Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ejurnal imedtech

MAKNA SIMBOLIK DALAM BAHASA RITUAL REBA PADA MASYARAKAT LUBA DESA TIWORIWU KECAMATAN JEREBUU KABUPATEN NGADA pelipus wungo kaka
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.297 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v3i1.206

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata cara pelaksanaan upacara Reba dalam budaya masyarakat Kampung Luba   Desa Tiworiwu Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada, mendeskripsikan makna simbol-simbol bahasa ritual Reba di Desa Tiworiwu. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan masukan bagi masyarakat Luba   dalam memaknai nilai-nilai upacara ritual Reba, sebagai bahan untuk memperkaya kekhasan kearifan lokal bangsa sebagai suatu nilai luhur yang dianut oleh masyarakat Ngada pada umumnya dan masyarakat Luba   Desa Tiworiwu pada khususnya, sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang ingin mengkaji lebih lanjut masalah yang berkaitan dengan penelitian ini, sebagai informasi untuk membangkitkan dan menumbuhkan rasa cinta kearifan lokal lokal. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu suatu analisis yang menggambarkan secara rinci hasil-hasil temuan di lapangan yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan mewawancarai dan mengobservasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upacara ritual Reba pada masyarakat Luba   Desa Tiworiwu Kecamatan Jerebuu mempunyai tata cara atau pelaksanaan yang dilakukan pada saat upacara ritul Reba seperti didalam nilai-nilai tersebut  antara lain: nilai religius, nilai filosofis, nilai kesenian, nilai moral, nilai magis, nilai ekonomi, nilai sosial, nilai hukum,dan nilai pendidikan.Ritual Reba merupakan sebuah acara yang patut dilaksanakan selama setahun sekali  perlu ditaati sejak dari  leluhur pada zaman dahulu kala dan harus terbawa terus sampai anak cucu. Apabila disia-siakan ritual Reba ini maka segala usaha tidak terkabul oleh perlindungan leluhur karena leluhur inilah yang membentuk budaya adat ritual Reba sehingga dikembangkan oleh generasi penerus. Dengan adanya upacara Reba dapat mengingatkan pesanan yang telah ditinggalkan oleh leluhur (Sili Ana Wunga) sebagai pioner pertama penyelenggara budaya Reba. Perayaan adat Reba merupakan upacara ritual magis karena seluruh tahapan upacara Reba wajib didahului dengan pemberian sesajian Roh  arwah leluhur agar dapat menguasai alam sehingga perayaan Reba dapat berjalan dengan baik.      Kata Kunci: Makna Simbolik Bahasa Ritual Reba  ABSTRACTThe background of this research is very important for the community as a ritual ceremony Luba   Reba embrace the values of the humanitarian nature that need to be maintained for the younger generations are relevant to the procedures established by the ancestral ceremonies. With the ritual Reba, Luba   people still believe in good faith that is not extinct and still retain its own culture and do not care about foreign cultures. The purpose of this study is to describe procedures for Reba ceremony in the village of Luba   culture Tiworiwu Jerebuu Ngada District, describes the meaning of symbols in a ceremony at Village Tiworiwu Reba. The benefits of this research is as an input for the Luba   in meaning values Reba ritual ceremonies, as a material to enrich the cultural distinctiveness of the nation as a virtue embraced by the community and society in general Ngada Luba   Village Tiworiwu in particular, for information for researchers others who wish to further examine the problems associated with this research, as information to generate and foster a love of local culture. This study is a qualitative descriptive analysis that describes in detail the findings in the field who use the questions. This study uses data collection techniques that is by interviewing and observing. Data analysis technique used is descriptive qualitative.The results showed that in the ritual ceremony at the Luba   Village Reba Tiworiwu Jerebuu District has procedures or operations to be carried during the ceremony ritual Reba like in those values among others: the religious, philosophical values, artistic values, moral values, the magical , economic value, social value, legal value, and value education. Reba ritual is an event that should be implemented over a year since it need to be adhered to from ancestors in ancient times and must be carried on until our children and grandchildren. If the ritual Reba wasted this then all the effort is not granted by the ancestors for protection of ancestral indigenous culture that has shaped so that Reba rituals developed by future generations. With the ceremony to remind Reba orders that have been left by the ancestors (Sili Ana Wunga) as the first pioneer of cultural organizers Reba. Reba is the customary celebration of a magical ritual for all phases of the ceremony must be preceded by Reba Spirit giving offerings to ancestral spirits can control nature so that the celebration of Reba can run well. Keywords: symbolic language meaning of the ceremony Reba
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS KONTEN DAN KONTEKS BUDAYA LOKAL ETNIS NGADA PADA TEMA MERAWAT HEWAN DAN TUMBUHAN UNTUK SISWA KELAS II SD Maria Patrisia Wau; Pelipus Wungo Kaka; Anastasia Dhone
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 5, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.904 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v5i2.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  dan  menghasilkan  bahan  ajar multilingual  berbasis budaya  lokal etnis Ngada pada tema merawat hewan dan tumbuhan untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar. Bahan ajar ini terdiri dari pengembangan tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah Bajawa dan bahasa Inggris. Subjek uji coba dalam penelitian ini antara lain guru kelas 2 SDN Sobo sebagai ahli materi/isi, guru SMP Citra Bakti sebagai ahli bahasa Indonesia, dosen STKIP Citra Bakti sebagai ahli bahasa Inggris, seorang tokoh penulis buku bahasa daerah Bajawa  sebagai ahli bahasa daerah dan dosen STKIP Citra Bakti sebagai ahli desain. Sedangkan objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada yang dapat diintegrasikan dengan materi kelas 2 SD pada tema merawat hewan dan tumbuhan untuk dijadikan bahan ajar multilingual  berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. Bahan ajar multilingual  berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada ini dikembangkan menggunakan model ADDIE. Model ADDIE terdiri atas lima langkah, yaitu: (1) analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada berdasarkan hasil uji coba ahli adalah sebagai berikut. (1) Uji coba ahli konten/materi ada pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,4, (2) Uji coba untuk ahli bahasa Indonesia ada pada kategori “baik” dengan nilai rata-rata 3,7, (3) Uji coba untuk ahli bahasa daerah ada pada kategori “baik” dengan  nilai rata-rata 4,0, (4) uji coba untuk ahli bahasa Inggris ada pada kategori ”baik”dengan nilai rata-rata 4,0 (5) Uji coba ahli desain ada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,1. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan bahan ajar multilingual berbasis budaya lokal etnis Ngada tema merawat  hewan dan  tumbuhan untuk siswa kelas 2 sekolah dasar layak dan siap digunakan.
