Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DALAM SEGITIGA SIKU-SIKU DI KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 2 PALU Nurseha; Muh. Hasbi; Dasa Ismaimuza
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku di kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Palu. Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku di kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, (3) pemeriksaan konjektur, (4) verbalisasi konjektur, dan (5) umpan balik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Perbandingan Trigonometri dalam Segitiga Siku-Siku. Abstract: The purpose of this research was to obtain describe the application of guided discovery learning model which can in order to improve students learning results on comparison of trigonometry in right triangle material in grade X MIA 1 SMA Negeri 2 Palu. This research is a classroom action research (CAR). As the research design refers to the design of the research of Kemmis and Mc. Taggart, that is: (1) planning, (2) action, (3) observation and (4) reflection. The subject of this research is student of grade X MIA 1 SMA Negeri 2 Palu. The research subjects chosen from 3 informants with high ability, medium and low. The type of data used was qualitative and quantitative data with data collection techniques were observation, tests, interviews, and field notes. This research was conducted in two cycles.The research results showed that the application of guided discovery learning model can improve students learning results on comparison of trigonometry in right triangle material in grade X MIA 1 SMA Negeri 2 Palu through the following steps: (1) formulation of the problem, (2) data processing and preparation of conjecture, (3) examination conjecture, (4) verbalization conjecture, and (5) feedback. Keywords: Guided Discovery Learning Model; Learning Results; Comparison of Trigonometry in Right Triangle.
PROFIL PENYELESAIAN SOAL PEMBAGIAN PECAHAN SISWA KELAS VII SMPN MODEL TERPADU MADANI PALU Sri Ratnasari Sahib; Muh. Hasbi; Sudarman Bennu
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penyelesaian soal pembagian pecahan siswa kelas VII SMPN Model Terpadu Madani Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa yang diambil 27 siswa di kelas VII Kerajalembah SMPN Model Terpadu Madani Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian siswa yang berkemampuan tinggi: (1) mengubah bilangan kebentuk pecahan, mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, dan menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan FPB; (2) mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, dan menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan FPB. Penyelesaian siswa yang berkemampuan sedang: (1) mengubah bilangan kebentuk pecahan, mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, dan menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan FPB; (2) mengubah bilangan kebentuk pecahan, mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. (3) mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, dan menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan FPB. Penyelesaian siswa berkemampuan rendah: (1) mengubah bilangan kebentuk pecahan, mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan dari pecahan kedua dan mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, (2) mengalikan pecahan pertama dengan pecahan kedua, mengubah tanda kali menjadi tanda bagi, mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut; (3) pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa: membagi pecahan pertama dengan pecahan kedua. Kemudian membagi pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Kata kunci : Profil penyelesaian, penyelesaian soal, pembagian pecahan. Abstrac: The purpose of this study is to describe the solution of the division of fractions of class VII SMPN Model Integrated Madani Palu. This type of research is qualitative research. The subjects of this study are 3 students taken 27 students in class VII Kerajalembah SMPN Model Integrated Madani Palu.The results showed that the completion of the students to the problem of division of fractions as follows: (1) change the number of fractional forms, multiply the first fractions by inverse of the second fraction, multiply the numerator with the numerator and denominator with the denominator, and simplify the fraction by dividing the numerator and denominators with FPB; (2) multiplying the first fraction by the inverse of the second fraction, multiplying the numerator with the numerator and denominator with the denominator, and simplifying the fraction by dividing the numerator and denominator with the FPB. Moderate student completion: (1) alter the fractional number of forms, multiply the first fraction by the inverse of the second fraction, multiply the numerator with the numerator and denominator with the denominator, and simplify the fraction by dividing the numerator and denominator by FPB; (2) alter the fractional number of forms, multiply the first fraction by the inverse of the second fraction, multiply the numerator by the numerator and the denominator with the denominator. (3) multiplying the first fraction by the inverse of the second fraction, multiplying the numerator with the numerator and denominator with the denominator, and simplifying the split by dividing the numerator and denominator with the FPB. Completion of low-ability students: (1) alter the fractional number of forms, multiply the first fraction by the inverse of the second fraction, change the signaland the time signature, and multiply the numerator with the numerator and denominator with the denominator; (2) multiply the first fraction by a second fraction, multiply the numerator by the numerator and denominator with denominator; (3) the division of a common denomination with the usual fraction: dividing the first fraction with a second split, and dividing the numerator by the numerator and denominator with the denominator. Keywords: Profile of settlement, problem solving, fractional division.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS SERTA BALOK DI KELAS VIIIA SMPN 3 TINOMBO SELATAN Nurvita; Muh. Hasbi; I Nyoman Murdiana
