Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Antara Self-Compassion Dengan Kecemasan Pada Mahasiswa Yang Sedang Menyusun Tugas Akhir Puspita, Dini Aulia; Setiadi, Diding Kelana; Inriyana, Ria
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI), Vol 8 (1), 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v8i1.13917

Abstract

Tugas akhir adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana. Namun banyak mahasiswa mengalami ketidaksiapan menghadapi tugas akhir sehingga menimbulkan kecemasan. Salah satu komponen yang berperan dalam meningkatkan ketahanan dan kesehatan mental yaitu dengan self-compassion. Self-compassion merupakan sikap peduli terhadap diri sendiri dalam menghadapi kesulitan atau kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan kecemasan pada siswa yang sedang menyusun tugas akhir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 181 yang terdiri dari 4 mahasiswa program studi angkatan 2021 yang sedang menyusun tugas akhir di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang dengan jumlah sampel sebanyak 125 mahasiswa dengan teknik proporsional cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Self-Compassion Scale (SCS) untuk mengukur self-compassion dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk mengukur kecemasan. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment . Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dengan kecemasan (r = -0,674, p < 0,001), yang berarti semakin tinggi self-compassion , maka akan semakin rendah terjadinya kecemasan. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan antara self-compassion siswa laki-laki dan perempuan (t = 4,279, p < 0,001), dengan nilai mean 93,174 untuk siswa laki-laki dan 77,174 untuk siswa perempuan. Peningkatan self-compassion dapat membantu mengurangi kecemasan pada siswa yang sedang menyusun tugas akhir. Oleh karena itu, institusi pendidikan disarankan untuk merancang program yang mendukung pengembangan self-compassion dikalangan siswa, agar meningkatkan kesejahteraan mental selama penyusunan tugas akhir.
Pendekatan Efektif melalui Permainan Edukatif Montessori dalam Mencegah Dampak Screen Time pada Anak Usia Pra Sekolah Lindayani, Emi; Sukaesih, Nunung Siti; Setiadi, Diding Kelana; Rahmat, Delli Yuliana; Sutresna, Iyos; Pramajati, Hikmat
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i3.1486

Abstract

Anak usia prasekolah berada pada tahap perkembangan kritis, seperti pembentukan identitas dan membangun sosial. Anak berada dalam periode dimana sebagian besar dari aktivitas melibatkan unsur permainan. Penggunaan gadget atau gawai yang dikenal dengan istilah screen time yang berlebihan pada usia yang terlalu dini berdampak tidak baik dan bahkan dapat memunculkan pengaruh buruk bagi anak-anak. Perlu adanya tindakan agar orang tua mengetahui pedoman dalam memberikan screen time bagi anak-anak mereka dengan permainan yang mendidik. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua agar anak dapat terhindar dari dampak screen time dengan permainan edukatif montessori. Metode pengabdian kepada Masyarakat dilakukan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari lima langkah yaitu identifikasi masalah, menetapkan masalah kesehataan yang ada, perencanaan,implementasi dan evaluasi. Hasil monitoring dan evaluasi dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dengan dilakukan post-test mengenai persepsi orang tua terhadap permainan edukatif Montessori. Permainan edukatif Montessori memberikan dampak terhadap persepsi orang tua menjadi lebih lebih baik terutama mengenai keterlibatan orang tua dalam melatih kemampuan motorik dan sensorik anak, sebagai langkah tepat untuk mengurangi dampak screen time yang terlalu lama pada anak. Preschool children are at a critical stage of development, such as identity formation and social development. Children are in a period where most of their activities involve play elements. Excessive use of gadgets or devices, known as screen time at an early age, has a negative impact and can even negatively influence children. Action is needed so that parents know the guidelines for providing screen time for their children with educational games. This Community Service aims to increase parental knowledge so children can avoid screen time's impact with Montessori educational games. The Community Service method that will be carried out uses the nursing care theory, which consists of five steps: identifying problems, determining existing health problems, planning, implementation, and evaluation. This community service program's monitoring and evaluation results were good, as they were conducted by conducting a post-test on parents' perceptions of Montessori educational games. Education for parents about the importance of stimulating children with Montessori educational games has an impact on better parental perceptions of the importance of Montessori games that involve children's motor and sensory abilities as the right step to reduce the impact of too much screen time on children.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS X KABUPATEN SUBANG Topik, Muhamad Agung Abdul; Setiadi, Diding Kelana; Lindasari, Sri Wulan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27057

