Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Tinjauan Stilistika terhadap Diksi dan Gaya Bahasa dalam Terjemahan Lagu Qolbi Fill Madinah Kasmilah, Nurjannah; Saharani, Devira; Edidarmo, Toto
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i2.5860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diksi dan gaya bahasa dalam terjemahan lagu "Qalbi Fill Madinah" dengan pendekatan stilistika. Lagu ini memiliki makna yang mendalam bagi umat Islam, dengan lirik yang menggambarkan cinta, kerinduan, dan penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW dan kota Madinah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif, yang fokus pada analisis penggunaan diksi dan gaya bahasa yang ada dalam terjemahan lirik lagu dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Subjek penelitian ini adalah lirik lagu "Qolbi Fill Madinah" dan terjemahannya, yang diambil dari karya Maher Zain dan Harris J, sedangkan objek penelitian meliputi pemilihan diksi, penggunaan majas, serta efek estetika dan emosional yang timbul dari kedua teks tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan simak-catat, yaitu dengan mengumpulkan lirik lagu dalam bahasa Arab dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Teknik analisis data menggunakan teori stilistika Geoffrey Leech, yang mencakup konsep penyimpangan (deviation), penonjolan (foregrounding), serta analisis efek estetika dan kontekstual dari setiap baris lirik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjemahan lagu ini tidak hanya berfokus pada pemindahan makna denotatif, tetapi juga berupaya mempertahankan keindahan dan nuansa estetika yang terkandung dalam teks asli. Meskipun ada pergeseran dalam pemilihan diksi dan gaya bahasa untuk menyesuaikan dengan bahasa sasaran, penerjemahan ini berhasil mempertahankan kedalaman emosional dan spiritual yang terkandung dalam lirik lagu. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pendekatan stilistika dalam penerjemahan lagu religi untuk mempertahankan nilai-nilai estetika, emosional, dan spiritual dalam bahasa sasaran, serta memberikan panduan bagi penerjemah agar lebih memperhatikan aspek puitis dan estetis dalam karya sastra yang diterjemahkan.
NILAI-NILAI EDUKASI SPIRITUAL DALAM REDAKSI HADIS SHALAT TASBIH Edidarmo, Toto; Ma’muroh, Ma’muroh
FIKRAH Vol 6 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v6i2.20580

Abstract

Shalat Tasbih adalah shalat sunnah yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. kepada pamannya, al-‘Abbas. Tata cara shalat ini berbeda dengan shalat fardu dan shalat sunnah lainnya. Shalat sunnah tasbih berjumlah 4 rakaat; pada tiap rakaatnya dibaca tasbih 75 kali, sehingga total bacaan tasbih sebanyak 300 kali. Ditinjau dari perspektif ilmu hadis, hadis tentang Shalat Tasbih ditemukan pada Sunan Abi Dawud (w. 275 H), hadis nomor 1297; Sunan al-Tirmidzi (w. 279 H), hadis nomor 481, Sunan Ibn Majah (w. 273 H), hadis nomor 1387, Shahih Ibn Khuzaimah (w. 311 H), alMustadrak ‘ala al-Shahihain karya al-Imam al-Hakim (w. 405 H), dan al-Sunan alKubra karya al-Imam al-Baihaqi (w. 458 H). Hadis-hadis shalat tasbih memiliki kualitas yang hasan (bagus) karena jalur periwayatannya (sanad) banyak dan bersambung. Terdapat perawi yang dianggap majhul (tidak diketahui), tetapi setelah ditelusuri dapat dibuktikan kejujurannya serta ketersambungan sanadnya. Ada juga yang dianggap lemah hafalannya, tetapi didukung hadis penguat (syāhid) sehingga peringkatnya naik menjadi hasan li-ghairi (bagus karena didukung hadis lain). Untuk memahami hadis shalat tasbih, terdapat dua metode, yaitu metode ahli hadis dan metode ahli fikih. Metode ahli hadis cenderung tekstualis dan menerima shalat tasbih sebagai amal sunnah yang disyariatkan. Metode ahli fikih lebih kontekstual dan rasional serta memahami shalat tasbih sebagai sunnah yang disyariatkan dengan cara tertentu. Hasil analisis terhadap redaksi hadis, ditemukan pula nilai-nilai edukasi spiritual yang amat berharga, yaitu: (1) pengulangan bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir sebanyak 300 kali, (2) anjuran mengulangi shalat tasbih minimal setahun sekali atau seumur hidup, (3) penguatan sikap tawajjuh (fokus menghadap) kepada Allah Swt. dalam durasi yang lama, (4) penguatan kesabaran dan keteguhan hati dalam beribadah, (5) penguatan nilai kesetaraan dalam kehidupan sosial dan nilai kerendahan manusia di hadapan Sang Khalik sebagai aktulisasi rukuk dan sujud, (6) pengampunan atas semua dosa yang pernah dilakukan, (7) benefit spiritual berupa ketenteraman dan kebahagiaan hati.
Strategi Penerjemahan Uslub Al-Taukid dalam Pidato Politik Gamal Abdel Nasser Herdiani, Salvia; Fitra Nur, Rafi; Hussain A, Sulton; Edidarmo, Toto
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i5.32205

