Claim Missing Document
Check
Articles

THE CONFLICT RESOLUTION AMONG ETHNIC GROUPS (Study Case in South Lampung, Lampung Province) Wawan Hernawan; Supriyanto Supriyanto; Hanindyalaila Pienrasmi
Saburai International Journal of Social Sciences and Development Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : University of Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/saburaiijssd.v2i1.336

Abstract

The purpose of this research is to reveal the conflict among ethnic groups that happened in South Lampung. This research used intercultural communication approach to explore about the causes of this conflict as efforts to create a solution. As an alternative approach to create the model of that solution, researchers notice about the values of local culture.This research used qualitative approach. There are two types of datas, primary and secondary. Primary data is obtained by observation and purposive interview then the secondary is from literature and government archives. There are three steps in collecting data process: orientations, exploration, and member check. Data analysis is done by data reduction which is focusing in collecting and simplify the findings, then displaying data as an arranged informations that have possibilities to make a conclusion, and the last is making conclusion and verification. These steps using interactive domain analysis in qualitative methode that comprehensive and generalize.The results showed there are horizontal conflict among ethnic groups that leads to physical abusement. This conflict is triggered by prejudice between the youngman in the village. Uncontrollable prejudice can make a bigger conflict. The local value as an alternative approach in conflict resolution between ethnics in South Lampung is Sang Bumi Ruwa Jurai which is represent in some life principal, include: 1) Julud adek, 2) Nemui nyimah, 3) nengah nyappu, 4) Sakai sambaiyan, dan 5) Titie gemattei.
Pola Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Sampah Plastik Budhi Waskito; wawan hernawan; Soewito Soewito; Hendri Dunan
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v1i2.2954

Abstract

The Wedok Sendang Berkarya waste bank (WSB) is a community in Sendang Agung District, Central Lampung Regency that has a concern with environmental sustainability through community empowerment activities based on plastic waste management. WSB's success in changing the behavior of housewives in Sendang Agung District, Central Lampung Regency so that they want to be involved in a community empowerment movement based on plastic waste management is something that needs to be known and understood by various parties. The purpose of this study was to describe the communication patterns used by WSB in empowering communities based on plastic waste management in Sendang Agung District, Central Lampung Regency. This study used a qualitative approach with descriptive analysis. Data were collected using in-depth interviews, focus group discussions, and field observations. Informants who became sources of information included WSB administrators and members, sub-district officials, village officials, community leaders, and housewives who were members of the WSB. Data analysis was carried out descriptively. The results showed that the WSB has determined community behavior (cognitive, affective, and psychomotor) as a reference in implementing community empowerment communication based on plastic waste management. The pattern of community empowerment communication carried out between WSB and housewives as a target for community empowerment based on plastic waste management is a participatory communication pattern.AbstrakBank sampah Wedok Sendang Berkarya merupakan salah satu komunitas di Kecamatan Sendang Agung Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolan sampah plastik. Keberhasilan WSB untuk mengubah perilaku ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah agar mau terlibat dalam gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan sampah plastik merupakan suatu hal yang perlu diketahui dan dipahami oleh berbagai pihak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola komunikasi yang dilakukan oleh WSB dalam memberdayakan masyarakat berbasis pengelolaan sampah plastik di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis secara deskriptif. Data dikumpulkan dengan berbagai metode, yaitu: wawancara mendalam, diskusi kelompok fokus, dan pengamatan lapangan. Informan yang menjadi sumber informasi di antaranya adalah pengurus dan anggota WSB, aparat kecamatan, aparat desa, dan tokoh masyarakat, serta ibu-ibu rumah tangga anggotas WSB. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WSB telah menetapkan perilaku masyarakat (kognitif, afektif, dan psikomotorik) sebagai acuan dalam melaksanakan komunikasi pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan sampah plastik. Pola komunikasi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan antara WSB dan ibu-ibu rumah tangga sebagai sasaran pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan sampah plastik adalah pola komunikasi partisipatif.
Pengaruh Komunikasi Celebrity Worship Terhadap Perilaku Compulsive Internet Use Pada Kasus Subcriber Youtuber Ria Sukmawijaya Selama Periode Tahun 2022 Sepri Pratama; Wawan Hernawan
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v2i1.3179

