Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGEMBANGAN LKPD MATEMATIKA BERBASIS GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PESERTA DIDIK Sisri Ananda Putri; Nana Sepriyanti; Rivdya Eliza
Math Educa Journal Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mej.v6i1.3919

Abstract

From the results of observations at MTsN 10 Padang Pariaman, it is known that students need LKPD that facilitates their mathematical communication skills. The required LKPD needs to be supported by an appropriate learning model. The Group Investigation model was chosen because it fits the characteristics of the problems in MTsN 10 and is suitable for collaboration with LKPD. This study aims to produce LKPD based on the Group Investigation model to improve valid, practical and effective mathematical communication skills. This research is a development research conducted with reference to the first 3 stages of the 4D model with the following stages: (1) define, (2) design, (3) develop. Practical trials were conducted on 12 students of MTsN 10 Padang Pariaman. The results of this study indicate that the developed mathematics worksheets meet the valid criteria with an average value of 84.9%. The developed math worksheets meet the practical criteria with an average score of 87.3% for educators and 84.6% for students. The developed math worksheets also meet the effective criteria with an average score of 88%. The effectiveness of the development of LKPD based on Group investigation is seen based on the completeness of the results of the Mathematical Communication Ability test that came from 12 students. Based on these results, it can be concluded that the development of LKPD based on the Group Investigation model is in the valid, practical, and effective categories so that it is suitable for use in the learning process and can improve students' mathematical communication skills. Educators can consider using this Group Investigation-based LKPD to improve the quality of mathematics learning in the classroom.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VII MTsN 2 PESISIR SELATAN T.A 2020/2021 Ridha Shabrina; Rivdya Eliza; Christina Khaidir
Journal Cerdas Mahasiswa Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.882 KB) | DOI: 10.15548/jcm.v3i2.3521

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep dan penalaran matematis peserta didik kelas VII MTsN 2 Pesisir Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition pada kelas VII MTsN 2 Pesisir Selatan. 2) mengetahui kemampuan penalaran matematis peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition pada kelas VII MTsN 2 Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Only Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep peserta didik kelas eksperimen 79,94 sedangkan kelas kontrol adalah 69,97. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan   0, 05 padaselang kepercayaan 95% diperoleh thitung (3,072) > ttabel (1,669) maka keputusannya H0 ditolak dan H1 diterima, artinya kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition lebih tinggi daripada peserta didik yang belajar dengan pembelajaran biasa. 2) Kemampuan penalaran matematis peserta didik diperoleh nilai rata-rata peserta didik kelas eksperimen adalah 79,55 sedangkan kelas kontrol adalah 70,13. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan   0, 05 pada selangkepercayaan 95% diperoleh thitung (2,683) > ttabel (1,669) maka keputusannya H0 ditolak dan H1 diterima, artinya kemampuan penalaran matematis peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition lebih tinggi daripada peserta didik yang belajar dengan pembelajaran biasa.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE POST SOLUTION POSING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII DI MTSN 1 KOTA PAYAKUMBUH Yose Wahyu Andesta; Rivdya Eliza; Andi Susanto
Journal Cerdas Mahasiswa Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.382 KB) | DOI: 10.15548/jcm.v4i2.4783

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis matematis peserta didik kelas VIII MTsN 1 Kota Payakumbuh menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang belajar dengan pembelajaran biasa (K-13) di kelas VIII MTsN 1 Kota Payakumbuh. 2) mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih tinggi daripada kemampuan berpikir kritis peserta didik yang belajar dengan pembelajaran biasa (K-13) di kelas VIII MTsN 1 Kota Payakumbuh. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan randomized control group only design. Berdasarkan hasil tes, diperoleh bahwa 1) nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah  matematis kelas eksperimen 78,63 dan kelas kontrol 68,1. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan uji-t, ???? = 0,05 pada selang kepercayaan 95% diperoleh thitung (3,03) ≥ ttabel (1,67) maka keputusannya H0 ditolak dan H1  diterima, artinya kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang belajar dengan pembelajaran biasa (K-13) di kelas VIII MTsN 1 Kota Payakumbuh. 2) nilai rata-rata hasil tes kemampuan berpikir kritis  kelas eksperimen 83,97 dan kelas kontrol 73,9. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan uji-t, ???? = 0,05 pada selang kepercayaan 95% diperoleh thitung  (3,05) ≥ ttabel (1,67) maka keputusannya H0 ditolak dan H1 diterima, artinya kemampuan berpikir kritis peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing posing lebih tinggi daripada kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang belajar dengan pembelajaran biasa (K-13) di kelas VIII MTsN 1 Kota Payakumbuh.
Pelatihan Intensif Keagamaan dalam Meningkatkan Kesadaran Beragama Anak Binaan pada Panti Asuhan Anak Bina Remaja (PSAABR) Budi Utama Zulvia Trinova; Hallen A; Rivdya Eliza
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v2i1.5120

