Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Azza, Awatiful; Nurdin, Nurdin; Zamli, Zamli; Marni, Marni; Mudhofar, Muhamad Nor
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Edisi 2 April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2307

Abstract

Dengue fever (DHF) is a public health problem because the number of cases and spread tends to increase, and often causes Extraordinary Events (KLB). The disease is transmitted by the Aedes aegypti mosquito with four main clinical manifestations characterized by circulatory failure. The purpose of this study was to determine the relationship between Physical Environmental Factors and Family Behavior towards the Incidence of Dengue Fever in the Sebanga Health Center Working Area. The research method used a cross sectional research design. The population in this study were people who lived in the Sebanga Health Center working area with a sample of 62 people. The data collection technique used total sampling. The research instrument used a research questionnaire. Data analysis was carried out univariate and bivariate. The results showed that there was a relationship between environmental factors (p value: 0.000) and family behavior (p value: 0.000) with the incidence of DHF. It is recommended for health workers to be able to provide education to the community about health behavior in order to increase mosquito eradication movements by cleaning the surrounding environment, always routinely once a week cleaning water reservoirs, recommending to install, wire gauze ventilation, suggesting that a room area > 8 m² is used for 2 or more people, and planting ornamental plants to maintain room humidity to the community.Keywords: DHF, environment, family
Relationship of Marriage Age with Pregnancy Acceptance Readiness in Pregnant Mothers in the Work Area of Sumberjambe Public Health Center, Jember Regency Dwiningtyas, Wilujeng; Azza, Awatiful; Indriyani, Diyan
D'Nursing and Health Journal (DNHJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Maternity Nursing as A Management in The Provision of Nursing Care
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/dnursing.v3i2.427

Abstract

Introduction: Marriage can be interpreted as a married couple of men and women so commonly referred to as husband and wife. A person is said to be legally married in terms of the age of the two spouses. Law number 16 of 2019 concerning the minimum age limit for marriage for both men and women is the same as the minimum age limit for men, namely 19 years. Couples who are married <19 years are said to be early marriage Method: This study uses quantitative research with a cross-sectional approach. The population in this study were primigravida mothers with a total sample of 92 respondents. Using a simple random sampling technique. The collected data were analyzed by chi-square test. Results: in this study, the results of the analysis of the chi-square test with the results of p-value .000 (<0.005) said that there was a relationship between the age of marriage and the readiness of pregnant women. Conclusion: The age of marriage is closely related to the mother's readiness for pregnancy physically, psychologically, financially, and culturally. Married young teenage girls are still a phenomenon now, there needs to be a role from health workers in providing education in the form of information.
The Relationship Between the Cultural Practice of Abstinence During Pregnancy and the Incidence of Preeclampsia in the Working Area of the Tamanan Public Health Center, Bondowoso Rifah, Muttimatur; Azza, Awatiful; Kholifah, Siti
D'Nursing and Health Journal (DNHJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Maternity Nursing as A Management in The Provision of Nursing Care
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/dnursing.v3i2.437

Abstract

Introduction: The culture of abstinence is a habit or belief of the community that prohibits pregnant women from consuming certain types of food. Mothers tend not to consume sea fish, shrimp, and eggs which can cause pregnant women to experience malnutrition which increases the risk of preeclampsia. Method: This study uses quantitative research with a correlation design and uses a cross-sectional approach. Conducted on 134 population of pregnant women with 100 samples. Collecting data by questionnaires and study of documents through the MCH handbook. Analysis using Spearman Rho statistic at p-value <0.05. Result: The results of this study indicate a p-value of 0.000 with an R-value of 0.621. There is a relationship between cultural practices of abstinence during pregnancy and the incidence of preeclampsia. Conclusion: The practice of abstinence from eating is still widely practiced in rural communities. This condition can be a risk factor for preeclampsia in pregnant women.
HUBUNGAN FAKTOR BUDAYA DAN KEPERCAYAAN DENGAN KEPUTUSAN MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI DI MA ZAINUL BAHAR Linda Maulina; Awatiful Azza; Sri Wahyuni Adriani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2323

