Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Merdeka Belajar dan Penguatan Peran Guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Muaro Jambi Mulyadi, Mulyadi; Helty, Helty; Vahlepi, Sahrizal
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 12, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v12i2.320

Abstract

The essence of independent learning is the freedom of teachers and students in the learning process. This freedom has not been experienced by teachers and students so far because teachers are more involved in the administration of education and learning. Teachers also do not understand the concept and its role in the policy of independent learning. The purpose of this study is to explain the concept and meaning of independent learning, the role of teachers in independent learning. The method used is the library method. Content analysis was used to analyze research data. The results of this study are (1) independent learning includes 4 policies, namely national standard school exams carried out by the school, minimum skills assessment and character surveys, simplification of lesson plans, zoning system for new student admissions; (2) the meaning of independent learning includes freedom of thought, freedom to innovate, independent and creative learning, freedom for happiness; (3) the teacher's role varies widely, including independent learning facilitators, innovative and creative teachers, teachers with characteristics as teachers, and teachers as motivators. Based on this explanation, this study concludes that understanding the meaning of independent learning and the role of teachers in independent learning helps teachers and students be more independent in thinking, more innovative and creative, and happy in learning activities.
Penguatan Kecerdasan Emosional melalui Cerita Anak Dwibahasa Berbasis Budaya Jambi (Indonesia-Melayu Jambi) sebagai Bahan Ajar Multiliterasi untuk Pembaca Pemula Wilyanti, Liza Septa; Wulandari, Sovia; Izar, Julisah; Helty, Helty
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecerdasan emosional yang terdapat dalam cerita anak dwibahasa berbasis budaya Jambi (Indonesia-Melayu Jambi). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan memahami objek penelitian secara mendalam dengan mengutamakan ketajaman analisis terhadap data secara alamiah. Objek penelitian ini adalah cerita anak dwibahasa yang diterbitkan oleh kantor Bahasa Provinsi Jambi. Analisis karakteristik cerita dari perspektif kecerdasan emosional menganalisis adanya lima tingkatan kecerdasan emosional dalam cerita yang meliputi mengenali emosi diri sendiri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati), dan menjaga hubungan dengan orang lain. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita anak dwibahasa berbasis budaya jambi (Indonesia-Melayu Jambi) berjudul Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu memenuhi kelima tingkatan kecerdasan emosional dan dapat dijadikan bahan ajar multiliterasi untuk pembaca pemula. Cerita anak dwibahasa berbasis budaya jambi (Indonesia-Melayu Jambi) berjudul Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu memuat beberapa jenis literasi dasar yang membuatnya dapat dikategorikan sebagai bahan ajar multiliterasi. Secara lebih rinci, jenis-jenis literasi yang terdapat dalam cerita yaitu literasi bahasa dan sastra, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, dan literasi budaya dan kewarganegaraan. Hanya literasi finansial yang tidak termuat dalam cerita anak dwibahasa berbasis budaya jambi (Indonesia-Melayu Jambi) berjudul Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu ini. Abstract This study aims to identify emotional intelligence contained in Jambi culture-based bilingual children's stories (Indonesian-Malay Jambi). This research is a descriptive qualitative study that aims to analyze and understand the object of research in depth by prioritizing the sharpness of analysis of natural data. The object of this research is bilingual children's stories published by the Jambi Provincial Language Office. Analysis of the characteristics of the story from the perspective of emotional intelligence analyzes the existence of five levels of emotional intelligence in the story which include recognizing one's own emotions, managing one's emotions, motivating oneself, recognizing the emotions of others (empathy), and maintaining relationships with others. The results of the analysis show that the jambi culture-based bilingual children's story (Indonesian-Malay Jambi) entitled Batu Tuo Si Fossil Kayu Arau Si Fossil Kayu fulfills the five levels of emotional intelligence and can be used as multiliteracy teaching materials for beginning readers. The bilingual children's story based on Jambi culture (Indonesian-Malay Jambi) entitled Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu contains several basic types of literacy that make it categorized as multiliteracy teaching materials. In more detail, the types of literacy contained in the story are language and literary literacy, numeracy literacy, science literacy, digital literacy, and cultural and civic literacy. Only financial literacy is not included in this bilingual children's story based on Jambi culture (Indonesian-Malay Jambi) entitled Batu Tuo Si Fossil Kayu Arau Si Fossil Kayu.
Pelatihan Tahsin dan Tartil dengan Metode Al-Barqi sebagai Upaya Optimalisasi Literasi Al-Qur’an di MI Nurunnajah Kota Jambi Sholiha, Mar’atun; Arief, Hidayatul; Vahlepi, Sahrizal; Helty, Helty; Harianto, Neldi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2148

