Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Makna Merdeka Belajar dan Penguatan Peran Guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Muaro Jambi Mulyadi, Mulyadi; Helty, Helty; Vahlepi, Sahrizal
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 12, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v12i2.320

Abstract

The essence of independent learning is the freedom of teachers and students in the learning process. This freedom has not been experienced by teachers and students so far because teachers are more involved in the administration of education and learning. Teachers also do not understand the concept and its role in the policy of independent learning. The purpose of this study is to explain the concept and meaning of independent learning, the role of teachers in independent learning. The method used is the library method. Content analysis was used to analyze research data. The results of this study are (1) independent learning includes 4 policies, namely national standard school exams carried out by the school, minimum skills assessment and character surveys, simplification of lesson plans, zoning system for new student admissions; (2) the meaning of independent learning includes freedom of thought, freedom to innovate, independent and creative learning, freedom for happiness; (3) the teacher's role varies widely, including independent learning facilitators, innovative and creative teachers, teachers with characteristics as teachers, and teachers as motivators. Based on this explanation, this study concludes that understanding the meaning of independent learning and the role of teachers in independent learning helps teachers and students be more independent in thinking, more innovative and creative, and happy in learning activities.
Penguatan Kecerdasan Emosional melalui Cerita Anak Dwibahasa Berbasis Budaya Jambi (Indonesia-Melayu Jambi) sebagai Bahan Ajar Multiliterasi untuk Pembaca Pemula Wilyanti, Liza Septa; Wulandari, Sovia; Izar, Julisah; Helty, Helty
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecerdasan emosional yang terdapat dalam cerita anak dwibahasa berbasis budaya Jambi (Indonesia-Melayu Jambi). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan memahami objek penelitian secara mendalam dengan mengutamakan ketajaman analisis terhadap data secara alamiah. Objek penelitian ini adalah cerita anak dwibahasa yang diterbitkan oleh kantor Bahasa Provinsi Jambi. Analisis karakteristik cerita dari perspektif kecerdasan emosional menganalisis adanya lima tingkatan kecerdasan emosional dalam cerita yang meliputi mengenali emosi diri sendiri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati), dan menjaga hubungan dengan orang lain. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita anak dwibahasa berbasis budaya jambi (Indonesia-Melayu Jambi) berjudul Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu memenuhi kelima tingkatan kecerdasan emosional dan dapat dijadikan bahan ajar multiliterasi untuk pembaca pemula. Cerita anak dwibahasa berbasis budaya jambi (Indonesia-Melayu Jambi) berjudul Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu memuat beberapa jenis literasi dasar yang membuatnya dapat dikategorikan sebagai bahan ajar multiliterasi. Secara lebih rinci, jenis-jenis literasi yang terdapat dalam cerita yaitu literasi bahasa dan sastra, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, dan literasi budaya dan kewarganegaraan. Hanya literasi finansial yang tidak termuat dalam cerita anak dwibahasa berbasis budaya jambi (Indonesia-Melayu Jambi) berjudul Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu ini. Abstract This study aims to identify emotional intelligence contained in Jambi culture-based bilingual children's stories (Indonesian-Malay Jambi). This research is a descriptive qualitative study that aims to analyze and understand the object of research in depth by prioritizing the sharpness of analysis of natural data. The object of this research is bilingual children's stories published by the Jambi Provincial Language Office. Analysis of the characteristics of the story from the perspective of emotional intelligence analyzes the existence of five levels of emotional intelligence in the story which include recognizing one's own emotions, managing one's emotions, motivating oneself, recognizing the emotions of others (empathy), and maintaining relationships with others. The results of the analysis show that the jambi culture-based bilingual children's story (Indonesian-Malay Jambi) entitled Batu Tuo Si Fossil Kayu Arau Si Fossil Kayu fulfills the five levels of emotional intelligence and can be used as multiliteracy teaching materials for beginning readers. The bilingual children's story based on Jambi culture (Indonesian-Malay Jambi) entitled Batu Tuo Si Fosil Kayu Arau Si Fosil Kayu contains several basic types of literacy that make it categorized as multiliteracy teaching materials. In more detail, the types of literacy contained in the story are language and literary literacy, numeracy literacy, science literacy, digital literacy, and cultural and civic literacy. Only financial literacy is not included in this bilingual children's story based on Jambi culture (Indonesian-Malay Jambi) entitled Batu Tuo Si Fossil Kayu Arau Si Fossil Kayu.
Pelatihan Tahsin dan Tartil dengan Metode Al-Barqi sebagai Upaya Optimalisasi Literasi Al-Qur’an di MI Nurunnajah Kota Jambi Sholiha, Mar’atun; Arief, Hidayatul; Vahlepi, Sahrizal; Helty, Helty; Harianto, Neldi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2148

