,049 untuk downstream dan upstream. Hasil RTB bernilai baik karena tsystem yang lebih kecil dari batasan waktu tiap pengkodean. Untuk parameter bit error rate nilai yang dihasilkan dari perhitungan simulasi adalah sebesar 4,5 x 10-30 untuk downstream dan 2,3 x 10-20 untuk upstream. Kedua nilai tersebut memenuhi nilai minimum BER yang ditetapkan untuk optik, yaitu sebesar 10-9 . Semua nilai tersebut memenuhi standar kelayakan dari ITU-T G.984. Kata kunci : FTTH, XGPON, optisystem Abstract The need for services in the field of information and communication technology is increasing every year. The types of services needed are no longer limited to voice, but they develop into triple play services (voice, data and video). New housing complexes have been built so that the need for home internet services is increasingly sought after by customers. One of them is the Benda Baru housing located in the city of South Tangerang. The results of the link power budget simulation calculation, namely the total attenuation generated for the farthest distance is obtained the power received value is -24.88 dBm for the downstream link and -23.52 dBm for the upstream link. The results of these calculations still meet the standards set by ITU-T G.984 which are then followed by P.T. Innovate Indonesia is -28 dBm. For rise time budget value, the time limit value is 0.14 for RZ coding and 0.28 for NRZ coding. From the results of the calculation, it is found that tsystem is 0.049 for downstream and upstream. RTB results are good because the tsystem is smaller than the time limit of each coding. For the bit error rate parameter the value generated from the simulation calculation is 4.5 x 10-30 for downstream and 2.3 x 10-20 for upstream. Both values meet the minimum value of BER set for optics, which is equal to 10-9 . All of these values meet the eligibility standards of ITU-T G.984. Keyword : FTTH, XGPON, optisystem
Perancangan & Implementasi Visible Light Communication Untuk Komunikasi Radio Fm Achmad Rifiandi; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bentuk sinyal informasi. Jaringan wireless pada umumnya menggunakan sinyal elektromagnetik yang memiliki kekurangan diantaranya adalah interferensi gelombang, kapasitas pengiriman data masih rendah, dan penggunaan energi kurang efisien seperti komunikasi radio FM yang masih digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Dengan teknologi VLC kekurangan yang dimiliki jaringan wireless dapat menjadi lebih baik lagi. Karena sifat cahaya yang digunakan oleh VLC mempunyai kecepatan yang tinggi, bisa tahan terhadap interferensi radiasi gelombang elektromagnetik, energi yang digunakan lebih efisien, dan lain-lain. Pada tugas akhir ini perancangan sistem VLC terdiri dari blok transmitter dan receiver. Di bagian transmitter terdapat Light Emitting Diode (LED) sebagai sumber cahaya yang memancarkan sinyal, yang digabungkan dengan sistem penerima sinyal radio FM menggunakan modul kit Hex3653 AV2B. Sedangkan pada bagian receiver terdiri dari photodetetor untuk mengubah sinyal cahaya ke sinyal listrik dan headphone sebagai alat untuk menghasilkan suara dari sinyal yang telah didapat. Pada bagian transmitter maupun receiver dilengkapi rangkaian penguat didalamnya. Dari hasil pengujian, sistem VLC dapat mengirim sinyal audio dari siaran radio FM dengan jarak maksimum 450 cm dengan nilai tegangan sinyal output yang diterima sebesar 0.011 Volt serta atenuasi sebesar -12.49 dB. Pada jarak 5 meter suara tidak terdengar pada output tegangan sinyal 79,9 mV dengan nilai atenuasi -16,13 dB.Kata kunci : VLC, LED, transmitter, receiver, radio FM, headphone.