Co-Authors Agustina Hermenti Wunu Anastasia Dhone Andi Nafsia Antonia Jelaha Arif Rahman Hakim Awe, Ermelinda Yosefa Azi, Kristina Menge Bajo, Yohanes Baka, Maria Yasinta Balandis, Lidwinda Valeri Bhena, Maria Melania Oktaviana Bunga, Karin Warita Coo, Reldiana Lidivika Dimas Qondias Dionisius Toy Dopo, Florentianus Dopo, Trivonia Due, Maria Yasintha Dugo Towary, Maria Y. Deu Elisabeth Tantiana Ngura Fachry Abda El Rahman Ferdinandus Bate Dopo Flafianus Seso Fransiska Liku Fransiska Saveriana Ndek Hildegardis Longa I Putu Mas Dewantara Inggo, Maria Srimaya Ito, Yohana Klaudia Jaa, Maria Jumita Ratnasari Umbu Tego Kadek Wirahyuni Kaju, Brayen Moses Abram M Karmelita Roswinda Meo Maku Kresensia Nio Kristina Eno Loda Kristina Tona Kua, Maria Yuliana Kugu, Yustina Paulina Laksana, Dek Ngurah Laba Libertus Lalo Lidvina Wero Lidwinda Valeri Balandis Liza, Maria Benedikta Loko, Oliva Lusia Florida Dhiu Magdalena Boa Ari Magdalena Doza Manggus, Meliana Yosefa Mara Oktaviani Pio Maria Angela Marici Tanggo Maria Anjelina Lelu Maria Antonilda Demu Maria Carmelita Tali Wangge Maria Desidaria Noge Maria Desidaria Noge Maria Desidaria Noge Maria Dominika Bhebe Bay Maria Editha Bela Maria Efriliana Diru Maria Ermelinda Mugi Maria Goreti Marsuni Maria Jaa Maria Magdalena Dhera Maria Melania oktaviana Bhena Maria Oktavia Wawo Maria Oktaviana Rau Maria Patrisia Wau Maria Srimaya Inggo Maria Stefania Weo Maria Y. Deu Dugo Towary Maria Yasinta Baka Marsianus Meka Marsuni, Maria Goreti Matilda Dhiu Meka, Marsianus Meliana Yosefa Manggus Melkior Wewe Moi, Maria Ferdiana Mugi, Maria Ermelinda Nae, Rikardus Ferinius Ndek, Fransiska Saveriana Nenu, Maria Agnes Roswita Ngadha, Christina Ngurah Mahendra Dinatha Niki, Wilfridus Fifentius Nurwijayanti Owa, Yosefa Kafasin Pio, Maria Oktaviani Prisko Yanuarius Djawaria Pare Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prudensia Ngao Roja Renata Rita Rosana Lado Saga, Maria Regina Bewa Selo, Maria Kristina Seso, Flafianus Ta'i, Yasinta Tanggo, Maria Angela Marici Tawa, Elisabeth Susanti Tegu, Yohana Ivantiana Tekla Rikarda Lengi Teku, Maria Selviana Theresia Ia Trivonia Dopo Vinsensia Bhoko Wani, Bernabas Wau, Maria Patrisia Wawo, Maria Oktavia Weo, Maria Stefania Wilfridus Muga Wilhelmina Dhone Wilibaldus Bhoke Wilibaldus Bhoke Yanuarius Sebastianus Lobo Yanuarius Sebastianus Lobo Yasinta Maria Fono Yasinta Ta'i Yju, Yohana Yohana Irmawati Yohana Ivantiana Tegu Yohana Rasdiyanti Yohanes Vianey Sayang Yohanes Vianey Sayangan Yohanes Vianney Sayangan Yohans Fransiskus Mite Ngole Yosefa Kafasin Owa YOSEFINA UGE LAWE . Yuliana Apriani Itu Amu Yulius Sumarlan Yunita Paulina Ngguwa