Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KINERJA SISTEM PENERANGAN LED TERHADAP KONSUMSI DAYA LISTRIK GEDUNG D INSTITUT TEKNOLOGI PADANG Rohim, Abdul; Dewi, Arfita Yuana; Erhaneli, Erhaneli
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.40903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lampu LED yang digunakan di Gedung D Institut Teknologi Padang, dengan fokus pada konsumsi energi, efisiensi energi, serta dampak ekonomi dan lingkungan. Data yang dikumpulkan mencakup jumlah lampu, jenis lampu, daya listrik, dan keluaran cahaya (lumen). Perbandingan dilakukan antara lampu LED dan lampu konvensional, seperti lampu TL, untuk menghitung penghematan biaya operasional dan efisiensi energy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total daya lampu di Gedung D mencapai 2.163 watt, dengan konsumsi energi bulanan sebesar 648,9 kWh, yang setara dengan biaya listrik sekitar Rp 1.038.240 per bulan, berdasarkan tarif Rp 1.600 per kWh. Lampu LED terbukti memiliki efisiensi lebih tinggi, yaitu antara 88,89 hingga 94,44 lumen per watt, dibandingkan lampu TL yang hanya 75 lumen per watt. Dengan waktu penggunaan 10 jam per hari, lampu LED dapat bertahan hingga 17 tahun, sedangkan lampu TL hanya bertahan sekitar 5,1 tahun. Penggunaan lampu LED menghasilkan penghematan signifikan dalam hal biaya listrik dan ketahanan masa pakai, serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca. Analisis return on investment (ROI) menunjukkan bahwa investasi pada lampu LED di Gedung D memberikan pengembalian sebesar 15% per tahun. Meskipun demikian, beberapa ruangan memerlukan penyesuaian lebih lanjut dalam jumlah lampu atau efisiensi lumen untuk mencapai tingkat pencahayaan yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lampu LED merupakan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan lampu konvensional, dan berpotensi diterapkan lebih luas di berbagai gedung untuk penghematan energi yang lebih besar.
ANALYSIS OF VOLTAGE DROP USING CAPACITOR COMPENSATION IN THE 150 KV SYSTEM AT THE DUMAI INDUSTRIAL AREA SUBSTATION Saputra, Aidil; Erhaneli, Erhaneli; Warmi, Yusreni; Dewi, Arfita Yuana
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 11 (2026): Vol. 8 No. 11 Agustus 2026
Publisher : Ensiklopedia of Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i11.3983

Abstract

The 150 kV substation at PT. PLN (Persero) Central Sumatra Load Control Unit (UP2B SUMBAGTENG), particularly the Dumai Industrial Area (KID) substation, often experiences significant voltage drops, especially during peak load times.. Voltage drops occur due to high consumer loads and network length with an average of 139 kV during WBP at the end of the GI. The voltage recorded at GI KID averages 139 kV during WBP and can drop to 130 kV (-13.3% of its nominal 150 kV voltage), while on holidays or outside WBP the average voltage increases to 148 kV, approaching the nominal 150 kV. This condition has an impact on the quality of electric power and consumer satisfaction, especially for industrial customers and business centers with high power needs. This study aims to analyze the causes of voltage drops and provide solutions to keep the system voltage stable according to SPLN No. 1:1995 (-10% to +5%). The proposed solution is the installation of capacitor banks in parallel on the 150 kV BUSBAR GI KID. The simulation results show that the installation of a 1×25 MVAr capacitor increases the voltage at 10:00 from 143 kV to 151.4 kV (+5.9%), at 16:00 from 140 kV to 148.6 kV (+6.1%), and at 19:00 from 130 kV to 139.3 kV (+7.1%). The installation of a 2×25 MVAr double capacitor increases the voltage even higher: at 10:00 to 160.5 kV (+12.2%), at 16:00 157.8 kV (+12.7%), and at 19:00 to 148.8 kV (+14.5%), demonstrating the effectiveness of reactive power compensation to overcome voltage drops. By implementing a capacitor bank, the voltage can be controlled so that PT. PLN (Persero)'s electrical equipment and consumer equipment remain safe, equipment disruptions can be minimized, and lighting is not dim. This solution is more appropriate for customers with large loads, such as industrial and business centers, because their reactive power requirements are significant, while household customers are generally regulated through distribution networks and distribution transformers. This study proves that the use of capacitor banks is effective in improving voltage quality, preventing undervoltage, and maintaining voltage stability on the 150 kV radial network, especially in the KID Substation.Keywords: voltage drop, capacitor bank, 150 kV GI, SPLN, reactive power compensation
Analisa Pengujian Partial Discharge Terhadap Kelayakan Kabel SKTM 20 KV Pada PT PLN (Persero) UP3 Cikokol Tasya Simanjuntak; Erhaneli Erhaneli; Arfita Yuana Dewi
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i2.4392

Abstract

Penyaluran tenaga listrik jaringan tegangan menengah melalui saluran kabel tanah merupakan konstruksi penyaluran tenaga listrik yang aman dan handal. Namun saat terjadi gangguan, maka akan sulit untuk mengetahui dan mendeteksi lokasi titik gangguan. Dengan dilakukannya assessment kabel yaitu pengujian partial discharge secara off-line maka akan memudahkan untuk mengetahui kondisi kabel yang berada di dalam tanah sehingga nantinya dapat diketahui apakah kabel tersebut layak atau tidak untuk dioperasikan. Pengujian ini dilakukan pada segmen JTU 3- KC 318, penyulang pipi dimana langkah ini merupakan tindakan preventif untuk meningkatkan kehandalan penyaluran tenaga listrik dan mengurangi jumlah gangguan pada jaringan. Peluahan sebagaian (partial discharge) jika dibiarkan secara terus menerus akan membahayakan kesehatan kabel yang nantinya akan berpengaruh terhadap nilai isolasi dan besarnya sehingga dapat menyebabkan breakdown. Partial Discharge muncul karena adanya kerusakan pada insulasi kabel. Partial Discharge merupakan peluahan listrik secara sebagaian dari isolasi diantara konduktor baik yang terjadi di permukaan atau isolasi kabel. Hasil pengujian partial discharge JTU 3 – KC 318 diperoleh PDIV < Uo, PDEV > Uo dan besar muatan (Y) >1000 pC maka berdasarkan health index PT. PLN (Persero) matriks pejumlahan sumbu X dan sumbu Y yaitu X + Y = 2+3 = 5. Status kabel adalah buruk dengan poin 5 serta estimasi untuk pengujian ulang kembali adalah 6 bulan. Diharapkan dengan dilakukannya pengujian ini dapat mengurangi jumlah gangguan pada kabel SKTM dan menjadi langkah tindakan preventif yang baik untuk mencegah kondisi event breakdown.