Abstract

Menarik untuk mempelajari proses perkembangan selebritis mikro saat ini. Akses gratis bagi siapa saja yang mengupload karya audio visual ke YouTube telah melahirkan fenomena baru yang dikenal sebagai micro-celebrity. Studi selebriti diperkaya dengan perkembangan media baru, seperti YouTube, mikro-selebriti, dan hubungan antara penggemar dan idolanya. Adapun hubungan dengan selebriti , ada juga hubungan dengan selebriti mikro terkenal melalui media sosial seperti YouTube. Peneliti kemudian menemukan salah satu perilaku unik yang diamati pada pelanggan Ria SW yang menarik untuk diteliti, yaitu perilaku penggemar/pelanggan ketika mereka menghormati konten Ria Sukmawijaya atau ketika Ria SW mengenal mereka dengan baik. Peneliti mengetahui hal tersebut dengan mengomentari isi Ria SW. Berdasarkan hal tersebut, hal ini mencoba untuk memahami hubungan antara pemujaan selebriti dengan penggunaan internet kompulsif yang dialami oleh penggemar/pelanggan mikroselebriti Ria SW. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data dikumpulkan melalui penyebaran survei online. Survey dilakukan terhadap 100 responden yang merupakan subcribers atau pelanggan Ria Sukmawijaya atau yang dikenal dengan Ria SW dan menunjukkan penggunaan internet yang berlebihan yaitu. melihat konten Ria SW lebih dari satu kali. Hasil yang diperoleh diolah di SPSS dengan menentukan metode analisis deskriptif, uji analisis klasik, uji hipotesis, uji korelasi regresi berganda, uji validitas, uji reliabilitas, dan uji tabulasi silang. Informasi tersebut kemudian dijelaskan dengan jelas. Didapatkan hasil yaitu : Ada korelasi yang sangat diterima termasuk pribadi yang intens dan penggunaan Internet kompulsif. Kekuatan hubungan antara pelanggan Entertainment Social, Ria SW Perilaku penggunaan internet intense personal pelanggan Ria SW adalah 0,916, para peneliti kemudian menemukan bahwa variabel pemujaan selebriti memiliki dampak 87,3 persen terhadap perilaku penggunaan internet kompulsif.
Respon Mahasiswa tentang Perkuliahan Interaktif dengan Menggunakan Media Zoom pada Masa Pandemi Muchmad Alfarrel Baagil; Wawan Hernawan
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v1i1.2607

Abstract

Pandemi Covid-19 diawal tahun 2020 mulai berdampak pada dunia Pendidikan. Pemerintah mulaimemberikan kebijakan untuk menutup seluruh institusi Pendidikan di berbagai jenjang demi mencegahpenyebaran virus covid 19 dengan menggantikan pembelajaran tatap muka secara langsung menjadipembelajaran jarak jauh atau online. Dengan terlaksananya pembelajaran online menimbulkan respon positivedan respon negative dari mahasiswa. Berdasarkan permasalahan ini, maka peneliti meyakini bahwa perludilakukan penelitian karena penulis melihat perkembangan pembelajaran online yang kurang efektif. Tujuanpenelitian. Ini untuk mendeskripsikan respon mahasiswa Universitas Bandar Lampung terhadap pembelajaranonline. Pendekatan penelitian yang peneliti pakai yaitu kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif karenadalam penelitian ini menarik kesimpulan berupa deskripsi data secara rinci. Dengan pengumpulan data melaluiobservasi, wawancara dan dokumentasi dengan sampel yang menjadi reponden sebanyak 50 mahasiswa aktifUniversitas Bandar Lampung Angkatan 2017-2020 dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer dansekunder. Dari hasil penelitian mahasiswa merespon bahwa perkuliahan online merupakan solusi terbaik untuktetap bisa mengikuti perkuliahan dimasa pandemi agar dapat meminimalisir penyebaran virus Covid-19.Namun mahsiswa juga merspon bahwa perkuliahan online ini merupakan pembelajaran yang sudah efektifnamun gangguan signal yang tidak stabil menjadi problem utama yang dialami oleh mahasiswa.
SEJARAH PERKEMBANGAN KERATON CIREBON (1452 – 1680 M.) Hernawan, Wawan
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1122

