Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN MENGENAI CARA MENCEGAH NYERI LUTUT KEPADA PENGURUS WILAYAH MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA JAWA TIMUR Rita Vivera Pane; Wiwik Winarningsih; Aisyah Aisyah; Octavianus Hutapea; Aufar Zimamuz Zaman Al Hajiri; Rima Isna Rahmawati; Naufal Putra Pratama
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.182

Abstract

Osteoartritis (OA) lutut merupakan gangguan sendi lutut yang sering terjadi. Berdasarkan kategori usia, ibu-ibu muslimat Nahdlatul Ulama (NU) berusia minimal di atas 40 tahun, sedangkan prevalensi OA meningkat di atas usia 40 tahun. Pada kesehariannya ibu-ibu Muslimat NU sering mengadakan acara pengajian dengan cara duduk di bawah atau “lesehan” yang membutuhkan energi besar dari gerakan berdiri ke duduk. Pengetahuan mengenai OA lutut yang baik diharapkan dapat menurunkan angka kejadian OA masa mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Timur mengenai kesehatan lutut yaitu cara mencegah nyeri lutut. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi dengan metode presentasi menggunakan Slideshow PowerPoint dengan materi dan video terkait. Penilaian luaran menggunakan kuesioner pre-test dan post-test masing-masing 10 soal. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata post-test jika dibandingkan nilai pre-test sebanyak 15%. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan nilai rata-rata yang signifikan (p<0,05). Dengan adanya edukasi ini diharapkan agar peserta dapat mengaplikasikan latihan-latihan sederhana secara mandiri di rumah sebagai upaya pencegahan OA lutut sehingga membantu dalam menurunkan angka kesakitan serta meningkatkan kualitas hidup khususnya bagi ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama.
PENERAPAN GIZI SEIMBANG DAN BERIMBANG DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AL FITRAH AS SALAFIYAH SURABAYA Winarningsih, Wiwik; Lestari, Marselli Widya; Maharani, Uke; Nurjanah, Siti; Rabbani, Muhamad Alan; Salsabillah, Adityas Sabrina; Maritsa, Zahrina Rafa; Mukarromah, Niswatul; Ramadhan, Fridhio; Budiharjo, Muhammad Endra; Ekayanti, Retno Diah Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23336

Abstract

Menurut survey sementara yang telah dilakukan para santri di Pondok Pesantren Al Fitrah As Salafiyah masih belum menerapkan pola makanan dengan gizi seimbang dan berimbang, hal tersebut dilihat dari pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi yang belum sesuai dengan kebutuhan gizi. Dengan adanya permasalahan tersebut, pengusul akan melakukan pengabdian masyarakat dengan judul “Penerapan Gizi Seimbang dan Berimbang dalam Rangka Pencegahan Stunting Lingkungan PP. Al Fitrah As Salafiyah Surabaya” dengan harapan para santri mampu menerapkan pola makan dengan gizi seimbang dan berimbang sehingga terhindar kejadian stunting. Metode Penyuluhan ini dilakukan secara offline di ruang pertemuan dengan mengundang beberapa pengurus dan santri sebanyak 41 santri. Sebelum dan sesudah sosialisasi peserta diberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan sekaligus sebagai tolak ukur pemahaman peserta. Hasil dan Pembahasan Terdapat 13 responden (31,71%) yang memiliki penilaian post test yang baik, 25 responden (60,98%) memiliki penilaian post test yang cukup dan 3 responden (7,32%) memiliki penilaian post test yang kurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan. Saat para peserta terlihat antusias dan menyimak materi dengan seksama. Kesimpulan Kegiatan ini berdampak positif. Terdapat peningkatan pengetahuan terhadap gizi seimbang dan pencegahan stunting. Dengan adanya peningkatan pengetahuan diharapakkan para santriwati dapat memperbaiki pola makan dengan makan makanan gizi seimbang dan berimbang sehingga mampu mencegah terjadinya stunting dikemudian hari.
Local PMT Product Innovation and Optimization of Teenage girl's Potential in Preventing Stunting in Lajuk Village, Gondang Wetan Subdistrict, Pasuruan Regency Winarningsih, Wiwik
Journal of Dedicators Community Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v8i2.6008

