Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Gambaran Faktor Predisposisi, Pemungkin dan Penguat terhadap Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Kota Pariaman Prima Yoselina; Meri Neherta; Lili Fajria; Rika Sabri; Deswita Deswita; Ira Mulya Sari
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i3.2876

Abstract

Immunization has decreased worldwide, especially during the covid-19 pandemic. The decline was caused by doubts and refusal to immunize, fear of parents, and limited access to health services. Immunization is one of the basic needs for children to grow and develop and prevent the emergence of new infectious diseases in children. This study is an observational study with a descriptive approach to determine the description of maternal predisposing, enabling, and reinforcing factors to basic immunization in Pariaman City. The population in this study amounted to 253 mothers and a sample of 154 mothers who had children aged 12 months using a simple random sampling technique. The results showed that the mother's age was 30 years (51.7%), the mother's education was high (82.5%) and the mother did not work (70.8%). The mother's knowledge is mostly lacking (40.3%), the mother's attitude is not supportive (56.5%) and the mother's trust is less (42.9%). The affordability of health resources is not affordable (52.6%), family support is not supportive (48.1%), health worker support is lacking (5.8%) and support from community leaders is not supportive (43.5%). It is hoped that nurses can provide optimal counseling and family motivation to provide support to mothers in providing complete basic immunizations for children
Pengalaman Pasien Terdiagnosa Kanker Paru Ditinjau dari Teori Elisabeth Kubler-Ross Murhayeni Murhayeni; Rika Sabri; Dally Rahman
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.5634

Abstract

This study aims to look at the patient's experience when diagnosed with lung cancer through the theoretical perspective of Elisabeth Kubler-Ross. The research method used is p qualitative with a phenomenological approach. The results of this study show several themes, one of which is the support needed by patients when diagnosed with lung cancer. Participants have sources of help, namely personal ability, family support, and the support of the Health Team, especially nurses. In conclusion, when someone is experiencing a bad condition caused by a disease, what is needed is support from all parties around them who can provide reinforcement and motivation to patients when diagnosed with lung cancer so that they get a strong foundation that becomes the main factor influencing participants in undergoing disease treatment. Keywords: Elisabeth Kubler-Ross, Lung Cancer, Experience
PENGARUH ALTERNATE NOSTRIL BREATHING EXERCISE TERHADAP FREKUENSI NAPAS PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE MISTATI NOVITASARI; RIKA SABRI; EMIL HURIANI
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12109

Abstract

Dispnea merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien dengan congestive heart failure (CHF). Dispnea disebabkan oleh ketidakmampuan jantung memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh sehingga diperlukan terapi alternatif seperti ANBE (Alternate Nostril Breathing Exercise). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ANBE terhadap frekuensi napas. Jenis penelitian ini adalah penelitian true experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 36 orang. Responden dialokasikan kedalam kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik random allocation. Kelompok intervensi melakukan ANBE dengan 2 sesi perhari selama 15 menit dalam kurun waktu 7 hari. Instrumen yang digunakan berupa stopwatch. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Paired Sampel t test dan Independent sampel t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh alternate nostril breathing exercise terhadap frekuensi napas dengan p-value= 0,001 (p< 0,05). ANBE dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri pada pasien congestive heart failure yang mengalami dispnea.
Upaya Peningkatan Kemampuan Perawat dalam Pemberdayaan Keluarga untuk Meningkatkan Ketahanan Keluarga Orang dengan Skizofrenia (ODS) di Kota Padang Dewi Eka Putri; Rika Sarfika; Feri Fernandes; Bunga Permata Wenny; Rika Sabri; Gusti Sumarsih
Warta Pengabdian Andalas Vol 30 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.30.1.47-51.2023

Abstract

People living with schizophrenia in West Sumatra are currently experiencing an increase. In 2018 the prevalence of schizophrenia reached 9 per 1000 households. This prevalence is above the national average. The problem that often occurs in people with schizophrenia (ODS) is relapse. High relapse also occurs in ODS in Padang. It was because of non-compliance with treatment and a lack of support from the family. Inadequate support is the impact of the low resilience of the ODS family. Therefore, the purpose of this community service is to increase the ability of nurses to empower families to increase family resilience so that ODS relapse is low. The method used in this community service is the provision of training. The training was given to 14 nurses holding mental programs at the Padang City Health Centers. The training was carried out for three days at the Faculty of Nursing Unand Padang. Community service resulted in nurses' knowledge in empowering ODS families before training was an average of 50.75, and nurses' knowledge after training was an average of 62.78, increasing by 12.03 points. It hopes that nurses could empower ODS families through home visits so that every ODS family member has the knowledge and ability to care for ODS so that family resilience increases and relapse can prevent.
Pengaruh Edukasi Gaya Hidup Multikomponen terhadap Manajemen Diri pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Stabil Dewi Kartika Sari; Rika Sabri; Esi Afriyanti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1367

