Claim Missing Document
Check
Articles

IBN KHALDUN THOUGHT: A review of al-Muqaddimah Book Hernawan, Wawan
Jurnal Ushuluddin Vol 23, No 2 (2015): Juli - Desember
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Now a days Muslim and non-Muslim scholar have no paid exhaustion attention yet onal- Muqaddimah book of Ibn Khaldun (1332-1406). Al-Muqaddimah Book is still being studied and debated critically. Actually, this work is still “dazzling” social scientists, anthropologists, theologians, philosophers, historians, and economists even compared with the other great works produced by other classical Muslim scholars. Search for the book of al-Muqaddimah Ibn Khaldun intends to seek and drank authenticity thoughts. It becomes important in the center of issue. We should be wise to this Muslim leader, because it has a big hand in an attempt to find the “authenticity” of Muslim thought. By using the method of historical research, it is obtained: first,for Ibn Khaldun, history is one of the disciplines studied extensively by the nations and generations. Second, the legal history is applicable universally so the truth can be revealed. Third, a historian should study the areas of human life (sociology, anthropology, theology, philosophy, history, and economics) to determine differences between main and general characteristics. Fourth, related to the modern social sciences, undoubtedly Ibn Khaldun is first beginning of sciences. He was a golden bridge for the development of science and the history of modern sociology.
Merawat Kerukunan di Desa Cikawungading, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Miharja, Deni; Hernawan, Wawan
Religió: Jurnal Studi Agama-agama Vol 7 No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.394 KB)

Abstract

There is a relationship among religion, social and environmental conditions as a place of settlement of a society. This is a hypothesis of caring for harmony in Cikawungading Village. Through this hypothesis, the social environment has a significant influence on the form of the relationship. The process of social transformation is possible so that needed to maintain harmony, because in this village there were attacks and burning on 36 houses, 2 churches and a wood processing factory, with a total of 181 refugees. The focus of this study is to find out the characteristics of the Cikawungading Village community's diversity and the efforts that must be carried out by government agencies, institutions under the Ministry of Religion, and Universities in providing assistance and understanding about the importance of harmonious living in the conditions of pluralistic and multi-religious communities. To answer this problem, researchers used Quintan Wiktorowicz's social movement theory with a multidisciplinary approaches. The results showed, firstly, the community in Cikawungading village have now lived in harmony with each other. They have accustomed to mutual understanding in worship, giving each other help, and not disturbing each other. Secondly, the concern of government agencies, institutions under the Ministry of Religion, and Higher Education is expected to be present in their midst. The expected form of attendance is the training, especially in the momentum of religious holidays and activities to increase community income.   [Hubungan antara agama dengan kondisi sosial dan lingkungan sebagai tempat bermukimnya suatu masyarakat merupakan hipotesis dari merawat kerukunan di Desa Cikawungading. Melalui hipotesis ini, penelitian lingkungan sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap bentuk hubungan tersebut. Proses transformasi sosial dimungkinkan terjadi sehingga perlu merawat kerukunan, karena di desa ini pada tahun 2001 telah terjadi penyerangan dan pembakaran terhadap 36 rumah penduduk, 2 gereja, dan sebuah pabrik pengolahan kayu, dengan jumlah pengungsi secara keseluruhan mencapai 181 jiwa. Fokus dari kajian ini adalah ingin mengetahui karakteristik keberagamaan masyarakat Desa Cikawungading dan upaya yang harus dilakukan instansi pemerintah, lembaga-lembaga di bawah Kementerian Agama, maupun Perguruan Tinggi dalam melakukan pendampingan dan pemberian pemahaman tentang pentingnya hidup rukun dalam kondisi masyarakat yang majemuk dan multi religi. Untuk menjawab masalah tersebut, peneliti menggunakan teori gerakan sosial dari Quintan Wiktorowicz dengan pendekatan multidisipliner. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, masyarakat di Desa Cikawungading kini telah hidup rukun satu dengan lainnya. Mereka sudah terbiasa saling pengertian dalam ibadah, saling memberi bantuan, serta tidak saling mengganggu. Kedua, kepedulian instansi pemerintah, lembaga-lembaga di bawah Kementerian Agama, maupun Perguruan Tinggi sangat diharapkan untuk hadir di tengah-tengah mereka. Bentuk kehadiran yang diharapkan, terutama dalam momentum kegiatan Peringatan Hari Besar Keagamaan dan kegiatan peningkatan pendapatan masyarakat adalah melalui pelatihan.    
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI WIRAUSAHA PRODUK KERAJINAN DARI LIMBAH PADA SISWA KELAS XII TKJ 2 SMK NEGERI 1 PANGANDARAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Hernawan, Wawan
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.4688