Abstract

Komunikasi terapeutik menjadi sangat penting karena dapat meningkatkan rasa saling percaya dan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Puskesmas mempunyai peran salah satunya menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama bagi masyarakat pemegang kartu BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di Puskesmas X Kabupaten Subang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien BPJS Rawat Jalan dalam 11 bulan terakhir dari Januari-November 2023 dengan jumlah rata-rata 860 orang pasien di setiap bulannya. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 273 responden. Uji statistik yang dilakukan dengan korelasi rank spearman. Dalam penelitian ini sebagian besar perawat telah melakukan komunikasi terapeutik dengan baik 61,2% (167 responden) dan kepuasan pasien juga masuk dalam kategori tinggi 67,4% (184 responden). Hasil analisis statistik dengan uji korelasi rank spearman diperoleh nilai p-value <0,001 (p<0,05), artinya ada hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di Puskesmas Cipeundeuy Kabupaten Subang. Nilai korelasi positif dengan kekuatan 0,866 yang berarti kekuatan hubungan sangat kuat. Perawat diharapkan untuk mempertahankan komunikasi terapeutik yang baik dan instansi kesehatan terutama puskesmas dapat melakukan akreditasi ulang atau evaluasi internal dan eksternal yang rutin dengan survei kepuasan sehingga akan meningkatkan kepuasan pasien serta meningkatkan kualitas layanannya.
DAMPAK KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA TERHADAP PERAWAT DI PANTI REHABILITASI MENTAL BAROKAH BHAKTI SUMEDANG Hidayah, Hilmi Uly Ul; Setiadi, Diding Kelana; Ridwan, Heri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28429

Abstract

Penelitian ini berfokus pada dampak komunikasi terapeutik terhadap perawat di Panti Rehabilitasi Mental Barokah Bhakti Sumedang, yang memiliki banyak pasien skizofrenia tetapi hanya ditangani oleh empat perawat. Di negara berkembang, termasuk Indonesia, kesehatan mental sering kurang diperhatikan dibandingkan penyakit menular. Skizofrenia memerlukan perawatan intensif karena perubahan neurobiologis yang memengaruhi pemrosesan informasi. Bertujuan untuk memahami dampak komunikasi terapeutik pada perawat, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien dan kesejahteraan perawat. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tiga perawat yang merawat pasien skizofrenia di Panti Rehabilitasi Mental Bhakti Sumedang. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menggali makna dalam pengalaman perawat. Mengungkap tujuh tema utama terkait dampak komunikasi terapeutik, termasuk karakteristik komunikasi pasien skizofrenia, teknik komunikasi terapeutik yang digunakan oleh perawat, hambatan dalam implementasi komunikasi, dampak personal pada perawat, harapan pasca-komunikasi, faktor keberhasilan dalam komunikasi terapeutik, dan kriteria pulang pasien. Teknik komunikasi terapeutik yang efektif penting dalam membentuk hubungan yang baik antara perawat dan pasien skizofrenia dan memberikan dampak yang signifikan pada perawat, baik secara internal maupun eksternal.
Systematic Literature Review : Pengaruh Ekstrak Kunyit (Curcuma Longa Linn/ Curcuma Domestica) dan Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) sebagai Anti-Inflamasi dan Anti-Gastritis Terhadap Pengobatan Gastritis Nurhayati, Tanti Intan; Rifandini, Amelia; Syavina, Putri; .Widyadhari, Widyadhari; Kurnia, Ai; Depyanti, Sari Oktavia; Ridwan, Heri; Setiadi, Diding Kelana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2497