Abstract

This community service program aims to optimize Qur’anic literacy at MI Nurunnajah, Jambi City, through Tahsin and Tartil training based on the Al-Barqi Method. The training was carried out participatively through three stages: socialization, hands-on practice, and implementation observation. The program focused on improving the competence of Qur’an teachers to apply the visual, auditory, and kinesthetic (VAK) approach in teaching. The results showed a 25% increase in teachers’ skills in applying the Al-Barqi Method, as well as a significant improvement in students’ motivation and fluency in reading the Qur’an. Teachers became more confident and creative, while students showed greater enthusiasm and accuracy in pronouncing Arabic letters. This program also strengthened collaboration between the Islamic school and the university in improving the quality of Islamic education. The novelty of this activity lies in the application of the Al-Barqi Method within a service-learning framework oriented toward the collaborative empowerment of madrasa teachers.ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan literasi Al-Qur’an di MI Nurunnajah Kota Jambi melalui pelatihan tahsin dan tartil berbasis Metode Al-Barqi. Pelatihan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi, praktik langsung, dan observasi penerapan. Program ini difokuskan pada peningkatan kompetensi guru Al-Qur’an agar mampu menerapkan pendekatan visual, auditori, dan kinestetik (VAK) dalam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam penggunaan metode Al-Barqi sebesar 25%, serta peningkatan motivasi dan kelancaran membaca Al-Qur’an siswa secara signifikan. Guru menjadi lebih percaya diri dan kreatif, sementara siswa lebih antusias dan tepat dalam pelafalan huruf hijaiyah. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi dalam peningkatan mutu pendidikan Islam. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan Metode Al-Barqi dalam skema service learning yang berorientasi pada pemberdayaan guru madrasah secara kolaboratif.
Fungsi dan Makna Tindak Tutur Ilokusi dalam Parno Maloa Ijab Qobul pada Prosesi Akad Nikah Adat Masyarakat Kerinci di Kecamatan Koto Baru Dilsa Sismadika; Andiopenta Purba; Helty Helty
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3730

Abstract

Parno merupakan tradisi tutur yang hidup dalam masyarakat Kerinci dan digunakan dalam berbagai upacara adat, termasuk prosesi pernikahan. Salah satu bentuknya adalah Parno Maloa Ijab Qobul, yaitu rangkaian tuturan adat yang mengiringi pelaksanaan akad nikah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, fungsi, dan makna tindak tutur ilokusi yang muncul dalam upacara adat tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis pragmatic teori Searle, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan ninik mamak dan teganai rumah, serta dokumentasi teks Parno di Kecamatan Koto Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima kategori tindak tutur ilokusi representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif muncul secara dominan dalam tuturan Parno. Tuturan-tuturan ini tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi ritual, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai budaya, seperti tanggung jawab, kesopanan, penghormatan, dan legitimasi sosial. Dari segi makna, tindak tutur representatif merepresentasikan situasi adat secara faktual untuk meneguhkan kesadaran kolektif terhadap aturan turun-temurun, sedangkan tindak tutur lainnya berperan mengatur, mengesahkan, dan memperkuat hubungan sosial antarpelaku adat. Temuan ini menunjukkan bahwa Parno Maloa Ijab Qobul memainkan peran penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Kerinci melalui bahasa yang kaya simbolisme dan nilai-nilai adat.
Integration of Digital Media in Maharah Istima’ Instruction for Strengthening Students’ Basic Arabic Literacy at Ash-Shiddiqi Islamic Boarding School Nurul Atikah; Helty; Rofiazka Fahmi Huda; Anwar Sanusi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 02 (2026): Maret: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v5i02.2606

Abstract

This study aims to examine the integration of digital media in the teaching of istima' skills to strengthen the basic language Arabic literacy of students at Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi. In the globalized era, using digital technology in language learning has become a growing trend. However, its application in a pesantren setting requires adjustments to remain aligned with traditional values such as talaqqi, adab, discipline, and the development of religious character. This study uses a qualitative approach with a case study design to explore the process of implementing digital media tools such as YouTube, ChatGPT, and Quizizz in the teaching of istima’ skills. Data collection techniques involve observation, interviews, and documentation. Research shows that integrating digital media in a focused and context-appropriate way can boost students' learning motivation, improve word understanding, enhance meaning comprehension, and increase their active participation in the learning process. In addition, the support for teachers' digital skills and the availability of facilities like tablets are key factors that support the success of the implementation. This study concludes that integrating digital media while still valuing the unique traditions of pesantren can serve as a bridge between traditional learning methods and modern approaches, making it effective in strengthening the basic Arabic language skills of santri, especially in the area of istima’ skills.
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA CERPEN “CORAT CORET DITOILET” KARYA EKA KURNIAWAN Imelda Jelita; Helty Helty; Hilman Yusra
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i1.118-129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam cerpen "Corat Coret di Toilet" karya Eka Kurniawan serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan literasi dasar. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam cerpen yang dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori tindak tutur ilokusi Searle yang meliputi kategori asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Validitas data diperoleh melalui triangulasi teori dan diskusi dengan pembimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen tersebut mengandung berbagai bentuk tindak tutur ilokusi yang mencerminkan interaksi sosial antar tokoh, seperti perintah, permintaan, janji, keluhan, dan ungkapan emosional. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa karya sastra dapat dijadikan media pembelajaran literasi dasar, karena tuturan dalam cerpen mampu melatih keterampilan membaca kritis, menulis reflektif, serta meningkatkan kesadaran berbahasa siswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pragmatik sekaligus memperkuat relevansi karya sastra dalam konteks pendidikan bahasa.
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATERI PUISI DI KELAS XI SMA NEGERI 13 KOTA JAMBI Vira Afiani; Agum Shohefi; Helty
Jurnal Lazuardi Vol 9 No 2 (2026): Vol 9 No 2 (2026): JURNAL LAZUARDI EDISI XXI BULAN JUNI
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol9.Iss2.515