Abstract

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan dibawah usia 19 tahun. Pengambilan keputusan sebagian besar dipengaruhi oleh budaya dan kepercayaan. Fenomena pernikahan dini yang sering ditemukan dimasyarakat cenderung merugikan perempuan, sehingga perempuan terpaksa mengambil keputusan melakukan pernikahan dini karena tuntutan yang ada dimasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor budaya dengan keputusan pernikahan dini dan kepercayaan dengan keputusan melakukan pernikahan dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, sampel sebanyak 118 orang. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang mendukung budaya tentang pernikahan dini sebanyak 77 orang (65,3%), mendukung kepercayaan tentang pernikahan dini sebanyak 68 orang (57,6%) dan sebagian besar responden mengambil keputusan melakukan pernikahan dini sebanyak 60 orang (50,8%). Uji statistik menggunakan spearman rho dengan hasil p value 0,000 < 0,05 didapatkan p signifikan sebesar 0,0001 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan signifikan faktor budaya dengan keputusan melakukan pernikahan dini dan didapatkan hasil p signifikan sebesar 0,0001 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan signifikan kepercayaan dengan keputusan melakukan pernikahan dini. Faktor budaya dan kepercayaan yang negatife akan mempengaruhi keputusan dalam melakukan pernikahan dini. Sehingga penting bagi seluruh remaja dan masyarakat untuk lebih mendalami dan memahami terkait perniikahan dini dan dampak yang dapat terjadi terutama pada kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN PERILAKU KONSUMSI NUTRISI DAN TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 3 JEMBER Nitalia Pebri Susanti; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4682

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal (12g/dl). Anemia masih banyak terjadi terutama pada remaja putri dan hal ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama dan mengkhawatirkan. Anemia sering dikaitkan dengan hasil pembangunan kesehatan yang buruk, termasuk kematian neonatal dan perinatal, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan tumbuh kembang anak yang tertunda. Pertumbuhan yang pesat pada remaja menjadikan kebutuhan nutrisi juga turut meningkat. Salah satunya adalah kebutuhan akan zat besi. Kekurangan zat besi dianggap sebagai penyebab paling umum dari kejadian anemia secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terkait perilaku konsumsi nutrisi dan juga tablet tambah darah pada remaja. Metode: desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan metode cross sectional, tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 92 remaja putri. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner dan study dokumen dari hasil pemeriksaan Hb. Analisa data menggunakan Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,000 < (=0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,501 dan 0,457 yang termasuk dalam kategori kuat dan moderat. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara perilaku konsumsi nutrisi, perilaku konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia.
HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN MOTIVASI MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATRANG Alvy Andriani; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i5.4683

Abstract

Motivasi melakukan deteksi dini kanker serviks merupakan keinginan untuk mengenali gejala awal penyakit kanker serviks. Rendahnya motivasi menyebabkan angka kejadian kanker serviks semakin meningkat dan menyebabkan mortalitas lebih besar akibat kondisi kanker yang sudah ditemukan pada stadium lanjut. Deteksi dini kanker merupakan kunci upaya penyembuhan semua jenis kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi dengan motivasi melakukan deteksi dini Kanker Serviks. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling dengan metode two stage cluster sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 210 responden. Instrumen penelitiaan ini menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,757 yang termasuk dalam kategori kuat (0,6 – 0,8). Persepsi wanita usia subur di wilayah kerj puskesmas patrang tergolong positif dan motivasi melakukan deteksi dini kanker serviks tergolong kuat. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi dengan motivasi. sehingga semakin positif persepsi maka semakin kuat motivasi melakukan deteksi dini kanker serviks.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL TRIMESTER 2 DAN 3 DI DESA KARANGPRING KECAMATAN SUKORAMBI KABUPATEN JEMBER Jannah, Faiqotul; Azza, Awatiful; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4792

