Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Mechanical degradation of TIG-welded copper joints after long-term demineralized water exposure Azwinur Azwinur; Adi Saputra Ismy; Surya Dharma; Abdillah Firmansyah
Journal of Welding Technology Vol 8, No 1 (2026): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v8i1.9580

Abstract

Tembaga merupakan material yang banyak digunakan pada komponen perpindahan panas karena memiliki konduktivitas termal yang tinggi. Kualitas sambungan las menjadi faktor penting dalam menjamin keandalan komponen selama masa operasi, terutama setelah terpapar lingkungan kerja dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi arus pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) terhadap kekuatan tarik sambungan Cu–Cu setelah perendaman dalam air demineral selama enam bulan. Material yang digunakan berupa pelat tembaga dengan ketebalan 2,7 mm yang disambung menggunakan proses GTAW/TIG dengan variasi arus 120 A, 135 A, dan 150 A. Setelah proses pengelasan, seluruh spesimen direndam dalam air demineral selama enam bulan, kemudian dilakukan pengujian tarik sesuai standar ASTM E8/E8M menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Parameter yang dianalisis meliputi kekuatan tarik maksimum (ultimate tensile strength) dan displacement saat patah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus pengelasan memengaruhi performa mekanik sambungan. Arus 120 A menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 217,542 MPa dengan displacement sebesar 31 mm, sedangkan arus 135 A menghasilkan kekuatan tarik terendah sebesar 212,521 MPa. Pada arus 150 A, kekuatan tarik meningkat kembali menjadi 216,438 MPa, namun displacement menurun menjadi 28 mm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa arus 120 A memberikan kombinasi terbaik antara kekuatan tarik dan kemampuan deformasi setelah sambungan mengalami perendaman dalam air demineral selama enam bulan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan parameter arus pengelasan berperan penting dalam mempertahankan performa mekanik sambungan tembaga pada aplikasi sistem perpindahan panas dan pendinginan.
ANALISA PENGARUH PWHT TERHADAP KEKUATAN MEKANIK PADA PENGELASAN DISSIMILAR METAL AISI 304 DAN St.37 Joiyel Affandy; Adi Saputra Ismy; Nurdin Nurdin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Post Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap kekuatan mekanik hasil pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada sambungan dissimilar metal AISI 304 dan ST 37. Proses pengelasan dilakukan menggunakan elektroda E309L-16, kemudian spesimen dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sambungan yang diberikan perlakuan panas PWHT pada suhu 600°C dengan holding time 30 menit dan sambungan tanpa perlakuan panas. Pengujian mekanik meliputi uji tarik dan uji kekerasan Vickers yang dilakukan untuk mengevaluasi sifat mekanik pada daerah base metal, heat affected zone (HAZ), dan weld metal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PWHT mampu meningkatkan kekuatan luluh dan kekuatan tarik maksimum, memperbaiki distribusi kekerasan dengan menurunkan kekerasan berlebih pada daerah HAZ, serta meningkatkan kekerasan pada daerah weld metal. Selain itu, PWHT terbukti efektif dalam mereduksi tegangan sisa akibat proses pengelasan dan memperbaiki kestabilan struktur mikro sambungan las. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan PWHT 600°C terbukti meningkatkan kualitas dan keandalan sambungan las dissimilar metal AISI 304 dan ST 37 dalam aplikasi industri. Keywords: PWHT, DMW, Uji Tarik, Uji Kekerasan
Pengembangan Bumbu Rempah Aceh Kering sebagai Inovasi Aditif Mi Aceh: Mendorong Komersialisasi Produk Lokal untuk Kemandirian Pangan di Desa Jeulikat, Blang Mangat, Lhokseumawe Teuku Rihayat; Adi Saputra Ismy; Muhammad Yazid; Haura Tunnisa; Acut Rahmatul Hidayana
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8350

Abstract

Mi Aceh merupakan kuliner khas Aceh yang kaya rempah, namun sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan bumbu basah yang mudah rusak sehingga membatasi distribusi dan pengembangan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pengembangan bumbu rempah Aceh kering yang higienis, tahan lama, dan bernilai jual lebih tinggi. Program dilaksanakan bersama Kelompok Tani Rempah Sehat di Desa Jeulikat dengan metode pelatihan partisipatif meliputi penggunaan blower oven dryer untuk pengeringan rempah, formulasi bumbu kering terstandar, pengemasan dan labeling produk, serta pelatihan pembuatan konten kreatif dan pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui observasi proses produksi dan wawancara peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam pengolahan rempah, konsistensi kualitas produk, penggunaan kemasan kedap udara, serta pemahaman strategi promosi digital. Produk “Bumbu Rempah Aceh Kering Jeulikat” berhasil diformulasikan dan siap dipasarkan sebagai inovasi aditif Mi Aceh. Program ini berkontribusi pada peningkatan nilai tambah rempah lokal, penguatan ekonomi kreatif, dan peluang komersialisasi produk unggulan daerah.