Abstract

Penelitian ini membahas strategi penerjemahan uslūb al-tawkīd atau gaya bahasa penegasan dalam pidato politik Gamal Abdel Nasser yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk penegasan seperti partikel (tawkīd ḥarfī), pengulangan leksikal (tawkīd lafẓī), dan ekspresi idiomatik (tawkīd maʿnawī) ditransformasikan agar tetap mempertahankan kekuatan retoris dan makna ideologis dalam bahasa sasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi, dengan data utama berupa kutipan pidato politik yang direkonstruksi berdasarkan konteks pasca-Perang Enam Hari 1967. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi penerjemahan yang mempertahankan unsur penegasan secara eksplisit dalam struktur bahasa Arab dapat menjaga intensi dan dampak orisinal teks sumber. Penggunaan partikel إِنَّ, pengulangan akar kata, serta idiom seperti لَا مَحَالَةَ terbukti efektif dalam menyampaikan penegasan politis yang bersifat mutlak. Penelitian ini menyoroti pentingnya sensitivitas terhadap aspek retoris dan budaya dalam penerjemahan teks politik serta peran aktif penerjemah dalam memediasi makna antar bahasa dan ideologi.
Analisis Metode Penerjemahan Newmark pada Subtitle Film Anak Berbahasa Arab: Kajian Tekstual pada Film Fawaz dan Nuroh Mutmainnah, Mutmainnah; Nururahmah, Nola; Efendi, Dzafir; Rifa'i, Muhammad; Edidarmo, Toto
Jurnal Al-Mashadir: Journal of Arabic Education and Literature Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Bahasa Arab, FTIK IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/almashadir.v5i1.1372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan penerapan metode penerjemahan pada subtitle film animasi Fawaz dan Nuroh dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Analisis difokuskan pada kalimat-kalimat dialog yang terdapat dalam film tersebut. Teori delapan metode penerjemahan Peter Newmark digunakan untuk mengklasifikasikan jenis penerjemahan yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak dan catat. Data diambil dari 100 kalimat subtitle dalam episode 2 dan 3 yang diunggah pada kanal YouTube Sukardi Hasanudin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam metode penerjemahan diterapkan, dengan dominasi pada metode setia (36%), diikuti oleh metode semantik (23%), harfiah (19%), kata demi kata (11%), komunikatif (6%), dan idiomatik (5%). Temuan ini menunjukkan kecenderungan orientasi pada bahasa sumber, selaras dengan karakter film yang edukatif dan kental dengan unsur bahasa Arab. Penelitian ini memperkaya wacana penerjemahan audiovisual lintas bahasa dan budaya.
Arabic Phoneme Learning Challenges for Madurese Students and the Solutions Fudhaili, Achmad; Edidarmo, Toto; Maisaroh, Siti
Jurnal Al Bayan : Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/albayan.v15i2.15837

