p-Index From 2021 - 2026
4.629
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Sosiohumaniora Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jurnal Celtic ELTIN Journal: Journal of English Language Teaching in Indonesia Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Sosioteknologi English Review: Journal of English Education Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature English and Literature Journal Wanastra : Jurnal Bahasa dan Sastra LET: Linguistics, Literature and English Teaching Journal Journal of Japanese Language Education and Linguistics Ranah: Jurnal Kajian Bahasa UICELL Conference Proceeding ASIAN TEFL TOTOBUANG ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Linguistics and Elt Journal Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics Jurnal Ilmiah Langue and Parole ELT-Lectura Proceedings of ISELT FBS Universitas Negeri Padang Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa TEKNOSASTIK Metahumaniora Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra DIALEKTIKA Journal of English Education and Teaching (JEET) Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sasindo Unpam Jomantara International Journal of Art and Culture Intermestic: Journal of International Studies English Journal Literacy Utama Midang Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics e-Journal of Linguistics Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES FONOLOGIS PADA PIDATO BERBAHASA INDONESIA OLEH DUTA BESAR KOREA SELATAN – INDONESIA Lia Amelia Nurkhazanah; Lia Maulia Indrayani; Inu Isnaeni Sidiq
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol. 17 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.758 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v17i1.43727

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses fonologis pada pidato berbahasa Indonesia yang dilakukan oleh duta besar Korea Selatan - Indonesia tahun 2019 dan 2020 yaitu Kim Chang-beom dan Park Tae-sung. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun data diambil melalui video pidato berbahasa Indonesia oleh duta besar Korea Selatan yang memiliki proses fonologis. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Langkah-langkah dalam analisis data dalam penelitian ini yaitu meliputi 1) pengumpulan data penelitian, 2) identifikasi proses fonologis, 3) pengkategorian proses fonologis, dan 4) penjelasan proses fonologis. Hasil identifikasi dalam penelitian ini ditemukan proses-proses fonologis berjumlah 49 buah dan terkategori menjadi asimilasi sebanyak 19 buah, disimilasi 3 buah, modifikasi vokal 8 buah, netralisasi 5 buah, zeroisasi 4 buah, anaptiksis 5 buah, epentesis 1 buah, dan paragog 4 buah. Kata kunci: Proses Fonologis; Korea; Indonesia; Duta Besar ABSTRACT  The purpose of this study is to determine the phonological process in Indonesian speech that are produced by the ambassadors of South Korea - Indonesia in 2019 and 2020, namely Kim Chang-beom and Park Tae-sung. This research method is descriptive qualitative. The data were taken through Instagram videos regarding Indonesian speeches by the South Korean ambassador which had phonological processes. The technique used in this research are the listening and note-taking technique. The steps in data analysis in this study include 1) collecting research data, 2) identifying phonological processes, 3) categorizing phonological processes, and 4) explaining phonological processes. The results of the identification in this study found 49 phonological processes and categorized into 19 assimilation, 3 dissimilation, 8 vocal modifications, 5 neutralization, 4 zeroization, 5 anapticsis, 1 epenthesis, and 4 paragog. Keywords : Phonological Process; Korea; Indonesia; Ambassador
CONCEPTUALIZATIONS AND SCHEMATIZATIONS OF HEAD METAPHORS: A CONCEPTUAL METAPHOR THEORY Asnita Sirait; Lia Maulia Indrayani; Rosaria Mita Amalia; Thomson Radesman Lingga
Eltin Journal : Journal of English Language Teaching in Indonesia Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, ISSUE 1, APRIL 2022
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/eltin.v10i1.p11-22

