Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Biologi

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Sutrisno, Wawan; Dwiastuti, Sri; Karyanto, Puguh
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.416 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model Learning Cycle 7E terhadap motivasi belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Banyudono tahun 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi experiment research). Desain penelitian adalah Posttest Only Control Design dengan menerapkan model Learning Cycle 7E pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Banyudono tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dengan Cluster Random Sampling. Teknik pengukuran data motivasi belajar siswa menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai sig. (?) = 0,039. Oleh karena nilai sig. (?) < 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara signifikan penerapan model Learning Cycle 7E terhadap motivasi belajar siswa pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Banyudono tahun 2011/2012.   Kata Kunci: Learning Cycle 7E, motivasi belajar siswa
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA SMA N 2 KARANGANYAR Dewi, Asri Nafi?a; Dwiastuti, Sri; Prayitno, Baskoro Adi
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.009 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut (1). Menguji pengaruh model pembelajaran aktif Avtive Knowlegde Sharing terhadap hasil belajar biologi kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar  tahun pelajaran 2011/ 2012 (2). Menguji pengaruh minat belajar siswa terhadap hasil belajar biologi kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011 2012 (3). Menguji ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran aktif Active Knowledge Sharing dan minat siswa terhadap hasil belajar biologi kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011/ 2012. Penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimen Semu (Quasi Experimental Research) menggunakan Posttest Only Nonequivalent Control Gruop Design. Model pembelajaran sebagai variabel bebas, minat sebagai variabel moderator, dan hasil belajar sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh siswa kelas X SMA N 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011/2012. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X.1 sebagai kelas kontrol dan siswa kelas X.2 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel dengan ?Cluster Random sampling?. Teknik pengumpulan data hasil belajar ranah kognitif menggunakan teknik tes, angket, dan lembar observasi. Pengukuran minat menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan anava. Kesimpulan hasil penelitian ini sebagai berikut 1). Model Active Knowledge Sharing berpengaruh terhadap hasil belajar biologi ranah kognitif dengan P-value 0,024, sedangkan pada ranah afektif dan ranah psikomotor tidak berpengaruh pada siswa kelas X SMA N 2 Karanganyar dengan P-value 0,059 dan 0,274; 2). Tidak terdapat pengaruh antara minat tinggi, sedang, dan rendah terhadap hasil belajar biologi pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor pada siswa kelas X SMA N 2  Karanganyar dengan P-value 0,742; 0,702 dan 0,805; 3). Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar biologi siswa SMA N 2 Karanganyar dengan P-value 0,852; 0,483; dan 0,717.   Kata kunci:  Model  Active Knowledge Sharing, hasil belajar, dan minat.
PENERAPAN "EDUIKASI NET"' DALAM PEMBELAJARAN MATAKULIAH KEANEKARAGAMAN DAN KLASIFIKASI HEWAN VERTEBRATA (KKH II ) DI PRODI PBIOLOGI FKIP UNS Dwiastuti, Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6981.065 KB)