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Anemia dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan yang utama di negara berkembang dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi pada ibu hamil dan janin. Kejadian anemia dipengaruhi salah satunya kepatuhan konsumsi tablet Fe. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre experimental dengan pendekatan pre test post test group desain yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi terhadap kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil trimester 2 dan 3 di desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 2 dan 3 di desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember sebanyak 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adal menggunakan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) dan lembar kuisioner closed ended discovery. Hasil penelitian ini di analisis dengan menggunakan uji wilcoxon (α = 0,05). Hasil: setelah dilakukan uji wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe sebelum dan sesudah diberikan edukasi. pengaruh edukasi terhadap kepatuhan konsumsitablet Fe pada ibu hamil trimester 2 dan 3 dengan analisis statistik menggunakan uji wilcoxon menunjukkan P value 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh edukasi terhadap kepatuhan konsumsi tabletFe pada ibu hamil trimester 2 dan 3. Rekomendasi penelitian ini yaitu bahwa edukasi bermanfaat untuk kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil sehingga ibu hamil utamanya trimester 2 dan 3 diharapkan mengkonsumsi tablet Fe secara teratur. Kata kunci: Edukasi, Ibu Hamil, Kepatuhan Konsumsi, Tablet Fe ABSTRACT Background: Anemia in pregnancy is a major health problem in developing countries with high morbidity and mortality rates in pregnant women and fetuses. The incidence of anemia is influenced by adherence to Fe tablet consumption. Methods: This study used a pre experimental research design with a pre test post test group design approach which aims to identify the effect of education on compliance with Fe tablet consumption in trimester 2 and 3 pregnant women in Karangpring village, Sukorambi District, Jember Regency. The population in this study were trimester 2 and 3 pregnant women in Karangpring village, Sukorambi District, Jember Regency, totaling 45 people. The sampling technique used total sampling. The instruments used in this study were the Counseling Event Unit (SAP) and the closed ended discovery questionnaire sheet. The results of this study were analyzed using the Wilcoxon test (α = 0.05). Results: after the Wilcoxon test showed there was a significant difference between compliance with Fe tablet consumption before and after education. the effect of education on compliance with Fe tablet consumption in trimester 2 and 3 pregnant women with statistical analysis using the Wilcoxon test showed a P value of 0.000 less than α = 0.05 so that H1 was accepted. The conclusion of this study is that there is an effect of education on adherence to Fe tablet consumption in pregnant women in trimester 2 and 3. The recommendation of this study is that education is useful for adherence to Fe tablet consumption in pregnant women so that pregnant women, especially trimester 2 and 3, are expected to consume Fe tablets regularly. Key words: Education, Pregnant Women, Consumption Compliance, Fe Tablet
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN WANITA PCOS (POLYCYCSTIC OVARIAN SYNDROME) DI POLI KANDUNGAN RS TK. III BALADHIKA HUSADA JEMBER Anggi Marnata Putri; Diyan Indriyani; Awatiful Azza
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4832

Abstract

Introduksi : Kehadiran PCOS ini tidak hanya serta merta berdampak pada fisik seorang wanita, tetapi juga dapat memberikan dampak psikologis yang signifikan. PCOS ini sendiri menjadi salah satu penyakit yang signifikan karena mekanisme penyakit ini memiliki dampak kesehatan. Dukungan dari suami merupakan salah satu komponen dukungan sosial yang diartikan sebagai penghiburan, pengakuan, penghargaan, atau bantuan yang diberikan kepada individu dengan kondisi yang diterima baik oleh individu maupun kelompok. Dengan diberikan dukungan positif oleh suami, tingkat cemas istri akan berkurang dari sesuatu hal yang berbau negatif dalam hidupnya. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectionalbertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan suami dengan wanita PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) di poli kandungan RS TK III Baladhika Husada Jember dengan besar jumlah populasi 80 wanita PCOS pada bulan Juni - Juli. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling jenis quota sampling. Penelitian ini menggunakan uji analisis Spearman Rho. Hasil : Didapatkan data bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan suami yang optimal yaitu sebanyak 53 responden (66,3%) dan 27 responden (33,8%) mengalami dukungan suami kurang optimal. Sementara untuk variabel kecemasan sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan yang ringan yaitu sebanyak 51 responden (63,8%), sedangan 20 responden (25,0%) mengalami tingkat kecemasan ringan, dan 20 responden (25,0%) mengalami tingkat kecemasan sedang, serta 9 responden (11,3%) mengalami tingkat kecemasan berat dengan p value 0,000 yang berarti ada hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan wanita PCOS Diskusi : Ada hubungan yang signifikan dukungan suami dengan tingkat kecemasan wanita PCOS di poli kandungan RS TK III Baladhika Husada Jember. Saran peneliti untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan studi banding untuk membandingkan efektivitas dukungan suami dengan dukungan keluarga atau sumber dukungan lain dalam penatalaksanaan PCOS dengan menggunakan instrumen lain. Hal ini dapat memberikan informasi tambahan tentang peran dukungan suami dalam konteks penelitian lebih lanjut. Sehingga, peneliti selanjutnya diharapkan mampu melanjutkan penelitian penelitian memanfaatkan instrumen atau teknik sampling yang berbeda dari waktu ke waktu.
HUBUNGAN PERAWATAN DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIV DI PUSKESMAS AMBULU Siswoko, Yuli Hadi; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4853