Abstract

Human’s head takes the most important part in human’s part of body which leads to the frequent use of  head in language uses. This study therefore aims to investigate how head is conceptualized through the use of metaphor in Corpus of Contemporary American English (COCA) and how the conceptual metaphors are projected through image schemas. The data were obtained  from Corpus of Contemporary American English (COCA) as a rich data sources relevant to the study. This study applied qualitative descriptive study through the framework of the Conceptual Metaphor Theory (CMT)  proposed by Lakoff and Johnson (2008). Sentences which contain head metaphors were selected, analyzed, and categorized to relevant conceptual metaphors through the bridge of mappings to characterize the relationship between two concepts (source and target domains) in the metaphorical process and image schemas.  The findings of the study showed that head is mostly metaphorically used as a container which is conceptualized as a head is a container.The most image schemas used are containment schemas which show in-out,  full-empty,  and surface schemas. The image-schemas have indeed been shown to likely become the basis of numerous metaphorical constructions and have been helpful to understand how people cognize their world.
LANGUAGE CHOICE AT THE AIRPORT WITHIN THE COVID-19 PANDEMIC Muhammad Putra Wibowo; Lia Maulia Indrayani
English Journal Literacy Utama Vol. 6 No. 1 (2021): English Journal Literacy UTama
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.255 KB)

Abstract

The COVID-19 pandemic has changed the way humans act in public, and airports are no exception. The sets of signs related to health protocols placed within the area of the airports are one of the stakeholders’ efforts to limit people’s physical behavior. This study aims to describe the language choice used in formulating the signs that curb the protocol for preventing the transmission of the COVID-19 at the airports. The data collected consist of the visual documentation of verbal signs related to the virus prevention protocols at I Gusti Ngurah Rai International Airport, Bali. Language variation found in all data are English and Indonesian languages. Within the scope of linguistic landscape, the data are analyzed by distinguishing between top-down and bottom-up signs, which, respectively, represent the airport authorities and the private parties. The results of this research show that, first, monolingual top-down signs are predominant with 10 signs, followed by seven bilingual top-down signs, two monolingual bottom-up signs, and one bilingual bottom-up signs. Second, in terms of language order and positioning, there are four signs with English positioned on top as the main language, and the same number of signs feature Indonesian as the main language. Third, the function of the signs is varied, with 14 signs are predominantly used for instruction, two signs for caution, one sign for direction, one sign for assertion, and two signs feature both instruction and assertion.
PENAMBAHAN FONEM VOKAL PADA GAIRAIGO DALAM LIRIK LAGU ALBUM “S. F. SOUND FURNITURE” KARYA CAPSULE Siti Shafa Febriani Aryanto; Lia Maulia Indrayani; Inu Isnaeni Sidiq
Metahumaniora Vol 12, No 2 (2022): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v12i2.37729

Abstract

Dalam bahasa Jepang, gairaigo merupakan kata serapan atau kata pinjaman dari bahasa asing. Ketika mengadaptasikan suatu kata atau istilah dari bahasa lain, maka kata tersebut harus disesuaikan dengan aturan-aturan yang terdapat pada bahasa Jepang, seperti pada aspek fonologisnya. Bahasa Inggris memiliki silabel terbuka dan tertutup, yang kemudian menjadi masalah jika kata yang terdiri dari silabel tertutup dipinjam oleh bahasa Jepang. Oleh karena itu, agar silabel tertutup dapat menjadi silabel terbuka, perlu ditambahkan fonem vokal tertentu pada silabel tertutup tersebut. Fonem-fonem ini adalah fonem /i/, /u/, dan /o/, sesuai dengan teori Kawarazaki (1989) dan teori Kubozono (2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses penambahan fonem vokal yang terjadi pada gairaigo dalam album “S. F. sound furniture” karya duo musikus Jepang CAPSULE. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 data gairaigo dari album tersebut dan masing-masing 8 data mengalami penambahan fonem vokal di bagian tengah kata dan akhir kata.
PERUBAHAN PELAFALAN BUNYI [s] DAN [r] OLEH PEMELAJAR BIPA KOREA TINGKAT DASAR (KAJIAN FONETIK) Afina Naufalia; Lia Maulia Indrayani
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 2 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.74-85

