Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS UMBULSARI KABUPATEN JEMBER Ratna Herawati; Awatiful Azza
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5024

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada klien. Kepuasan pasien menjadi tolak ukur kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan oleh instansi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden. Instrumen penelitiaan ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,903 yang termasuk dalam kategori sangat kuat (0,9 – 1). Kualitas pelayanan keperawatan di Ruang Rawat Inap Puskesmas Umbulsari Kabupaten Jember mayoritas tingkat pelayanan baik. Tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Puskesmas Umbulsari Kabupaten Jember mayoritas tingkat puas. Ada hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien. sehingga semakin semakin baik kualitas pelayanan keperawatan semakin besar tingkat kepuasan pasien
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT KEBUGARAN FISIK PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KARANG WERDA ANGGREK DESA JUBUNG KECAMATAN SUKORAMBI Dian Kusumaningtyas; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5033

Abstract

Penurunan kebugaran fisik pada lanjut usia ditandai dengan kemampuan jantung paru menurun, tidak mampu melakukan aktivitas fisik mandiri, daya tahan tubuh menurun sehingga mudah mengalami kondisi patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat kebugaran fisik pada lansia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Non Probability dengan metode Purposive Sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 responden. Instrumen penelitiaan ini menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dan lembar observasi. Analisis data menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,718 yang termasuk dalam kategori kuat (0,9 – 1). kualitas tidur lansia di Posyandu Lansia Karang Werda Anggrek Desa Jubung kecamatan Sukorambi Sebagian besar tergolong buruk. tingkat kebugaran fisik lansia di Posyandu Lansia Karang Werda Anggrek Desa Jubung kecamatan Sukorambi mayoritas Tingkat sedang. Ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kebugaran fisik lansia. sehingga semakin semakin baik kualitas tidur semakin baik Tingkat kebugaran fisik lansia. Upaya untuk meningkatkan kebugaran fisik lansia dengan memberikan konseling informasi edukasi terkait perilaku hidup sehat yang dapat meningkatkan kualitas tidur dan kebugaran fisik.
HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI DESA PALERAN Muhamad Wahyu Maulana; Nikmatur Rohmah; Awatiful Azza
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i5.5276

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita di Desa Paleran. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ini 150 balita dengan sampel 110 balita. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan pendekatan simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji statistic Spearman’s Rho menujukan ada hubungan antara tinggi badan ibu dengan kejadian stunting dan balita yang mengalami stunting (p= ), namun tidak ada hubungan signifikan antara jarak kelahiran dengan kejadian wasting di Desa Paleran. Kesimpulan tidak ada hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita di Desa Paleran.
HUBUNGAN STATUS SPIRITUAL DENGAN SELF ESTEEM PASIEN KEMOTERAPI DENGAN CA MAMMAE DI RS BALADHIKA HUSADA JEMBER Desy Kurniati; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i5.5291

Abstract

Pendahuluan : Ca mamae merupakan salah satu penyakit yang diderita oleh kaum perempuan, dimana dampaknya bersifat kompleks bagi penderitanya tertasma aspek psikologis, seperti wanita yang menderita ca mammae dan menjalani kemoterapi dapat memengaruhi self esteemnya, namun tingkat self esteem daapat juga berifat negative maupun positif, ha tersebut juuga dipengaruhi oleh status spiritual penderitanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status spiritual terhadap self esteem penderita ca mammae yang menjalani kemoterapi di RS Baladhika Husada Jember Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah penderita ca mammae yang mejalani kemoterapi siklus ke 2 sampai 6. Sampelnya sebanyak 60 responden dengan tehnik simple random sampling. Hasil penelitian: hasil uji chi square didapatkan nilai p-value=0.011dengan a=0.05 setelah dilakukan marger tabel SPSS dari tabel 3x3 menjadi tabel 2x2 yang memiliki makna terdapat hubungan yang bermakna antara status spiritual terhadap self esteem penderita ca mammae yang menjalani kemoterapi di RS Baladhika Husada Jember Kesimpulan : Status spiritual yang baik dapat menigkatkan self esteem yang positif pada penderita ca mammae yang menjalani kemoterapi Saran: perawat sebagai orang yang ekat dengan pasien diharapkan dapat meberikan dan memenuhi asuhan keperawatan dalam aspek spiritual sehingga nantinya akan berdampak positif terhadap self esteem pasien penderita ca mammae.
Hubungan perilaku konsumsi nutrisi dengan risiko kejadian preeklamsia Mangkuluhur, Ando; Azza, Awatiful; Kholifah, Siti
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 02 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i02.1212

