Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENERAPAN METODE RESITASI DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK PADA SISWA DI MAN 2 ACEH BESAR Ferawati, Ferawati; Sulastri, Ema; Emawati, Emawati; Mailisman, Nasrullah
Al-Fathanah Vol 4, No 2, Oktober (2024): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v4i2.2338

Abstract

Metode pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis dan teratur yang dilakukan oleh pendidik dalam penyampaian materi kepada peserta didik. Dengan adanya metode ini, diharapkan proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pendidik harus bisa mempelajari metode pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan dalam pengajaran Akidah Akhlak adalah metode resitasi. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu untuk belajar sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode resitasi dalam peningkatan motivasi belajar Akidah Akhlak pada siswa di MAN 2 Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menganalisis data melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan 1 guru Akidah Akhlak dan 5 siswa dari kelas XI IPA1. Penerapan metode resitasi diberikan dengan harapan siswa dapat belajar secara optimal dan siswa memilki hasil belajar yang lebih bagus. Metode resitasi akan membentuk siswa menjadi seorang yang memiliki tanggungjawab yang tinggi dengan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan guru secara maksimal dan penuh kedisiplinan. Penerapan resitasi yang diberikan sesuai dengan kemampuan siswa dan juga durasi waktu yang sesuai dengan tugas yang diberikan. Selain itu, ada beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode resitasi dalam peningkatan motivasi belajar Akidah Akhlak pada siswa di MAN 2 Aceh Besar. Faktor pendukungnya mencakup adanya fasilitas internet/sosial media yang memudahkan siswa dan siswa memiliki sarana belajar HP (Handphone) sehingga memudahkan mencari bahan di google dan sebagainya. Di sisi lain, faktor penghambatnya meliputi kurangnya/tidak lengkapnya buku bacaan dan fasilitas di sekolah serta kurangnya motivasi dari siswa.
EDUCATION TO MAINTAIN FRIENDSHIP TO STRENGTHEN THE FOUNDATIONS OF PEACE IN SOCIETY Fadhillah, Muhammad; Emawati, Emawati; Sulastri, Ema; Yusliani, Hamdi; Rosnidarwati, Rosnidarwati
ABDIMU: Jurnal Pengabdian Muhammadiyah Vol 4, No 1 (2024): Vol 4, No 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/abdimu.v4i1.2101

Abstract

According to Islamic teachings, human beings are connected to each other, and as such, they naturally require the company of other people. Due to their inherent weakness, humans depend on the support of people around them. Thus, it is not unusual to refer to humans as social beings. This is owing to the fact that humans are beings who will always require the company of other people. This suggests that all Muslims have a duty to uphold friendship, whether it is through familial ties (descendants) or brotherly relationships with other Muslims. It is necessary for non-Muslims to uphold the virtue of mutual respect and appreciation, even if they go about it in various ways. It is hard to establish harmony and peace within a society if its people lack affection, as this always results in arguments, animosity, and ultimately, murder. For this reason, shilaturrahim (engaging with others)—both general and specific—are essential to bringing about the world's peace, harmony, and unification of humanity. Keywords: Society, Engagement with others, peace
Menulis Puisi Tentang Lingkungan Untuk Meningkatkan Kesadaran Ekologis Sejak Dini Yanti, Artini Dewi; Emawati, Emawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 11 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i11.111

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup semakin mendesak untuk ditangani, dan penanaman kesadaran ekologis sejak dini menjadi krusial. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ekologis siswa/i SMPN 04 Tanjung Lago melalui penulisan puisi bertema lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, lokakarya penulisan puisi, pendampingan, dan pameran karya. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan pemahaman siswa tentang isu lingkungan, kemampuan mereka dalam berekspresi melalui puisi, serta tumbuhnya rasa tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan positif dalam menjaga lingkungan di sekitar mereka.
Penggunaan Kalimat Efektif dalam Bukti Pertanggungjawaban Belanja di Dinas Pariwisata Sematera Selatan Widia, Tri; Emawati, Emawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 12 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i12.118

Abstract

Penggunaan bahasa yang efektif memegang peranan penting dalam penyusunan dan penyampaian bukti pertanggungjawaban belanja di Dinas Pariwisata Sumatera Selatan. Dalam era akuntabilitas dan transparansi, Dinas Pariwisata Sumatera Selatan dituntut untuk mampu menyusun laporan keuangan yang informatif, jelas, persuasif dan mudah dipahami. Berdasarkan observasi dan analisis terhadap beberapa contoh bukti pertanggungjawaban belanja, diketahui bahwa meskipun Dinas Pariwisata telah menunjukkan kepatuhan dalam pelaporan, masih perlu adanya peningkatan kualitas penggunaan bahasa, kemampuan komunikasi tertulis, serta penyediaan informasi dalam berbagai bagian dokumen. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu Dinas Pariwisata Sumatera Selatan dalam mengoptimalkan penggunaan kalimat dalam bukti pertanggungjawaban belanja sebagai sarana utama untuk mencapai transparansi dan akuntabilitas.
PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS PADA LANSIA DESA PONGKA KECAMATAN TELLU SIATTINGE KAB. BONE TAHUN 2024 Sumarni, Sumarni; Susilawati, Susilawati; Emawati, Emawati; Sriwidyastuti, Sriwidyastuti; Sulfiya Ninsi
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 8 (2025): Nusantara Hasana Journal, January 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i8.1539