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pelafalan berbagai bunyi bahasa Indonesia oleh pemelajar BIPA asal Korea, salah satunya adalah fonem [s] dan [r]. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan aturan fonologi antara bahasa dengan bahasa Korea. Dalam bahasa Indonesia, huruf s dilafalkan dengan [s] sedangkan di dalam bahasa Korea, bisa dilafalkan dengan [s] dan [š]. Begitu pun pada fonem /r/ yang dalam bahasa Korea bisa dilafalkan dengan [r] atau [l]. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pelafalan fonem oleh pemelajar BIPA Korea ketika melafalkan kosakata bahasa Indonesia dan mendeskripsikan perbedaan sistem fonologi antara bahasa Korea dengan bahasa Indonesia sebagai penyebab perubahan pelafalan fonem tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitiannya adalah pemelajar asal BIPA Korea tingkat dasar sebanyak 18 pemelajar dari Balai Bahasa UPI. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan hasil bahwa sebanyak 40 bunyi [s] dilafalkan berbeda oleh pemelajar BIPA, yaitu menjadi bunyi [š]. Selanjutnya, perubahan pelafalan bunyi [r] terjadi sebanyak 27 jenis masalah yang dilafalkan menjadi [l]. Perbedaan pelafalan tersebut disebabkan oleh adanya interferensi bahasa ibu pemelajar BIPA ketika melafalkan bunyi bahasa Indonesia. Hasil temuan dalam ini, yakni berupa data perbedaan pelafalan fonem oleh pemelajar BIPA Korea dan data berupa perbedaan sistem fonologi bahasa Indonesia dan bahasa Korea bisa dimanfaatkan oleh pengajar BIPA sebagai bahan pembelajaran agar pemelajar bisa beradaptasi melafalkan bunyi bahasa Indonesia. Hal ini karena pelafalan adalah aspek penting dalam pembelajaran bahasa kedua. Peneliti berharap penelitian ini bisa memperkaya penelitian dalam bidang BIPA dan Fonologi.
Word-Formation of Sundanese Food Names on Instagram Hashtag: A Morphological Study L.M Ady Marlan Wardoyo Hasim; Lia Maulia Indrayani; Ypsi Soeria Soemantri
Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature Vol 21, No 2: December 2021 Nationally Accredited
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/celt.v22i1.3633

Abstract

 Abstract: Sundanese cuisine names are popular in everyday social interactions as well as social media, with Instagram being one of them. The purposes of this study are to determine how words are formed and to look at the word-formation patterns that predominate in Instagram hashtags. All Sundanese food names used in this research are related to certain meals. This paper employs a qualitative method that deals with words, not numbers. The results show that blending is the most dominant type in the findings. It indicates that blending is mostly used by Instagram users in their posts.Key words: word formation, Sundanese food, morphological process
Negative Representative & Expressive Act in Trump’s Dominance on The United States Presidential Debate 2020 “Covid-19 Issue” Misyi Gusthini; Lia Maulia Indrayani; Rosaria Mita Amalia; Elvi Citraresmana
Intermestic: Journal of International Studies Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/intermestic.v7n1.11