Abstract

This article discussed the challenges in pronouncing Arabic phonemes by students at INSTIKA Madura. Phoneme pronunciation is the most important principle in Arabic. Without the correct phoneme pronunciation, a language cannot be understood. The problem of phoneme pronunciation was investigated and a solution was found based on factor analysis. Qualitative descriptive research design was used with a case study approach. Data collection methods include interviews with lecturers and students, direct observation of in-class learning and documentation of the results of lecturer notes. The data analysis model adhered the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. Validity was ensured through passion, observation, triangulation, and expert views. The finding of the research showed problems with Arabic phonemes, which were categorized as Akhtha’ al-Harakat, Akhtha’ al-Ibdal, Akhtha’ al-Hadzf, and Akhtha’ al-Tahrif. Factors include language problems (characteristics of the first and second languages) and non-language problems (student characteristics, lecturer competence, learning strategies, lesson materials, and learning facilities). The proposed solutions included error and comparative analysis for language problems, motivation, diagnosis, cooperative learning, detailed examples, pronunciation exercises, and adequate facilities for non-language problems. This research provided a comprehensive study of the challenges of pronouncing Arabic phonemes at INSTIKA Madura. Certain types of errors and the underlying factors that affect pronunciation were identified. Practical solutions were proposed, addressing both language and non-language aspects to improve students' pronunciation skills. These findings offered valuable insights for educators, curriculum developers and language instructors, facilitating targeted interventions and effective teaching strategies to students struggling with Arabic phonetics.
Kecemasan Berbahasa dalam Arabic Club: Studi Kasus pada SMA IT Daarul Qur’an Mulia Bogor Rizki, Muhamad Mauludi; Alawiyah, N. Lalah; Edidarmo, Toto
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 24, No 2 (2025): Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v24i2.47151

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Arabic Club activities, the level of Arabic language anxiety experienced by students, and the contributing factors to that anxiety at Daarul Qur’an Mulia Islamic Senior High School, Bogor. Although the Arabic Club is designed to enhance Arabic language skills, some students still exhibit symptoms of anxiety, such as shyness, fear of making mistakes, and lack of self-confidence. Employing a qualitative approach with a case study method, data were collected through observation, interviews, FLCAS questionnaire, and documentation. The subjects involved 45 Arabic Club members, the club advisor, and Arabic language teachers. The findings indicate that the club is held weekly using interactive methods such as question-and-answer sessions, text reading, and educational games with digital media. However, FLCAS results show that most students experience moderate anxiety (75.56%), while the rest show high anxiety (24.44%), with no students reporting low anxiety. The highest anxiety level is associated with Fear of Negative Evaluation, followed by Communication Apprehension and Test Anxiety. Internal factors such as lack of self-confidence, limited vocabulary, and insufficient speaking practice are the primary causes of anxiety, while external factors like pressure when speaking in front of teachers also play a role. Strategies used by students and teachers to manage anxiety include independent practice, thorough preparation, gradual exposure, and creating a supportive learning environment. The study concludes that reducing language anxiety requires the integration of affective approaches and communicative teaching techniques tailored to students’ abilities, and the results are expected to serve as a reference for the development of a more effective and student-friendly Arabic Club.Keywords :     Arabic Club; language anxiety; language skills; FLCAS.
Kecemasan Berbahasa dalam Arabic Club: Studi Kasus pada SMA IT Daarul Qur’an Mulia Bogor Mauludi Rizki, Muhamad; Alawiyah, N. Lalah; Edidarmo, Toto
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v24i2.46622