Abstract

This community service program aims to optimize Qur’anic literacy at MI Nurunnajah, Jambi City, through Tahsin and Tartil training based on the Al-Barqi Method. The training was carried out participatively through three stages: socialization, hands-on practice, and implementation observation. The program focused on improving the competence of Qur’an teachers to apply the visual, auditory, and kinesthetic (VAK) approach in teaching. The results showed a 25% increase in teachers’ skills in applying the Al-Barqi Method, as well as a significant improvement in students’ motivation and fluency in reading the Qur’an. Teachers became more confident and creative, while students showed greater enthusiasm and accuracy in pronouncing Arabic letters. This program also strengthened collaboration between the Islamic school and the university in improving the quality of Islamic education. The novelty of this activity lies in the application of the Al-Barqi Method within a service-learning framework oriented toward the collaborative empowerment of madrasa teachers.ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan literasi Al-Qur’an di MI Nurunnajah Kota Jambi melalui pelatihan tahsin dan tartil berbasis Metode Al-Barqi. Pelatihan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi, praktik langsung, dan observasi penerapan. Program ini difokuskan pada peningkatan kompetensi guru Al-Qur’an agar mampu menerapkan pendekatan visual, auditori, dan kinestetik (VAK) dalam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam penggunaan metode Al-Barqi sebesar 25%, serta peningkatan motivasi dan kelancaran membaca Al-Qur’an siswa secara signifikan. Guru menjadi lebih percaya diri dan kreatif, sementara siswa lebih antusias dan tepat dalam pelafalan huruf hijaiyah. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi dalam peningkatan mutu pendidikan Islam. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan Metode Al-Barqi dalam skema service learning yang berorientasi pada pemberdayaan guru madrasah secara kolaboratif.
Fungsi dan Makna Tindak Tutur Ilokusi dalam Parno Maloa Ijab Qobul pada Prosesi Akad Nikah Adat Masyarakat Kerinci di Kecamatan Koto Baru Dilsa Sismadika; Andiopenta Purba; Helty Helty
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3730

Abstract

Parno merupakan tradisi tutur yang hidup dalam masyarakat Kerinci dan digunakan dalam berbagai upacara adat, termasuk prosesi pernikahan. Salah satu bentuknya adalah Parno Maloa Ijab Qobul, yaitu rangkaian tuturan adat yang mengiringi pelaksanaan akad nikah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, fungsi, dan makna tindak tutur ilokusi yang muncul dalam upacara adat tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis pragmatic teori Searle, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan ninik mamak dan teganai rumah, serta dokumentasi teks Parno di Kecamatan Koto Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima kategori tindak tutur ilokusi representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif muncul secara dominan dalam tuturan Parno. Tuturan-tuturan ini tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi ritual, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai budaya, seperti tanggung jawab, kesopanan, penghormatan, dan legitimasi sosial. Dari segi makna, tindak tutur representatif merepresentasikan situasi adat secara faktual untuk meneguhkan kesadaran kolektif terhadap aturan turun-temurun, sedangkan tindak tutur lainnya berperan mengatur, mengesahkan, dan memperkuat hubungan sosial antarpelaku adat. Temuan ini menunjukkan bahwa Parno Maloa Ijab Qobul memainkan peran penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Kerinci melalui bahasa yang kaya simbolisme dan nilai-nilai adat.
Analisis sastra lisan Tale Naek Jui sebagai literasi Pendidikan budaya lokal Fitriyeni, Nadia; Helty, Helty; Wilyanti, Liza Septa
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2687