Abstract

Degenerative diseases are diseases that are often suffered by the elderly. Degenerative diseases are diseases caused by decreased organ function. Some degenerative diseases that are often suffered by the elderly are hypertension, coronary heart disease, diabetes mellitus, gout, etc. This community service aims to provide health services to the elderly in Pongka Village, Tellu Siattinge District, Bone Regency. The results of the community service activities show that health checks on the elderly in Pongka Village obtained blood pressure checks in the hypertension category for 21 elderly (77.8%), cholesterol level checks in the high category for 11 elderly (40.7%) and blood sugar level checks in the high category for 18 elderly (66.7%). Recommendations recommended in efforts to improve health for the elderly in Pongka Village include increasing public knowledge, especially the elderly, about factors related to the occurrence of a disease, especially hypertension, cholesterol levels and blood sugar levels through health education.
PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA CORAWALI KECAMATAN BAREBBO KABUPATEN BONE Sumarni, Sumarni; Susilawati, Susilawati; Emawati, Emawati; Sulfiya Ninsi
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 7 (2023): Nusantara Hasana Journal, December 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i7.1541

Abstract

The implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a vital step in improving public health quality. PHBS includes habits such as washing hands with soap, maintaining environmental cleanliness, consuming nutritious food, and engaging in regular physical activity to prevent infectious and non-communicable diseases. This study aims to evaluate the level of understanding and implementation of PHBS within the community as well as the factors influencing it. The results indicate that public awareness of the importance of PHBS needs to be enhanced through continuous education and the provision of supportive facilities. Collaboration between the government, health institutions, and the community is essential to create a healthy and sustainable environment.
Penguatan Peran Guru Mengaji melalui Inovasi Teknologi Pembelajaran Al-Qur’an Digital di Komunitas Perkotaan Salami Mahmud; Syatria Adymas Pranajaya; Emawati, Emawati; Ainiah, Nur
JKA Vol. 2 No. 2 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/y43ttx72

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis penguatan peran guru mengaji di komunitas perkotaan melalui pemanfaatan inovasi teknologi pembelajaran Al-Qur’an digital. Transformasi digital yang berkembang pesat menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan keagamaan non-formal, termasuk dalam aktivitas pembelajaran Al-Qur’an. Melalui telaah kritis terhadap berbagai sumber pustaka, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan laporan riset terkait, penelitian ini mengidentifikasi peran strategis guru mengaji dalam mengadaptasi metode pembelajaran berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang dinamis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti aplikasi Al-Qur’an interaktif, platform pembelajaran daring, serta konten keislaman di media sosial, berpotensi memperkuat efektivitas pengajaran dan memperluas jangkauan dakwah. Selain itu, penguatan kapasitas guru dalam bidang teknologi menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi inovasi tersebut. Kajian ini merekomendasikan pentingnya integrasi literasi digital dalam pelatihan guru mengaji serta pengembangan kebijakan yang mendukung digitalisasi pembelajaran Al-Qur’an di ranah komunitas perkotaan.
REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA MASYARAKAT SUKU BANJAR DAN DAYAK PADA NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBLI (The Representation of Cultural Values of Banjar Tribe and Dayak in the Novel Jendela Seribu Sungai By Miranda Seftiana and Avesina Soebli) Emawati, Emawati; Wahidy, Achmad; Rifai, Kiki Aprillianti
Salingka Vol 18, No 1 (2021): SALINGKA, Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i1.437

Abstract

 AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian antropologi sastra yang bertujuan untuk mendeskripsikan secaramendalam berbagai nilai budaya masyarakat suku Banjar dan Dayak yang direpresentasikan dalamnovel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan antropologi sastra, suatu pendekatan interdisiplineryang secara khusus mengkaji berbagai aspek kebudayaan manusia yang tercermin melalui karyasastra. Selanjutnya, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Untuk menganalisisdata, digunakan teknik analisis isi yang meliputi tahapan identifikasi data, klasifikasi data, daninterpretasi data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan lima nilai budaya masyarakat suku Banjaryang direpresentasikan dalam novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan AvesinaSoebli. Pertama, percaya adanya kekuasaan Tuhan dan senantiasa terus berdoa kepada Tuhan.Kedua, manusia harus dapat menjaga dan menggunakan alam dengan sebaik-baiknya agar dapatbermanfaat dalam kehidupan. Ketiga, manusia tidak dapat hidup sendiri karena merupakan makhluksosial. Keempat, musyawarah, saling membantu dan saling mengasihi antarsesama. Kelima, manusiabertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya sendiri untuk membuat hidupnya menjadi lebihbaik.Kata kunci: kebudayaan, nilai budaya, antropologi sastra AbstractThis study aims to describe the cultural values of the people of Banjar and Dayak tribes arerepresented in the novel of Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli.The method used in this research is literary anthropology approach. It examines various aspectsof human culture which is reflected through literary works. Furthermore, the research usedqualitative descriptive method and content analysis technique are used to analyze the data,they are respectively, data identification, data classification, and data interpretation. Theresults found five cultural values of the people of Banjar tribe and Dayak that is representedin the novel of Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli. First, believein the power of God and always continue to pray to God. Second, humans must be able tomaintain and use nature as well as possible so that it can be useful in life. Third, humanscannot live alone because the people are social creatures. Fourth, deliberation, helping eachother and sharing among each other. Fifth, humans are responsible for their own survival tomake their lives better.Keywords: cultural, cultural value, literary anthropology
URGENSI PENDIDIKAN ADAB SEBELUM ILMU BAGI USIA KANAK: KONTRIBUSI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI BAGI ZAMAN KONTEMPORER Yusliani, Hamdi; Muarrif, M. Riza; Emawati, Emawati; Anggraeni, RA Nadiya
Bunayya Vol 10 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v10i1.24770

