Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perencanaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Menggunakan Metode Hazard Identification And Risk Assessment (HIRA) Berbasis Website (Studi Kasus Pada PT. Amarta Karya (Persero)) Ihsandi Ihsandi; Adi Saputra Ismy; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 1 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i1.3923

Abstract

PT Amarta Karya atau biasa di singkat dengan AMKA merupakan salah satu perusahaan yang di miliki oleh badan usaha milik negara Indosenia yang bergerak di bidang konstruksi. Saat ini PT. Amarta karya sedang menjalankan suatu proyek pembangkit listrik tenaga air yang bertempat di Aceh Tengah yang akan beroperasi pada tahun 2024 yang tentunya lebih murah, efisien lebih ramah lingkungan karena kurangnya emisi gas buang ataupun polusi. PT. Amarta Karya saat ini masih ada karyawan yang tidak memperhatikan prosedur kerja, tidak menggunakan APD lengkap seperti tidak menggunakan helm proyek, sepatu safety, masker, kaca mata dan ear plug. Adapun tujuan penelitian ini yaitu menganalisis dan memberikan solusi terhadap risiko kecelakaan kerja pada PT. Amarta Karya yang sedang melaksanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di desa Burni Bius Baru, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, sesuai Standard Operasional Prosedur (SOP). Metode yang dipergunakan adalah Hazard Identification And Risk Assessment (HIRA). Hasil Jumlah risiko kecelakaan kerja pada Terowongan Turbin dan Power House terdapat 4 risiko yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah temuan risiko kecelakaan kerja pada proses pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan memiliki nilai level Rendah yaitu Tidak terdapat pembatas di atas yang membatasi pekerja dan Tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti (helm proyek, masker, sarung tangan dan kaca mata) di Terowongan Turbin dan Power House. Kata kunci :  K3, HIRA, Risiko Kecelakaan Kerja.
RANCANG BANGUN MESIN PENGEPRES KALENG MINUMAN BEKAS MENGGUNAKAN MEKANISME TORAK M. RIZKI MURIJA; ADI SAPUTRA ISMY; AZWAR AZWAR
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 2 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i2.3325

Abstract

Dengan semakin pesatnya perkembangan di dunia industri dan banyaknya penemuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, maka manusia selalu berfikir untuk dapat melakukan suatu pekerjaan dengan mudah dan praktis. Oleh karena itu kebutuhan-kebutuhan alat bantu untuk mempermudah pekerjaan manusia yang semakin banyak dibutuhkan, sedangkan alat-alat itu sendiri harus mengalami penyempurnaan, hal ini merupakan untuk memperlancar proses produksi. Pada proses pembuatan mesin pengepres kaleng minuman bekas diperlukan alat yang mampu bekerja dengan baik untuk proses mesin yang sempurna, oleh karena itu maka dilakukanlah proses pembuatan mesin pengepres kaleng minuman bekas menggunakan mekanisme torak. Proses ini dilakukan untuk memperlancar proses produksi dalam pengepres kaleng minuman bekas. Dengan demikian memakai sistem mekanisme torak untuk memudahkan manusia lebih efektif dalam proses pengerjaannya dan juga hasil yang dicapai lebih maksimal..Kata kunci : Rancang Bangun, Pengepres kaleng inuman, Mekanisme torak
RANCANG BANGUN MUFFLE FURNACE UNTUK PELEBURAN KUNINGAN 70-30% (YELLOW BRASS) DENGAN KAPASITAS 12 KG/PELEBURAN M. Safrian M. Safrian; Akhyar Ibrahim; Adi Saputra Ismy
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i1.645