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 4 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus serta balok di kelas VIIIA SMPN 3 Tinombo Selatan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan alat peraga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA SMPN 3 Tinombo Selatan.Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti tahap-tahap model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yakni: (1) penyajian kelas, (2) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, (3) membimbing siswa belajar dan bekerja, (4) tes individual, dan (5) pemberian penghargaan. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Alat Peraga, Hasil Belajar, Luas Permukaan Kubus dan Balok, Volume Kubus dan Balok. Abstract: The purpose of this rescareswas to improve student learning outcomes at the material surface area and volume of cube and rectangular prism in the grade VIIIA SMPN 3 Tinombo Selatan through the implementation STAD type of cooperative learning model assisted tools. This type of research is classroom action research (CAR). The research design refers to the design of research conducted Kemmis and Mc. Taggart is comprised by of four components: (1) planning, (2) actions, (3) observation, and (4) reflection. The subject of this research is student of class VIIIA SMPN 3 Tinombo Selatan. The research subjects chosen from 3 informants with high ability, medium and low. The data of this rescares was qualitative and quantitative data. Fechnigues of data collection were observation, tests, interviews, and field notes. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of learning models of cooperative STAD assisted tools can improve student learning outcomes by following the phases of the learning model Cooperative STAD, namely: (1) Presentation Classes, (2) organize the students into groups learning, (3) guiding students to learn and work, (4) the test individual, and (5) giving the award. Keywords: STAD type of Cooperative Learning Model, Tools, Learning Outcomes, Surface Area Cube and Rectangular Prism, Cube Volume and Rectangular Prism.
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS VII MTS NEGERI MODEL PALU Nurul Fitriyah; Abdul Hamid; Muh. Hasbi
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi mengenai penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII MTs Negeri Model Palu pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A yang berjumlah 39 siswa terdiri dari 23 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat komponen yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, tes tertulis, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII MTs Negeri Model Palu pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, melalui beberapa langkah : 1) Perumusan masalah, 2) Pemrosesan data, 3) Penyusunan dugaan sementara, 4) Pemeriksaan dugaan sementara, 5) Penarikan kesimpulan, dan 6) Penerapan konsep. Hasil tes akhir tindakan siklus I menunjukkan bahwa 28 siswa memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal sehingga ketuntasan belajar klasikal siswa hanya mencapai 75,67% dan hasil tes akhir tindakan siklus II menunjukkan bahwa 35 siswa memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal sehingga ketuntasan belajar klasikal siswa mencapai 92,10%. Kata Kunci : Penemuan Terbimbing, penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Abstrack: This research was aimed to obtain a description of the application of guided discovery methods to improve student learning outcomes at Class VII MTs N Model Palu on material addition and subtraction of integers. This research was a classroom action research which refers to the research design by Kemmis and Mc. Taggart. The subjects were students of class VIII A totaling 39 students and consisting of 23 male students and 16 female students. This research was conducted in two cycles in which each cycle consists of four components, namely: 1) planning, 2) Implementation of the action, 3) observation, and 4) Reflection. Data collection techniques gained through observation, written tests, interviews and field notes. The results showed that the application of the method of guided discovery can improve learning outcomes of students of Class VII MTs.N Model Palu on material addition and subtraction of integers, through several steps: 1) Formulation of the problem, 2) Processing of data, 3) The provisional estimates, 4) Inspection provisional estimates, 5) Withdrawal conclusion, 6) Application of the concept. The results of the final test at the first cycle showed that 28 students scoring above the minimum completeness criteria that classical learning completeness students only reached 75.67% and the final test results show that the second cycle of 35 students scoring above the minimum completeness criteria that classical learning completeness students reached 92.10%. Keywords : Guided discovery, addition and subtraction of integers
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 2 SIGI Debi Susilawati; Muh. Hasbi; Bakri Mallo