Abstract

Based on health data from Lajuk Village in 2022, out of 200 babies and toddlers in Lajuk village, there are 39 cases of stunting that need to be handled, if the percentage is 20% of the total number of toddlers there. One of the causes of the high stunting rate in Lajuk Village is the community's lack of independence in providing balanced nutritional intake. Based on these findings, the author proposes an innovation activity program to create local PMT and optimize the potential of teenage girls who can become cadres in preventing stunting in Lajuk village.Methods: The series of activities in this research include providing counseling, training on making Supplementary Food (PMT) from local ingredients, implementing the PMT program for children and toddlers, as well as the formation of the Stunting-Free Teenage Girl's Cadre Group (BESTING).Results and Discussion: It is known that the post-test results showed that the majority of respondents (84%) had a good assessment from the previous pretest results; only 42% showed an increase in knowledge. After the series of interventions were implemented, there was a reduction in the stunting rate in Lajuk Village from previously 20 toddlers in May 2023 to 12 toddlers in August 2023.Conclusion: Mobilizing and using the potential of teenage girls in Lajuk Village is one way to reduce the stunting rate in Lajuk Village. With the formation of BESTING Cadres, it is hoped that it will be able to reduce the stunting rate in Lajuk Village.
Skrining Awal Kesehatan Santriwati dan Pemberian Tablet Tambah Darah untuk Mencegah Stunting Winarningsih, Wiwik
Journal of Dedicators Community Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v8i1.5701

Abstract

Anemia for young women will be at risk of giving birth to unhealthy babies,premature birth, low birth weight and stunting. The prevalence of anemia inPP Putri Wahid Hasym Bangil is still quite high. The results of social serviceactivities in 2018 showed that the anemia rate among female students was46%. This figure is higher than the prevalence of anemia in teenagers inIndonesia, which is 32%. The method of empowering this communitypartnership is the formation of a cadre of WITNESSES BERI TTD; Cadretraining and counseling to all female students; Hb examination and initialhealth screening of students; Giving TTD; Assistance with drinking TTDand monitoring and evaluation. Results and Discussion: The pretest resultsobtained by the female students were 38.6%, after counseling and training,the posttest results showed that 95.7% of the female students had a very goodlevel of understanding. These results prove that this activity is able to providematerial supplies for female students who will later be confirmed as SAKSIBERI TTD cadres. In conclusion, this activity has a positive impact and newenthusiasm for female students so they can meet their nutritional needs everyday so as to avoid anemia and stunting. Students who are diagnosed withanemia will then receive assistance in consuming blood supplement tablets.
Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat : KAMPUNG SIAGA KUSTA di Dusun Sumber Glagah, Desa Tanjung Kenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Handayani, Handayani; Winarningsih, Wiwik; Gabriel, Azmi Alvian
Journal of Dedicators Community Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v8i2.5665

Abstract

AbstrakMasih ditemukannya penderita kusta aktif di Dusun Sumber Glagah, data bulan Januari 2023 dekitar 20 orang penderita yang berobat ke RS Sumber Glagah. Sebagian besar murid di SDN 2 Tanjung Kenongo  berasal dari keluarga penderita kusta. Telah dilaksanakan program pemberdayaan kemitraan masyarakat menggunakan dana dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 2023, oleh tim pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu : a. Penyuluhan tentang penyakit Kusta dan lomba menulis karangan bebas pada siswa SDN 2 Tanjung Kenongo, b. Penyuluhan PHBS pada penderita kusta, di Balai Dusun Sumber Glagah, c. Pelatihan Kader Siaga Kusta dengan materi deteksi dini dan pendampingan penderita kusta, pengolahan makanan tinggi protein dan pemanfaatan herbal di Ruang Penyuluhan RS Sumber Glagah, d. Pembentukan  Kelompok Kader dan Posko Siaga Kusta di Dusun Sumber Glagah, dengan beberapa peralatan untuk pengolahan makanan. Dampak dari program ini: anak sekolah mendapat dapat mempraktekkan cara untuk mencegah penularan kusta, kader Siaga Kusta dapat mendeteksi dini jika ada kasus kusta baru, dan segera mengajak penderita untuk berobat, Posko Siaga Kusta dapat dikembangkan untuk usaha produktif pengolahan makanan tinggi protein. mahasiswa pengalaman bersama dosen berkegiatan diluar kampus sesuai semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL PADA KADER SIAGA KUSTA DUSUN SUMBERGLAGAH KAB. MOJOKERTO Handayani, Handayani; Bastiana, Bastiana; Winarningsih, Wiwik; Munir, Ratna Sofaria; Puspitasari, Renny Novi; Febriyanti, Aisyah Fatin; Jazuli, Muhammad Aqil Siroj; Rahmatullah, Falih Dhiya'ulhaq; Fardian, Ghalief Fernanda Putra; Salsabillah, Adityas Sabrina; Ekayanti, Retno Diah Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36947