Abstract

Artikel ini mendiskusikan konsep pendidikan Islami yang tepat bagi anak dengan menelaah warisan pemikiran Imam Al-Ghazali (450-505 H.) melalui beberapa karyanya, seperti Ayyuha al-Walad dan magnum opus-nya, Ihya’ ‘Ulumiddin tentang pentingnya membekali adab sebelum mendapatkan ilmu bagi anak usia dini. Dengan menggunakan studi kepustakaan sebagai metode penelitian yang merangkum konsep pemikiran Al-Ghazali tentang urgensi adab dari berbagai referensi klasik dan kontemporer yang dianalisis secara sintesis. Temuan dari penelitian ini adalah: pendidikan dan penanaman nilai adab sebelum pengajaran ilmu bagi anak usia dini adalah suatu hal yang niscaya dan mutlak dibutuhkan di masa kontemporer ini untuk mengarahkan peserta didik usia dini tersebut dalam memahami klasifikasi dan tingkatan ilmu, baik pada tingkat ilmu yang lebih penting (ahamm), penting (muhimm), atau hanya pendukung ilmu biasa. Melalui klasifikasi keilmuan pada ilmu fardhu ‘ayn dan ilmu fardhu kifayah secara proporsional, sehingga anak mampu menempatkan benar dan salah pada tempatnya. Hal ini dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Mengajarkan adab sejak dini dapat memperlengkapi mereka untuk menghadapi tantangan zaman kontemporer saat ini. 
PENERAPAN SULAMAN BENANG BERNUANSA MOTIF ACEH PADA HIJAB SYARI Emawati, Emawati; Dewi, Rosmala; Fadhilah, Fadhilah; Rahmi, Rahmi; Novita, Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 3 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i3.31941

Abstract

Sulaman benang merupakan keterampilan kerajinan menyulam yang sudah ada sejak lama yang di aplikasikan pada pakaian, jilbab, tas, dan lenan rumah tangga. Sulaman benang dengan motif Aceh sangat jarang dijumpai dimasyarakat terutama dikalangan remaja karena kerajinan sulaman tangan berdampak kepada nilai jual yang menyebabkan tidak banyak dijumpai sulaman benang dipasaran kecuali dipesan, sehingga kerajinan sulaman benang dengan motif Aceh perlu dilestarikan. Adapun tujuannya untuk mendesain motif pada hijab syari dengan penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh. Mengaplikasikan teknik sulaman benang pada hijab syari. Mengetahui daya tarik dikalangan remaja terhadap penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh pada hijab syari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen terapan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini merupakan remaja yang berusia 18-23 tahun dengan kriteria mengerti sulaman, mengenal motif Aceh dan yang sering memakai hijab syari. Hasil dari penelitian ini telah mendesain produk hijab syari dengan penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh serta mengkontruksikannya dalam hijab syari kurung motif Aceh dan hijab persegi oval motif Aceh dengan teknik sulaman benang. Pada eksperimen pertama yaitu hijab syari kurung motif Aceh menggunakan bahan sifon yang memakai paduan warna pink soft dan warna hijau dengan penerapan motif bungong seulanga, awan sioen dan oen reudeup. Penepatan motif Aceh diterapkan pada bagian depan hijab, sedangkan eksperimen kedua model hijab persegi oval motif Aceh menggunakan bahan sifon berwarna hitam dengan penerapan motif bungong mata uroe, oen paku dan oen reudeup pada bagian belakang hijab. Tanggapan dari subjek terhadap daya tarik remaja menunjukkan ketertarikan terhadap penerapan sulaman benang menggunakan motif Aceh pada hijab syari, karena motif yang digunakan tidak sering dijumpai. Dengan mengangkat motif Aceh yang tidak sering dijumpai dan telah dimodifikasikan tanpa merubah bentuk dari bentuk aslinya, maka dengan adanya penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh pada hijab syari ini dapat menambah wawasan para remaja serta dapat melestarikan kebudayaan Aceh.Kata Kunci: Sulaman Benang, Motif Aceh, Hijab Syari