Abstract

Latar Belakang: Perilaku konsumsi nutrisi ibu hamil merupakan cara makan ibu dan ditentukan oleh faktor lingkungan, sosial dan biologis, seperti keterampilan memasak, preferensi rasa, kebiasaan dan pengetahuan pola hidup sehat. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Gumukmas tahun 2024 didapatkan 72 ibu hamil, 15 orang diantaranya adalah preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku konsumsi nutrisi dengan risiko kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gumukmas Kabupaten Jember.Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 2 sampai trimester 3 di Wilayah Kerja Puskesmas Gumukmas selama bulan Januari 2024 dengan besar populasi terjangkau sebanyak 50 ibu hamil yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner.Hasil: Sebagian besar perilaku konsumsi nutrisi ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gumukmas Kabupaten Jember berada pada kategori baik dan tidak berisiko preeklamsia.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara perilaku konsumsi nutrisi dengan risiko kejadian preeklamsia.
HUBUNGAN PERSEPSI BUDAYA DENGAN MOBILISASI DINI IBU POST PARTUM NORMAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CERMEE BONDOWOSO Aziza, Hilliya Adzillatun; Azza, Awatiful; Kholifa, Siti
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i4.2691

Abstract

Persepsi budaya adalah jenis pemikiran yang mencakup nilai-nilai, keyakinan, strategi, dan harapan yang secara keseluruhan berkontribusi pada tindakan, sikap, dan kebiasaan seseorang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi budaya dengan mobilisasi dini ibu postpartum. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu postpartum normal di Wilayah Kerja Puskesmas Cermee Bondowoso selama bulan Mei 2024 dengan besar populasi 267 ibu postpartum normal. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. penilaian menggunakan kuisioner terkait persepsi budaya dan mobilisasi dini. Hasil penelitian ini dengan uji Rank Spearman Rho (α = 0,05) menunjukkan adanya hubungan bermakna antara persepsi budaya dengan mobilisasi dini. Hasil penelitian tentang mobilisasi dini didapatkan 78.1% mobilisasi penuh 11,9% tidak melakukan mobilisasi dini. Hubungan persepsi budaya dengan mobilisasi dini dengan uji Rank Spearman Rho didapatkan hasil P value sebesar 0,00. Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi budaya dengan mobilisasi dini. Rekomendasi penelitian ini yaitu dapat diterapkan di pelayan kesehatan khususnya keperawatan maternitas pada saat nifas
HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS DENGAN TAKSIRAN BERAT JANIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER KE III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JENGGAWAH Wahyu Komala Isnaini; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i2.6849

Abstract

Kehamilan menandai peningkatan kebutuhan akan bermacam unsur gizi esensial bagi ibu hamil. Kebutuhan zat gizi pada masa kehamilan tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan fisiologis ibu, namun juga ditujukan untuk mendukung keberlangsungan kesehatan janin. Faktor risiko yang mempengaruhi ketidak normalan taksiran berat janin yaitu ibu hamil dengan status gizi tidak mencukupi. Nutrisi yang diperoleh janin dihantarkan oleh plasenta dari ibunya sangat menentukan kualitas janin sehat dan sempurna. Nutrisi yang cukup akan mendukung pertumbuhan organ-organ tubuh janin dan memastikan bayi lahir sehat dan siap menghadapi kehidupan di luar kandungan. Tujuan umum dari penelitian adalah mengetahui hubungan lingkar lengan atas dengan taksiran berat janin pada ibu hamil trimester ke III di wilayah kerja Puskesmas Jenggawah. Desain yang digunakan pada penelitian adalah Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil dengan usia kehamilan memasuki trimester III (28-40 minggu) di wilayah kerja Puskesmas Jenggawah yang berjumlah 50 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian didapatkan setelah dimasukkan rumus slovin yaitu 44 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Jenggawah. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian adalah teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian adalah lembar observasi. Uji statistik yang digunakan pada penelitian adalah uji korelasi Spearman Rank (Rho). Hasil penelitian diperoleh hubungan antara lingkar lengan atas dengan taksiran berat janin pada ibu hamil trimester ke III di wilayah kerja Puskesmas Jenggawah pada bulan September 2024 menunjukkan bahwa hasil dari koefisien korelasi (r) diketahui 0,425 yang artinya memiliki korelasi cukup/sedang dengan arah korelasi positif. Didapatkn pula data yang menunjukan p value sebesar 0,004 (α ˂ 0,05) yang artinya H1 diterima, sehingga terdapat hubungan antara lingkar lengan atas dengan taksiran berat janin pada ibu hamil trimester ke III di wilayah kerja Puskesmas Jenggawah.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PENCEGAHAN DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENCONG JEMBER: HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PENCEGAHAN DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENCONG JEMBER Laksmana, Brylion Nando; Azza, Awatiful; Indriyani, Diyan
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i1.11693

