Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS PADA LANSIA DESA PONGKA KECAMATAN TELLU SIATTINGE KAB. BONE TAHUN 2024 Sumarni, Sumarni; Susilawati, Susilawati; Emawati, Emawati; Sriwidyastuti, Sriwidyastuti; Sulfiya Ninsi
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 8 (2025): Nusantara Hasana Journal, January 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i8.1539

Abstract

Degenerative diseases are diseases that are often suffered by the elderly. Degenerative diseases are diseases caused by decreased organ function. Some degenerative diseases that are often suffered by the elderly are hypertension, coronary heart disease, diabetes mellitus, gout, etc. This community service aims to provide health services to the elderly in Pongka Village, Tellu Siattinge District, Bone Regency. The results of the community service activities show that health checks on the elderly in Pongka Village obtained blood pressure checks in the hypertension category for 21 elderly (77.8%), cholesterol level checks in the high category for 11 elderly (40.7%) and blood sugar level checks in the high category for 18 elderly (66.7%). Recommendations recommended in efforts to improve health for the elderly in Pongka Village include increasing public knowledge, especially the elderly, about factors related to the occurrence of a disease, especially hypertension, cholesterol levels and blood sugar levels through health education.
PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA CORAWALI KECAMATAN BAREBBO KABUPATEN BONE Sumarni, Sumarni; Susilawati, Susilawati; Emawati, Emawati; Sulfiya Ninsi
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 7 (2023): Nusantara Hasana Journal, December 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i7.1541

Abstract

The implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a vital step in improving public health quality. PHBS includes habits such as washing hands with soap, maintaining environmental cleanliness, consuming nutritious food, and engaging in regular physical activity to prevent infectious and non-communicable diseases. This study aims to evaluate the level of understanding and implementation of PHBS within the community as well as the factors influencing it. The results indicate that public awareness of the importance of PHBS needs to be enhanced through continuous education and the provision of supportive facilities. Collaboration between the government, health institutions, and the community is essential to create a healthy and sustainable environment.
Optimalisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui Pendekatan Konstruktivistik di Sekolah Menengah Pertama Nahadi, Muhammad Haris; Emawati, Emawati; Murzal, Murzal
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 15 No. 2 (2025): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v15i2.7496

Abstract

This study explores implementing a constructivist approach in optimizing the learning process of Islamic religious education and character education at SMP Negeri 1 Narmada. The research method used is descriptive qualitative, with data analysis through data condensation, data presentation, and drawing and verifying conclusions. Extended observation techniques were used to ensure data validity. The study results indicate that implementing a constructivist approach can create a more interactive and participatory learning process. Methods such as small group discussions, mind mapping, and demonstrations can encourage active student involvement and cooperation. They not only passively receive material but also actively build understanding, connect knowledge with everyday experiences, and internalize moral and spiritual values. This study also found supporting factors, such as the role of teachers as facilitators, active student participation, and the availability of adequate facilities and learning resources. There are also inhibiting factors, such as peers and social media. Overall, the constructivist approach has been proven to increase deeper understanding, develop critical thinking skills, and shape positive attitudes in students in learning Islamic religious education and character education.
Penguatan Peran Guru Mengaji melalui Inovasi Teknologi Pembelajaran Al-Qur’an Digital di Komunitas Perkotaan Salami Mahmud; Syatria Adymas Pranajaya; Emawati, Emawati; Ainiah, Nur
JKA Vol. 2 No. 2 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/y43ttx72

