Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Mengoptimalkan Keaktifan Peserta Didik dengan Menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Blooket di SMPN 6 Malang Ervira Mayasari; Syamsul Bachri; Esthi Wahyu Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.3111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas IX dalam mata pelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media interaktif Blooket. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Pada siklus I, keaktifan belajar siswa mencapai 69% dan meningkat menjadi 80% pada siklus II. Peningkatan ini mencakup aspek visual, lisan, dan mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TGT yang didukung Blooket dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, kompetitif, dan partisipatif. Dengan media berbasis permainan, siswa lebih antusias, aktif berdiskusi, dan bertanggung jawab dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran berbasis kolaborasi dan teknologi ini layak diterapkan sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
THE POTENTIAL OF GRAJAGAN BEACH GEOSITE AS A GEOEDUCATION IN PHYSICAL GEOGRAPHY Diky Al Khalidy; Syamsul Bachri; Sumarmi Sumarmi; Sugeng Utaya; Alfyananda Kurnia Putra
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i1.26902

Abstract

Abstrak: Geoeducation merupakan salah satu program Geopark Ijen dalam mencapai tujuan di bidang pendidikan, dengan melakukan kunjungan ke geosite secara langsung. Pantai Grajagan merupakan salah satu geosite yang dapat menjadi sumber belajar kontekstual, karena menunjukkan singkapan batuan lava basaltik berstruktur vesikuler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Geosite Pantai Grajagan untuk melakukan geoeducation dalam pembelajaran Geografi fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi lapangan secara langsung sebagai data primer, dan studi pustaka sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menjelaskan potensi Geosite Pantai Grajagan sebagai laboratorium alam untuk memfasilitasi pembelajaran Geografi fisik. Hasil penelitian menunjukkan Geosite Pantai Grajagan memiliki objek yang dapat dikaji sesuai dengan capaian pembelajaran pada materi litosfer. Kajian ini meliputi sejarah geologi regional, proses pembentukan batuan di Geosite Pantai Grajagan, kondisi geologi dan geomorfologi, serta karakterstik batuan, aktivitas manusia, dan kekuatan dan tantangan geoeducation dalam pembelajaran Geografi fisik. Namun, terdapat berbagai tantangan pelaksanaan geoeducation di Geosite Pantai Grajagan, yaitu aksesibilitas, keterbatasan fasilitas edukasi, serta kurangnya integrasi objek kajian dengan capaian pembelajaran pada kurikulum.Abstract:  Geoeducation is one of the Geopark Ijen programs in achieving goals in the field of education, by visiting the geosite directly. Grajagan Beach is one of the geosites that can be a contextual learning resource, because it shows outcrops of vesicular-structured basaltic lava rocks. This research aims to analyze the potential of Grajagan Beach Geosite to conduct geoeducation in physical Geography learning. This research uses a descriptive qualitative approach with direct field observation method as primary data, and literature study as secondary data. Data analysis was done descriptively to explain the potential of Grajagan Beach Geosite as a natural laboratory to facilitate physical Geography learning. The results showed that Grajagan Beach Geosite has objects that can be studied in accordance with the learning outcomes on lithosphere material. This study includes regional geological history, rock formation processes at Grajagan Beach Geosite, geological and geomorphological conditions, as well as rock characteristics, human activities, and the strengths and challenges of geoeducation in physical Geography learning. However, there are various challenges to the implementation of geoeducation at Grajagan Beach Geosite, namely accessibility, limited educational facilities, and lack of integration of study objects with learning outcomes in the curriculum.
GIS Network Analysis for Volcanic Evacuation Modeling and Geography Education Frameworks Naufal Muhammad Hanif; Syamsul Bachri
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 3 No. 2 (2026): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v3i2.108

Abstract

This study models optimized evacuation routes for the Kelud Volcano eruption in Blitar Regency using Geographic Information System (GIS) Network Analysis, specifically employing Closest Facility and Service Area algorithms. Utilizing disaster-prone area (KRB) maps, road network shapefiles, and evacuation post locations, the spatial simulation was parameterized based on the 2014 Kelud eruption. The model establishes a standardized empirical baseline by assuming a constant evacuation velocity of 40 km/h to estimate travel times, while acknowledging the limitations of dynamic traffic congestion during emergencies. The analysis produced two primary spatial outputs: optimal trajectories to the nearest temporary and final shelters, and comprehensive shelter accessibility isochrones. Quantitative findings indicate that evacuation distances to final shelters range from 866.4 meters (1-minute travel time) to 16,720.9 meters (25-minute travel time). While the resulting maps offer a vital spatial framework to enhance local disaster preparedness, the reliance on 2001-era road network data underscores a critical limitation. Therefore, updating regional infrastructure geospatial data is strongly recommended before integrating these models into formal disaster risk management policies to effectively minimize potential casualties and material losses.
Co-Authors A. Riyan Rahman Hakiki A.Riyan Rahman Hakiki Achmad Taher Afif Ari Wibowo Agung Suprianto Akhmad Amri adillah Akhmad Amri Adillah Alfyananda Kurnia Putra Alif Erfika Nurjanah Alif Erfika Nurjanah Amanda Widyawardana Anggun Faradila Sandi Ardyanto Tanjung Aries Dwi Wahyu Rahmadana Arif Ahmad Widianto Bagus Setiabudi Wiwoho Batchuluun Yembuu Budi Handoyo Budijanto Denny Setia Purnama Denny Setia Purnama Desy Triana Dewi Harizah Desy Triana Dewi Harizah Diah Wijayanti Diky Al Khalidy Dodik Prasetyo Prasetyo Egi Nursari Billah Ervira Mayasari Esthi Wahyu Utami Falik Wardana Farizki Dwitri Nurdiansyah Farizki Dwitri Nurdiansyah Fiqih Ainal Farah Furqan Ishak Aksa Gita Nur Indah Sari Hadi Soekamto Haidar Maulana Huang Zimo I Komang Astina Kresno Sastro Bangun Utomo Kresno Sastro Bangun Utomo Kristanti Lathifah Dewi Humairo Lela Wahyu Ning Tyas Lela Wahyu Ning Tyas Listyo Yudha Irawan Masruroh, Heni Mellinia Regina Heni Prastiwi Mellinia Regina Prastiwi Mohammad Naufal Fathoni Mohammad Naufal Fathoni Muhammad Al dilwan Muhammad Ilham Athalla Naufal Susantyo Muhammad Muhajir Nanda Regita Cahyaning Putri Nanda Regita Putri Naufal Muhammad Hanif Nevy Farista Aristin Nur Isroatul Khusna Nurjannah Nurjannah Partini Partini Purwanto - - Puspita Indra Wardhani Q. Vanti Dian Rachmad Wirawan Rahmadiani Rahmadiani Rahmat Wirawan Rajendra Prasad Shrestha Sahrina, Alfi Sharina Osman Siti Nurin Nuzulah Sugeng Utaya Sumarmi tabita may hidiyah Tasya Khairunisa Yulius Eka Aldianto Yulius Eka Aldianto Yuswanti Ariani Wirahayu