p-Index From 2021 - 2026
9.178
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Profetika JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Jurnal Studi Al-Qur'an Al-Hikmah TAHKIM TSAQAFAH Jurnal Yudisial Nizham Journal of Islamic Studies Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Madinah: Jurnal Studi Islam Potret Pemikiran Refleksi Pembelajaran Inovatif Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan The International Journal of Pegon Islam Nusantara Civilization Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia ISLAM NUSANTARA: Journal for the Study of Islamic History and Culture Jurnal Pemikiran Islam (JPI) Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Journal of Islamic Education and Innovation (JIEI) Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Millah: Journal of Religious Studies al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) Peradaban Journal of Religion and Society QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara El Dusturie: Jurnal Hukum dan Perundang-undangan Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS) Qonuni: Jurnal Hukum dan Pengkajian Islam MASADIR: Jurnal Hukum Islam As-Salam: Journal Islamic Social Sciences And Humanities Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Munazzama Journal of Islamic Management and Pilgrimage SiRad: Pelita Wawasan Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory KOLABORASI: Journal of Multidisciplinary ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Profetika: Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Ulil Albab sebagai Fondasi Generasi Emas: Kajian QS. Ali ‘Imran 190–194 dalam Tafsir Ibn Katsir Mellani Putri Rahayu Buwono; Dzulkifli Hadi Imawan
Peradaban Journal of Religion and Society Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjrs.v5i1.521

Abstract

This article examines the concept of Ulil Albab in the Qur’an and its relevance as a foundation for Islamic education in responding to the challenges of the contemporary digital era. Amid rapid technological disruption, the formation of human resources who possess not only intellectual competence but also spiritual depth and moral integrity has become increasingly urgent. Employing a descriptive qualitative approach based on library research, this study analyzes QS. Ali ‘Imran (3): 190–194 through the interpretive framework of Ibn Katsir’s Tafsir. The analysis focuses on identifying the core characteristics of Ulil Albab and their educational implications. The findings indicate that education grounded in the values of Ulil Albab is structured upon the integration of dhikr (remembrance of God), fikr (critical reflection), and amal ṣāliḥ (righteous action); the centrality of tawḥīd; a balanced development of spiritual, intellectual, and social dimensions; a commitment to knowledge and wisdom; and adherence to truth and noble character. The study further demonstrates that the implementation of these values in education requires character-based learning, an integrative curriculum, active pedagogical strategies, the role of teachers as murabbī, and collaboration across educational environments. This research contributes to Islamic educational discourse by offering a Qur’anic value-based framework for cultivating a holistic and ethically grounded generation capable of navigating the complexities of the digital age. Artikel ini mengkaji konsep Ulil Albab dalam Al-Qur’an serta relevansinya sebagai fondasi pendidikan Islam dalam merespons tantangan era digital kontemporer. Di tengah pesatnya disrupsi teknologi, pembentukan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan integritas moral menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis QS. Ali ‘Imran (3): 190–194 melalui kerangka penafsiran Ibn Katsir. Analisis difokuskan pada identifikasi karakteristik utama Ulil Albab dan implikasinya bagi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai Ulil Albab dibangun atas integrasi dzikr (mengingat Allah), fikr (refleksi kritis), dan amal saleh; penguatan nilai tauhid; keseimbangan antara dimensi spiritual, intelektual, dan sosial; kecintaan terhadap ilmu dan hikmah; serta komitmen terhadap kebenaran dan akhlak mulia. Penelitian ini juga menegaskan bahwa implementasi nilai-nilai tersebut dalam pendidikan menuntut penguatan pendidikan karakter, pengembangan kurikulum integratif, penerapan metode pembelajaran aktif, peran pendidik sebagai murabbi, serta sinergi antarlingkungan pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam berbasis nilai Qur’ani guna membentuk generasi yang unggul secara holistik dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Prinsip Persamaan dalam Al-Qur’an dan Implikasinya terhadap Hak Asasi Manusia Whidy Anastasya; Dzulkifli Hadi Imawan
Getpress Management Journals Vol 3 No 2 (2025): As-Salam: Journal Islamic Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Salam Cerdas Al-Fattah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66867/as.v3i2.84