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis penguatan peran guru mengaji di komunitas perkotaan melalui pemanfaatan inovasi teknologi pembelajaran Al-Qur’an digital. Transformasi digital yang berkembang pesat menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan keagamaan non-formal, termasuk dalam aktivitas pembelajaran Al-Qur’an. Melalui telaah kritis terhadap berbagai sumber pustaka, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan laporan riset terkait, penelitian ini mengidentifikasi peran strategis guru mengaji dalam mengadaptasi metode pembelajaran berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang dinamis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti aplikasi Al-Qur’an interaktif, platform pembelajaran daring, serta konten keislaman di media sosial, berpotensi memperkuat efektivitas pengajaran dan memperluas jangkauan dakwah. Selain itu, penguatan kapasitas guru dalam bidang teknologi menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi inovasi tersebut. Kajian ini merekomendasikan pentingnya integrasi literasi digital dalam pelatihan guru mengaji serta pengembangan kebijakan yang mendukung digitalisasi pembelajaran Al-Qur’an di ranah komunitas perkotaan.
REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA MASYARAKAT SUKU BANJAR DAN DAYAK PADA NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBLI (The Representation of Cultural Values of Banjar Tribe and Dayak in the Novel Jendela Seribu Sungai By Miranda Seftiana and Avesina Soebli) Emawati, Emawati; Wahidy, Achmad; Rifai, Kiki Aprillianti
Salingka Vol 18, No 1 (2021): SALINGKA, Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i1.437

Abstract

 AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian antropologi sastra yang bertujuan untuk mendeskripsikan secaramendalam berbagai nilai budaya masyarakat suku Banjar dan Dayak yang direpresentasikan dalamnovel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan antropologi sastra, suatu pendekatan interdisiplineryang secara khusus mengkaji berbagai aspek kebudayaan manusia yang tercermin melalui karyasastra. Selanjutnya, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Untuk menganalisisdata, digunakan teknik analisis isi yang meliputi tahapan identifikasi data, klasifikasi data, daninterpretasi data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan lima nilai budaya masyarakat suku Banjaryang direpresentasikan dalam novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan AvesinaSoebli. Pertama, percaya adanya kekuasaan Tuhan dan senantiasa terus berdoa kepada Tuhan.Kedua, manusia harus dapat menjaga dan menggunakan alam dengan sebaik-baiknya agar dapatbermanfaat dalam kehidupan. Ketiga, manusia tidak dapat hidup sendiri karena merupakan makhluksosial. Keempat, musyawarah, saling membantu dan saling mengasihi antarsesama. Kelima, manusiabertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya sendiri untuk membuat hidupnya menjadi lebihbaik.Kata kunci: kebudayaan, nilai budaya, antropologi sastra AbstractThis study aims to describe the cultural values of the people of Banjar and Dayak tribes arerepresented in the novel of Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli.The method used in this research is literary anthropology approach. It examines various aspectsof human culture which is reflected through literary works. Furthermore, the research usedqualitative descriptive method and content analysis technique are used to analyze the data,they are respectively, data identification, data classification, and data interpretation. Theresults found five cultural values of the people of Banjar tribe and Dayak that is representedin the novel of Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli. First, believein the power of God and always continue to pray to God. Second, humans must be able tomaintain and use nature as well as possible so that it can be useful in life. Third, humanscannot live alone because the people are social creatures. Fourth, deliberation, helping eachother and sharing among each other. Fifth, humans are responsible for their own survival tomake their lives better.Keywords: cultural, cultural value, literary anthropology
URGENSI PENDIDIKAN ADAB SEBELUM ILMU BAGI USIA KANAK: KONTRIBUSI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI BAGI ZAMAN KONTEMPORER Yusliani, Hamdi; Muarrif, M. Riza; Emawati, Emawati; Anggraeni, RA Nadiya
Bunayya Vol 10 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v10i1.24770

Abstract

Artikel ini mendiskusikan konsep pendidikan Islami yang tepat bagi anak dengan menelaah warisan pemikiran Imam Al-Ghazali (450-505 H.) melalui beberapa karyanya, seperti Ayyuha al-Walad dan magnum opus-nya, Ihya’ ‘Ulumiddin tentang pentingnya membekali adab sebelum mendapatkan ilmu bagi anak usia dini. Dengan menggunakan studi kepustakaan sebagai metode penelitian yang merangkum konsep pemikiran Al-Ghazali tentang urgensi adab dari berbagai referensi klasik dan kontemporer yang dianalisis secara sintesis. Temuan dari penelitian ini adalah: pendidikan dan penanaman nilai adab sebelum pengajaran ilmu bagi anak usia dini adalah suatu hal yang niscaya dan mutlak dibutuhkan di masa kontemporer ini untuk mengarahkan peserta didik usia dini tersebut dalam memahami klasifikasi dan tingkatan ilmu, baik pada tingkat ilmu yang lebih penting (ahamm), penting (muhimm), atau hanya pendukung ilmu biasa. Melalui klasifikasi keilmuan pada ilmu fardhu ‘ayn dan ilmu fardhu kifayah secara proporsional, sehingga anak mampu menempatkan benar dan salah pada tempatnya. Hal ini dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Mengajarkan adab sejak dini dapat memperlengkapi mereka untuk menghadapi tantangan zaman kontemporer saat ini. 
PENERAPAN SULAMAN BENANG BERNUANSA MOTIF ACEH PADA HIJAB SYARI Emawati, Emawati; Dewi, Rosmala; Fadhilah, Fadhilah; Rahmi, Rahmi; Novita, Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 3 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i3.31941