Abstract

Industri pengecoran sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu produk, baik permesinan maupun produk rumah tangga dengan bahan bakar gas LPG. Dapur peleburan logam muffle furnace yang sederhana, mudah pembuatanya, portable sehingga dapat dijangkau oleh industri – industri pengecoran skala rumah tangga ataupun skala laboratorium. Tujuan merancang dan membuat alat ini adalah untuk mengetahui kalor yang dibutuhkan untuk melebur kuningan, mengetahui lama waktu yang digunakan, serta mengetahui efesiensi pada dapur peleburan, dan kapasitas produksi. Metode perancangan dan pembuatan dapur peleburan kuningan menggunakan metode pengujian dapur yaitu dengan melelehkan atau meleburkan kuningan bekas dengan menggunakan bahan bakar gas (LPG). Hasil pengujian adalah Tungku peleburan logam yang dihasilkan berkapasitas peleburan 12 Kg kuningan. Dimensi luar tungku berbentuk silinder dengan diameter 400 mm, tinggi 400 mm dan dimensi dalam diameter 300 mm dan tinggi 350 mm. Dari hasil pengujian diperoleh waktu yang dibutuhkan untuk melebur 12 Kg kuningan adalah 97 menit pada temperature mencapai 951oC dengan konsumsi bahan bakar sebanyak 3 kg gas LPG. Tungku ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam perkuliahan teknik pengecoran logam non ferro khususnya kuningan.Kata Kunci: Dapur Peleburan, Kuningan, Bahan Bakar Gas (LPG)
PENGARUH VARIASI TEKANAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIOBRIKET CANGKANG KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN MESIN PENCETAK BIOBRIKET MACHSALMINA MACHSALMINA; ADI SAPUTRA ISMY; MUHAMMAD RAZI
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 2 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i2.3330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan terhadap karakteristik biobriket cangkang kelapa sawit dengan menggunakan mesin pencetak biobriket. Penelitian ini menggunakan variasi tekanan 0.4, 0.7, 0.9 dan 1 Mpa. Penelitian ini juga dilakukan penambahan stearin dengan persentase 0%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Cangkang kelapa sawit dilakukan torrefaction, penumbukan arang, lolos mesh 40 – 60 dan mixing material. Biobriket dilakukan uji densitas, uji nilai kalor, waktu penyalaan, laju pembakaran dan shatter index. Data hasil penekanan dengan 0,4 Mpa mempengaruhi karakteristik biobriket cangkang kelapa sawit menghasilkan densitas sebesar 0,8588 g/cm3 pada stearin 25%, waktu penyalaan 4,4 menit, laju pembakaran 0,381 g/menit, nilai kalor 7341,905 kal/g dan shatter index sebesar 66,667% pada 0% stearin. Data hasil penekanan dengan 1 Mpa mempengaruhi karakteristik biobriket cangkang kelapa sawit menghasilkan densitas sebesar 0,9079 g/cm3 pada stearin 25%, waktu penyalaan 8,51 menit, laju pembakaran 0,349 menit, nilai kalor 7310,238 kal/g dan shatter index sebesar 67,285% pada 0% stearin. Kata kunci: Biobriket, Cangkang Kelapa Sawit, Tapioka, Stearin.
ANALISA KERUSAKAN HIDROLIK BOOM CYLINDER EXCAVATOR KOMATSU PC200-8 DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA Iskandar Iskandar; Adi Saputra Ismy; Sariyusda Sariyusda; Darmein Darmein; Zaini Zaini
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i1.2136

Abstract

Boom cylinder merupakan salah satu komponen dari front attachment excavator. Komponen ini berfungsi menggerakkan bucket dalam posisi maksimal dengan memanfaatkan oli hidrolik. Boom cylinder akan mengalami penurunan performa kerja jika terdapat masalah dan kerusakan pada inner-parts nya. Gangguan kinerja pada komponen boom cylinder dapat disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya kontaminasi yang terjadi komponen boom cylinder, terjadinya kebocoran internal ataupun eksternal, serta terjadinya overhead pada bagian komponen dari boom cylinder . Faktor-faktor tersebut dapat menurunkan daya kerja pada komponen boom cylinder. Sedangkan penyebab kerusakan pada boom cylinder sangat beraneka ragam, hal ini dapat terjadi karena factor-faktor tertentu, diantaranya pada pemakaian unit oleh operator, medan kerja yang curam dan banyak factor penentu lainnya yang mendasari kerusakan pada komponen boom cylinder ini. Masalah kerusakan pada cylinder boon tersebut dapat dikurangi dengan penanganan yang benar, yaitu dengan perawatan yang tepat pada setiap komponen,penyesuaian kapasitas kerja dan menjaga kebersihan oli hidrolik pada sistem.Kata kunci : Hidrolik Boom Cylinder, Bucket
RANCANG BANGUN ALAT PEMBELAH DAN PEMISAH BIJI KAKAO Zahlul Munir; Usman Usman; Adi Saputra Ismy
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.875