Abstract

Studi Systematic Literature Review ini dilatarbelakangi oleh Dengan 274.396 kasus dari 238.452.952, prevalensi gastritis di Indonesia relatif tinggi. Penyakit ini sangat mempengaruhi fungsi sehari-hari, yang dapat menyebabkan kualitas hidup yang lebih rendah dan produktivitas yang berkurang. Selain itu, gastritis dapat menyebabkan sakit perut, mual, muntah, bengkak, pembengkakan, sembelit, ketidaknyamanan hati, hilangnya nafsu makan, keringat dingin, kemerahan, demam atau peningkatan suhu tubuh, disorientasi, dan pembengkahan sering sampai perdarahan usus (Maharani, Ardiani, & Wibowo, 2020 dalam Diana, S., & Nurman, M. 2020). hal tersebut membuat seseorang yang memiliki riwayat gastritis ini tidak nyaman dan terjadilah intoleransi aktivitas, dan gangguan rasa nyaman nyeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dampak dari kandungan kunyit (Curcuma Longa Linn) dan Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Sebagai Anti-Inflamasi kepada orang yang menderita Gastritis. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan sistematis literatur yang diambil dari jurnal nasional dan internasional menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) melalui empat tahap, yaitu identifikasi (n = 321), pemeriksaan (n=14), dengan menentukan PICO untuk mendapatkan validitas dan hasil yang diterima (N = 8). Penelusuran literatur Menggunakan database elektronik online dari Cochrane, Pubmed, dan Google Scholar, pencarian literatur dilakukan. Hasil penelitian dari (n = 8) artikel dalam systematic literature review ini diantaranya menunjukkan bahwa benar extract dari kunyit dan bunga telang ini dapat dijadikan sebagai obat herbal yang mampu mengurangi tingkat nyeri dan berfungsi sebagai anti-gastritis dan anti inflamasi terhadap gaster. Kesimpulan bahwa Ekstrak Kunyit (Curcuma Longa Linn) dan Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) berpengaruh sebagai anti-inflamasi dan anti-gastritis terhadap penderita gastritis.
Systematic Literature Review : Pengaruh Pengetahuan Orangtua terhadap Perkembangan Motorik dan Sensorik Anak Nurjanah, Yunisha Husnul; Kristiawan, Wianetta Nurramadhanti; Wijdaningtyas, Natasya; Jamallulai, Jamallulai; Hidayat, Ahmad Dendy; Ridwan, Heri; Setiadi, Diding Kelana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2530

Abstract

Latar belakang penelitian secara Systematic Literature Review ini adalah berbagai pengetahuan orang tua terhadap perkembangan anak. Orang tua harus menyadari masalah perkembangan kognitif, motorik, dan sensorik anak. Orang tua harus berperan aktif untuk dapat menetapkan strategi pembatasan frekuensi penggunaan gadget pada anak. Psikoedukasi mempengaruhi pemahaman orang tua tentang kewajiban mereka untuk mengawasi penggunaan teknologi anak: tahun-tahun awal keturunan mereka di sekolah. Hal ini menunjukkan bagaimana pendidikan orang tua mempunyai dampak signifikan terhadap keterampilan motorik dan sensorik anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan pengaruh tingkat pengetahuan orang tua terhadap perkembangan anak. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini melakukan tinjauan literatur sistematis yang dibagi menjadi empat bagian dengan menggunakan teknik PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis): identifikasi, pemeriksaan, validitas, dan hasil yang dapat diterima. Hasil penelitian orang tua dengan pendidikan tinggi yang mempunyai akses yang cukup terhadap sarana dan fasilitas untuk memperoleh pengetahuan tersebut sejak dini namun, berbanding terbalik dengan rendahnya tingkat pendidikan orang tua karena mereka kekurangan sumber daya bahkan untuk menerima pendidikan khusus yang lebih baik pun terbatas. Kesimpulan bahwa karena anak-anak adalah tumpuan dan harapan terbaik masa depan, orang tua harus terus memantau perkembangan mereka dan berupaya mengubah perilaku mereka. Hal ini menunjukkan bagaimana pendidikan orang tua mempunyai dampak signifikan terhadap keterampilan motorik dan sensorik anak.
LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS EKSTRAK CENGKEH TERHADAP BAKTERI PERMASALAHAN GIGI Azzahirah, Meutya; Berliyanti, Dini; Aziz, K. Fajar; Nariswari, Raina Azhari; Indallah, R. Dhiya Azka; Ridwan, Heri; Setiadi, Diding Kelana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23553