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok di kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok di kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sigi melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) perumusan masalah, guru memberikan data-data berupa tayangan dan merumuskan masalah sesuai materi yang dipelajari kepada siswa; (2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, siswa mengamati, menalar dan mencoba mengerjakan LKPD secara berkelompok serta menyusun konjektur dari LKPD yang dikerjakan; (3) pemeriksaan konjektur, guru memeriksa hasil konjektur siswa dan memberikan kesempatan terhadap siswa untuk menyusun kembali konjektur yang benar; (4) verbalisasi konjektur, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas; dan (5) umpan balik, guru memberikan soal latihan kepada siswa. Kata Kunci: Metode Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Kubus dan Balok Abstract: The purpose of the research is to describe the application of guided describe the application of guided discovery methods to improve the result of student learning on surface area material adn volume and cube and beam in gread VIIIA SMP Negeri 2 Sigi. This type of research is classroom action research (CAR). This plan of research is refers to design of classroom action research (CAR) Kemmis and Mc. Taggart are (1) planning, (2) implamantation of the action, (3) observation and (4) reflection. This research done in two cycle. The result of research show that application of guided discover method can improve student learning result in material surface area and volume and cube and beam at grade VIIIA SMP Negeri 2 Sigi through the following steps: (1) formulation of the problem, teacher provide data in the form of impressions and formulate the problem corresponding the material being studied to student; (2) data processing and preparation of conjecture, student observed, reasoning and try to do LKPD in group and compile the conjecture from LKPD being worked on; (3) inspection of the conjecture, teacher inspecting the result of student’s conjecture and provide the chance to student to recompile the correct conjecture; (4) verbalization the conjecture, student presenting the result of group work in front of the class; and (5) feedback, teacher provide exercise for student. Keywords : Guided Discover Method; Learning Result; Surface Area and Volume and Cube and Beams
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LINGKARAN DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 13 SIGI Indah Suarni; Muh. Hasbi; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran dengan pokok bahasan hubungan besar sudut pusat, panjang busur dan luas juring lingkaran di kelas VIIIA SMP Negeri 13 Sigi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Persentase ketuntasan belajar klasikal siklus I 67,74% dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 74,19%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran di kelas VIIIA SMP Negeri 13 Sigi yaitu mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) pengelompokkan dan penomoran, 2) pengajuan pertanyaan atau permasalahan, 3) berpikir bersama, dan 4) menjawab atau evaluasi. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT), hasil belajar, lingkaran. Abstract: This research aim to description about applying cooperative learning model type NHT in an attempt improve student learning outcomes on circle with the subject of the relationship between the magnitude of the central angle, the length of the arc and the area of the circle in class VIIIA SMP Negeri 13 Sigi. This research in classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are are 1) planning, 2) doing, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the results of observations of teacher activity in cycle I and cycle II obtained very good criteria for success. The results of observations of the activities of students in cycle I are obtaining good success criteria, and have increased in cycle II, namely obtaining very good success criteria. The percentage of classical learning completeness in cycle I is 67,74% and has increased in cycle II by 74,19%. From the results of the research, it can be concluded that the application of cooperative learning model type NHT can improve student learning outcome on circle in class VIIIA SMP Negeri 13 Sigi it follow the phases: 1) grouping and numbering, 2) questioning or probleming, 3) heads together, and 4) answering or evaluating. Keywords: Cooperative learning model type numbered heads together, learning outcomes, circle.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Andi Rini Oktaviani; Muh. Hasbi; Ibnu Hadjar
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi volume kubus dan balok di kelas VIII B SMP Negeri 15 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B yang berjumlah 24 siswa dan tiga diantaranya dipilih sebagai informan. Pendekatan penelitian ini merupakan gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS, yaitu (1) tahap kegiatan pendahuluan, pada tahap ini membuka pembelajaran dan menjelaskan alur pembelajaran; tahap kegiatan inti meliputi (2) tahap think (berpikir), pada tahap ini guru menyajikan materi, membagikan LKPD yang diselesaikan secara mandiri; (3) tahap pair (berpasangan), pada tahap ini menempatkan siswa ke dalam beberapa kelompok yang beranggotakan dua orang siswa, mempersilahkan siswa melakukan diskusi mengenai pembahasan pada tahap sebelumnya; dan (4) tahap share (berbagi), pada tahap ini siswa perwakilan masing-masing kelompol membagikan hasil pekerjaan di depan kelas untuk selanjutnya didiskusikan; (5) tahap kegiatan penutup, pada tahap ini siswa membuat kesimpulan. Kata kunci: Kooperatif Tipe Think Pair Share, Hasil Belajar, Volume Kubus dan Balok Abstract: The objective of this research to get description of application cooperative learning model TPS type can improve students learning results on cube and block volume materials of the eight B grade at junior high school 15 Palu. Subject of this research is the eight B grade students amount 24 students and three of them chosen as informants. Approach of this research is combination of quantitative and qualitative approaches. This research is action learning class (PTK) refers to research design by Kemmis and Mc. Taggart namely (1) planning (2) execution (3) observation and (4) reflection. This research is carried out of two cycles. application cooperative learning model of TPS type can improve students learning results of the eight B grade at junior high school 15 Palu on cube and block volume materials to follow phases of cooperative learning model TPS type namely : (1) introduction activity phase, in this phase, opening and explain learning plot; main activity phase include (2) think phase, in this phase teacher present materials, distribute LKPD which done independently; (3) pair phase, in this phase put the students into some groups of two students, allow students to discuss about discussion in the previous phase; and (4) share phase, in this phase students representation of each group to share work in front of class for further discussion; (5) closing activity phase; in this phase students make conclusion. Keywords : Cooperative Think Pair Share Type; Learning Result; Cube and Block Volume.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIMPUNAN Miftahul Jannah Nurmalb; Muh. Hasbi; Tegoeh S. Karniman
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi himpunan di kelas VII B SMP Negeri 12 Sigi.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Data penelitian ini berupa data hasil aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi, data hasil wawancara, data hasil catatan lapangan dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian ini yaitu diperoleh bahwa hasil belajar siswa Kelas VII B SMP Negeri 12 Sigi mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi himpunan di kelas VII B SMP Negeri 12 Sigi dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) fase penyampaian tujuan dan memotivasi siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan lisan dan memotivasi siswa untuk semangat serta terlibat aktif dalam pembelajaran, selanjutnya memberikan apersepsi dengan mengingatkan materi yang dipelajari sebelumnya; (2) fase penyajian informasi, guru mendeskripsikan secara singkat tentang fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang akan diterapkan dalam pembelajaran; (3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, guru mengarahkan siswa untuk bergabung dalam kelompoknya, siswa dikelompokkan dalam 7 kelompok belajar dan setiap anggota kelompok diberi nomor yaitu 1, 2, 3 dan 4. Guru membagikan nomor dan meminta siswa duduk berdasarkan urutan nomor dalam kelompoknya; (4) fase pengajuan pertanyaan atau permasalahan, guru membagikan materi pembelajaran dan LKPD pada masing-masing kelompok; (5) fase berpikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKPD dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat. Kegiatan diskusi yang berlangsung dikontrol dan diberikan bantuan yang terbatas bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam kelompoknya; (6) fase pemberian jawaban, siswa yang nomornya diperoleh dari hasil undian nomor siswa dan nomor kelompok mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Kata kunci: Numbered Heads Together, Hasil Belajar, Himpunan. Abstract: The purpose of this study is to obtain a description of the implementation of cooperative learning type Numbered Heads Together (NHT) that can improve student learning outcomes on the material sets in Class VII B SMP Negeri 12 Sigi. This research is Classroom Action Research (CAR) which refers to the research design Kemmis and Mc. Taggart’s, is planning, action, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The datain this study are data from the teacher and students activities during the implementation of learning by using the observation sheet, data from interviews, data from field notes and final tes data. The result of this study are obtained that the students learning outcomes in class VII B SMP Negeri 12 Sigi have increased. Based to that result, it can be concluded that the application of Cooperative Learning Type NHT can improve students learning outcomes on set material sets in Class VII B SMP Negeri 12 Sigi by following the phases as follows: (1) conveying the learning objective and motivating students, teachers verbally conveying learning objectives, giving apperception with reminding items learned previously and motivate students to get excited and be actively involved in learning; (2) presenting information, the teacher described briefly about cooperative learning type NHT to be applied in learning;(3) organizing study group and numbering, teachers instructing student to merge into its group, the students were grouped in 4 study group and each member of the group was givena number is 1, 2, 3 and 4. The teachers alloting number and ask the student sit pursuant to number sequence in its group; (4) questioning/ probleming, the teacher distribute teaching materials and worksheets of students in each group; (5) heads together, the students are asked to do and worksheets of students and discuss together to get the right answer. Discussions that took place is controlled and limited aid given to students who have difficulty in the group; (6) answering, the students whose number obtained from the lottery of student numbers and group numbers raised his hand and presented the group's work forward. Keywords: cooperative learning of NHT, learning outcomes, Sets