Simulasi Jaringan Radio Over Fiber (rof) Dengan Mengimplementasikan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (ofdm) Pada Arsitektur Pon Winda Ika Syukrina; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem komunikasi serat optik mengalami perkembangan yang sangat pesat begitu juga dengan sistem komunikasi nirkabel, perpaduan antara Radio over Fiber (RoF) dan Ortogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dapat menghasilkan data rate yang tinggi dengan bandwidth yang rendah dalam teknologi jaringan nirkabel.Pada Tugas Akhir ini perancangan sistem mencakup tiga bagian utama yaitu bagian transmitter, link transmitter dan bagian receiver yang disimulasikan menggunakan perangkat lunak simulator. Didalam penelitian ini analisis dilakukan hanya pada sisi downstream dengan bitrate sebesar 10Gbps, modulasi yang digunakan 4 - QAM dengan menggunakan radio frekuensi sebesar 7,5 GHz sinyal radio dimodulasi menggunakan Mach Zehnder Modulator (MZM) dengan jarak maksimum link sistem ditransmisikan sejauh 100 Km menggunakan serat Single Mode Fiber(SMF). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jarak serat optik dan variasi Power Splitter (PS) mempengaruhi performansi, dimana semakin panjang jarak dan besarnya jumlah variasi PS maka nilai BER semakin besar. Dimana hasil simulasi menggunakan PS 1:2 dengan nilai BER 5,3x10-9 memenuhi sampai pada jarak 60 km, PS 1:4 dengan nilai BER 7,645x10-13 memenuhi sampai pada jarak 40 km, PS 1:8 dengan nilai BER 1,49x10-14 memenuhi sampai pada jarak 20 km, PS 1:16 dengan nilai BER 1,8x10-9 memenuhi sampai pada jarak 20 km. Diagram konstelasi mengalami penurunan amplitudo dan penyebaran simbol pada nilai Real (Q) dan Imajiner (I) dalam setiap penambahan jarak. Kata kunci : RoF, OFDM , PON ABSTRACT Fiber optic communication systems are experiencing rapid growth, as well as wireless communication systems. The combination of Radio over Fiber (RoF) and Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) can generate high data rate with low bandwidth in the latest wireless network technology. In this Final Project, the system design includes three main parts, namely transmitter section, link transmitter and receiver section which are simulated using simulator software. In this study analysis is carried out only on the downstream side with a bitrate of 10Gbps, the modulation used by 4-QAM using a radio frequency of 7.5 GHz, radio signals modulated using Mach Zehnder Modulator (MZM) with a maximum link distance system transmitted as far as 100 Km using Single Mode Fiber (SMF) fiber. Based on the results of the study it can be concluded that the distance of optical fibers and variations in Power Splitter (PS) affect performance, where the longer the distance and the number of variations of PS, the greater the BER value. Where the simulation results using PS 1: 2 with a BER value of 5.3x10-9 meets up to a distance of 60 km, PS 1: 4 with a BER value of 7.645x10-13 meets up to a distance of 40 km, PS 1: 8 with a BER value of 1, 49x10-14 meets up to a distance of 20 km, PS 1:16 with a BER value of 1.8x10-9 meets up to a distance of 20 km. The constellation diagram has a decrease in the amplitude and spread of symbols in the Real (Q) and Imaginary (I) values in each additional distance. Keywords: RoF, OFDM, PON
Analisis Kinerja Kombinasi Topologi Jaringan Ng-pon2 Sarah Shafira Wijaya; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NG-PON2 merupakan teknologi terbaru untuk mengatasi permasalahan keterbatasan bandwidth pada teknologi PON saat ini. Teknik time-and-wavelength division multiplexing dengan metode agregasi/staxking OLT pada NG-PON2 menjanjikan jaringan broadband masa depan yang memberikan bandwidth sangat besar. Namun dalam penggelaran jaringan akses NG-PON2 belum pernah dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi performansi kinerja jaringan NG-PON2 dengan teknik TWDM. Evaluasi performansi dilakukan untuk mengetahui adakah pengaruh pada performansi NG-PON2 apabila dilakukan penambahan ODC dengan pemakaian hingga 3 ODC kanal TWDM. Skema pengujian menggunakan kecepatan 40 Gbps downstream dan kecepatan 10 Gbps upstream. Pengukuran terhadap kelayakan jaringan NG-PON2 dilakukan dengan mengubah parameter panjang link yaitu 20 dan 40 km. Analisis kelayakan jaringan adalah Q-Factor, BER dan SNR. Hasil simulasi dan perhitungan yang telah dilakukan didapatkan bahwa kapasitas feeder yang dapat digunakan yaitu 96 core yang dapat mengakomodir semua user pada skema penelitian. Kapasitas user hanya dapat mengakomodir 56 ONU dengan penggunaan 2 ODC pada panjang link 20 dan 40 km. Kata Kunci : NG-PON2, Time-and-Wavelength Division Multiplexing, Sistem Komunikasi Serat Optik, Kapasitas per User dan per Feeder
