Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Electronic Nursing Care (E-NC) Berbasis Standar 3S (SDKI, SLKI dan SIKI) Dalam Meningkatkan Mutu Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Yaumil Fajri; Yulastri Arif
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50620

Abstract

Asuhan keperawatan yang berkualitas merupakan salah satu parameter penilaian mutu keperawatan di rumah sakit. Pelaksanaan pendokumentasiannya belum optimal disebabkan kurangnya pengetahuan perawat terkait standar 3S, kurangnya motivasi dalam pendokumentasian dan model dokumentasi masih berbasis manual, sehingga diperlukan strategi pengembangan sistem informasi Electronic Nursing Care (E-NC) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendokumentasian asuhan keperawatan di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh pengembangan E-NC terhadap kelengkapan, akurasi dan efisiensi waktu perawat dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan. Desain Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Subjek penelitian dokumen rekam medis (n=104), dengan teknis purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan mann-whitney test. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan rerata kelengkapan, akurasi dan efisiensi waktu antara penggunaan SIMGOS dan E-NC (p value 0,000 < 0,05). Sistem E-NC mempengaruhi kelengkapan, akurasi dan efisiensi waktu pendokumentasian asuhan keperawatan. Rumah sakit dapat menggunakan E-NC dalam penerapan pendokumentasian agar lebih efektif dan efisien. Meningkatnya kuantitas dan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan akan berdampak terhadap peningkatan kualitas asuhan yang diberikan oleh perawat. Kata Kunci: sistem dokumentasi keperawatan, standar 3S, kelengkapan, akurasi, efisiensi waktu
Gambaran Faktor Perilaku Perawat Terhadap Pelaksanaan Komunikasi Sbar pada Saat Timbang Terima Jogi Anggara; Yulastri Arif; Zifriyanthi Minanda Putri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51166

Abstract

Komunikasi dalam timbang terima antar petugas kesehatan merupakan kegiatan penting dalam menjaga keselamatan pasien. Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) merupakan metode komunikasi terstruktur yang penting dalam proses timbang terima untuk meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan predisposing factors, reinforcing factor, dan enabling factor terhadap pelaksanaan komunikasi SBAR pada saat timbang terima di ruangan rawat inap salah satu RSUD tipe c Sumatera Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 91 perawat yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat berada pada kategori dewasa akhir (78%), berjenis kelamin perempuan (94,5%), dengan lama kerja >15 tahun (37,4%), dan berpendidikan D3 Keperawatan (53,8%). Sebagian besar responden memiliki sikap positif (71,4%), keyakinan tinggi (79,1%), nilai-nilai tinggi (74,7%), dukungan pimpinan baik (65,9%), serta lingkungan kerja baik (63,7%). Dapat disimpulkan bahwa predisposing factors, reinforcing, dan enabling pada perawat di ruang rawat inap RSUD tipe c berada dalam kategori baik, yang mencerminkan kesiapan individu dan lingkungan dalam mendukung pelaksanaan komunikasi SBAR secara efektif. Kata Kunci : Timbang Terima; Komunikasi SBAR