Abstract

This study aims to describe the meaning of the language contained in the oral literature Tale Naek Jui and analyze its role in strengthening literacy and local cultural education of the people of Semumu Village, Kerinci Regency. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. Data analysis is carried out in stages through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, which is strengthened by the application of triangulation of sources and methods to ensure the validity of the data. The results show that the language in Tale Naek Jui contains two layers of meaning, namely denotative meaning and connotative meaning. Denotative meaning is seen in the literal meaning of the speech and events conveyed in the storyline, while the connotative meaning is reflected through the use of natural symbols, such as hills, forests, and springs, which represent moral, social, and philosophical values of life of the Kerinci people. The existence of these two types of meanings shows that Tale Naek Jui does not only function as a means of traditional entertainment, but also as an educational medium that contains teachings of values, local wisdom, and character building. In the context of local cultural education, Tale Naek Jui has the potential to be used as a cultural-based learning resource that supports the instillation of noble values, strengthening cultural identity, and developing an appreciative attitude towards regional cultural heritage in the younger generation.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna bahasa yang terkandung dalam sastra lisan Tale Naek Jui serta menganalisis peranannya dalam memperkuat literasi dan pendidikan budaya lokal masyarakat Desa Semumu, Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang diperkuat dengan penerapan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam Tale Naek Jui mengandung dua lapisan makna, yaitu makna denotatif dan makna konotatif. Makna denotatif tampak pada arti harfiah tuturan serta peristiwa yang disampaikan dalam alur cerita, sedangkan makna konotatif tercermin melalui penggunaan simbol-simbol alam, seperti bukit, hutan, dan mata air, yang merepresentasikan nilai-nilai moral, sosial, dan filosofi kehidupan masyarakat Kerinci. Keberadaan kedua jenis makna tersebut menunjukkan bahwa Tale Naek Jui tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan tradisional, tetapi juga sebagai media edukatif yang mengandung ajaran nilai, kearifan lokal, serta pembentukan karakter. Dalam konteks pendidikan budaya lokal, Tale Naek Jui berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran berbasis budaya yang mendukung penanaman nilai-nilai luhur, penguatan identitas budaya, serta pengembangan sikap apresiatif terhadap warisan budaya daerah pada generasi muda.
The Phenomenon of Digital Media Use in Arabic Langauge Learning at Secondary School: A Digital Psychology Persprective Salsabila, Felizka; Junaidi, M. Thamrin; Sanusi, Anwar; Sholiha, Mar'atun; Helty, Helty
Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 7 No. 1 (2026): Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/klm.07.1.07

Abstract

This study examines the phenomenon of digital media use in Arabic language learning at secondary schools from a digital psychology perspective, focusing on students' attention, memory, and motivation. Utilizing a descriptive qualitative method, data was collected via interviews, observation, and documentation. Findings indicate that digital media, such as Canva based visuals, interactive animations, and digital quizzes, effectively attracted student attention and enhanced motivation compared to conventional methods. This multisensory approach facilitated material comprehension and strengthened vocabulary and sentence structure retention. From a digital psychology perspective, these media fostered emotional engagement, promoting active, consistent, and reflective learning. Despite technical constraints like limited data and mobile phone regulations, student preference for digital media remained high, leading to increased focus, participation, and motivation. This study confirms the significant role of digital media in improving student attention, memory, and learning motivation, emphasizing proper utilization and digital literacy for an effective and engaging learning experience.
Integration of Digital Media in Maharah Istima’ Instruction for Strengthening Students’ Basic Arabic Literacy at Ash-Shiddiqi Islamic Boarding School Nurul Atikah; Helty; Rofiazka Fahmi Huda; Anwar Sanusi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 02 (2026): Maret: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v5i02.2606

Abstract

This study aims to examine the integration of digital media in the teaching of istima' skills to strengthen the basic language Arabic literacy of students at Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi. In the globalized era, using digital technology in language learning has become a growing trend. However, its application in a pesantren setting requires adjustments to remain aligned with traditional values such as talaqqi, adab, discipline, and the development of religious character. This study uses a qualitative approach with a case study design to explore the process of implementing digital media tools such as YouTube, ChatGPT, and Quizizz in the teaching of istima’ skills. Data collection techniques involve observation, interviews, and documentation. Research shows that integrating digital media in a focused and context-appropriate way can boost students' learning motivation, improve word understanding, enhance meaning comprehension, and increase their active participation in the learning process. In addition, the support for teachers' digital skills and the availability of facilities like tablets are key factors that support the success of the implementation. This study concludes that integrating digital media while still valuing the unique traditions of pesantren can serve as a bridge between traditional learning methods and modern approaches, making it effective in strengthening the basic Arabic language skills of santri, especially in the area of istima’ skills.
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA CERPEN “CORAT CORET DITOILET” KARYA EKA KURNIAWAN Imelda Jelita; Helty Helty; Hilman Yusra
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i1.118-129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam cerpen "Corat Coret di Toilet" karya Eka Kurniawan serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan literasi dasar. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam cerpen yang dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori tindak tutur ilokusi Searle yang meliputi kategori asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Validitas data diperoleh melalui triangulasi teori dan diskusi dengan pembimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen tersebut mengandung berbagai bentuk tindak tutur ilokusi yang mencerminkan interaksi sosial antar tokoh, seperti perintah, permintaan, janji, keluhan, dan ungkapan emosional. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa karya sastra dapat dijadikan media pembelajaran literasi dasar, karena tuturan dalam cerpen mampu melatih keterampilan membaca kritis, menulis reflektif, serta meningkatkan kesadaran berbahasa siswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pragmatik sekaligus memperkuat relevansi karya sastra dalam konteks pendidikan bahasa.