Abstract

Entrepreneurship of decorative handicraft products from waste is one of the materials contained in the subjects of Craft and Entrepreneurship at level XII. The use of traditional learning models in learning the material results in activeness and student learning outcomes are not optimal. The purpose of this study was to describe the learning process through the Project based learning (PjBL) learning model to improve the activeness and learning outcomes of students in class XII TKJ 2 SMK Negeri 1 Pangandaran in the academic year 2019/2020 on Entrepreneurial decoration craft products from waste. The variable that was the target of change in this study was the activeness and learning outcomes of students of class XII TKJ 2 SMK Negeri 1 Pangandaran in the academic year 2019/2020 about entrepreneurship of handicraft decoration products from waste while the action variables used in this study were the Project based learning (PjBL) learning model. The form of this research is classroom action research which takes place in two cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely planning, action, observation and reflection. The research subjects were students of class XII TKJ 2 SMK Negeri 1 Pangandaran in the academic year 2019/2020, amounting to 35 people. Data collection techniques used were observation and tests. The data analysis technique used is qualitatively consisting of three main stages, namely data reduction, data exposure and conclusion drawing. The results of this study stated that the Project based learning (PjBL) learning model was proven to be able to increase the activeness and learning outcomes of students of class XII TKJ 2 SMK Negeri 1 Pangandaran in the academic year 2019/2020 on entrepreneurial materials for decoration craft products from waste. The results stated that there was an increase in the level of mastery of the material (average grade) of 8.5%. While an increase in the percentage of mastery learning by 80%. In addition, Project based learning (PjBL) learning model is proven to be able to improve the behavior of students of class XII TKJ 2 when the learning process is taking place. They are more able to actively participate in every learning activity, show motivation and interest to learn, have a sense of togetherness, do tasks enthusiastically, be able to establish harmonious cooperation with group friends, have high self-confidence, follow learning happily, able express ideas / ideas / opinions.
Strategi Public Relations dalam Membentuk Opini Publik Tentang Pencitraan di PT. Bukit Asam (Persero) TBK. Unit Pelabuhan Tarahan - Bandar Lampung Wawan Hernawan; . Muniroh
KOM & REALITAS SOSIAL Vol 4, No 2 (2014): April
Publisher : KOM & REALITAS SOSIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.701 KB)