Abstract

Sulaman benang merupakan keterampilan kerajinan menyulam yang sudah ada sejak lama yang di aplikasikan pada pakaian, jilbab, tas, dan lenan rumah tangga. Sulaman benang dengan motif Aceh sangat jarang dijumpai dimasyarakat terutama dikalangan remaja karena kerajinan sulaman tangan berdampak kepada nilai jual yang menyebabkan tidak banyak dijumpai sulaman benang dipasaran kecuali dipesan, sehingga kerajinan sulaman benang dengan motif Aceh perlu dilestarikan. Adapun tujuannya untuk mendesain motif pada hijab syari dengan penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh. Mengaplikasikan teknik sulaman benang pada hijab syari. Mengetahui daya tarik dikalangan remaja terhadap penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh pada hijab syari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen terapan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini merupakan remaja yang berusia 18-23 tahun dengan kriteria mengerti sulaman, mengenal motif Aceh dan yang sering memakai hijab syari. Hasil dari penelitian ini telah mendesain produk hijab syari dengan penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh serta mengkontruksikannya dalam hijab syari kurung motif Aceh dan hijab persegi oval motif Aceh dengan teknik sulaman benang. Pada eksperimen pertama yaitu hijab syari kurung motif Aceh menggunakan bahan sifon yang memakai paduan warna pink soft dan warna hijau dengan penerapan motif bungong seulanga, awan sioen dan oen reudeup. Penepatan motif Aceh diterapkan pada bagian depan hijab, sedangkan eksperimen kedua model hijab persegi oval motif Aceh menggunakan bahan sifon berwarna hitam dengan penerapan motif bungong mata uroe, oen paku dan oen reudeup pada bagian belakang hijab. Tanggapan dari subjek terhadap daya tarik remaja menunjukkan ketertarikan terhadap penerapan sulaman benang menggunakan motif Aceh pada hijab syari, karena motif yang digunakan tidak sering dijumpai. Dengan mengangkat motif Aceh yang tidak sering dijumpai dan telah dimodifikasikan tanpa merubah bentuk dari bentuk aslinya, maka dengan adanya penerapan sulaman benang bernuansa motif Aceh pada hijab syari ini dapat menambah wawasan para remaja serta dapat melestarikan kebudayaan Aceh.Kata Kunci: Sulaman Benang, Motif Aceh, Hijab Syari
CHALLENGES AND OPPORTUNITIES IN IMPLEMENTING THE MERDEKA CURRICULUM IN LANGUAGE EDUCATION: A META-SYNTHETIC ANALYSIS Emawati, Emawati; Taufiqulloh, Taufiqulloh; Fadhly, Fahrus Zaman
English Review: Journal of English Education Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/erjee.v12i2.10356