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan agama, pengamalan agama anak binaan, terutama dalam ibadah shalat dan membaca Al Quran, dan meningkatkan kesadaran beragama anak binaan PSAABR Budi Utama Lubuk Alung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan kepada 75 orang peserta PSAABR dengan mengajarkan anak yang masih belajar Iqra’ hingga mampu membaca Al Qur’an untuk anak tingkatan SMP dan SMA/SMK. Pendekatan kelompok dilakukan pada saat pemberian materi ajar tentang thaharah, whudu, shalat, doa, zikir, membaca Al Quran. Pendekatan individual dilakukan pada saat pengoreksian bacaan shalat dan membantu memecahkan masalah pribadi anak dengan pendekatan individu untuk mendisiplinkan anak dalam praktek ibadah, bimbingan praktek ibadah, metode demonstrasi, modelling, dan role playing, koreksi bacaan shalat, brainstorming masalah keagamaan dan pemberian motivasi. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pemahaman, pengetahuan, dan pengamalan agama anak binaan, dan terdapat kesadaran beragama bagi anak binaan
The Higher Order Thinking Skills of Mathematics Education Students at State Islamic Higher Education in Central Sumatera Rivdya Eliza; Nita Putri Utami; Selvi Warahma
Edumatika : Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022): May 2022, Edumatika : Jurnal Riset Pendidikan Matematika
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ejrpm.v5i1.1273

Abstract

The Higher Order Thinking Skills (HOTS) are some of the various competencies that prospective mathematics teachers must have in facing the challenges of the 21st century. This study aims to map the high-order thinking skills of Mathematics Education students at State Islamic Religious Higher Education (PTKIN) in Central Sumatera. This research is a descriptive quantitative study involving 310 Mathematics Education students at State Islamic University of (UIN) Imam Bonjol Padang, State Islamic Institute of (IAIN) Batusangkar, IAIN Bukittinggi, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, and IAIN Kerinci. Data was collected through the Higher Order Thinking Skills (HOTS) test. The results showed that the average of high-order thinking skills of Tadris Mathematics students at PTKIN in Central Sumatera was relatively low. The results of this study reflect the readiness of prospective mathematics teacher students at PTKIN in welcoming the 21st century. The researchers recommend selecting appropriate learning methods to improve students' higher-order thinking skills and increase HOTS content in various courses.
RESILIENSI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA DI PTKIN TERHADAP HIGH ORDER THINKING SKILLS Rivdya Eliza; Nita Putri Utami; Selvi Warahmah; Betri Wendra
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.478 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.7246

Abstract

Resiliensi menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pada jenjang perkuliahan.  Hal ini disebabkan adanya pengaruh resiliensi terhadap kemampuan matematis diantaranya HOTS, sehingga sangat perlu dilakukan analisis, apakah mahasiswa Tadris Matematika di PTKIN memiliki resiliensi yang baik sehingga mampu menyelesaikan soal HOTS dengan baik, begitu juga sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi mahasiswa Tadris Matematika PTKIN Se-Sumatera Tengah. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi yakni calon guru matematika yaitu mahasiswa tadris matematika semester 7 di PTKIN Sumatera Bagian Tengah.  Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling diperoleh  310 mahasiswa yang berasal dari enam perguruan tinggi; UIN Imam Bonjol, IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi, UIN Sutan Syarif Kasim Riau, UIN Suthan Thaha Saifudin Jambi, dan IAIN Kerinci. Instrumen yang digunakan adalah angket resiliensi.  Data angket dianalisis menggunakan program Excel serta melakukan uji statistik yang diperlukan dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata angket resiliensi mahasiswa Tadris Matematika PTKIN Se- Sumatera Bagian Tengah tergolong sedang dengan nilai 72.17, artinya  mahasiswa sudah mulai terbiasa dan percaya diri dalam mengerjakan soal High Order Thinking Skills (HOTS) yang tentunya akan berpengaruh terhadap nilai HOTS.Resilience is one of the factors that determine success at the lecture level.  This is due to the influence of resilience on mathematical abilities including HOTS, so it is very necessary to analyze whether Tadris Mathematics students at PTKIN have good resilience so that they are able to solve HOTS problems well, and vice versa. This study aims to describe the resilience of PTKIN Mathematics Tadris students throughout Central Sumatra. The type of research conducted is quantitative descriptive research with a population, namely prospective mathematics teachers, namely 7th semester mathematics tadris students at PTKIN Central Sumatra.  Sampling was carried out by cluster random sampling obtained by 310 students from six universities; UIN Imam Bonjol, IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi, UIN Sutan Syarif Kasim Riau, UIN Suthan Thaha Saifudin Jambi, and IAIN Kerinci. The instrument used is a resilience questionnaire. The questionnaire data is analyzed using the Excel program and performs the necessary statistical tests and is presented descriptively. The results showed that the average questionnaire for the resilience of Tadris Mathematics PTKIN Se- Central Sumatra students is classified as moderate with a score of 72.17, meaning that students have begun to get used to and confident in doing High Order Thinking Skills (HOTS) questions which will certainly affect the HOTS score.
MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Rivdya Eliza
Ta'dib Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v13i2.186