Abstract

This article analyze the use of representative and negative expressive speech acts on the dominance of Trump's utterances in the final debate of the first United States president against Joe Biden. The data is a video transcript of the United States presidential candidate debate in September 2020, specifically the debate on the Covid-19 motion. This study focuses on the dominance of Trump's utterances which have negative expressive and representative meanings. Using a qualitative descriptive method, the writer applies Yule's theory of speech acts and Fairclough's theory of language and power, to analyze dominance based on content, relations, and subject matter. The results show that in the domination of Trump's utterances there are three negative representative datas with the function of bragging about performance results in handling the pandemic and two negative expressive datas which also have the function of boasting and pitying Biden's ignorance of several Covid-19 situations in 2020.
Realisasi Fonem Nasal Bahasa Jepang pada Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Fahri Delfariyadi; Lia Maulia Indrayani; Inu Isnaeni Sidiq
Journal of Japanese Language Education and Linguistics Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jjlel.v6i2.13423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan realisasi fonem nasal bahasa Jepang oleh mahasiswa jurusan Sastra Jepang semester lima Universitas Padjadjaran. Sumber data pada penelitian ini adalah hasil tuturan dari lima orang mahasiswa. Data diperoleh dengan metode perekaman suara terhadap tuturan mahasiswa. Adapun temuan dari penelitian ini adalah semua partisipan merealisasikan fonem nasal pada kata sanpo menjadi alofon nasal bilabial [m], mahasiswa yang berbahasa ibu bahasa Jawa merealisasikan fonem nasal pada kata minna menjadi alofon uvular nasal [ɴ],  fonem nasal pada kata niku direalisasikan menjadi alofon alveolar nasal [n], terjadi denasalisasi pada empat mahasiswa ketika mengucapkan kata shougakkou, fonem nasal pada kata hon direalisasikan menjadi alofon uvular nasal oleh semua partisipan, mahasiswa perempuan memiliki pitch suara yang lebih tinggi, dan tuturan mahasiswa laki-laki lebih keras daripada tuturan mahasiswa perempuan. Selain itu, realisasi yang berbeda dari fonem yang sama membentuk aturan fonologis yang berbeda.
Afek dalam Tayangan Virtual 'Catatan Najwa' Terkait Pandemi Covid-19 melalui Perspektif Appraisal Dini Sri Istiningdias; Lia Maulia Indrayani; Eva Tuckyta Sari Sujatna; Wagiati Wagiati
Dialektika Vol 9 No 2 (2022): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/dialektika.v9i2.2163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis afek yang digunakan oleh Najwa Shihab dalam tayangan virtual Catatan Najwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian berupa kalimat yang disampaikan secara lisan dalam tayangan virtual Catatan Najwa episode Corona: kepastian di antara ketidakpastian yang mengandung afek. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam tayangan virtual Catatan Najwa, Najwa Shihab menggunakan dua jenis afek yaitu “keamanan” (in/security) dan “kepuasan” (dis/satisfaction). Najwa Shihab tidak menggunakan jenis afek “kebahagiaan” (un/happiness) dalam tayangan virtual Catatan Najwa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan afek “keamanan” (in/security) dan “kepuasan” (dis/satisfaction) yang lebih dominan, Najwa Shihab ingin menyampaikan respon emosi yang berkaitan dengan perasaan gelisah serta pencapaian strategi pencegahan penyebaran virus dan tingkat frustrasi diri terhadap COVID-19 yang sedang dihadapi di seluruh dunia kepada masyarakat Indonesia.
Proses Fonologis pada Tuturan Bahasa Indonesia oleh Idol Penutur Korea dalam Variety Show “Halo82: NCT Dream” : Phonological Process of Indonesian Speech by Native Korean Idols on the Variety Show “Halo82: NCT Dream” Ni Gusti Ayu Dhyana Widyadewi; Lia Maulia Indrayani
TOTOBUANG Vol. 10 No. 2 (2022): TOTOBUANG, Edisi Desember 2022
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v10i2.378

Abstract

This study discusses the phonological process of Indonesian speech carried out by native speakers of the Korean idol NCT Dream in the variety show Halo82. The study's purpose is to find out the phonological processes that occur in the speech of Indonesian words carried out by Korean native speakers. This research uses the descriptive qualitative method to describe every phonological process that occurs in each speech produced. The data collection technique used was simak bebas libat cakap and catat with data in the form of 24 words sourced from the speech of Korean speakers in the Halo82 variety show video on YouTube. The data obtained were processed by data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. Based on the analysis of words spoken by the idol NCT Dream in the variety show Halo82, there are 13 phonological processes in the form of 7 epenthesis, 8 final consonant deletions, 13 vowel deviation, 1 /l/deviations, 1 /r/ deviations, 1 metathesis, 4 taps ‘r’ – trill ‘r’ deficiency, 8 strengthening, 1 prevocalic voicing, 1 affrication, 1 consonant devoicing, 1 nasalization, and 2 blackenings. Keywords: phonological process, speech, Indonesian and Korean, NCT, Halo82