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Arabic Club activities, the level of Arabic language anxiety experienced by students, and the contributing factors to that anxiety at Daarul Qur’an Mulia Islamic Senior High School, Bogor. Although the Arabic Club is designed to enhance Arabic language skills, some students still exhibit symptoms of anxiety, such as shyness, fear of making mistakes, and lack of self-confidence. Employing a qualitative approach with a case study method, data were collected through observation, interviews, FLCAS questionnaire, and documentation. The subjects involved 45 Arabic Club members, the club advisor, and Arabic language teachers. The findings indicate that the club is held weekly using interactive methods such as question-and-answer sessions, text reading, and educational games with digital media. However, FLCAS results show that most students experience moderate anxiety (75.56%), while the rest show high anxiety (24.44%), with no students reporting low anxiety. The highest anxiety level is associated with Fear of Negative Evaluation, followed by Communication Apprehension and Test Anxiety. Internal factors such as lack of self-confidence, limited vocabulary, and insufficient speaking practice are the primary causes of anxiety, while external factors like pressure when speaking in front of teachers also play a role. Strategies used by students and teachers to manage anxiety include independent practice, thorough preparation, gradual exposure, and creating a supportive learning environment. The study concludes that reducing language anxiety requires the integration of affective approaches and communicative teaching techniques tailored to students’ abilities, and the results are expected to serve as a reference for the development of a more effective and student-friendly Arabic Club.
Konsep, Implementasi, dan Aktualisasi Nilai-Nilai Akhlak Karimah di Sekolah Menengah Atas Ma'muroh, Ma'muroh; Edidarmo, Toto
Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Vol. 2 No. 1 (2022): Geographical Coverage: Indonesia
Publisher : Perkumpulan Alumni dan Santri Mahyajatul Qurro’

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.862 KB) | DOI: 10.53754/edusia.v2i1.353

Abstract

High school (SMA), as the most crucial education in shaping the character of its students, has doubted its effectiveness. Discriminatory cases that occur are one of the roots. Several studies suggest the necessity of inculcating Islamic educational values ​​through Islamic religious education subjects. As a result, assessment management and learning implementation are essential. This research explores more deeply to strengthen the concept, implementation, and actualization of karimah moral values in high school. The research was conducted at SMAN 6 South Tangerang using a qualitative descriptive approach. The data in this research are the results of interviews with stakeholders of SMAN 6 South Tangerang, documentation, and questionnaires to students. The results showed that the concept, implementation, and actualization of the moral values ​​of karimah at SMAN 6 South Tangerang were embodied in school programs and manifested in exemplary attitudes by Islamic Religious Education teachers. In addition, students' perceptions of Islamic Religious Education subjects align with the values ​​of Akhlak Karimah that they do. In conclusion, the program for implementing karimah and religious moral values ​​at SMAN 6 South Tangerang can be used as a model to strengthen the concept, implementation, and actualization of karimah moral values ​​in senior high schools in Indonesia.
The Power of Spiritual Motivation: A Conceptual and Theoretical Review of Arabic Language Learning Edidarmo, Toto; Fudhaili, Achmad; Mahfuzo, Muhammad Rizal
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 May (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v7i1.5629

Abstract

This study aimed to explore the basic concept of Arabic learning based on spiritual motivation as a new approach to learning Arabic in Indonesia, where most of the population is Muslim. In Indonesia’s learning context, Arabic has a dual role as a means of communication and a tool to explore various kinds of Islamic knowledge. This study used descriptive analysis and document analysis methods, by examining various kinds of Arabic scientific literature and learning methodologies and educational documents unique to Indonesia. This study’s results indicated that students’ motivation to learn Arabic pedagogically is to get closer to Allah SWT and love the Prophet. In the development of Arabic, spiritual motivation can be applied to three things, namely learning achievement indicators seen from the level of obedience to Allah and social interactions, the learning process which includes the visualization of Islamic sacred symbols, textbooks whose sources are adapted from the Al-Quran, Hadith, and the advice of Ulama’. Learning Arabic in a spiritual context can encourage a greater interest in learning it and promote its use as a medium of communication and expression as well as being a medium of getting closer to God.
Development of E-Learning with Web Enhanced Course Model in Arabic Language Learning at UIN Syarif Hidayatullah Muttaqin, Zainal; Hady, Yazid; Edidarmo, Toto
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i2.26372