Abstract

The Merdeka Curriculum, recently introduced in Indonesia, aims to restore learning by prioritizing essential content and character development. While promising, its implementation in language education presents significant challenges and opportunities. This meta-synthetic analysis explores these aspects by synthesizing findings from various qualitative studies on the curriculum’s impact on language learning. Data were gathered from peer-reviewed journals, conference proceedings, and educational reports, focusing on studies conducted in diverse Indonesian educational settings. Key challenges identified include inconsistent teacher training, limited resources, and resistance to new pedagogical approaches. However, the curriculum also offers notable opportunities, such as enhanced student engagement, improved critical thinking, and the promotion of learner autonomy. Its emphasis on project-based learning and flexible teaching methods fosters a more interactive, student-centered environment. The study concludes that while the Merdeka Curriculum presents challenges, it also holds significant potential to enhance language education. Addressing these challenges requires comprehensive teacher training, adequate resource allocation, and continuous support for educators. The study recommends targeted professional development for teachers, increased investment in educational resources, and ongoing evaluation to ensure effective implementation. Policymakers should create supportive frameworks that enable schools to adapt the curriculum to their specific contexts, maximizing its benefits for language education. 
(Implementation of the Independent Learning Curriculum at SMA Negeri 2 Mataram, West Nusa Tenggara) Maruf, Maruf; Emawati, Emawati; Ramdhani, Deddy
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 9, No 2 (2024): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v9i2.6997

Abstract

The purpose of this research is to determine the implementation of the Independent Curriculum in Islamic Learning. The object of study is the Islamic Religious Education Teacher at SMA Negeri 2 Mataram. Type of qualitative research, data collection techniques using observation and interviews. The research results showed that in implementing the Independent Learning Curriculum there were three stages carried out by teachers, namely the planning stage, implementation stage and evaluation stage. All these stages have been carried out by the teacher.  
Religious moderation without context: critical analysis of Islamic Education textbooks junior high school in Indonesia Saparudin, Saparudin; Emawati, Emawati
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 2 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i2.24920

Abstract

This study aims to analyze the value of religious moderation articulated in the textbooks on Islamic Education (PAI) and Morals for Junior High School. A qualitative approach was used using content analysis techniques which carried out by unitizing, sampling, recording/coding, reducing, abductively inferring, and narrating the samples. Furthermore, data validity was conducted through a focus group discussion technique involving experts in the field of moderation and teachers using textbooks. The results found that the content of religious moderation values has not been given proper space in PAI textbooks, although it is considered to be one of the gateways for the spread of radicalism in schools. This tendency is evidently seen in the following, first, the value of anti-violence being surpassed by normatively based dominance of personal morals and fiqh of worship. Second, national values are still neglected, meaning that the concept of islah and deliberation in the arguments cited for this theme has not been further elaborated. Third, the narrative of tolerance presented is very limited. Fourth, the description of local culture is almost forgotten. For example, the Walisongo's contextualization of local culture with Islam, has not been used to elaborate the value of moderation. Therefore, these findings indicate that there is an urgent need to strengthen the values of religious moderation in PAI textbooks used at Junior High School level in Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis nilai moderasi beragama yang diartikulasikan dalam buku teks PAI dan Budi Pekerti SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik content analysis terhadap buku teks yang digunakan di SMP. Tahapan analisis dilakukan melalui unitizing, sampling, recording/coding, reducing, abductively inferring, dan narrating. Keabsahan data dilakukan dengan teknik focus group discussion dengan melibatkan pakar bidang moderasi dan guru pengguna buku teks. Penelitian ini menemukan bahwa meski mengutip ayat-ayat al-Qurán yang relevan, namun muatan nilai-nilai moderasi beragama dalam buku teks PAI belum memperoleh ruang yang memadai, bahkan diasumsikan sebagai salah satu pintu masuk penyebaran paham radikal di sekolah. Kecenderungan ini nampak pada: pertama, nilai anti kekerasan terungguli oleh dominasi akhlak personal dan fikih ibadah yang dijelaskan secara normative; Kedua, nilai kebangsaan masih terabaikan. Konsep ishlah dan musyawarah dalam dalil yang dikutip untuk tema ini belum diperdalam penjelasannya; Ketiga, narasi toleransi disajikan sangat terbatas; dan keempat, deskripsi kebudayaan lokal nyaris terlupakan. Kontekstualisasi kebudayaan lokal dengan Islam yang dilakukan Walisongo misalnya tidak dimanfaatkan untuk mengelaborasi nilai moderasi. Implikasi penelitian menunjukkan adanya kebutuhan mendesak penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam buku-buku teks PAI yang digunakan pada tingkat SMP di Indonesia.Â