Abstract

penderita kusta agar lebih mudah menjangkau pengobatan di RSUD Sumber Glagah. Hingga saat ini di Dusun Sumberglagah masih terdapat 300 orang penderita orang kusta namun sebagian besar sudah sembuh dan masih ada 20 orang yang sedang dalam pengobatan dibawah pengawasan RSUD Sumberglagah Pacet Mojokerto. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penularan penyakit kusta ialah dengan rutin mengkonsumsi makan-makanan bergizi serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Disamping itu juga dapat disertai mengkonsumsi minuman herbal secara rutin mampu membantu menjaga kesehatan serta meningkatkan imunitas tubuh. Namun karena kurangnya pengetahuan dari Kader Siaga Kusta akan manfaat dari minuman herbal sehingga masyarakat di Dusun Sumberglagah perlu mendapatkan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader siaga kusta tentang pembuatan minuman herbal Jahe, Kunyit, Daun Salam, dan Secang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah penyuluhan dan pelatihan. Hasil dari penyuluhan dan pelatihan didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar 83,34%. Diharapkan para kader siaga kusta mampu menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diajarkan agar bisa diaplikasikan ke kegiatan sehari-hari, serta mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilan nya kepada masyarakat luas khususnya warga Dusun Sumberglagah
INCREASING KNOWLEDGE ABOUT STUNTING AND TRAINING CADRES IN MAKING ANTI-STUNTING PMT FROM SNAKEHEAD FISH Muhammad Fifin Kombih; Wiwik Winarningsih; Dewi Masithah; Rizki Nurmalya Kardina; Fatan Danish Zamzamy; Eka Satria Akbar; Farid Adandi Hakim; Febriaulia Nastasha Romli1; Nur Rahma; Nadia Suryani; Retno Diah Putri Ekayanti
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v8i1.843

Abstract

Stunting not only affects a child's physical condition but also their cognitive development and long-term performance due to suboptimal brain development. The most crucial intervention in addressing stunting occurs during the first 1,000 days of life (HPK). Providing adequate food intake and good nutrition doesn't have to be expensive. One effort that can be made is by providing a PMT (Food Supplement) made from snakehead fish. Snakehead fish is good for consumption by anyone, including toddlers and pregnant women. 100 grams of snakehead fish contains 80 calories and various beneficial nutrients needed by the body. In addition to these nutrients, snakehead fish also contains carbohydrates, iron, copper, vitamin B2, and omega-3 fatty acids. The nutrient-rich content of snakehead fish can be an alternative to high-calorie PMT ingredients. Based on the results of an initial survey conducted by the proposal team, it turns out that many male and female students at Zainul Hasan Genggong Islamic Boarding School still lack a good understanding of stunting and how to prepare anti-stunting supplementary foods. Based on these findings, the proposal team plans to conduct community service activities. The methods used in this community service activity were counseling on stunting and training in making anti-stunting PMT from snakehead fish. The results of the activity showed an 85% increase in knowledge after the counseling. In addition, the training successfully improved the skills of male and female students in processing snakehead fish into various simple and nutritious PMT preparations. The enthusiasm of the participants was evident from their active participation in discussions and direct involvement in the PMT preparation practice. Conclusion: Education on stunting combined with training in making PMT from snakehead fish has proven effective in increasing the knowledge and skills of students. The high nutritional content of snakehead fish makes it a potential alternative to support stunting prevention in the community.
THE ROLE OF THE FIRST 1000 DAYS OF LIFE (1000 HPK) IN STUNTING PREVENTION TO REALIZE A HEALTHY AND INTELLIGENT GENERATION IN THE PONDOK PESANTREN ENVIRONMENT Wiwik Winarningsih; Muhammad Fifin Kombih; Marselli Widya Lestari; Hawin Izza Nirmala; Nanda Nabilah Putri; Fajriatush Sholahah; Shafira Cahyani Rakhmawati; Naila Irtabaza Rosyida; Nafil Akmal Mahrus; Retno Diah Putri Ekayanti
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v8i1.844

