Claim Missing Document
Check
Articles

KOTA PEMATANGSIANTAR MASA REFORMASI: STUDY KASUS HOTEL BERDARAH (OKTOBER 1945) SEBAGAI BAHAN AJAR SEJARAH DI SMA NEGERI 5 KOTA JAMBI Sinurat, Roulina Anasthasya; Seprina, Reka
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v1i1.97

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana perjuangan rakyat Pematangsiantar dalam melakukan perlawanan bangsa Belanda di Kota Pematangsiantar yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ini berupa metode kualitatif deskriptif. Hasil dan penelitian kali ini menunjukkan bahwa perlawanan rakyat Siantar melawan serangan Belanda tahun 1945 di Kota Pematangsiantar merupakan salah satu bentuk reaksi masyarakat terhadap penyerangan oleh Belanda yang menyulitkan bangsa. Perjuangan masyarakat Siantar dalam melawan bangsa Belanda tahun 1945 dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah lokal Kota Pematangsiantar dan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sejarah bagi peserta didik karena materi ini berkaitan erat dengan lingkungan yang ditinggali, sehigga nilai-nilai perjuangan yang dilakukan rakyat Siantar dapat membantu membangkitkan semangat perjuangan dan pembentukan karakter nasionalisme bagi kaum muda.
PERKEMBANGAN PESANTREN NURUL JALAL DIKABUPATEN TEBO MASA MASA REFORMASI (1994-2021) Gusriyeni, Gusriyeni; Seprina, Reka
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v1i1.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang Perkembangan Pesantren Nurul Jalal Di kabupaten Tebo pada tahun 1994-2021. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Heuristik (Pengumpulan data), Verifikasi (Kritik sumber), Interpretasi dan terakhir adalah Historigrafi (Penulisan Sejarah). Penelitian ini membahas tentang Perkembangan Pesantren Nurul Jalal Di desa Bedaro Rampak Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo 1994-2021.Tahun 1994 adalah awal dirintisnya Pesantren Nurul Jalal oleh KH. Zahruddin bin Ustman yang awalnya adalah bangunan sederhana khusus untuk tempat menghapal Al-quran, tahun 1995 berubah menjadi sebuah Pondok Pesantren yang awalnya hanya terdiri dari 5 santri, hingga berjalannya waktu mampu menampung banyak siswa dan bahkan terbagi menjadi dua jenjang pendidikan yaitu jenjang MTS atau setara dengan SMP, dan jenjang MAS atau setara dengan SMA. Pada tahun 2016 yakni pada masa KH. Fauzi Mansyur mulai dibuka jenjang Pendidikan MI atau setara dengan SD. Penelitian menyimpulkan bahwa. Pesantren nurul jalal pertama kali dibangun Pada tahun 1994 dan mengalami 3 masa kepemimpinan yakni pertama masa KH. Zahruddin Bin Utsman (1954- 1984) kedua yakni Pada masa KH. Muhammad Mansyur Bin Hamzah (1984-2002), dan yang ketiga adalah pada masa KH. Fauzi Mansyur (2002- sekarang). Pesantren Nurul Jalal adalah pesantren tertua di kabupaten Tebo.
Tradisi Tari Aseak dalam Prosesi Pemandian Benda Pusaka di Kabupaten Kerinci Akbar, Farhan; Seprina, Reka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asyeik merupakan salah satu di antara tradisi dan ritual yang berkembang di Kabupaten Kerinci. Tradisi ini adalah tradisi yang dianggap sakral dan mengandung unsur ‘magis’ bagi masyarakat. itual Asyeik ini biasanya diadakan pada saat upacara adat tertentu seperti kenduri sko (kenduri pusaka), tolak bala, dan pengangkatan balian (pemimpin kepercayaan kuno suku Kerinci). Selain itu ritual ini juga diselenggarakan berkaitan dengan peristiwa alam seperti ketika padi mulai berisi atau ketika setelah panen padi. Meskipun ritual ini telah berkembang sejak ribuan tahun yang lalu di daerah Kerinci, namun belum banyak yang mengetahui secara substansial, baik bentuk ekstrinsik maupun instrinsik. Dari segi ekstrinsik antara lain sejarah dan perkembangan, bentuk atraksi dan fungsinya.Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini ialah menggunakan metode historis dengan pendekatan observasi dan dokumentasi .hasil yang penulis temukan fakta di lapangan ialah bahwasan nya tradisi ini masih memegang kuat nilai nilai leluhur masyarakat kerinci serta sangat penting dalam kontribusi dalam kelestarian budaya kerinci.
PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS ANIMASI TRAVEL MAP Seprina, Reka; Rukmana, Lisa; Meihan, Andre Mustofa
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.20125