Abstract

AbstractThe aim of this study was to develop the design of the e-learning concept through web-enhanced model for students at the Department of Arabic Education at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Research and Development (R&D) by using a 4-D model. The 4-D development model consists of four main stages, namely: Define, Design, Develop and Disseminate. Data were collected through interview and distribution of questionnaire. After that, data analysis process was conducted in the form of both qualitative and quantitative data analysis. The results of the study showed that the development of e-Learning in Arabic learning gave students a new experience / nuance in learning Arabic for 63.5%. In terms of human resources, there is still an assumption that the conventional learning model through face-to-face is still an easy means and at the same time pays attention to the emotional bond between educators and students. This study concludes that the use of e-Learning media is still new to learning Arabic, and therefore, literacy in digital media needs to be developed to make them more accustomed to using it. Moreover, there are still many shortcomings and complaints by students in using e-Learning media in Arabic learning, and therefore, it required lecturers to be more intensive in guiding them.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk pengembangan desain konsep e-learning dengan Model Web Enhanced pembelajaran bahasa Arab pada generasi Z yaitu Mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan yaitu dengan mengacu pada research and development (R&D) by using a 4-D model. Model pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Dan teknik pengumpulan data yang diterapkan dengan wawancara dan kuesioner. Adapuun Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian yang didapat bahwa pengembangan e-learning dalam pembelajaran bahasa arab memberikan mahasiswa pengalaman/nuansa baru dalam pembelajaran bahasa arab yakni sebesar 63.5%. Dari sisi sumber daya manusianya sendiri masih ada anggapan bahwa model pembelajaran konvensional melalui tatap muka masih menjadi sarana yang mudah dan sekaligus memperhatikan ikatan emosional antara pendidik dengan peserta didik. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penggunaan media e-learning ini masih baru pada pembelajaran Bahasa Arab, tentunya literasi pada media digital perlu dikembangkan sehingga mahasiswa lebih terbiasa dalam menggunakannya. Masih banyak kekurangan dan keluhan oleh mahasiswa dalam menggunakan media e-learning dalam pembelajaran, sehingga mengharuskan dosen harus lebih intens lagi dalam membimbing mereka.
Co-Authors Abdul Rashid, Nur Shahira Achmad Satori Ahmad Dardiri Aisyah Runa Latief Al Hasan, Mutiah Angela Balkist, Vhebe Annida Khoirunnisa Putri Anwar, Hanifah Aurelia, Zahra Dzikratunnisa Pangestu, Naila Efendi, Dzafir Erta Mahyudin Fadhil Putera Jazuli Fadhilah, Diki Choirul Fadila Rizki Auni Fauzi, Muhamad Rizal Fitra Nur, Rafi Fudhaili, Achmad Hanifah Anwar Hanifah Nurul Alif Herdiani, Salvia Huriyah Nabilah Huriyah Nabilah Husni Rahim Hussain A, Sulton Ikhlashiyah, Zahidah Intan Hafizatuz Zahrah Intan Hafizatuz Zahrah Jazuli, Fadhil Putera Karima, Salman Rizqan Kasmilah, Nurjannah Khairi, Andhika Khansa Tsabitah Khoirunisa, Tutik Laila Nurrahma M. Ahsanul Khuluq F. M. Ahsanul Khuluq F. Ma'muroh, Ma'muroh Mahfuzo, Muhammad Rizal Mauludi Rizki, Muhamad Ma’muroh, Ma’muroh Muhammad Azriel Zulfan Tsauri Muhammad Rizkia Akbar N. Lalah Alawiyah N. Lalah Alawiyah N. Lalah Alawiyah Naila Dzikratunnisa Pangestu Naufal Widad Nayla Audriva Cahyo Nayla Audriva Cahyo Nayla Sakinah Nirwan Anwar novita ratnawati, Yuli Nur Chalis Nurrahma, Laila Nururahmah, Nola Raswan Raswan, Raswan rifa'i, Muhammad Rizka Novita Sari Lubis Rizki, Muhamad Mauludi Rizky Amalia Putri Rizky Amalia Putri Rusydah, Afiyah Nur Saharani, Devira Sakinah, Nayla Sari Lubis, Rizka Novita Siti Humairah Siti Maisaroh Siti Mutiara Hamidah Sopian Hadi Tsabitah , Khansa Vhebe Angela Balkist Widad, Naufal yazid hady, yazid Yulianti, Erba Rozalina Zahidah Drazat Zahra Aurelia Zainal Muttaqin Zainal Muttaqin Zainal Muttaqin Zulfan Tsauri, Muhammad Azriel