Abstract

ABSTRAKMenekankan pada proses pembelajaran sangat penting menjadi perhatian kita sebagai salah satu penyebabmerosotnya kualitas pendidikan, oleh karena itu kita sebagai pendidik perlu melakukan upaya dan menyikapinya. Data empirik dalam pembelajaran KKH II menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran dan konseptualisasi pemahaman materi dikatakan belum optimal termasuk dalam penyampaian materi yang rnasih konvensional sehingga mahasiswa kurang responsive dalam kondisipembelajaran.Berpijak pada realita dilapangan maka perlu dilakukan suatu model penyampaian pembelajaran matakuliah KKH II yang inovatif yaitu Penerapan " Edukasi Net " yang bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas proses pembelajaran matakuliah KKH II dan (2) meningkatkan kebermaknaan pemahaman rnateri matakuliah KKH II.Sebagai subyek penelitian adalah mahasiswa semester IV peserta matakuliah KKH II. Data diperoleh dan dikumpulkan melalui berbagai sumber yaitu wawancara dengan mahasiswa dan dosen, observasi kegiatan pembelajaran, angket dan dokumen. Validitas data dilakukan dengan dengan teknik trianggulasi sumber dan analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil analisis terdapat rerata dari angket informasi balikan mahasiswa dari penerapan Edukasi Net menunjukkan kualitas pembelajaran untuk pernyataan sangat tidak memuaskan 0,95 %, tidak memuaskan 6,85% cukup mernuaskan 26,47 %, memuaskan 52,19 % dan sangat memuaskan 13,65 %. Kemudian terdapat rerata peningkatan konseptualisasi pemahaman materi KKH II dari 59,99 % nrenjadi 95,90 %.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Terdapat peningkatan kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Edukasi Net dalam matakuliah KKH II, (2) Terdapat peningkatan konseptualisasi pemahaman materi dengan menggunakan model pembelajaran Edukasi Net dalam matakuliah KKH IIKata kunci : Edukasi Net, konseptualisasi
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MELALUI VARIASI INTEGRASI OUTDOOR DAN INDOOR LEARNING DALAM MATA KULIAH LINGKUNGAN PADA MAHASISWA P. BIOLOGI Dwiastuti, Sri; Aryanto, Joko
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.985 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini antaralain: 1) meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dalam mata kuliah lingkungan, 2) memperbaiki proses pembelajaran dengan meningkatkan kinerja dosen melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dalam mata kuliah lingkungan, 3) mewujudkan iklim kelas yang kondusif melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dalam mata kuliah lingkungan, 4) meningkatkan sikap mahasiswa dan perilaku yang positif dalam pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dalam mata kuliah lingkungan, dan 5) meningkatkan motivasi mahasiswa dalam pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dalam mata kuliah lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan tindakan partisipan karena peneliti terlibat langsung dari awal hingga akhir penelitian. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siklus 1 dan siklus 2, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan kinerja dosen dalam pembelajaran, mewujudkan iklim kelas yang kondusif, meningkatkan sikap dan perilaku mahasiswa dalam belajar, serta dapat menimbulkan interaksi dan motivasi belajar mahasiswa P. Biologi semester 2 yang mengambil mata kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan.
EKSISTENSI CACING TANAH PADA LINGKUNGAN BERBAGAI SISTEM BUDIDAYA TANAMAN Dwiastuti, Sri; Suntoro, Suntoro
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.082 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini sebagai langkah awal untuk meneliti peran cacing tanah terhadap hara N dan C didaerah berkapur. Penelitian dilakukan pada musim penghujan dilahan berbagai system budidaya tanaman yang meliputi 13 SPL tanaman: (1) jati, (2) mahoni, (3) sengon, (4) akasia, (5) jati, akasia, (6) jati, jambumete, (7) mahoni, ketela pohon, (8)tebu, (9) kacang tanah, (10) jagung, (11) sawah irigasi, (12) sawah tadah hujan dan (13) lahan terlantar/semak. Lokasi penelitian pada lahan tanah berkapur dengan kemiringan 0- 15 %., Sampel cacing tanah diambil secara manual dengan menggunakan metode monolit (25 x 25 x 30 cm3). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan mengenai eksistensi cacing tanah ditinjau dari kepadatan dan biomasa cacing tanah pada lingkungan berbagai system budidaya tanaman dilahan berkapur. Kepadatan populasi cacing tanah yang tertinggi adalah 176 individu/m2 pada budidaya tanaman Kacang Tanah. Sedang kepadatan populasi cacing tanah terendah dari 13 SPL didapatkan pada budidaya tanaman Sengon yaitu 16 individu/ m2. Untuk biomasa tertinggi ada pada budidaya tanaman Akasia yaitu 112,32 gram/m2 dan yang terendah ada pada polikultur jati-akasia 4,64 gram/m2. Kesimpulan yang didapat pada hasil penelitian adalah: (1) ada perbedaan eksistensi cacing tanah pada berbagai sistem budidaya tanaman di lahan berkapur ditinjau dari kepadatan dan biomasa. (2) Perbedaan eksistensi cacing tanah pada berbagai system budidaya tanaman dilahan berkapur disebabkan oleh perbedaan iklim mikro dan kualitas seresah Kata kunci : Eksistensi cacng tanah, system budidaya tanaman
EVALUASI TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN INOVATIF PADA GURU SMA YANG TERSERTIFIKASI DAN SOLUSINYA DIKOTA SURAKARTA Dwiastuti, Sri; Witurachmi, Sri; Susilohadi, Gunarso; Yamtinah, Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.493 KB)

Abstract

ABSTRACTThe aim of this research is to find to what extent senior highschool teachers has applied innovative teaching after passing the certification examination. In addition, this research has the aim to find out the problems that the teachers have in their application of innovative teaching. Based on the problems, this research proposes some recommendations for the solutions for the problems.Specifically, this research wants to find out whether there are any differences in the application of innovative teaching between the teachers who passed the portofolio ceritification exam  and those who passed the exam in  the Teacher Profession Education and Training (PLPG).   This is a qualitative research with observation, depth-interview, questionnaire used as the instruments to get the data of the research. The objects of the research are certifiedb and non-certified senior highschool teachers of  natural science, social science, Indonesian and English of both the private and state schools in SurakartaThe research has obtained the following findings. The certification program has created an impact on both certified and non-certified senior highschool teachers in Surakarta. With their limitations, they tend to implement innovative teaching. There is a  difference between certified teachers and non-certified teachers. The former teach better than the later. There is a slight difference between the cerified teachers who passed the portofolio exam and the certified teachers who passed the PLPG exam. The portofolio teachers teach more innovatively than the PLPG teachers.The research has also found that the teachers are facing some problems that discourage them to implement innovative teaching. First, they are forced to prepare the students for the National Exam. Secondly, they have the wrong perception that teaching innovatively means using computers or laptops and this means being expensive. To solve the problems, there should be a continuous supervision and monitoring and evaluation for the teachers.                        .                                                                                              Keywords: innovative teaching, teacher certification,  professional teachers
KAJIAN TENTANG KONTRIBUSI CACING TANAH DAN PERANNYA TERHADAP LINGKUNGAN KAITANNYA DENGAN KUALITAS TANAH Dwiastuti, Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.434 KB)

Abstract

ABSTRAK   Cacing Tanah atau Earthworm , merupakan makrofauna tanah yang saat ini banyak dibudidayakan untuk berbagai kepentingan. Namun sementara banyak orang yang tidak peduli dengan keberadaan nya dikarena dianggap tidak bermanfaat dan kurang menguntungkan. Fakta menunjukkan bahwa banyak perilaku petani dengan ketidak tahuan nya menggunakan pupuk kimia sintetis untuk untuk meningkatkan produk pertanian namun disisi lain banyak cacing tanah yang mati dikarenakan cacing tanah sangat sensitif terhadap bahan kimia tersebut. Kajian ilmiah ini bertujuan untuk mengungkap kejelasan mengenai peran cacing tanah terhadap lingkungan, hubungannya dengan kesuburan tanah. Kesuburan tersebut berhubungan dengan faktor fisik, kimia dan biologi tanah. Dari kajian ilmiah ini dapat memperjelas peran cacing tanah terhadap lingkungan dan dan menjaga kualitas serta sekaligus memberikan informasi dan warning bagi para petani untuk tidak menggunakan pupuk kimia.   Kata Kunci: Cacing tanah, lingkungan, kualitas tanah.