Abstract

This research focuses on the concept of equality rights in the perspective of human rights as reflected in the Qur'an. The essence of this research is to examine the importance of the principle of equality in building a plural and civilized social life. This research uses a qualitative method with a library research approach, which relies on analyzing Qur'anic verses related to the issue of equality and human dignity. The results show that Islam, as reflected in the Qur'an, does not differentiate between men and women in terms of human rights. Both sexes are positioned equally as servants of God who have the same honor, responsibilities, and rights in spiritual, social, and moral dimensions. This finding confirms that the Qur'an upholds the principles of justice and equality as the main foundation in respecting human rights.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMENUHAN NAFKAH ANAK MURTAD PASCA PERCERAIAN: Kajian Putusan 428/Pdt.G/2021/PA.Sgta Muhammad Ariful Fahmi; Dzulkifli Hadi Imawan
Jurnal Yudisial Vol. 17 No. 2 (2024): Child Protection
Publisher : Komisi Yudisial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29123/jy.v17i2.618

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemenuhan nafkah anak murtad pasca perceraian orang tuanya pada Putusan Nomor 428/Pdt.G/2021/PA.Sgta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah perlindungan hukum terhadap pemenuhan nafkah anak murtad pasca terjadinya perceraian orang tuanya dalam tinjauan hukum positif dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif, yaitu penelitian terhadap bahanbahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan dengan cara studi kepustakaan (library research), dengan merujuk kepada dokumen-dokumen atau literatur yang terkait dengan perkara nafkah anak dan putusan yang dibahas. Selanjutnya bahan-bahan tersebut diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim dalam Putusan Nomor 428/Pdt.G/2021/PA.Sgta dalam pertimbangannya telah mendasarkan pada prinsip kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child), hukum positif, dan hukum Islam dengan menghukum ayah kandung untuk memberikan nafkah kepada anak-anaknya meskipun anak-anak tersebut sudah berpindah agama (murtad). Putusan ini juga memberikan perlindungan hukum bagi anak murtad pasca terjadinya perceraian, karena telah memberikan kepastian hukum untuk terpenuhinya hak-hak anak berupa nafkah bagi mereka sampai dewasa, atau dapat mengurus diri sendiri dan mandiri, atau sekurang-kurangnya anak tersebut telah berusia 21 tahun, atau jika anak tersebut telah menikah.
RELASI POLITIK KERAJAAN ACEH DARUSSALAM DAN DAULAH TURKI UTSMANI DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI NUSANTARA Rizky Firnanda; Dzulkifli Hadi Imawan
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 1 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i1.829

Abstract

Studi ini menjelaskan relasi politik antara Kerajaan Aceh Darussalam dan Daulah Turki Utsmani serta pengaruhnya terhadap pengembangan pendidikan agama Islam di Nusantara pada abad ke-16 hingga ke-17. Urgensi kajian ini terletak pada kedekatan ideologis dan religius antara kedua kekuatan Islam tersebut, yang mendorong terbentuknya hubungan diplomatik, militer, dan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, memanfaatkan sumber primer dan sekunder berupa manuskrip, arsip sejarah, serta literatur ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara Aceh dan Turki Utsmani tidak hanya bersifat simbolik, tetapi memberikan dampak konkret dalam penyebaran dan penguatan pendidikan Islam di wilayah Nusantara. Bantuan berupa pengiriman senjata, ahli militer, dan ulama memperkuat posisi Aceh sebagai pusat ilmu keislaman. Pengaruh mazhab Hanafi turut membentuk sistem pendidikan dan hukum Islam di Aceh, membuka jalur intelektual dan budaya yang memperkaya tradisi keislaman lokal. Dengan demikian, relasi politik ini berkontribusi besar dalam membentuk fondasi pendidikan agama Islam yang berkelanjutan di Asia Tenggara.