Abstract

PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. merupakan perusahaan tambang batu bara yang memiliki lahan pertambangan di wilayah Sumatra Bagian Selatan tidak terlepas dari sorotan publik dengan berbagai permasalahannya karena berbagai dampak aktivitas penambangan batubara. Untuk keberlangsungan PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan perlu mendapat dukungan dari masyarakat sekitar. Oleh karena itu, PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan perlu memberikan perhatian kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan atas keberadaan perusahaan tersebut. Bagaimanakah strategi public relations dalam membangun opini sebagai upaya pencitraan perusahaan sehingga PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan tetap eksis di masyarakat merupakan suatu hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan strategi public relations dalam membentuk opini publik tentang pencitraan ditinjau berdasarkan ilmu komunikasi, khususnya teori tindakan sosial, intraksi simbolik, komunikasi massa, komunikasi kelompok dan komunikasi interpersonal. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan penelitian kualitatif pada perusahaan dan masyarakat Kecamatan Tarahan – Panjang. Data yang dikumpulkan terdiri data primer dan data skunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan secara langsung dan wawancara tak berstruktur dengan menggunakan informan yang ditentukan. Sedangkan data skunder diperoleh melalui dokumen serta arsip perusahaan. Analisis data dilakukan dengan mereduksi semua catatan lapangan, menyajikan data dalam bentuk deskripsi sesuai dengan keadaan lapangan, dan menarik kesimpulan. Pola analisis ini berlangsung selama peneliti di lapangan berlangsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi public relations merupakan suatu cara yang menyeluruh dan terpadu mengenai kegiatan utama yang ada pada perusahaan untuk menentukan keberhasilannya. Jenis strategi yang dilakukan oleh public Relation PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan yaitu melalui komunikasi massa, komunikasi kelompok dan komunikasi interpersonal. Komunikasi yang dilakukan oleh public Relation PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan merupakan salah satu bentuk komunikasi keterbukaan antara perusahaan dan masyarakat serta menanamkan pengertian dan meningkatkan opini publik yang positif dalam mempertahankan citra positif di masyarakat.PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. was acoal mining company that had mining areas in Southern Sumatra region and could not be separated from the public spot light with a variety of problems due to the various impacts of mining activities. For its sustainability, PT. Bukit Asam(Persero) Tbk.,Tarahan PortUnit needed to give the attention of the surrounding community so that people were not be aggrieved over the existence of the company. How the public relations strategy in an effort to build the imaging opinion of company so that PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Port still exist in society was a matter of interest for further investigation.This study aimed to reveal the public relations strategy informing the public opinion on imaging which was reviewed based on communication science, particularly the theory of social action, symbolic interaction, mass communication, group communication and interpersonal communication.This study was conducted using qualitative research on company and society in Tarahan District, Panjang. The data collection consisted of primary andsecondary data. Primary data were obtained through direct observation and unstructured interviews with specified informants. While the secondary data obtained through documents and corporate records. Data analysis was performed by reducingall field notes, presented data in accord ance with the description of the state ofthe field, anddrew conclusions. This pattern analysis applied while this research was conducted.The results showed that the public relations strategy was acomprehensive and integrated manner about the main activities that exist in the company to determineits success. Types of strategies under taken by public relations of PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.,Tarahan Port Unit were mass communication, group communication and interpersonal communication. The communication made by public relation of PT. Bukit Asam(Persero) Tbk.,Tarahan Port Unit was a formof communication openness between the company and the community and still understanding and increase positive public opinionin maintaininga positive imagein the community
Strategi Pencitraan dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat pada PT. Pegadaian (Pesero) Cabang Teluk Betung Bandar Lampung Wawan Hernawan
KOM & REALITAS SOSIAL Vol 12, No 12 (2016): April
Publisher : KOM & REALITAS SOSIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.199 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Perolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Penentuan informan menggunakan Purposif Technique Sampling berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memahami keberadaan dan aktivitas PT Pegadaian Cabang Teluk Betung Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan citra PT. Pegadaian (Pesero) Cabang Teluk Betung Bandar Lampung di lingkungan masyarakatnya dilakukan melalui proses komunikasi massa, komunikasi kelompok, dan komunikasi interpersonal.  Realisasi Program Corporate Social Responsibility melalui Program Pegadaian Peduli dan Program Pegadaian Berbagi merupakan sarana efektif dalam membangun komunikasi yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakatnya. Perwujudan komunikasi yang harmonis tersebut, dapat membentuk citra positif perusahaan dilingkungan masyarakatnya. Citra positif perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PT. Pegadaian (Pesero) Cabang Teluk Betung Bandar Lampung.
Pengaruh Media Massa Terhadap Perubahan Sosial Budaya Dan Modernisasi Dalam Pembangunan Wawan Hernawan
KOM & REALITAS SOSIAL Vol 4, No 4 (2012): April
Publisher : KOM & REALITAS SOSIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.13 KB)

