Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Pengelolaan Sarana dan Prasarana terhadap Proses Pembelajaran Berbasis Total Quality Management (Studi Kasus di Nurul Imam Islamic School Karawang) Wisnu Uriawan; Zulfa Fadilah; Asma Nadiya; Vivi Adriati Mariyam; Chaerul Rochman
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8724

Abstract

Abstrak Nurul Imam Islamic School memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pembelajaran pada jenjang SDIT, SMPIT, dan SMAIT. Namun, ketersediaan fasilitas belum tentu menjamin mutu pembelajaran yang optimal. Tantangan utama terletak pada pengelolaan sarana dan prasarana, meliputi kesesuaian dengan kebutuhan pengguna, efektivitas pemanfaatan, koordinasi antar jenjang, serta penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan prinsip Total Quality Management (TQM) dalam pengelolaan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebutuhan penggunaan layanan pendidikan dan pengambilan keputusan berbasis data sebagai representasi prinsip TQM terhadap proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 117 guru yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert empat tingkat dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan penggunaan layanan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas proses pembelajaran (β = 0,382; p = 0,005), sedangkan pengambilan keputusan berbasis data tidak berpengaruh signifikan (β = 0,211; p = 0,157). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Total Quality Management (TQM) dalam pengelolaan sarana dan prasarana lebih efektif apabila berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan pendidikan dibandingkan hanya bertumpu pada pengelolaan data administratif. Hal ini menegaskan bahwa penerapan prinsip TQM penting untuk memastikan seluruh proses perencanaan, pemanfaatan, dan evaluasi sarana dan prasarana pendidikan berjalan secara sistematis, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan pendidikan. Kata Kunci: Kualitas layanan Pembelajaran, Sarana dan prasarana, Total Quality Management
Value-Based Edupreneurship and Parental School Choice in Islamic Education: A PLS-SEM Analysis: Edupreneurship Berbasis Nilai dan Pilihan Sekolah oleh Orang Tua dalam Pendidikan Islam: Analisis PLS-SEM Wisnu Uriawan; Deli Purnawan; Muhammad Rahmat Jauhari; Idam Ma'mun; Chaerul Rochman
Edukasi: Journal of Educational Research Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Media Publikasi Profesional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57032/edukasi.v6i1.370

Abstract

This study aims to examine the influence of edupreneurship strategy on parents’ interest in choosing Nurul Imam Islamic School, Karawang, West Java. The study is important because Islamic schools increasingly face competition and need to develop value-based strategies that integrate service quality, facilities, learning quality, additional services, and institutional branding. This research employed a quantitative explanatory design using a structured questionnaire distributed to [number of respondents] parents or guardians of students. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The findings show that the proposed edupreneurship model has strong explanatory power, with an R² value of 0.856, indicating that 85.6% of the variance in parents’ interest can be explained by the model. Service quality shows the strongest direct association with parents’ interest, while learning quality provides the largest substantive contribution based on effect size. School facilities also emerge as a key factor, whereas branding and promotion and additional services show limited contribution. These findings imply that Islamic school management should prioritize service improvement, learning quality, and facility development over promotion-based strategies alone. The originality of this study lies in integrating edupreneurship, educational marketing, service quality, and parents’ school choice into one empirical model in the context of Islamic school management.
Beyond Technology: Exploring Religious Beliefs and Systems Thinking as Foundations for Renewable Energy Education Dindin Nasrudin; Chaerul Rochman; Abdurrohman Khotim Nugraha; Yayu Nurhayati Rahayu; Sani Insan Muhammadi
PAEDAGOGIA Vol 29, No 1 (2026): PAEDAGOGIA Jilid 29 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v29i1.111460

Abstract

The global shift towards renewable energy demands an educational approach that transcends mere technical knowledge. This study posits that religious beliefs and systems thinking skills are crucial, yet often overlooked, foundations for effective renewable energy education. A cross-sectional survey was conducted among 200 Indonesian university students from diverse academic disciplines to explore this paradigm. Data were collected using a 9-item questionnaire focusing on two domains: religious beliefs (4 items) and systems thinking (5 items). The instrument’s content was validated by experts in physics education and environmental science, yielding high internal consistency with Cronbach’s alpha values of 0.92 for religious beliefs and 0.86 for systems thinking. Descriptive statistics were used to analyze the data. The results reveal that students possess a strong perceived moral alignment between religious values and environmental stewardship (M = 3.52) and a high readiness for systems thinking (M = 3.37). However, this study is limited by its reliance on self-reported data, which measures perceived readiness rather than actual performance. These findings suggest that integrating ethical drivers and analytical frameworks can foster a more holistic "Beyond Technology" pedagogical model. This study advocates for a culturally grounded approach to Education for Sustainable Development (ESD) by leveraging spiritual and cognitive assets to support the energy transition.