Abstract

This study was motivated by the uneven student participation in Indonesian language learning on poetry material. Although the teacher had used strategies, media, and learning activities directed toward active learning, some students still tended to be passive when asked to ask questions, respond, or express their opinions. This study aimed to describe Indonesian language learning strategies in increasing student participation in poetry learning in grade XI at SMA Negeri 13 Kota Jambi. This research used a descriptive qualitative approach. The subjects consisted of one Indonesian language teacher and 20 grade XI students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the teacher implemented learning strategies through the delivery of learning objectives, the use of PowerPoint and video media, and the connection of poetry material with students’ experiences. However, student participation remained situational and had not developed evenly. Therefore, learning strategies need to be optimized through guiding questions, directed discussions, and reflective feedback to encourage more active student participation in learning.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA INISIATIF SISWA BERPARTISIPASI AKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP KELAS VII Nabila Nabila Syahdi; Resi Claudya Puspita; Helty; Liza Septa Wilyanti
Jurnal Lazuardi Vol 9 No 2 (2026): Vol 9 No 2 (2026): JURNAL LAZUARDI EDISI XXI BULAN JUNI
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol9.Iss2.520

Abstract

Partisipasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP masih menjadi tantangan, khususnya pada siswa kelas VII yang sedang bertransisi dari sekolah dasar dan rentan mengalami kecemasan sosial. Banyak siswa cenderung menunggu instruksi guru sebelum merespons, enggan mengangkat tangan, dan kurang berani menyampaikan pendapat, sehingga mencerminkan rendahnya inisiatif belajar. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi faktor internal yang melatarbelakangi rendahnya inisiatif siswa kelas VII dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, (2) menganalisis faktor eksternal yang turut berkontribusi, serta (3) mendeskripsikan upaya guru dalam menangani permasalahan tersebut. Secara teoretis, penelitian ini berlandaskan pada konsep inisiatif belajar sebagai kemampuan memulai kegiatan belajar secara mandiri tanpa menunggu dorongan dari pihak lain yang erat kaitannya dengan kemandirian belajar dan partisipasi aktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung terstruktur, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan kajian dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya inisiatif siswa disebabkan oleh interaksi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kurangnya kepercayaan diri, kecemasan berbicara di depan umum, motivasi belajar yang rendah, dan keberagaman tipe kepribadian. Faktor eksternal meliputi metode mengajar yang belum memancing respons spontan, keterbatasan media interaktif, gangguan lingkungan, serta pengelolaan kelas yang belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan inisiatif siswa memerlukan pendekatan holistik mencakup strategi pembelajaran inovatif seperti pembelajaran kooperatif dan think-pair-share, ketersediaan fasilitas memadai, serta pembangunan iklim belajar yang aman secara psikologis.
Gaya Bahasa Kiasan Anies Baswedan dalam Sesi Tanya-Jawab Interaktif Mata Najwa: Analisis Stilistika Berbasis Teori Gorys Keraf: Figurative Language Style of Anies Baswedan in the Interactive Question-and-Answer Session of Mata Najwa: A Stylistic Analysis Based on the Theory of Gorys Keraf Nurafikah Alamsyah; Ade Kusmana; Helty
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2785