Abstract

ABSTRACT This study aims at reconstructing the history of the development of the Kraton Cirebon based on museum information, libraries, archives, and the community. It employed qualitative research through four stages in historical research methods, namely: heuristics, criticism, interpretation, and historiog­raphy. Ibn Khaldun's cycle theory with a multidisciplinary approach was used to enrich the study. The study found that Kraton Cirebon that was finally divided into Kasepuhan, Kanoman, and Kacirebonan kraton formed from the war of influence from the rulers of Java at that time, namely the Sultanates of Mataram, Banten, and Cirebon. The study concludes that Kraton Cirebon was a strategic choice of Banten Sultanate leader in protectting the Cirebon Sultanate from the competitions among brothers (both descendants of Sunan Gunung Djati), even though it ended up weakening the sultanate. This research is important as a basic reference for micro-political history in the development of the History of Islamic Civilization in West Java and Indonesia. Keywords: Cirebon kraton, Colonial, History, Sultan. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk melakukan rekonstruksi historis mengenai sejarah perkembangan keraton di Cirebon berdasarkan sumber-sumber yang tersimpan di museum, perpustakaan, tempat arsip, dan masyarakat. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif melalui empat tahapan dalam metode penelitian sejarah, yaitu: heuristik, kritik, interpret­tasi, dan historiografi. Teori siklus dari Ibn Khaldun dengan pendekatan multidisipliner sengaja digunakan untuk memperkaya kajian. Hasil dan pembahasan penelitian ini adalah sejarah perkembangan keraton di Cirebon sejak didirikan hingga terpecah menjadi Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan yang terbentuk dari perebutan pengaruh dari penguasa Jawa saat itu, yaitu Kesultanan Mataram, Banten, dan Cirebon. Kesimpulan penelitian ini adalah pilihan strategi dari penguasa Kesultanan Banten dalam pengayoman kepada para pihak dari Kesultanan Cirebon yang merupakan saudara (sama-sama keturunan Sunan Gunung Djati), meskipun berujung melemahkan kesultanan itu karena saling berebut pengaruh pula di Cirebon. Penelitian ini menjadi penting sebagai rujukan dasar sejarah politik-mikro dalam perkembangan Sejarah Peradaban Islam di Jawa Barat dan Indonesia. Kata Kunci: Keraton Cirebon, Kolonial, Sejarah, Sultan.
Spiritual and Communal Harmony Through Tarawangsa Traditional Art Meylani, Hilda; Hernawan, Wawan
Journal of Contemporary Rituals and Traditions Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jcrt.661

Abstract

Purpose of the Study: This research explores how Tarawangsa Art, as a traditional cultural practice, plays a crucial role in strengthening communal identity and spirituality within the Budi Daya community in Cibedug, Lembang, West Java, Indonesia. Methodology: The study adopts a qualitative approach through participatory observation and in-depth interviews with community members, traditional leaders, and practitioners of Tarawangsa Art. Main Findings: The findings reveal that Tarawangsa Art not only acts as an expression of culture and spirituality but also as a crucial pillar in nurturing the community's identity and social cohesion. Integrating cultural expressions, spiritual values, and social dynamics forms a strong foundation for communal togetherness. Additionally, the community's adaptability and resilience in maintaining this tradition demonstrate cultural flexibility and robustness in the face of modernization. Applications of this Study: These findings provide insights for policymakers, educational practitioners, and cultural preservation institutions on the importance of supporting Tarawangsa Art preservation initiatives. Novelty/Originality: This study offers a new perspective on the role of Tarawangsa Art in maintaining communal identity and cohesion in the era of globalization. Through in-depth research on this cultural practice, the study highlights how spirituality and community are interwoven in creating unique cultural adaptations amidst social and economic changes.
Sundanese Creed of Shahadah: The Relationship between Sundanese Teachings, Culture, and Religion Supriatna, Wawan; Kuswana, Dadang; Hernawan, Wawan
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i2.34024

Abstract

This writing is to find out the creeds have developed in Sundanese society and the dialectical implications of Islam and local culture of this Mantra Creed in Sundanese social and religious life. Meanwhile, the method used is a type of qualitative research or qualitative method of inquiry, namely an in-depth study using data collection techniques directly from people in their natural environment. According to Bogdan and Taylor, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behavior. The results of the research found several things, including: First, the shahada in Sundanese society has a broader scope than just aspects of Islam, involving various types of shahada in Sundanese with the aim of incantations for supernatural powers or fulfilling immediate needs, showing circumvention of Islamic law but recognizing Islam as a spiritual teaching. Second, Sundanese people's understanding of the Mantra Creed varies, revealed through analysis of the texts of the Sundanese creed, the Sri Sedana pantun, and the Sundanese version of Martabat Tujuh. Although many people know the text of the Sundanese shahada, only a few understand it in depth. The belief that Sundanese people were already Muslim before the arrival of Islam is confirmed through Pantun Sri Sedana, reflecting acculturation between Sundanese and Islamic teachings. Third, the dialectical implications of Islam and local culture from the shahadah mantra in Sundanese social and religious life include three aspects of Islamic teachings and Sundanese belief system.
Implementation of Religious Moderation in Tolerance Village in Bandung City Pauzian, Muhamad Hilmi; Kuswana, Dadang; Hernawan, Wawan
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i3.34213