Abstract

Stunting remains an unresolved health problem in Indonesia. The most appropriate period to meet a child's nutritional needs is during the First 1000 Days of Life (1000 HPK), from conception until the child is two years old. Initial surveys of female students at Pondok Pesantren Al Fitrah As Salafiyah indicated a low understanding of preparation for the 1000 HPK, necessitating health education. This community service activity aims to increase the knowledge and role of students regarding the 1000 HPK and balanced nutrition for preparation and during a healthy pregnancy. The methods used include counseling on stunting and the 1000 HPK, training in the form of balanced nutrition education, and demonstrations of preparing nutritious menus. Evaluation was conducted through pre-test and post-test to measure the increase in knowledge, as well as observation of the students' participation in discussions and practices. The results show a significant increase in knowledge of 81.1% based on the comparison of pre-test and post-test scores. Furthermore, the students showed high enthusiasm, reflected in their active participation in discussions and direct practice. In conclusion, the counseling and training were effective in increasing students' knowledge about the 1000 HPK and stunting prevention. The active involvement of pesantren adolescents shows great potential as health education agents. It is recommended that similar activities be carried out regularly and integrated into pesantren programs to strengthen the community's role in stunting prevention.
Comparative Effects of Monday–Thursday and Daud Fasting Regimens on Serum Testosterone Levels in Male Wistar Rats (Rattus norvegicus) Nanda Fadhilah Witris Salamy; Wiwik Winarningsih; Nur Intania Puteri Kusnandar; Zamirah Mabarroh El Haque
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 12 No. 2 (2026): Vol 12, No 2, 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v12i2.323

Abstract

Introduction. Intermittent fasting has attracted increasing attention because of its metabolic and endocrine benefits. However, evidence regarding the effects of non-daily fasting regimens, particularly Monday–Thursday fasting and Daud fasting, on male reproductive hormones remains limited. This study compared the effects of these regimens on serum testosterone levels in male Wistar rats. Methods. A true experimental study with a post-test-only control group design was conducted using 27 healthy male Wistar rats (Rattus norvegicus). Animals were randomly assigned to a control group, a Monday–Thursday fasting group, or a Daud fasting group (n = 9/group). The fasting groups underwent 12-hour daily feeding restriction (18:00–06:00) for 21 days, comprising six and ten fasting days, respectively. Serum testosterone levels were measured using ELISA and analyzed by one-way ANOVA followed by Tukey's post hoc test. Results. Mean serum testosterone concentrations were 15.003 ± 3.55 mg/dL in the control group, 11.682 ± 3.05 mg/dL in the Monday–Thursday fasting group, and 8.501 ± 1.31 mg/dL in the Daud fasting group. Significant differences were observed among groups (p < 0.001). Both fasting groups showed significantly lower testosterone levels than the control group (p = 0.049 and p < 0.001), whereas no significant difference was found between the two fasting regimens (p = 0.061). Conclusion. Both Monday–Thursday fasting and Daud fasting for 21 days were associated with reduced serum testosterone levels in male Wistar rats. Further studies should control energy intake and evaluate hormonal and metabolic biomarkers to clarify the underlying mechanisms.
Inovasi Pemberdayaan Masyarakat: Pencegahan Stunting dan Tuberkulosis di Desa Roomo dengan Ikan Laut dan Virgin Coconut Oil Mulyadi; Wiwik Winarningsih; Chilyatiz Zahroh; Hafid Algristian; Mufidah Sheena Andani Prastini; Kunti Fatimah Azzahro; M. Djali Yusup Iskandar Muda
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.152