Abstract

Culture is the creation of a society devoted to the interests of society in order to continue to exist and thrive. Culture reflects human responses to lifes basic needs. In terms of content or komponenya, culture can be identified into five principal, the ideas, norms of ideology, technology, and materials. The components of culture is always changing, whether the changes are slow and rapid changes in the nature. Socio-cultural changes occur because of pressure from a variety of factors, whether originating from within the community itself, as well as from outside the community. Change is a condition that we experience in every aspect of life. Like it or not, the change tends to take place every turn. In the era of information technology, a rapid change of pace. Although it seems every change promises many benefits, but it is quite clear that the promise would be realized if all the people in charge of the work was trying hard to realize that promise. communication through the mass media both print and electronic media, providing a crucial role in the political culture of social change. In line with the modernization of its speed of movement, means of communication, in this case the mass media communication needs serious attention. Planning well in the field of communications relating to software and hardware should be in line with the development of motion. This can be understood as a means of communication other than to express opinions in connection with the ideas of renewal, as well as an effective mediator in bridging the government by the people. At least three ways that can be taken by the mass media to influence cultural norms. First, mass communication messages can reinforce cultural patterns prevailing and guiding the public to believe that these patterns are still in effect and adhered to the public. Second, the media can create a new cultural patterns that do not conflict with the existing culture, and even improve it. Third, the mass media can change the cultural norms that apply to the behavior of individuals in society changed at all. These messages are not a bit of development which is distributed to the public through various media, so that people accept and support the development of movement in every aspect of life that has been programmed by the government.
Komunikasi Antarumat Berbeda Agama (Studi Kasus Sikap Sosial dalam Keragaman Beragama di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat) Wawan Hernawan
KOM & REALITAS SOSIAL Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : KOM & REALITAS SOSIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1264.404 KB)