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker ganas pada wanita yang mengancam kesehatan wanita dengan dampak kematian. Deteksi dini dipandang sebagai cara yang paling efisien untuk mencegah kasus kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan pencegahan dini kanker serviks pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Kencong Jember dengan melibatkan sebanyak 104 partisipan. Partisipan dipilih menggunakan teknik cluster random sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan pada wanita usia subur paling banyak memiliki tingkat self efficacy yang rendah (39,4%), tingkat pencegahan kurang (52,9%). Analisis bivariate menunjukkan secara signifikan terdapat hubungan self efficacy dengan pencegahan dini kanker serviks pada wanita usia subur (p-value = <0,001; α= 0,05; r = 0,553). Temuan ini memberikan bukti bahwa semakin tinggi self efficacy pada wanita usia subur akan diikuti dengan semakin baik perilaku pencegahan dini kanker serviks. Pengalaman pribadi wanita usia subur dalam skrining kanker serviks berkontribusi pada efikasi diri mereka melalui dua proses: penyelesaian skrining itu sendiri dan internalisasi pengalaman skrining.
PKM Kader Posyandu dalam percepatan penurunan stunting melalui ketrampilan pengolahan snack bar Azza, Awatiful; Rohmah, Nikmatur; Nalawati, Ara Nugrahayu
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i1.3569

Abstract

 ABSTRAK Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir. Pemberian nutrisi yang baik pada ibu selama hamil maupun pada saat 1000 hari pertama setelah kelahiran dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan pada program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam ketrampilan pengolahan snack bar berbahan labu kuning untuk mencegah stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan pada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama secara tim. Tahapan kegiatan diawali dengan memberikan edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini maka dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada CI 95% (-0,60450; -1,26207), dengan p value 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam percepatan penurunan stunting. Kata kunci: labu kuning, pelatihan kader, stunting.  ABSTRAKStunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan setelah lahir. Pemberian gizi yang baik kepada ibu selama masa kehamilan dan 1000 hari pertama setelah lahir dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan dalam program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam keterampilan mengolah camilan labu kuning untuk mencegah terjadinya stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan kepada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama dalam tim. Tahapan kegiatan diawali dengan pemberian edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini, dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan.Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada 95% CI (-0.60450; -1.26207), dengan nilai p sebesar 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting. Kata kunci: labu, pelatihan kader, stunting
Hubungan Dukungan Orang Tua Berbasis “Caring” dengan Pola Asuh Anak Balita Rohmah, Nikmatur; Azza, Awatiful; Nugrahani, Ely Rahmatika
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v13i1.554

Abstract

Parental support is an important asset in raising toddlers. However, there are very few studies on "caring"-based parental support. The research aims to analyze the relationship between "caring"-based parental support and parenting patterns for toddlers—cross-sectional research design. The population is parents who have children under five in Jelbuk District, Jember Regency, East Java, Indonesia. The sample numbered 331 which were chosen randomly. The input variable is "caring" support which consists of trustworthy, respectful, empathetic, caring, and communicative. The outcome variable is parenting patterns for toddlers. Data were collected using a questionnaire technique, with the instrument being a structured questionnaire form. Data analysis uses logistic regression. The results of the study show that there is a relationship between parental support based on "caring" and parenting patterns for toddlers. Parents who care enough have a 3.46 times higher potential to provide good parenting compared to parents who care less (AOR 3.46; CI 95% 1.160-10.314). Parents who care a lot have 11,368 times higher potential to provide good parenting compared to parents who care less (AOR 11.368; CI 95% 3.411-37.883). Highly communicative parents have a 39.580 times higher potential for providing good parenting compared to less communicative parents (AOR 39.580; CI 95% 4.680-34.717). Caring and communicativeness are caring elements in parental support most related to child parenting. This study recommends a collaborative parenting program to improve parents' ability to build healthy communication and meaningful care for children under five.