Pengaruh Penggunaan Kompensator Dispersi Fiber Bragg Grating (fbg) Pada Sistem Komunikasi Optik Long Haul Muhamad Rizky Darmawansyah; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dispersi merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan performansi dari komunikasi optik khususnya di komunikasi yang jaraknya jauh (long haul). Hal tersebut mengakibatkan kualitas komunikasi yang buruk dan dapat menyebabkan kegagalan komunikasi. maka dari itu dibutuhkan tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Di dalam ilmu teknik telekomunikasi ada beberapa tekhnik kompensasi untuk menaggulangi dispersi, dan salah satu yang bisa digunakan adalah teknik penggunaan kompensator dispersi Fiber Bragg Grating (FBG). Penggunaan metode Fiber Bragg Grating (FBG) pada penelitian ini menjadi salah satu solusi untuk menanggulangi dispersi di komunikasi optik. Penelitian ini dilakukan pada komunikasi long haul optik dengan jarak komunikasi sejauh 100 km – 300 km dengan bit rate 10 Gbps. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah perbandingan jaringan sebelum dan sesudah ditambahkan kompensator dispersi Fiber Bragg Grating (FBG). Dengan penelitian pada 3 jarak yang berbeda yaitu 100 km, 200 km, dan 300 km dengan bit rate 10 Gbps. Hasil dari jarak terjauh yaitu 300 km, sebelum nilai performasnsi-nya adalah BER= 0,486, Q-factor= 1,64, dan setelah ditambahkan kompensator dispersi Fiber Bragg Grating (FBG) hasil nilai performansi-nya adalah BER = 1,62x10 -91, dan Q-factor-nya = 20,26. Kata kunci: Komunikasi Longhaul, Dispersi, Kompensator, FBG, BER, Q-factor. ABSTRACT Dispersion is one of the factors that reduce the performance of fiber optic communication, especially in long haul communication which results in poor communication quality and can lead to communication failure. In the field of telecommunications engineering, there are several compensation techniques for preventing dispersion. The use of the Fiber Bragg Grating (FBG) method in this study is one solution to overcome dispersion in optical communication. This research was conducted on optical communication with a distance of 100 km - 300 km with a 10 Gbps bit rate. The Fiber Bragg Grating (FBG) compensator is added. By using 3 different distances, 100 km, 200 km and 300 km with 10 Gbps bit rate. The sample from the farthest distance is 300 km with the results before its performance is BER = 0,486, Q-factor = 1,64, and after adding the compensator of the Fiber Brag Grating dispersion (FBG) the performance result is BER = 1,62x10 -91, and the Q-factor = 20,26. Keywords: Longhaul Optic, Dispersion, FBG, BER, Q-factor
Analisis Performansi Teknologi Xg-pon Menggunakan Splitter Nugraha Septiana Pamungkas; Akhmad Hambali; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

XG-PON diharapkan mampu mengakomodasi layanan broadband yang semakin meledak di masa depan untuk melayani kebutuhan pelanggan yang meningkat baik di layanan data , voice , dan television. Pada penelitian ini berbeda dengan peneliti sebelumnya yang membahas mengenai analisis performansi XGPON menggunakan splitter 1:64. Dalam penelitian ini penulis ingin mengembangkan penelitian dengan cara menganalisa performansi teknologi XG-PON pada berbagai jenis rasio splitter optik. Hasil dari penelitian ini menunjukan performansi XG-PON menggunakan splitter 1:2 sampai 1:64 menunjukan jaringan yang layak diimplementasikan untuk transmisi upstream jarak 20 km dapat menggunakan daya sebesar 2 dBm, splitter 1:2 sampai 1:16 jarak 40 km menggunakan daya sebesar 2 dBm dan daya 4 dBm untuk splitter 1:32. Kemudian jaringan yang layak diimplementasikan untuk splitter 1:2 sampai 1:4 data upstream jarak 60 km dapat menggunakan daya sebesar 2 dBm, daya 4 dBm untuk splitter 1:8 dan daya 6 dBm untuk splitter 1:16. Jaringan yang layak diimplementasikan untuk splitter 1:2 data upstream pada jarak 80 km dapat menggunakan daya sebesar 2 dBm, daya 4 dBm untuk splitter 1:4 dan daya 7 dBm untuk splitter 1:8. Jaringan yang layak diimplementasikan untuk transmisi downstream splitter 1:4 sampai 1:64 dapat menggunakan daya 4 dBm. Jaringan yang layak diimplementasikan untuk splitter 1:2 sampai 1:16 downstream jarak 40 km dapat menggunakan daya sebesar 2 dBm, 5 dBm untuk splitter 1:32 dan 6 dBm 1:64 jarak 40 km. Jaringan yang layak diimplementasikan untuk splitter 1:2 sampai 1:8 downstream dapat menggunakan daya sebesar 2 dBm jarak 60 km. Jaringan yang layak diimplementasikan untuk splitter 1:2 downstream menggunakan daya sebesar 4 dBm jarak 80 km.Kata Kunci: XG-PON (10-Gigabit-capable Passive Optical Network), splitter, software simulasi optik.