Abstract

Prevalensi stunting di Jawa Timur pada tahun 2022 mencapai 23,5%, lebih tinggi dari target WHO sebesar 20%. Stunting pada balita berdampak tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit seperti tuberkulosis (TB). Penelitian menunjukkan bahwa balita dengan status gizi stunting berisiko 2,96 kali lebih tinggi terkena TB, sementara balita dengan severely stunting memiliki risiko 8,18 kali lebih tinggi. Di Desa Roomo, Kabupaten Gresik, penanganan stunting dan TB masih terbatas, khususnya terkait pemenuhan gizi seimbang untuk ibu dan anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting dan TB secara berkelanjutan melalui pemanfaatan modul terapan. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan kader desa, edukasi masyarakat, serta distribusi makanan tambahan (PMT) berbasis ikan laut dan virgin coconut oil (VCO). Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan RS Graha Husada Gresik dan kelompok nelayan Gresik Utara. Hasil menunjukkan adanya peningkatan berat badan anak sebesar 0,5 hingga 1 kg, serta peningkatan pengetahuan kader desa dan masyarakat tentang pencegahan stunting dan TB. Kader yang telah dilatih berhasil menjalankan perannya dalam memantau pemberian PMT dan memberikan edukasi kesehatan. kegiatan ini berhasil meningkatkan status gizi anak dan memberdayakan kader desa dalam mendukung program pencegahan stunting dan TB. Keberlanjutan program ini diharapkan mampu menurunkan prevalensi stunting dan TB di Desa Roomo melalui Posko Tanggap Stunting dan TB Anak yang aktif digunakan untuk pemantauan kesehatan.
Co-Authors Ain Darojah Siddiq Ramadhana Aisyah Aisyah Aisyah Akbar Reza Muhammad Atik Qurrita A’Yunin Aufar Zimamuz Zaman Al Hajiri Azmi Alvian Gabriel Bastiana Bastiana Budiharjo, Muhammad Endra Chilyatiz Zahroh Dewi Masithah Diva Indah Salsabila Eka Satria Akbar Ekayanti, Retno Diah Putri Endah Budi Permana Putri Fajriatush Sholahah Farah Nuriannisa Fardian, Ghalief Fernanda Putra Farid Adandi Hakim Fatan Danish Zamzamy Febriaulia Nastasha Romli1 Febriyanti, Aisyah Fatin Friska Febrian Damayanti Hafid Algristian Handayani Handayani Hawin Izza Nirmala Heris Santy, Wesiana Hutapea, Octavianus Jazuli, Muhammad Aqil Siroj Kombih, Muhammad Fifin Kunti Fatimah Azzahro Lestari, Marselli Widya Linda Ramadhanty Pramesta M. Djali Yusup Iskandar Muda Maharani, Uke Maritsa, Zahrina Rafa Marselli Widya Lestari Marselli Widya Lestari Mauladatul Choir Mitha Rachmawati Mochamad Faishal Riza Mufidah Sheena Andani Prastini Muhammad Fifin Kombih Mukarromah, Niswatul Mulyadi Nadia Suryani Nafil Akmal Mahrus Naila Irtabaza Rosyida Nanda Fadhilah Witris Salamy Nanda Nabilah Putri Naufal Putra Pratama Nisa, Fauziyatun Nur Intania Puteri Kusnandar Nur Rahma Prayekti, Endah Prima Surya Ardiansyah Rabbani, Muhamad Alan Rahmatullah, Falih Dhiya'ulhaq Ramadhan, Fridhio Ratna Sofaria Munir Renny Novi Puspitasari Retno Diah Putri Ekayanti Retno Diah Putri Ekayanti Retno Diah Putri Ekayanti Ridholloh Laili Rima Isna Rahmawati Rima Isna Rahmawati Rita Vivera Pane Rizki Nurmalya Kardina Rizki Nurmalya Kardina Salsabillah, Adityas Sabrina Shafira Cahyani Rakhmawati Siti Muifa Siti Nurjanah Tamaulina Br Sembiring Warda Elmaida Rusdi Zamirah Mabarroh El Haque