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: HIV merupakan salah satu dari infeksi menular seksual dimana penyakit tersebut dapat menyerang sistem kekebalan tubuh penderitanya. HIV masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan dampak signifikan pada kualitas hidup penderitanya. Perawatan diri yang mencangkup aspek fisik, psikologis, dan sosial berperan penting dalam proses penatalaksanaan HIV dan meningkatkan kualitas hidup. Kualitas hidup didefinisikan sebagai penilaian yang dirasakan individu tentang bagaimana individu puas dengan kehidupannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan perawatan diri dengan kualitas hidup penderita HIV di Puskesmas Ambulu. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling yang berjumlah 77 responden. Populasi dalam penelitian ini penderita HIV dengan jumlah 77 responden. Analisis data yang digunakan adalah Uji Spearman rho. Hasil : Dari hasil uji Spearman rho didapatkan nilai signifikan p value 0,000 atau (p value <0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, yang artinya ada hubungan perawatan diri dengan kualitas hidup dengan nilai koefisiensi korelasi 0,388 yang artinya memiliki hubungan yang lemah. Saran : Diharapkan responden mampu meningkatkan pengetahuan terkait perawatan HIV serta pengobatan HIV agar mampu meningkatkan kualitas hidup. Kata Kunci : Perawatan Diri , Kualitas Hidup ABSTRACT Background: HIV is one of the sexually transmitted infections where the disease can attack the immune system of the sufferer. HIV remains a public health problem with significant impacts on the quality of life of those affected. Self-care, encompassing physical, psychological, and social aspects, plays a crucial role in the management of HIV and improving quality of life. Quality of life is defined as an individual's perceived assessment of how satisfied they are with their life. The objective of this study is to determine the relationship between self-care support and the quality of life of HIV patients at the Ambulu Public Health Center. Method: This study utilized a Cross-Sectional design. Sampling technique employed Purposive Sampling with a total of 77 respondents. The population included HIV patients, all of whom participated in the study. Data analysis used Spearman's rho test. Results: From Spearman's rho test, a significant p-value of 0.000 (p < 0.05) was obtained, thereby supporting H1, indicating a relationship between self-care and quality of life with a correlation coefficient of 0.388, indicating a weak relationship. Recommendations: It is hoped that respondents can enhance their knowledge regarding HIV care and treatment to improve their quality of life. Keywords : Self Care , Quality of Life
HUBUNGAN PERSEPSI BUDAYA DENGAN KUNJUNGAN ANC IBU HAMIL TRIMESTER I DI DESA KARANGPRING KECAMATAN SUKORAMBI Kristiningrum, Ratih; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4887

Abstract

ABSTRAK Masyarakat yang tinggal di pedesaan umumnya masih kental dengan adat istiadat atau kebiasaan masa lampau, sehingga sebagian besar masyarakat masih percaya dengan budaya-budaya leluhurnya, salah satu persepsi budaya yang ada dimasyarakat yaitu keluarga yang tidak mengizinkan seorang wanita meninggalkan rumah untuk memeriksakan kehamilannya, sehingga ibu hamil yang tinggal di pedesaan umumnya tidak mau melakukan pemeriksaan kehamilan ANC. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi budaya dengan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester I di Desa Karngpring Kecamatan Sukorambi. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 68 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Penelitian didapatkan nilai r = 0,768, menunjukkan tingkatan kekuatan hubungan antara persepsi budaya dengan kunjungan ANC memiliki korelasi yang kuat dan memiliki arah hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa dua variabel tersebut searah, semakin negatif persepsi budaya ibu hamil maka semakin tidak aktif ibu hamil melakukan kunjungan ANC. Kata kunci : Persepsi Budaya, Kunjungan ANC ABSTRACT People who live in rural areas are generally still thick with customs or habits of the past, so that most people still believe in the culture of their ancestors, one of the cultural perceptions that exist in the community is a family that does not allow a woman to leave the house to check her pregnancy, so pregnant women who live in rural areas generally do not want to do ANC pregnancy checks. The purpose of this study was to determine the relationship between cultural perceptions and ANC visits among first trimester pregnant women in Karngpring Village, Sukorambi District. This study used correlational research with a cross-sectional approach. The study population amounted to 68 respondents. The sampling technique used simple random sampling technique. The sampling technique used questionnaires and observation sheets. The study obtained a value of r = 0.768, indicating the level of strength of the relationship between cultural perceptions and ANC visits has a strong correlation and has a positive relationship direction. This shows that the two variables are in the same direction, the more negative the cultural perceptions of pregnant women, the more inactive pregnant women make ANC visits. Key words: Cultural Perception, ANC Visit