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah permasalahan global yang menyababkan kematian dan angka kematian akibat PPOK di seluruh dunia dari tahun ke tahun .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi gaya hidup multikomponen terhadap manajemen diri pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) stabil di RSUD Rasyidin Padang. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimen with control group design. Populasi sebanyak 111 orang pasien PPOK yang sedang mendapatkan pelayanan rawat jalan. jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 66  dibagi menjadi 2 kelompok yaitu33 orang kelompok intervensi dan 33 orang kelompok kontrol. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis paired t test dengan taraf significant 0,05. Pada kelompok intervensi diketahui bahwa terdapat pengaruh edukasi gaya hidup multikomponen terhadap manajemen diri dengan p value sebesar 0,000. Berdasarkan sub domain manajemen diri p value sebesar 0,000. manajemen aktivitas p value sebesar 0,000. manajemen emosi p value sebesar 0,000. manajemen informasi p value sebesar 0,000 dan self-eficacy p value sebesar 0,000. Terdapat perbedaan pengaruh antara kelompok intervensi dan kelompok control terhadap manajemen diri pasien PPOK stabil dengan selisih mean 59,33 dan p value sebesar 0,000. Berdasarkan subdomain manajemen diri menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh antara kelompok intervensi dan kelompok control dengn nilai p sebesar 0,000.
Pengaruh Intervensi Psikoedukasi terhadap Distress Diabetes pada Lanjut Usia dengan Diabetes Melitus Vionna M; Rika Sabri; Mahathir Mahathir
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1512

Abstract

Penyakit diabetes melitus tipe 2 menjadi penyakit menahun, bahkan dikatakan sebagai penyakit seumur hidup. Penatalaksanaan penyakit diabetes melitus tipe 2 yang tidak cermat akan menimbulkan berbagai komplikasi yang sangat merugikan dibandingkan dengan penyakit lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intervensi psikoedukasi terhadap distress diabetes pada lanjut usia dengan diabetes mellitus di Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien lansia diabetes mellitus yang berada di Puskesmas Tanjung Bingkung dan di Puskesmas Sungai Lasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non probability dan besarnya sampel dalam penelitian ini untuk kelompok intervensi sebanyak 19 orang kelompok intervensi dan 19 orang kelompok kontrol.Instrumen penelitian  menggunakan The Diabetes Distres Scare Short Form (DDS). kuesioner dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s alpha dalam rentang 0,78 – 0,83. Hasil penelitian ini di analisis menggunakan uji statistik wilcoxon test dan uji Mann Whitney dan didapatkan nilai p-value 0,000 (<0,05) maka dapat ditarik      kesimpulan Psikoedukasi dapat menurunkan distress diabetes pada lanjut usia dengan diabetes melitus dibandingkan dengan kelompok control yang tidak diberikan priskoedukasi.
Pengaruh Home Visit dengan Pendekatan 5 Tugas Kesehatan Keluarga terhadap Kemandirian dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Tb Paru Desriza Artika Sari; Rika Sabri; Siti Yuliharni
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1554

Abstract

Strategi promosi kesehatan dalam penanggulangan TB Paru dengan kunjungan rumah (home visit) untuk menciptakan kesadaran, kemauan dan kemampuan keluarga sehingga menciptakan kemandirian keluarga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh intervensi kunjungan rumah (Home Visit) terhadap kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan Tuberkulosis (TB) Paru pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Desain Quasy Exsperimental PreTest–Posttest With Control Group Design. Sampel sebanyak 25 orang, kelompok intervensi (n=13) dan kelompok kontrol (n=12). Pengambilan sampel dilakukan dengan convinience sampling. Intervensi kunjungan rumah (home visit) dilakukan memalui 3 tahapan kunjungan rumah (home visit) dengan 5 sesi pertemuan. Data dikumpulkan menggunakan Instrumen level kemandirian keluarga teridri dari 7 indikator tingkat kemandirian keluarga yang sudah baku. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon sedangkan analisis untuk melihat pengaruh intervensi kunjungan rumah (home visit) digunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji Wilcoxon nilai p value kelompok intervensi 0,001 dan kelompok kontrol p value = 0,157. Berdasarkan uji Mann-Whitney diketahui nilai p value < 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada kemandirian keluarga antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kelompok intervensi, dan Ada pengaruh intervensi kunjungan rumah (home visit) terhadap kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan TB Paru.
Edukasi dan Skrining Kesehatan Lansia dengan Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Pauh Kota Padang Rika Sabri; Meri Neherta; Dewi Eka Puteri; Deswita Deswita; Elvi Oktarina; Devia Puteri Lenggogeni; Ira Mulyasari
Warta Pengabdian Andalas Vol 30 No 3 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.30.3.554-561.2023