Abstract

Rapid developments in information technology and communication today is based on the development of mathematics in the field of number theory, algebra, analysis, theory of chances and discrete mathematics. To master the technology and creating future required a strong mastery of mathematics from an early age. Standard mathematical competence and basic competence in elementary school (SD), Junior Secondary School (SMP) and High School (SMA) have been prepared with the intention to develop the ability to use mathematics in solving problems and communicating the idea or the idea of using symbols, tables, diagrams , and other media. At the elementary school where children are in the concrete operational stage and how to effectively communicate the idea of mathematical ideas is to use instructional media. This paper will try to review the instructional media as one means of communication of mathematics learning in elementary school (SD).Kata kunci: komunikasi, media pembelajaran
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING Wahid, Rahmatul; Eliza, Rivdya; Susanto, Andi
Journal Cerdas Mahasiswa Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jcm.v5i1.6677

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang belajar dengan pendekatan metaphorical thinking di kelas VIII MTsN 6 Kota Padang. Penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan randomized control grup only design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN 6 Kota Padang. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis dan data dianalisis dengan uji-t. Hasil tes kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yaitu kelas eksperimen 77,34 dan kelas kontrol 66,94. Uji hipotesis dengan alfa sama dengan 0,05 diperoleh ttabel 1,67 dan thitung 2,53. Ini berarti bahwa kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Dari hasil ini diharapkan guru dapat memilih metaphorical thinking sebagai alternatif pendekatan pembelajaran.
Penerapan Pendekatan Berpikir Metaforis Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Eliza, Rivdya; Sepriyanti, Nana; Husniyah, Ulfah
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 2 (2023): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v5i2.2678

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa kelas XI MAN 4 Agam, yang disebabkan karena pembelajaran yang masih bertumpu pada aktivitas guru. Selain itu siswa juga terlihat pasif dalam pembelajaran dan dalam menyelesaikan soal yang memenuhi indikator kemampuan penalaran matematis. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menerapkan pendekatan pembelajaran berpikir metaforis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruh kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar dengan pendekatan berpikir metaforis dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran biasa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian randomized control group only design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAN 4 Agam Tahun Pelajaran 2022/2023. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis. Berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan, diperoleh bahwa nilai rata-rata hasil tes kemampuan penalaran matematis siswa kelas eksperimen 80,625 sedangkan kelas kontrol adalah 70,966. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan
PENGEMBANGAN PERANGKAT AJAR BERBASIS CTL PADA MATERI SISTEM KOORDINAT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KELAS VIII Azizah, Tuti; Sepriyanti, Nana; Eliza, Rivdya
Math Educa Journal Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mej.v7i1.5843

Abstract

The purpose of the research is to produce Student Worksheet based on Contextual Teaching and Learning (CTL) on the coordinate system material that meets the valid, practical, and effective criteria. This type of research is the research and development of Research and Development (RD) with the ADDIE model proposed by Dick and Carry (1998), which consists of five stages of development namely Analysis, Design, Develop, Implementation, and Evaluation. The subjects in this study were 3 educators and 12 students of class VIII of SMPN 8 Payakumbuh. Data analysis technique was done by analyzing the validity and practicality assessment sheets of the use of CTL-based LKPD. The results showed that the use of CTL-based LKPD developed obtained an average score of 84.66% which included very valid criteria. Furthermore, based on the practicality test showed that the revised CTL-based LKPD received an average score of 86.88% which was included in the very practical criteria. Finally, based on the effectiveness test showed that the CTL-based LKPD that was developed to improve students' problem solving abilities based on the acquisition of the average value of the problem solving ability test which was 86, 25% above the KKM. It was concluded that CTL-based LKPD in mathematics learning on the coordinate system material developed had fulfilled valid, practical, and effective criteria.