Abstract

Kesehatan mulut dan gigi merupakan salah satu aspek kesehatan tubuh yang sering terabaikan, padahal keduanya tidak dapat dipisahkan dengan aspek kesehatan lainnya karena mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Menurut statistik Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, gigi berlubang, gigi sakit, dan gigi rusak menyumbang 45,3%. permasalahan gigi di Indonesia. Permasalahan tersebut disebabkan oleh adanya bakteri pada gigi yang menyebabkan  gigi menjadi  rusak, berlubang hingga sakit ataupun permasalahan mulut lainnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak cengkeh terhadap bakteri permasalahan gigi seperti gigi berlubang, gigi rusak, dan nyeri. Penelitian yang digunakan merupakan Systematic Literature review mengenai uji efektivitas ekstrak cengkeh terhadap bakteri permasalahan gigi yang dimulai pada 15 November 2023. Populasi yang digunakan pada studi literature review ini berupa bakteri penyebab permasalahan gigi dengan intervensi pemberian ekstrak cengkeh baik cengkeh bagian bunga, ekstrak, batang dan lain-lain. Larutan bunga cengkeh (Syzygium Aromaticum) mempunyai zat anti mikroba dengan kandungan minyak atsiri, kadar abu,kandungan fixodoil dan resin, kandungan serat kasar, kadar air, kandungan tanin, serta kandungan protein dengan keunggulan dalam menghambat pertumbuhan, sesuai dengan hasil penelitian tinjauan pustaka dari enam jurnal. mikroba khususnya yaitu bakteri Streptococcus Mutans. Selain dapat menghambat bakteri Streptococcus Mutans cengkeh juga dapat menghambat bakteri Enterococcus Faecalis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karena ekstrak cengkeh mengandung eugenol, dapat membantu dalam mencegah pertumbuhan bakteri Streptococcus Mutans. Selain itu ekstrak cengkeh juga dapat menghambat bakteri lainnya seperti Enterococcus Faecalis
Karakteristik Perawat Sebagai Pendidik Klinik Keperawatan (Clinical Instructor) dalam Proses Pembelajaran Klinik Sukaesih, Nunung Siti; Pramajati, Hikmat; Sopiah, Popi; Setiadi, Diding Kelana; Rahman, Aam Ali; Danismaya, Irawan; Safariyah, Erna; Tsurayya, Shafa Aghniya
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jl.v6i1.1812