Abstract

Proses membelah dan memisah biji kakao memerlukan tenaga relatif besar, waktu yang lebih lama dan kemampuan khusus agar terhindar dari resiko kecelakan kerja. Berdasarkan hal tersebut maka penulis sangat tertarik untuk membuat alat pembelah dan pemisah biji kakao dengan tujuan bisa lebih baik dari segi tenaga,waktu,jumlah produksi hingga faktor keamanan pada saat proses membelah dan memisah biji kakao. Alat pembelah dan pemisah biji kakao ini di rancang khusus dengan daya motor listrik ½ HP dengan kecepatan motor 1400 Rpm dan harus di reduksi hingga 23,33 Rpm. Untuk mereduksi alat pembelah dan pemisah biji kakao ini menggunakan komponen seperti puli, sabuk, dan gear box. Alat pembelah dan pemisah biji kakao ini mampu membelah 15 buah / menit dan mampu memisahkan biji rata-rata 8 buah / menit dan mampu menampung beban pada penyaring 22 sd 30 Kg ketika alat pembelah dan pemisah biji kakao sedang operasi. Kata Kunci : Pembelah Pemisah Biji Kakao, Tenaga, Produksi, Keamanan
Pengendalian Kualitas Produk Galon 19 Liter Menggunakan Metode Seven Tools Pada PT. Ima Montaz Sejahtera Jannah, Dara Misbahul; Ismy, Adi Saputra; Turmizi, Turmizi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 9, No 1 (2025): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v9i1.6635

Abstract

Salah satu cara dalam menciptakan kualitas agar sesuai standar adalah dengan menerapkan sistem pengendalian kualitas yang tepat, mempunyai tujuan dan tahapan yang jelas, serta memberikan inovasi dalam melakukan pencegahan dan penyelasaian masalah-masalah yang dihadapi perusahaan. Kegiatan pengendalian kualitas dapat membantu perusahaan mempertahankan dan meningkatkan kualitas produknya dengan melakukan pengendalian terhadap tingkat kerusakan produk (product defect) sampai pada tingkat kerusakan nol (zero defect). Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh suatu industri untuk meningkatkan kualitas produk, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan metode seven tools. Seven tools itu sendiri merupakan tujuh alat yang digunakan untuk mengendalikan kualitas/mutu dari suatu produk yang di produksi, meningkatkan kualitas dan mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul dalam proses manufakturing.  Seven tools terdiri dari (Check sheet, Histogram, Pareto Diagram, Control Chart, Fishbone Diagram, Scatter Diagram, Stratifikasi).  Kaizen digunakan untuk menekan angka kecacatan yang terjadi pada produksi. Berdasarkan hasil pengolahan data secara statistik, terdapat tiga jenis kecacatan pada produk galon 19 liter yaitu, produk bocor palet, produk bocor pasar dan produk lumut palet. Setelah dilakukannya analisa maka didapatkan jenis cacat yang paling dominan yaitu produk bocor palet dengan jumlah kecacatan mencapai 16,586 produk. Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, Seven Tools, Kaizen
PELATIHAN SERVIS SEPEDA MOTOR UNTUK PEMUDA GAMPONG MEUNASAH MESJID PUENTEUT KECAMATAN BLANG MANGAT PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE Fakhriza, Fakhriza; Haiyum, Muhd.; Ismy, Adi Saputra; Zuhaimi, Zuhaimi
Jurnal Vokasi Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.03 KB) | DOI: 10.30811/vokasi.v2i2.688

Abstract

Gampong Meunasah Mesjid Puenteut merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Gampong Meunasah Mesjid Puenteutletaknya 9 km kearah timur Kota Lhokseumawe dengan jumlah penduduk sekitar 4564 jiwa, umumnya Masyarakat Gampong Meunasah Mesjid kegiatan sehari-hari sebagai petani dan sebagian kecil PNS dan wiraswasta.Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di desa ini merupakan salah satu faktor yang berkonstribusi memberikan rendahnya tingkat perekonomian desa. Masalah yang dihadapi mitra adalah banyak pemuda yang putus sekolah di usia produktif yang tidak mempunyai keahlian tambahan sehingga tidak mempunyai peluang untuk mencari kerja yang menyebabkan meningkatnya angka pengangguran. Berdasarkan hal diatas dengan memperhatikan kondisi mitra maka solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan dibidang otomotif khususnya sepeda motor. Metode pelatihan ini yang meliputi 30% teori dan 70% praktek dengan jumlah peserta yang mengikuti program pelatihan ini berjumlah 8 orang di mana para peserta semua adalah pemuda gampong Meunasah Mesjid Puenteut,Kecamatan Blang Mangat. Berdasarkan hasil evaluasi Teori dan Praktek, maka keseluruhan peserta dapat dikategorikan lulus dengan memperoleh nilai rata-rata 80. Nilai tersebut dapat dijadikan indikator kesuksesan pelatihan ini dalam mencapai sasaran pelatihan, seluruh peserta sudah memahami baik teori maupun praktek yaitu membongkar, menyetel dan memasang semua materi servis sepeda motor yang diberikan.Kata kunci: Sepeda motor,servis, komponen, ketrampilan.
Analisa Pengendalian Kualitas Galon Dengan Menggunakan Metode Startistical Process Control (SPC) Di Pt. Ima Montaz Sejahtera Khusnul Syarifah, Cut; Turmizi, Turmizi; Ismy, Adi Saputra
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 1 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i1.5071