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini menerapkan metode Project Based Learning) pada mata kuliah Pengantar Sejarah Indonesia, dan meningkatkan kreativitas mahasiswa. Metode penelitian menggunakan Classroom Action Research. Subjek penelitian melibatkan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pengantar Sejarah Indonesia. Penelitian ini dirancang dalam 3 (tiga) siklus yang mana pada tiap siklus terbagi menjadi empat kegiatan, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi dan Evaluasi, serta Analisis dan Refleksi. Hasil penelitian membuktikan Pembelajaran Sejarah Berbasis Animasi Travel Maps Filmora Terintegrasi Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa. Pada siklus I skor rata- rata kreativitas mahasiswa yakni 75,5. Pada siklus yang kedua skor rata-rata kreativitas mahasiswa yakni 79,9. Skor rata-rata tingkat kreativitas mahasiswa mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus ke-III yakni 101,6. Skor rata-rata kreativitas mahasiswa ini masuk dalam kategori “tinggi”, dan melebihi target yang diberikan yakni rerata lebih dari 80. Sehingga penelitian tindakan kelas setelah dilaksanakan Siklus-III dapat dikatakan “berhasil”. Abstract: The aim of this research is to implement Project-Based Learning method in the Introduction to Indonesian History course. The goal is to enhance students' creativity. The research methodology employed is classroom action research. The study involved students who took the Introduction to Indonesian History course. It was designed in three cycles, each consisting of four activities: Planning, Action Implementation, Observation and Evaluation, and Analysis and Reflection. The results demonstrate that History Learning Based on Animation Travel Maps Filmora Integrated Project Based Learning is an effective method for enhancing student creativity. In the first cycle, students' average creativity score was 75.5. In the second cycle, it increased to 79.9. The third cycle saw a significant increase in the average creativity score to 101.6, which is categorized as 'high' and exceeds the target of an average score of 80. Therefore, the class action research after Cycle-III can be considered successful.
Analisis Strategi Guru PPKN dalam Mengembangkan Kecerdasan Moral untuk Menciptakan Generasi Bermoral Pada SMP Negeri Se-Kabupaten Muaro Jambi Usmanto, Heri; Sariani, Dona; Syarifuddin , Amir; Seprina, Reka
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mengembangkan kecerdasan moral guna membentuk generasi bermoral di SMP Negeri se-Kabupaten Muaro Jambi. Subjek penelitian meliputi guru PPKn, siswa, serta kepala sekolah sebagai informan tambahan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn telah mengintegrasikan nilai-nilai moral ke dalam pembelajaran melalui pembiasaan, diskusi, studi kasus, penggunaan media kreatif, serta keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Strategi yang digunakan meliputi pembiasaan perilaku positif, pembelajaran kolaboratif, serta keteladanan guru yang konsisten dalam menanamkan nilai Pancasila. Temuan ini menegaskan bahwa peran guru PPKn sangat sentral dalam membentuk karakter siswa sehingga tercipta generasi yang bermoral dan berintegritas. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya inovasi berkelanjutan dalam metode pembelajaran berbasis digital serta penguatan kapasitas guru PPKn sebagai teladan moral di sekolah  Abstract This research aims to analyze the strategies of Civic Education (PPKn) teachers in developing moral intelligence to shape a morally upright generation in public junior high schools across Muaro Jambi Regency. The subjects of this study include PPKn teachers, students, and principals as additional informants. This study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that PPKn teachers have integrated moral values into learning through habituation, discussions, case studies, creative media use, and linking lessons to students’ daily lives. The strategies applied include fostering positive behavior, collaborative learning, and consistent teacher role-modeling in instilling Pancasila values. These results highlight the central role of PPKn teachers in shaping students’ character, thereby fostering a generation with morality and integrity. The study recommends continuous innovation in digital-based learning methods and strengthening the capacity of PPKn teachers as moral role models in schools.
Analisis Perkembangan Agama Islam di Malaysia Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Viona Audia Putri; Susnayanti Susnayanti; Reka Seprina
Prabayaksa: Journal of History Education Vol 4, No 2 (2024): Prabayaksa: Journal of History Education (September)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pby.v4i2.12486