Abstract

ABSTRAK Latar belakang. Pembelajaran klinik atau lapangan adalah kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan di lingkungan klinik termasuk di dalamnya adalah rumah sakit, klinik, rumah bersalin, puskesmas dan masyarakat. Pendidikan keperawatan sangat berkaitan erat antara pembelajaran di kelas dan pembelajaran di klinik, karena pembelajaran di klinik merupakan elemen yang sangat penting dalam pendidikan keperawatan. Pembelajaran klinik memfasilitasi peserta didik agar terpapar oleh berbagai macam aspek social, kultural, biologis, psikologis dan mental dalam merawat pasien. Pendidik klinik mempunyai tanggung jawab penting dalam memberikan motivasi untuk meningkatkan percaya diri mahasiswa. Tujuan. Memperoleh gambaran demografi pendidik klinik keperawatan dan memperoleh gambaran kepuasan pendidik klinik sebagai pendidik klinik keperawatan secara secara subjektif. Metodologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang akan memberikan gambaran secara akurat mengenai karakteristik demografi pendidik klinik keperawatan dan tingkat kepuasannya sebagai pendidik klinik keperawatan. Subjek penelitian adalah pendidik klinik atau dalam keperawatan lebih dikenal dengan clinical instructor (CI) yang pernah atau sedang melaksanakan proses bimbingan klinik baik di rumah sakit ataupun di puskesmas dengan teknik total sampling yaitu sebanyak 60 responden. Hasil penelitian. Terdapat karakteristik clinical instructor yang bervariasi jumlah terbanyak adalah perempuan pada rentang usia >40- 50 tahun, mempunyai latar belakang pendidikan rata-rata S1 Keperawatan+Ners dengan pengalaman kerja pada rentang >5-10 tahun. Skala kepuasan pada rentang tinggi sehingga dapat disimpulkan mempunyai kepuasan yang tinggi pula. Kesimpulan. Mengingat pentingnya peran Clinical Instructor maka sangat perlu untuk diperhatikan kualifikasi clinical instructor yang terstandar. Dalam hal ini perlu di buat standar misalnya mengacu pada pendidikan di luar negeri bahwa clinical instructor harus ditentukan kualifikasi pendidikan, kemudian pengalaman bekerja sesuai dengan keahlian yang dimilikinya, dan mempunyai kemampuan untuk mengajar Kata kunci: Pendidik klinik; Clinical instructor; pembelajaran klinik ABSTRACT Background. Clinical or field learning is a learning activity that is held in the clinic environment including hospitals, clinics, maternity homes, health centres and community. Nursing education is closely linked to classroom learning and clinical learning, as clinical learning is a very important element of nursing education. Clinical learning facilitates learners to be exposed to a wide range of social, cultural, biological, psychological and mental aspects of caring for patients. Clinic educators play an important role in motivating students to increase their confidence. Purpose. Obtain a demographic picture of a nursing clinic educator and gain a subjective view of the clinical educator as a nursing clinic educator. Methodology. This study uses a descriptive research method that will provide an accurate picture of the demographic characteristics of a nursing clinic educator and its level of satisfaction as a nursing clinic educator. The research subjects were clinical educators or in nursing better known to clinical instructors (CI) who have been or are currently conducting clinical guidance in the hospital or the health centres with a total sampling technique of 60 respondents. The results of the research. There are clinical characteristics of the most varied instructors are women in the age range> 40-50, with a mean educational background of Bachelor of Nursing with work experience in the range> 5-10 years. Satisfaction scales at high ranges can be concluded to have high satisfaction. Conclusion. Given the importance of the Clinical Instructor's role then it is important to note that the clinical instructor's qualifications are up to date. In this case, it is necessary to set standards such as referring to overseas education that the clinical instructor should be determined by educational qualification, then experience working b his / her expertise, and ability to teach Keywords: Clinical educator; Clinical instructor; Clinical learning
Hubungan antara Kurang Energi Kronik dengan Siklus Menstruasi Nurhasanah, Eka; Setiadi, Diding Kelana; Prameswari, Ayu
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.170

Abstract

Chronic energy deficiency (CED) hurts young women even into the next phase of life, one of which is hormonal imbalance which can affect the menstrual cycle. Riskesdas data show that women aged 15-19 years are in first place with the highest proportion of KEK. This study aims to identify the relationship between CED and the menstrual cycle among female students at SMKN 2 Sumedang. The methodology applied is a quantitative approach with a correlational survey design with a descriptive retrospective approach. The research sample included 178 female students who were identified as having CED using total sampling. Data was collected through a menstrual cycles questionnaire which was proven to be valid (r count > r table) and reliable (P = 0.720), while CED was measured using a LILA measuring tape. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the chi-square test for non-parametric nominal data. The results of the analysis show that there is a significant correlation between CED and the menstrual cycle where the p-value <0,001. Based on the findings, it can be concluded that there is a relationship between CED and the menstrual cycle of female students at SMKN 2 Sumedang, this shows the importance of maintaining nutritional balance as a preventive measure for CED and the impacts it can cause.