Performansi Modulator Pada Jaringan Downstream Ngpon2 Olyvia Noviyanti; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini, teknologi serat optik mampu mengirimkan data dengan laju bit hingga 10 Gbps. Teknologi serat optik yang sedang dikembangkan saat ini yaitu teknologi NG-PON2 dengan kemampuan laju bit hingga lebih dari 10 Gbps. Teknologi NG-PON2 digagas dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan teknologi komunikasi masa depan yang membutuhkan bandwidth yang besar. Modulator optik berfungsi untuk menumpangkan sinyal-sinyal informasi berupa pulsa-pulsa cahaya ke dalam sinyal pembawa (carrier) agar dapat ditransmisikan ke tujuan. Modulator yang kini sering digunakan adalah Mach-Zehnder Modulator (MZM) dan Electro-Absorption Modulator (EAM). Pada peneilitan ini dilakukan analisis terhadap kinerja dari masingmasing modulator dengan ragam format modulasi , khususnya Non Return to Zero (NRZ), Return to Zero (RZ), Return to Zero-Differential Phase Shift Keying (RZ-DPSK) dan Return to Zero-Differential Quadrature Phase Shift Keying (RZ-DQPSK). Dengan bitrate 40 Gbps dan jarak simulasi dimulai dari 5 Km hingga 20 Km dengan spasi antar jarak sebesar 1 Km, Analisis kinerja modulator optik berupa nilai LPB, SNR, BER, Q-factor. Dengan bantuan perangkat lunak Optisystem dilakukan simulasi kinerja modulator sesuai ragam format modulasi tersebut. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan nilai performansi daya terima terbaik yaitu -17,569 dBm untuk jarak 5 km dan -21,83 untuk jarak 20 km. SNR sebesar 29,6927 dB untuk jarak 5 km dan 17,7261 dB untuk jarak 20 km. Q-factor sebesar 13,0516 untuk jarak 5 km dan 6,0598 untuk jarak 20 km. BER sebesar 3,2033 x 10-39 untuk jarak 5 km dan 6,4308 x 10-10 untuk jarak 20 km. Berdasarkan nilai tersebut, Electro-Absorption Modulator dengan format modulasi NRZ menghasilkan nilai diatas standar parameter kualitas sehingga baik untuk digunakan pada teknologi NG-PON2. Kata Kunci: NGPON2, MZM,EAM, Format Modulasi Abstract Modern optical fiber technology is capable of transmitting data at speed of over 10 Gbps. The technology at development is NG-PON2, which is defined to perform at speed of more than 10 Gbps. NG-PON2 technology was initiated bearing in mind that future communication technology requires a much larger bandwidth. Optical modulator is used to superimpose information signal onto carrier signal in light pulses, so the information could be transmitted to the intended destination. Most commonly used type of modulator is MachZehnder Modulator (MZM) and Electro-Absorption Modulator (EAM). This study analyses the performance of each modulators using various formats of modulation, namely Non Return to Zero (NRZ), Return to Zero (RZ), Return to Zero-Differential Phase Shift Keying (RZ-DPSK) and Return to Zero-Differential Quadrature Phase Shift Keying (RZ-DQPSK). The simulation is conducted on scenarios of at bitrate of 40 Gbps and length ranging from 5 km until 20 km with 1 km step between lengths. The optical modulator performance parameters are LPB, SNR, BER, and Q-factor. Optisystem is aiding the simulation processes on the modulators performance with various formats of modulation. Based on the simulation results, the best achieve power received values are of -17, 569 dBm attained at 5 km and of -21,83 dBm attained at 20 km, SNR of 29,6927 dB attained at 5 km and of 17,7261 dB attained at 20 km, Q-factor of 7,7798 attained at 5 km and of 6,0598 attained at 20 km, BER of 3,2033 x 10-39 attained at 5 km and of 6,4308 x 10-10 attained at 20 km. Based on the values, Electro-Absorption Modulator using NRZ modulation format yields performance values above the quality parameters standard, hence suits the NG-PON2 technology Keyword : NGPON2, MZM,EAM, Modulation Format