Abstract

The growth of the Islamic religion reveals Malaysia's Islamic history and civilization. The purpose of this study is to look at the evolution of Islam in Malaysia from historical perspectives. Islam was crucial in defining Malaysian identity and laying the groundwork for the country's social, political, and cultural development. This research examines the history of Islam from prehistoric times to the present, focusing on significant events such as the commencement of the religion's spread throughout the region, the Malay Sultanate, the arrival of Western colonialists, and the establishment of contemporary Malaysia. The approach utilized in this study is a qualitative descriptive method, which is reviewed using data gathering methods in the form of literature reviews. The findings of this study demonstrate how Islam maintains its fundamental beliefs and religious identity while adjusting to the demands of the modern world. Understanding the evolution of Islam in Malaysia can help students learn more about the country's cultural and social dynamics, as well as how it fits into the larger global context.
Masyarakat Muslim Kamboja Pasca Rezim Khmer Merah: Penindasan, Perlawanan, dan Kebangkitan Pipi Emi Julianti; Yana Safitri; Reka Seprina
Prabayaksa: Journal of History Education Vol 5, No 1 (2025): Prabayaksa: Journal of History Education (March)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pby.v5i1.12538

Abstract

The Muslim community in Cambodia, primarily composed of Cham and Malay ethnic groups, faced severe persecution under the Khmer Rouge regime (1975–1979). The regime’s repressive policies included the suppression of religious freedom, destruction of places of worship, and executions of Muslim leaders and figures. This oppression led to resistance, although the Muslim uprising in Cambodia was quickly suppressed. After the fall of the Khmer Rouge in 1979, the Cambodian Muslim community began rebuilding their lives. This revitalization process included restoring international networks, economic recovery, rebuilding religious and educational infrastructure, and fighting for civil rights. This study employs a historical approach using heuristic methods, source criticism, interpretation, and historiography. The findings indicate that following the fall of the Khmer Rouge, the Cambodian Muslim community gradually regained their rights and started contributing to Cambodia’s social, economic, and political landscape.
Inggris Apdelmi; Reka Seprina
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 2nd International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i.24400

Abstract

This study aims to explore the potential of Berhala Island as a historical educational tourism destination for the public, students, university students, and teachers. Berhala Island is an entry point to the Riau Islands Province and has historical and cultural significance. The uniqueness of this island lies in its historical heritage related to Jambi Province. The research method used was descriptive qualitative, with data collected through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that Berhala Island possesses historical relics connected to the origins of the Jambi kingdom, namely the Tomb of Datuk Paduko Berhala. In addition, the island also preserves evidence of the Japanese occupation in Jambi, such as Japanese cannons, kitchens, and bunkers. These historical remains can serve as valuable educational tourism attractions. Furthermore, the natural beauty of Berhala Island supports the development of experience-based history learning and the preservation of local culture for younger generations and the wider community.