Abstract

Untuk menciptakan toleransi (kerukunan hidup) antarumat berbeda agama, faktor komunikasi memegang peranan penting. Melalui kajian komunikasi antarbudaya, diharapkan dapat terbentukadanya sikap saling percaya dan saling menghormati antarpemeluk agama sebagai bangsa yang berbudaya dalam rangka memperkokoh hidup berdampingan secara damai, dapat menerima perbedaan, budaya sebagai berkah daripada bencana, dan melakukan upaya damai dengan mereduksi perilaku agresif,serta mencegah terjadinya konflik yang dapat merusak peradaban dengan cara menciptakan forum-forum dialog, untuk mencapai kesepahaman.Secara annum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalmn dan menjelaskan tentang perilaku komunikasi antarumat berbeda agama dalam upaya menciptakan kerukunan hidup beragama. Teori yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menielaskan hal tersebut adalah teori tindakan sosial, teori interaksi simbolik, teori sikap sosial, komunikasi (kelompok dan Interpersonal dan teori akomodasi.Pendekatan yang dijadikan acuan sebagai salah satu acuan dalam menganalisis masalah sikap sosial antarumat berbeda agama dalam upaya menciptakan kerukunan hidup antarumat berbeda agar adalah teori tindakan sosial (social action). Sebagaimana dikemukakan oleh Max Weber bahwa "tindakan sosial meliputi semua perilaku manusia ketika dan sejauh individu memberikan suatu makna subyektif terhadap perilaku tersebut" (Mulyana, 2001:61). "Tindakan bermakna sosial, sejauh berdasarkan makna subjektifnya yang diberikan oleh individu atau individu-individu dengan mempertimbangkan perilaku orang lain dan diorientasikan dalam penampilannya " (Ritzei: 1992:43-44), Bertolak dari konsep dasar tentang tindakan sosial dan antarhubungan sosial, Weber mengemukakan lima ciri pokok yang menjadi sasaran penelitian, yakni: 1) Tindakan manusia, yang menitrut si pelaku, mengandung makna subyektif; melipuli berbagai tindakan nyata. 2) Tindakan dalam hal ini dappat merupakan tindakan terbuka dan tersembunyi serta bersifat subyektif 3) Tindakan yang meliputi pengaruh positif dari suatu situasi, tindakan yang sengaja diulang serta tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam. 4) Tindakan itu diarahkan kepada individu atau kepada bebera individu. 5) Tindakan itu memperhatikan tindakan orang, lain dan diarahkan kepada orang lain(Ritzer,1992:45).
PRASANGKA SOSIAL DALAM PLURALITAS KEBERAGAMAAN DI KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT Wawan Hernawan
Sosiohumaniora Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.9543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap lebih mendalam tentang prasangka sosial dalam pluralitas keberagamaan dan upaya meminimalisasi prasangka sosial tersebut sebagai upaya mewujudkan kerukunan hidup dalam pluralitas keberagamaan dari perspektif ilmu komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif  berupaya memusatkan perhatian studinya pada realita sebagai produk pikir manusia dengan segala bentuk subyektivitas, emosi dan nilai-nilai yang dianutnya. Melalui pendekatan kualitatif, diharapkan dapat terungkap gambaran mengenai aktualitas, realitas sosial dan persepsi sasaran penelitian yakni prasangka sosial dalam pluralitas keberagamaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prasangka sosial dalam pluralitas keberagamaan terjadi karena kurangnya informasi individu ataupun kelompok dalam memahami berbagai peristiwa keagamaan yang terjadi di wilayahnya dan adanya kekhawatiran akan penguasaan suatu kelompok keagamaan terhadap kelompok keagamaan lainnya. Prasangka sosial yang berkembang antarkelompok keagamaan dapat diminimalisasi melalui pengembangan sikap saling menghargai/toleransi, pengendalian diri, tanggung jawab bersama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan melalui kerja sama yang saling menguntungkan sehingga konflik secara terbuka antarkelompok keagamaan di Kecamatan Cigugur dapat dihindarkan. 
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM ACARA WARTA LAMPUNG DI TELEVISI REPUBLIK INDONESIA LAMPUNG (Studi Kasus pada Masyarakat Kelurahan Kedaton Bandar Lampung) Wawan Hernawan; Abdurrahman Abdurrahman
Metakom Vol 1 No 1 (2017): 1st Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v1i1.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang Program Acara Warta Lampung yang ditayangkan di Televisi Republik Indonesia Lampung. Objek pada penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Kedaton Kota Bandar Lampung dan Televisi Republik Indonesia Lampung. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi persepsi, teori agenda setting, dan teori interaksi simbolik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dilaksanakan dari bulan Juli 2015 sampai bulan Januari 2016. Analisis data berlangsung selama penelitian di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Masyarakat Kelurahan Kedaton Kota Bandar Lampung tentang Program Acara Warta Lampung di Televisi Republik Indonesia Lampung sudah memenuhi kebutuhan informasi masyarakat dan menjadi sumber informasi masyarakat di Provinsi Lampung dengan kategori berita yang beragam, berita yang disajikan tidak kaku dan menarik, mampu mengenalkan semua potensi yang ada di Provinsi Lampung, dan mampu mewakili aspirasi masyarakat seputar permasalahan yang ada di sekitarnya. Kata Kunci : Persepsi, Masyarakat, Warta Lampung
Community Response On Changes Regional Head Election System (Study On Environmental Public Housing Way Kandis Bandar Lampung) Wawan Hernawan; Mutia Ravenska
International Multidiciplinary Conference on Social Sciences (IMCoSS) Vol 1 (2015): 3rd IMCoSS 2015
Publisher : Bandar Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the public response about Regional Head Election system changes that occurred in Indonesia as well as the public wants to know about the system of local elections process viewed from the perspective of science communication. The approach used in this study is a qualitative approach, collecting data using observation, interviews, and documentation.The results showed that the public response of the society of Way Kandis, Bandar Lampung did not agree to a system of Regional Head election conducted by the Regional Representatives Council. The society prefers Regional Head election system is implemented directly, elected by the people. Thus the response shows that Indonesia is a country that adheres to the principles of democracy; the society has a control function to a policy made by the government.