Abstract

PT. Ima montaz Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), dengan merek dagang “Mount Drink”. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi jenis kecacatan, menganalisis penerapan Statistical Process Control (SPC) dengan memberikan solusi tindakan yang sebaiknya dilakukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengumpulan data menggunakan cara observasi dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan data menggunakan metode SPC dengan tahapan diantaranya dengan mengisi lembar pemeriksaan, membuat histogram, membuat diagram pareto, membuat dan menghitung control chart dan terakhir membuat fishbone diagram. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan ada 3 jenis cacat yaitu produk bocor palet (A), produk bocor pasar (B) dan produk lumut palet (C). Dengan menganalisi menggunakan Fishbone Diagram menunjukkan bahwa faktor terjadi cacat yaitu pekerja, metode, material, lingkungan dan mesin. Terlihat pada diagram pareto bahwa jenis kecacatan dengan angka tertinggi pada cacat sebesar 21,17%. Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi angka kecacatan yaitu dengan pekerja teliti dalam mengecek, lama penyimpanan produk sebelum dipasarkan dan tempat penyimpanan yang memadai. Keyword: alat bantu statistik, pengendalian kualitas, galon, statistical process control
Pemberdayaan UMKM Kue Rumahan melalui Penerapan Alat Pengaduk Otomatis untuk Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Produksi Azwinur, Azwinur; Ismy, Adi Saputra; Marzuki, Marzuki; Saifuddin, Saifuddin; Juhan, Nawawi; Emilda, Emilda; Safriandi, Safriandi
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.8412

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan denganpemberdayaan usaha masyarakat untuk membantu UMKM Dapur Ibu Fadillah,sebuah usaha kue rumahan di Desa Mulieng Manyang, Kecamatan KutaMakmur, Kabupaten Aceh Utara. Mitra menghadapi kendala utama pada tahappengadukan adonan yang masih dilakukan secara manual dengan mixerberkapasitas kecil. Kondisi ini menguras tenaga, memakan waktu, sertaberdampak pada ketidakstabilan kualitas produk. Permintaan yang meningkatsemakin memperparah permasalahan karena keterbatasan alat menghambatkapasitas produksi dan menurunkan daya saing. Selain itu, keterbatasan modalmembuat mitra sulit membeli mesin pengaduk berkapasitas menengah yang adadi pasaran. Solusinya adalah kebutuhan alat pengaduk adonan otomatis yangefisien, terjangkau, dan sesuai kapasitas produksi rumahan. Tujuan kegiatan iniadalah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi UMKMkue rumahan melalui penerapan teknologi alat pengaduk otomatis. Metodepelaksanaan adalah membuat alat pengaduk otomatis berbasis motor listrikberdaya rendah dengan wadah stainless steel, sistem transmisi sederhana, danpengaduk yang mampu menghasilkan adonan homogen. Pembuatan alatmempertimbangkan aspek ergonomi, kemudahan penggunaan, dan perawatansederhana agar dapat dioperasikan tanpa keterampilan teknis khusus. Kapasitasalat pengaduk otomatis adalah sekitar 3 kilogram per siklus. Melaluipendekatan partisipatif, mitra terlibat aktif dalam setiap tahap sehingga munculrasa memiliki terhadap alat. Dengan demikian, program ini tidak hanyamenghasilkan teknologi tepat guna, tetapi juga berdampak langsung padapeningkatan produktivitas, efisiensi, dan daya saing UMKM di tingkat lokal.