Perbandingan Bit Error Rate Dari Line Code Rz Dan Nrz Pada Ng-pon2 Mohammad Bima Putra Brayoga; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada era digitalisasi ini kebutuhan manusia akan layanan super cepat merupakan prioritas utama untuk dapat bersaing di pasar dunia. Layanan tersebut adalah kayanan untuk komunikai jarak jauh maupun dekat. Pertumbuhan pencakar langit pada kota besar membuat komunikasi radio frecuency menjadi tidak efektif untuk digunakan. NGPON2 merupakan pengembangan teknologi optik PON yang distandarisasikan oleh ITU-T pada tahun 2015. Teknologi ini dapat melakukan transfer data hingga 40Gbps. Teknologi broadband ini sangat cocok untuk melayani kebutuhan layanan voice, video, dan data dengan kualitas yang tinggi. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam mewujudkan layanan ini adalah memilih teknik modulasi atau line code yang tepat dan meminimalisir jumlah Bit Error yang mungkin terjadi pada proses pengirimannya. Penelitian ini akan dibuat beberapa skenario peneltian dimana Skenario 1 dibuat untuk menentukan sistem jaringan NG-PON2 yang akan dianalisa performansinya, skenario menggunakan bitrate total 40Gbps dengan menggunakan OLT 4 lambda, kemudian dari jaringan tersebut dibuatkan 2 skenario simulasi dengan jenis line code berbeda guna melihat pengaruh perbedaan penggunaan jenis line code terhadap performansi Bit Error Rate-nya. Penelitian ini menghasilkan jenis line code NRZ yang bekerja dengan optimal digunakan untuk NG-PON2 dengan jarak tranmit maksimal 60km dengan BER yang kecil sesuai dengna standar yang telah ditetapkan ITU-T. Sedangkan RZ hanya bekerja optimal pada 20km saja. Kata kunci : NG-PON2, ITU-T, Line code, NRZ, RZ, BER, OLT, PON. Abstract In this digitalization era, the community's need for super-fast service is a top priority to be able to compete in the world market. These services are the ability to communicate long and near. Producing skyscrapers in big cities makes radio frecuency communication ineffective to use. NG-PON2 is the development of PON optical technology standardized by ITU-T in 2015. This technology can transfer data up to 40Gbps. This broadband technology is very suitable to serve the needs of high quality voice, video and data services. One important thing that must be considered in realizing this service is choosing the right modulation technique or line code and minimizing the number of Bit Errors that might occur in the sending process. This study will make several research scenarios where Scenario 1 is made to determine the NG-PON2 network system that will analyze its performance, the scenario uses a total bitrate of 40Gbps using OLT 4 lambda, then two scenarios are created from this network with different types of line codes to the Bit Error Rate performance. This research produces NRZ line code that works optimally to be used for NG-PON2 with a maximum transmit distance of 60 km with a small BER corresponding to the standards set by ITU-T. While the RZ only works optimally at 20km. Keywords: NG-PON2, ITU-T, Line Code, NRZ, RZ, BER, OLT, PON.