Abstract

This research aims to understand and analyze the understanding of religious moderation and the manifestation of religious moderation in the Village of Tolerance, Kebon Jeruk sub-district, Andir District, Bandung City, Indonesia. This research uses Alfred Schutz's religious phenomenology approach regarding the construction of meaning, then analyzed using indicators of religious moderation, namely tolerance, non-violence and radicalism, national commitment and accommodating to local culture. The method used in this research is grounded research, a type of qualitative research with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data sources used in this research are primary and secondary. Primary sources were obtained from interviews with village officials, community leaders, religious leaders, and the people of Kampung Toleransi. Meanwhile, secondary data was obtained through books, journals and websites. The results of this research can be concluded that in the Village of Tolerance, there is a manifestation of religious moderation. Religious moderation is understood as an attitude or view that respects each other amidst existing differences. Having different views or beliefs is not a problem for the people of Kampung Toleransi, but with the differences that exist, each religious community always gives each other space to express their religion in a respectful, safe, comfortable and peaceful manner without any intimidation from other religious communities. The attitude of religious moderation in Tolerance Village can be seen from the people who have and always prioritize an attitude of tolerance, wasatiyah or balanced, fair, musawah or equal, and deliberation. Its manifestation is realized in the form of strengthening tolerance, national commitment, anti-violence and radicalism, respect for local culture, the role of religious figures and government policies.
MPLEMENTASI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PADA PLATFORM MEDIA SOSIAL DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI (Studi Kasus UMKM Askha Jaya) Meira, Mentari Anggun; Verawati, Noning; Hernawan, Wawan
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v3i2.4151

Abstract

Kehadiran Internet membawa dampak yang signifikan, terutama dalam dunia bisnis. Dampak terbesar dari kemajuan teknologi digital, yang sejalan dengan perkembangan Internet, memberikan perubahan besar dalam strategi bisnis, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemajuan teknologi telah merubah cara interaksi dalam komunikasi pemasaran, berawal dari face to face menjadi screen to face. Hal inilah yang mengawali UMKM Askha Jaya untuk terus beradaptasi demi memperkuat eksistensi mereka dalam dunia digital. Untuk tetap mempertahankan eksistensinya di era digital, Askha Jaya mulai menerapkan komunikasi pemasaran platform digital. Dengan memanfaatkan media sosial sebagai platform pemasarannya demi mempertahankan eksistensi bisnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara dan observasi langsung pada objek yang di teliti. Fokus penelitian ini menganalisis mengenai penerapan komunikasi pemasaran platform digital media sosial pada UMKM Askha Jaya untuk tetap eksis di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Askha Jaya dengan memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, TikTok dan Facebook, Askha Jaya mampu mempertahankan eksistensi bisnis mereka dan bersaing di era kemajuan teknologi digital.
Exploring Wèwèkas and Ipat-Ipat attributed to Sunan Gunung Djati: Insights from the Sajarah Peteng Manuscript Hernawan, Wawan
Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : the Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jw.v9i2.33310

Abstract

This study examines the Wèwèkas and Ipat-ipat attributed to Sunan Gunung Djati found in the Sajarah Peteng manuscript by Kyai Mas Ragil, Keragilan-Cirebon. The grains of Wèwèkas and Ipat-ipat are scrutinised for their meaning to be understood by today's people. This research employs qualitative and non-hypothetical methods. Text analysis was used in this research, with the stages including manuscript inventory, manuscript description, script translation, and language translation. The results showed that Sunan Gunung Djati's Wèwèkas and Ipat-ipat are found in macapat pangkur dangding one to 14. The conclusions of this study show that from 14 dangding there are 25 Wèwèkas and 15 Ipat-ipat. As for the meaning, seven contains messages related to the divine and the relationship between creatures and the sacred. The remaining 33 Wèwèkas and Ipat-ipat are about human relationships. They contain advice on life practices full of basic and universal human values. Secondly, when presenting Wèwèkas and Ipat-ipat, Sunan Gunung Djati included rewards and punishments for those who succeeded in carrying out Wèwèkas while avoiding Ipat-ipat. This research is expected to provide valuable insights into understanding spirituality, culture, and local wisdom in Indonesia that remain relevant today.