Abstract

Bahasa dalam ranah politik tidak sekadar berfungsi sebagai alat penyampai informasi, melainkan telah bertransformasi menjadi strategi retoris untuk membangun citra diri (image branding) dan memengaruhi persepsi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam jenis, fungsi, dan pemaknaan gaya bahasa kiasan yang diproduksi secara langsung (tanpa teks) oleh Anies Baswedan dalam sesi tanya-jawab interaktif pada program Mata Najwa bertajuk “Anies Baswedan Bicara Gagasan” di kanal YouTube Najwa Shihab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode simak dan catat sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data didasarkan pada landasan teori gaya bahasa kiasan Gorys Keraf dan diolah menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 jenis gaya bahasa kiasan dengan total akumulasi 80 data ujaran, yang terdiri atas 23 data metafora , 19 data personifikasi, 19 data ironi, 12 data metonimia, 6 data alegori, dan 1 data persamaan atau simile. Gaya bahasa yang paling dominan digunakan adalah metafora, yang menunjukkan kecenderungan penutur dalam mengolah perumpamaan implisit dan diksi teknis-intelektual untuk menyederhanakan gagasan yang kompleks. Penggunaan ragam majas kiasan ini diimplementasikan secara taktis dan tepat sebagai bagian dari strategi retorika langsung (tanpa teks) di bawah tekanan pertanyaan kritis. Melalui kombinasi perumpamaan yang kuat, narasi pengalaman pribadi, hingga sindiran halus (ironi), Anies Baswedan berhasil mengelola ketidakpastian regulasi, mengaburkan kelemahan, dan membangun citra diri yang positif serta komunikatif di hadapan audiens yang heterogen.
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA: STUDI DI SMAN 8 MUARO JAMBI Gina Azzahrah; Zahra Maryana Safitri; Helty; Liza Septa Wilyanti
Jurnal Lazuardi Vol 9 No 2 (2026): Vol 9 No 2 (2026): JURNAL LAZUARDI EDISI XXI BULAN JUNI
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol9.Iss2.532

Abstract

This study aims to describe Indonesian language learning strategies in increasing student activeness at SMAN 8 Muaro Jambi using biographical text material. The method used is descriptive qualitative with data collection through direct observation, semi-structured interviews with Indonesian language teachers, and documentation. The results show that teachers implement Problem-Based Learning (PBL) strategies combined with varied methods including lectures, questions and answers, discussions, practice, and simulation. This strategy is proven effective in encouraging student activeness, as evidenced by the fulfillment of all 20 observation indicators across five components: learning planning, learning implementation, student activities, learning media, and evaluation. Obstacles encountered include low reading interest, regional language interference, and the influence of gadgets. These findings indicate that PBL with adaptive media and structured evaluation can increase student activeness in Indonesian language learning.
Co-Authors A. K Farhan Abiyyah, Dhiya Ade Kusmana Adelia, Wahyu Agum Shohefi Agung Yusup Aizya Flora Amelia, Nova Andiopenta Purba Anggi Triandana Anisa Lidia Putri Anwar Sanusi Anwar Sanusi Apdelmi Apdelmi Aprelidea, Andinityas Ajeng Arief, Hidayatul Cici Yusnayanti Darma Putra Dilsa Sismadika Eka - Sastrawati Elfrida Sinaga Eva Iryani, Eva Felizka Salsabila Firman Firman Fiya Andreadi Gina Azzahrah Hadiyanto Hadiyanto Harahap, Alvie Rahmadani Harianto, Neldi Helgia Helgia Helmun Jamil Hilman Yusra Imelda Jelita Istiqomah Husnun Afifah Izar, Julisah Izar, Julisah Jamil, Helmun Kamilatul Parida Kenza Abelia Syaiputri L. Lisnawati Laura Apriyola Atmaja Liza Septa Wiliyanti Liza Septa Wilyanti Liza Septa Wilyantis Lubis, Akhmad Maulana M. Najib M. Thamrin Junaidi Mar'Atun Sholiha Merti Megawaty Miftahul Jannnah Misa Febriana Monalisa Monalisa Muhammad Haikal Muhammad Haris Effendi Hasibuan Mulyadi Mulyadi Mustika, Maharani Nabil, M. Nabila Nabila Syahdi Nabila Syakila Nadia Fitriyeni Nasyariah Siregar Nazurty Nazurty Neura Shafa Salsabila Nia Ramadani Nur Alimi Nurafikah Alamsyah Nursaid, Alam Nurul Atikah Pitriyani Pitriyani Pratama, Aldo Pratiwi, Fahroza Suci Rahmadani, Alvie Rahmanda, Rahmanda Rengki Afria Resi Claudya Puspita Rika Berliana Dabukke Rima Melati Rofiazka Fahmi Huda Rosmiati Rosmiati Rts Nurmarliawati Sahrizal Vahlepi Salsa Bila Putri Sholiha, Mar’atun Siti Haliza Jupri Sovia Wulandari Suci Angesti Syayidi, Muhammad T., Friscillawulan Taufik Hidayat Simanjuntak Tersta, Friscilla Wulan Vira Afiani Wawan Junresty Daya Wilyanti, Liza Septa Yoga Mestika Putra Zahra Maryana Safitri