Analisis Performansi Format Modulasi Mach-zehnder Pada Next Generation Passive Optical Network 2 (ng-pon2) Kurnia Cahya Ade Putra; Arfianto Fahmi; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan sistem komunikasi optik telah mencapai kemampuan untuk mengirimkan data dengan bitrate 40 Gbps. Teknologi ini disebut sebagai teknologi NG-PON2, teknologi ini juga mendukung penggunaan panjang kabel mencapai 40 km dan rasio splitter hingga 1:256. Pada teknologi NG-PON2 menggunakan 4 OLT dengan masing-masing memiliki spesifikasi 10 Gbit/s downstream dan 2,5 Gbit/s upstream serta menggunakan teknik multiplexing TWDM. Line coding yang digunakan diantarnya NRZ, RZ, RZ-DPSK dan RZDQPSK dengan rentang daya kirim 7-11 dBm. Panjang link yang digunakan adalah 10, 20, 30 dan 40 km dengan total rasio splitter 1:16. Berdasarkan hasil uji analisa yang dilakukan berdasarkan acuan ITU-T, didapatkan hasil line coding RZ-DQPSK merupakan line coding yang terbaik untuk teknologi ini. Dengan jarak 10, 20, 30, dan 40 km berturut-turut menghasilkan LPB yaitu -16,353 dBm, -19,854 dBm, -23,354 dBm dan -26,853 dBm. Nilai SNR yaitu 40,251093 dB, 36,099789 dB, 31,616630 dB dan 26,448934 dB. Nilai Q-Factor yaitu 51,4665, 31,9124, 19,0459 dan 10,5055. Serta nilai BER yaitu 0, 8,363× 𝟏𝟎−𝟐𝟐𝟒, 3,39693× 𝟏𝟎−𝟖𝟏 dan 4,05714× 𝟏𝟎−𝟐𝟔 . Kata kunci : line coding, NG-PON2, TWDM, komunikasi serat optik. Abstract The development of optical communication systems has achieved the ability to transmit data with abitrate 40 Gbps. This technology is referred to as NG-PON2 technology, this technology also supports the use of cable lengths of up to 40 km andratios splitter up to 1: 256. The NG-PON2 technology uses 4 OLTs with each having a 10 Gbit / s downstream specification and 2.5 Gbit / s upstream and usingtechniques multiplexing TWDM. The line coding used is delivered by NRZ, RZ, RZ-DPSK and RZ-DQPSK with a power range of 7-11 dBm. Thelengths link used are 10, 20, 30 and 40 km with a totalratio of splitter 1:16. Based on the test results of analysis carried out by reference to ITU-T, the result coding line RZ-DQPSKis line coding the bestfor this technology. With a distance of 10, 20, 30, and 40 km respectively producing LPB which is -16,353 dBm, -19,854 dBm, -23,354 dBm and -26,853 dBm. SNR values are 40.251093 dB, 36,099789 dB, 31,616630 dB and 26,448934 dB. Q-Factor values are 51.4665, 31.9124, 19.0459 and 10.5055. As well as the BER value is 0, 8,363× 𝟏𝟎−𝟐𝟐𝟒, 3,39693× 𝟏𝟎−𝟖𝟏 dan 4,05714× 𝟏𝟎−𝟐𝟔 . Kata kunci : line coding, NG-PON2, TWDM, optical fiber communicatios.
Co-Authors A. Kiflan Jiyaad Mafazi Abbas, Raihan Rizqan Radhiyya Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Bagus Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andhika Arya Manggala Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anggraeni, Nabila Ayu Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Fajriansyah , Dhafa Baldi Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harismawan, Saskia Ananda Harry Rachmatsyah Herdiawan, Muhamad Arjuna Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lapatoza, Randy Surya Fathir Latief, Noval Ramadhana Lazuardi Ramadeanto Liestyowati Liestyowati Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Rizki Akbar Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Pradana, Muhammad Rifki Aldi Prasetya, Rizky Aris Prasetyo, Fery Hafidz Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Andika Maulana Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizky, Muhammad Arief Rosalya, Eka Tiara Rosid, Winky Harun Al Ryan Topani Saputra, Putri Pramudita Dzikra Afifa Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satria , Rizky Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Suwardi , Farhan Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Aninditha Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Wiranata, Aldi Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yus Natali Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal