Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Studi Dampak Sosial Ekonomi Ketahanan Pangan Masyarakat Kota di Masa Pandemi COVID-19: Perspektif Sosiologi Jayatra, Alfin; Hapsari, Dyah; Soraida, Safira; Izzudin, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v9i2.54506

Abstract

Jumlah penduduk kota di Indonesia meningkat pesat dalam satu decade terakhir. Kondisi ini membuat ketersediaan pangan masyarakat kota semakin tinggi. Hal ini menjadi semakin rumit ketika pandemic COVID-19 terjadi di perkotaan Indonesia secara cepat tersebar, yang membuat pemerintah membuat kebijakan PSBB. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak sosial ekonomi akibat adanya partisipasi masyarakat kota dengan pembuatan Kampung tangguh jagoan dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di Kelurahan Sungai Selayur, Kota Palembang. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan metode kualiatif deskriptif, dengan melakukan wawancara mendalam (indepth interview) kepada 9 informan. Teori yang diacu adalah teori perubahan sosial dari Piort Sztompka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial adanya kampong tangguh jagoan adalah komunikasi antar warga sangat baik, partisipasi aktif setiap stakeholder, dan perbaikan pembangunan dibidang keamanan. Sedangkan dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat adalah pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dengan adanya berbagai jenis sayur-sayuran dan jenis dapat terpenuhi dan peningkatan pendapatan pengelola kampung tangguh jagoan.
Mediasi dalam Penyelesaian Konflik Lahan Perkebunan di Kabupaten Ogan Kemering Ilir (OKI), Sumatera Selatan Isyanawulan, Gita; Hendarso, Yoyok; Suleman, Zulfikri; Izzudin, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v9i2.66453

Abstract

Konflik tanah merupakan salah satu bentuk konflik terkait dengan kepemilikan tanah terutama lahan perkebunan. Konflik tanah banyak terjadi di Propinsi Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Penelitian ini membahas tentang beberapa kasus terkait dengan kepemilikan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), serta upaya yang dilakukan dalam penyelesaian konflik tersebut. Strategi penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dimana dalam penelitian ini lebih menekankan pada proses, karena menjelaskan tentang proses penyelesaian konflik tanah perkebunan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Pada tahun 2021 hingga 2022 terdapat 22 kasus terkait dengan kepemilikan tanah perkebunan, namun yang dapat diselesaikan melalui mediasi hanya 7 kasus; 2) Upaya penyelesaikan kasus tersebut yaitu dengan menggunakan mediasi dengan melibatkan pihak ketiga yang disebut sebagai ”mediator”. Pihak ketiga dalam kasus ini adalah perwakilan dari Dinsas Pertanahan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), aparat desa setempat, serta aparat penegak hukum. Namun upaya mediasi juga dianggap selesai meskipun kasus tersebut tidak dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat, lalu dapat dilanjutkan melalui jalur hukum.
MASS MEDIA FRAMING ON DISASTER: CASE STUDY LANDFIRE IN SOUTH SUMATERA Murti, Krisna; Musdalifah, Farisha Sestri; Andarinini, Rindang Senja; izzudin, muhammad
Natapraja Vol 11, No 1 (2023): Policy Reform
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/natapraja.v11i1.54904

Abstract

Indonesia is among the nations with the highest number of natural disasters. This syndrome is aggravated by unbalanced information provided by the media. The media use framing to enforce information distribution rules, particularly in regards to forest and land fire reporting. Using a constructivist research methodology, this study argues that framing is the key to influencing public opinion towards actors who might be perceived positively or negatively. The results showed that mass media framing was divided into several themes. This framing explains how the mass media has an important role in disseminating disaster-related information to the public. Some evidence suggests that political competition among the local political elite contributes to the occurrence of forest fires, it’s also ensued in mass media in Indonesia. If the government is unable to enforce strong regulations on irresponsible parties, forest fires will persist. The mass media must exist as a tool to regulate its population so that they do not burn forests and land that is detrimental to the nation.
Strategi Bertahan Hidup Tenaga Kerja Musiman Di PTPN VII Cinta Manis Kabupaten Ogan Ilir: Strategi Bertahan Hidup Tenaga Kerja Musiman Di PTPN VII Cinta Manis Kabupaten Ogan Ilir Aprianti, Ririn
DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Demography, Etnography and Social Transformation
Publisher : Pusat Kajian Demografi, Etnografi dan Transformasi Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/demos.v4i1.2736

Abstract

This research aims to describe the survival strategy of seasonal workers in PTPN VII Cinta Manis Ogan Ilir Regency. This research uses two types of data, namely primary data and secondary data. The selection of informants uses snowball sampling method. The data analysis method used in this research is descriptive method through qualitative approach. The results showed that the socioeconomic conditions of seasonal workers are still fairly low, this can be seen based on the limitations of education, employment, income, residence, and also health services. Seasonal workers in PTPN VII Cinta Manis apply several strategies to survive, namely: 1) Tying the belt tighter, seasonal workers make savings on expenses by reducing the budget for food needs. 2) Alternative subsistence ethics, done by looking for side jobs and asking for help from family members to increase family income. 3) Social relations/social networks, which are applied by establishing relationships with stall owners when they need basic needs. In addition, they also ask for help from relatives and foremen when experiencing economic difficulties.
Social Capital and Slum Communities: How to Fulfill Their Basic Needs in Palembang City during The Covid-19 Pandemic Muhammad Izzudin; Yunindyawati Yunindyawati; Candra Wardana; Putri Wulandari; Muhammad Ibrahim; Tasya Amelia Putri; Januar Eko Aryansah; Sena Putra Prabujaya
Jurnal Kawistara Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.77040

Abstract

The problem of slum settlements is still a major problem faced in Indonesia and other developing countries. One of the triggers for the emergence of slum settlements is due to the high rate of population growth, both through the birth process and the urbanization process. This study discusses the social capital of the people of the slum area of Palembang City in fulfilling basic needs, precisely in the 12 Ulu Village Area, Palembang City during the Covid-19 pandemic. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Sampling used a purposive sampling method with data collection using observation techniques and in-depth interviews. The study's findings indicate that (1) a high level of social capital as measured by networks, norms, and beliefs enables slum communities to survive the COVID-19 pandemic, and (2) the slum area communities' strategy for survival is to utilize yard land, home industries, social gathering, recitation, and mutual cooperation. There are several policy implications from this research: (1) Strengthen social capital, (2) Enhance community engagement, (3) Targeted support for vulnerable groups, (4) Ensure food security and (5) Strengthen social safety nets. 
Socialization of mangrove planting among coastal communities: A collaborative approach for conservation and ecosystem sustainability Muhammad Izzudin; Muhammad Rendana; Stevanus Nalendra Jati; Ramdan Lamato; Indra Tamsyah
Community Empowerment Vol 9 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11267

Abstract

Mangrove planting has been widely recognized as an effective strategy for coastal environmental conservation. However, the success of mangrove planting programs depends not only on technical aspects but also on the active participation and understanding of local communities. The community service method used in this study was socialization. The results of this program showed that 50% of participants were very satisfied, creating a sustainable relationship between coastal communities, the government, and Sriwijaya University in efforts to maintain mangrove sustainability for a better future. In addition, the planted mangrove trees are expected to become resistant to seawater abrasion and provide habitat for fauna that serve as a source of livelihood for local fishermen in the next 10 years.
Identifikasi Aset Nelayan Sungsang dan Pola Menghadapi Perubahan Iklim Global Izzudin, Muhammad; Lamato, Ramdan; Ilham, Muhamad Hidayatul
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v5i2.4715

Abstract

Wilayah pesisir memainkan peran penting dalam perekonomian global, tetapi populasi nelayan di daerah seperti Sungsang menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset nelayan di Sungsang dan pola adaptasi mereka terhadap dampak perubahan iklim global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan masih beroperasi dalam skala kecil dengan keterbatasan akses terhadap teknologi modern dan pendidikan yang rendah. Fenomena perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut, perubahan pola cuaca, serta meningkatnya frekuensi badai dan arus laut menjadi ancaman utama yang menghambat produktivitas mereka. Untuk beradaptasi, nelayan menerapkan berbagai strategi, seperti diversifikasi mata pencaharian melalui usaha sampingan (misalnya, perdagangan makanan dan reparasi kapal), penggunaan alat tangkap yang lebih efisien, serta peningkatan keterlibatan dalam koperasi dan komunitas nelayan. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keberlanjutan mata pencaharian nelayan sangat bergantung pada dukungan kebijakan yang memperhatikan akses terhadap modal usaha, infrastruktur perikanan, serta program mitigasi perubahan iklim. Studi ini menekankan perlunya pendekatan berbasis komunitas dalam mengatasi dampak perubahan iklim dan meningkatkan ketahanan nelayan di Sungsang
Kesetaraan Gender dalam Mencapai Pendidikan Inklusif Nengyanti, Nengyanti; Saptawan, Ardiyan Saptawan; Imania, Katriza Imania; Permatasari, Indah; Wulandari, Putri Uzdah; Adventy, Maria Immaculata Yovita; Izzudin, Muhammad; Yanti, Mery
The Journal of Society and Media Vol. 9 No. 1 (2025): Social Media Bridged the Gap
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v9n1.p260-282

Abstract

Gender inequality in education remains a persistent issue, with boys and girls often facing different expectations, opportunities, and treatment within learning environments.This research focuses on gender equality between girls and boys in the context of inclusive education, aiming to identify empowerment patterns that address barriers to educational access. Using quantitative methods, data were collected through questionnaires completed by students at the elementary and junior high school levels. Analysis was conducted to understand the challenges of gender disparities in educational participation. The results indicate significant differences in participation between male and female students, with boys dominating in high-intensity physical sports and girls more engaged in the arts. Additionally, there were differences in teachers' attitudes towards students based on gender. This study aims to create empowerment strategies and more inclusive education policies, providing guidance for policymakers and educational practitioners to support gender equality in the education sector.
Aset dan Strategi Penghidupan Petani Karet di Area Transmigrasi Lampung: Aset dan Strategi Penghidupan Petani Karet di Area Transmigrasi Lampung Ayu Ningtiyas, Luluk; Izzudin, Muhammad
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): Februari, 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jsep.v21i1.45563

Abstract

This study aims to examine the relationship between livelihood assets and the livelihood strategies of rubber farmers in Bumi Baru Village, Way Kanan Regency, Lampung Province—a transmigration area where the majority of the population relies on rubber cultivation for their livelihood. This study used a quantitative correlational approach with 68 respondents selected through a simple random sampling method. Five types of livelihood capital were analyzed: human, social, financial, physical, and natural capital. Livelihood strategies were categorized as intensification, extensification, diversification, and migration. The analysis showed that human capital had the highest score (94.6%), while social capital was the weakest (75.8%). The most dominant livelihood strategy was intensification, specifically the use of plant vitamins and garden maintenance. A Pearson correlation test revealed a positive and significant relationship between livelihood assets and rubber farmers' livelihood strategies (r = 0.477; p = 0.000), indicating that the stronger the assets held by farmers, the greater their adaptive capacity to economic and ecological pressures. These findings reinforce the importance of a development approach based on strengthening livelihood assets as a foundation for sustainable survival strategies. Policy recommendations include farmer training, access to microcredit, strengthening farmer institutions, and productive land management. The analysis showed that human capital had the highest score (94.6%), while social capital was the weakest (75.8%). The most dominant livelihood strategy was intensification, specifically the use of plant vitamins and garden maintenance. A Pearson correlation test revealed a positive and significant relationship between livelihood assets and rubber farmers' livelihood strategies (r = 0.477; p = 0.000), indicating that the stronger the assets held by farmers, the greater their adaptive capacity to economic and ecological pressures. These findings reinforce the importance of a development approach based on strengthening livelihood assets as a foundation for sustainable survival strategies. Policy recommendations include farmer training, access to microcredit, strengthening farmer institutions, and productive land management.
Pengembangan Eco Farm House untuk Meningkatkan Inovasi Masyarakat Desa Pulau Semambu Melalui Diversifikasi Nilai Tambah Komoditi Jambu Air Putri, Nurilla Elysa; Yamin, M.; Sari, Dwi Wulan; Izzudin, Muhammad
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i2.11351

Abstract

Komoditi jambu air yang di budidayakan oleh masyarakat Desa Pulau Semambu saat ini belum mampu memberikan kontribusi pendapatan bagi masyarakat, padahal peluang pasar yang ada saat ini cukup besar, oleh sebab itu perlu dilakukan pendampingan pada masyarakat melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat  (PPM) di Desa Pulau Semambu.  Pengembangan inovasi masyarakat melalui pembentukan eco farmhouse merupakan rancangan program  pengembangan talenta inovasi masyarakat Desa Pulau Semambu melalui diversifikasi nilai tambah komoditi jambu air. Diversifikasi yang dimaksud merupakan konsep inovasi nilai tambah produk olahan dari komoditi jambu air menjadi beberapa produk yang bernilai tambah seperti kerupuk jambu air, permen jely jambu air dan syrup jambu air. Dengan adanya pengembangan melalui diversifikasi produk ini diharapkan mampu menjadi produk khas Desa Pulau Semambu yang bernilai ekonomis lebih tinggi dengan output akhir mampu menggerakan perekonomian dan UMKM desa sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat telah dilakukan dalam bentuk sosialisasi, Pemberian bantuan Peralatan, pelatihan cara pembuatan produk hasil olahan serta pembentukan kelompok usaha olahan jambu air. Kegiatan sosialisasi telah dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang kegiatan PPM yang diberikan serta tahapan ekgiatan yang akan dilaksanakan. Kegiatan Pemberian bantuan eralatan telah dilaksanakan dala kegiatan PPM merupa bantuan peralatan dan bahan baku pembuatan sirup dan permen jelly jambu air.  Kegiatan pelaksanaan PPM telah dilakukan dengan demonstrasi cara pembuatan produk sirup jambu air dan permen jelly jambu air, dari awal proses pengolahan hingga pengemasan produk. Pembentukan kelompok usaha telah dilakukan oleh kepala Desa, dengan harapan kegiatan dapat berlanjut dan dapat menjadi usaha yang erkembang di Desa Pulau Semambu.