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are dangerous diseases and result in death. The problems found by partners are the low coverage of NCD screening targets, access to health services and the absence of an integrated services centre for the elderly in the targetted area, which impacts NCD monitoring not being carried out. Community service activities aimed to prevent and suppress NCD cases, especially for older people in vulnerable groups. The solution was to detect NCD and provide education and counselling for older people with NCD problems. The community service partner was the Public Health Center. The method of implementing activities was health screening (measuring height and weight, blood pressure, blood sugar, cholesterol and uric acid), providing health education about hypertension and diabetes mellitus and health counselling for those indicated by NCDs in Pauh sub-District, Padang, West Sumatra, Indonesia. The screening results found 15 healthy older people, 13 people with hypertension, ten people with diabetes, nine people with rheumatism, and seven people with high cholesterol. The results of education and counselling found an increase in knowledge by 16.69 points—follow-up plans by partners to form elderly health centres.
GAMBARAN RISIKO JATUH PADA LANSIA MENGGUNAKAN TIME UP AND GO TEST Herma Desmillenia Bintari Lijang; Rika Sabri; Siti Yuliharni
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2508

Abstract

Falling is a problem that often occurs in the elderly as a result of a decrease in body functions associated with the aging process. Falls are also a major cause of morbidity and mortality in the elderly. The purpose of this study was to describe the risk of falling in the elderly using the time up and go test in the working area of ​​the Belimbing Health Center. This research is a quantitative research with a descriptive design and an observational approach. The sampling technique used is a non-probability sampling technique using purposive sampling with a sample size of 360 elderly. The analysis used in this research is univariate analysis. The results of the study showed that most of the elderly (77.2%) were aged 60-74 years, most (66.1%) were female, most (66.9%) suffered from hypertension, most (74.7% ) had no history of falling, most (86.9%) did not use walking aids, a small proportion (13.1%) used a cane when walking, and more than half (53.3%) had a history of high falls. In this study, it was found that more than half of the elderly in the working area of ​​the Belimbing Health Center had a high risk of falling. So it is necessary to do fall risk screening and provide balance training, especially in the elderly with a high risk of falling.
Determinan Resiliensi Remaja Korban Bullying Windy Freska; Rika Sabri; Anisa Yured
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1430

Abstract

Paparan bullying menimpa 57% siswa SMPN 14 Padang sehingga rasa percaya dirinya menurun, menderita trauma mental, dan enggan berangkat ke sekolah. Respon ini menunjukkan kurang mampunya remaja dalam mengelola ancaman sehingga resiliensi yang muncul masih rendah. Penelitian ini bertujuan memaparkan nilai hubungan yang muncul untuk memberikan wawasan tentang strategi resiliensi remaja korban bullying di sekolah. Penelitian ini mengusung model korelasi dengan desain cross sectional selama dua bulan di tahun 2022. Responden penelitian diambil secara total sampling yaitu seluruh siswa kelas VIII SMPN 14 Padang yang pernah dan sedang menjadi korban bullying di lingkungan sekolah baik secara verbal, fisik, emosional, maupun media sosial. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner meliputi lima determinan: keseimbangan batin; ketekunan, kemandirian; kebermaknaan hidup; dan kesendirian eksistenial. Pengukuran resiliensi remaja korban bullying dan keseluruhan determinan tersebut menggunakan skala ordinal. Untuk mengetahui gambarang variabel dan masing-masing determinan, data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif melalui analisis univariat (distribusi frekuensi). Nilai korelatif yang menunjukkan hubungan masing-masing determinan dengan resiliensi remaja korban bullying diukur menggunakan uji spearman rho. Resiliensi remaja korban bullying tergolong rendah disertai dengan rendahnya determinan pembentuk kecuali ketekunan yang termasuk dalam kategori sedang.  Semua determinan memiliki hubungan signifikan dengan resiliensi remaja korban bullying di kelas VIII SMPN 4 Padang.