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR Yunita; Muh. Hasbi; Muh Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar di kelas VII A SMP Negeri 20 Palu. Penelitan ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaa, tindakan, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data hasil aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi, data hasil wawancara dengan beberapa siswa yang dijadikan sebagai informan, data hasil catatan lapangan dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil tes akhir tindakan menunjukkan persentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I sebesar 44%, sedangkan pada siklus II sebesar 76%. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 20 Palu mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan lingkaran di kelas VII A SMP Negeri 20 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) fase penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan dan memotivasi siswa untuk bersemangat dan terlibat aktif dalam pembelajaran. (2) fase penyajian informasi, guru mendeskripsikan secara singkat tentang model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang akan diterapkan dalam pembelajaran. (3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, siswa dikelompokkan dalam 5 kelompok belajar dan setiap anggota kelompok diberi nomor yang berbeda yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5. (4) fase pengajuan pertanyaan/permasalahan, guru membagikan materi pembelajaran dan LKPD pada masing-masing kelompok. (5) fase berpikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKPD dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat. Kegiatan diskusi yang berlangsung dikontrol dan diberikan bantuan yang terbatas bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam kelompoknya. (6) fase pemberian jawaban, siswa yang nomornya diperoleh dari hasil undian mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Kata kunci : Kooperatif tipe NHT, Hasil Belajar, Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar Abstract: The purpose of this research was to obtain a description that applying cooperative learning type Numbered Heads Together (NHT) that can improve student’s learning outcomes on addition and subsraction of algebraic in Class VII A SMP Negeri 20 Palu. This research is classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are planning, doing, observation and reflection. Data collected in this research of data from the teacher and student activities during the implementation of learning by using the observation sheet, data from interviews with some of the students who serve as informants, data from field notes and final tes data. The result of the final test, showed the student’s precentage of classical completeness in cycle I was 44% and student’s precentage of classical completeness in cycle II was 76%. In the research that has been conducted, the results showed that student’s learning outcomes in Class VII A SMP Negeri 20 Palu have increased. Based to that result, it can be concluded that the application of cooperative learning Type NHT can improve student’s learning outcomes on circle equation material in Class VII A SMP Negeri 20 Palu, it follow the phases: (1) conveying the learning objective and motivating students, the teacher verbally conveying learning objectives and motivate students to get excited and be actively involved in learning. (2) presenting information, the teacher described briefly about cooperative learning type NHT to be applied in learning. (3) organizing study group and numbering, the students were grouped in 5 study group and each member of the group was given a different number is 1, 2, 3, 4 and 5. (4) questioning/probleming, the teacher distribute teaching materials and worksheets of students in each group. (5) heads together, the students are asked to do and worksheets of students and discuss together to get the right answer. Discussions that took place is controlled and limited aid given to students who have difficulty in the group. (6) answering, the students whose number obtained from the lottery raised his hand and presented the group's work forward. Keywords: cooperative learning of NHT, learning outcomes, addition and substraction of algebraic expression
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI INVERS DI KELAS X IPA2 SMA NEGERI 1 SIGI Rahmawati; Muh. Hasbi; Bakri M
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitiaan ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Sigi berjumlah 20 orang yang terdaftar tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Sigi mengikuti fase-fase, yaitu (1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, (2) Menyajikan /menyampaikan informasi, (3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompk belajar, (4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, (5) evaluasi dan (6) memberi penghargaan. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Hasil Belajar, Fungsi invers. Abstract: This study aims to obtain a description of the application of the Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning model to improve student learning outcomes in the inverse function material in class X Science 2 of SMA Negeri 1 Sigi. This type of research is classroom action research (CAR). This research refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart namely (1) planning, (2) implementing actions, (3) observation and (4) reflection. The subjects of this study were 20 students of Class X IPA 2 of Sigi State High School who registered in the 2018/2019 school year. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of the Student Learning Achievement Division (STAD) cooperative learning model could improve student learning outcomes in the inverse function material in class X IPA 2 of SMA Negeri 1 Sigi following phases, namely (1) communicating goals and motivating students, ( 2) Presenting / conveying information, (3) organizing students in study groups, (4) guiding work and study groups, (5) evaluating and (6) giving awards. Keywords: STAD Type Cooperative Learning Model, Learning Outcomes, Inverse Function.
Co-Authors Abd. Hamid Abdul Hamid Abdul Hamid Akina Akina Alfini Alfini Ali, M. Tawil Made Alyu Pratika Ana Puji Lestari Ana Puji Lestari Andi Rini Oktaviani Anggraini Anggraini Anggraini Anita Anita Anita Aniza Aniza Aniza, Aniza Asyita Asyita Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri Bakri Bakri Bakri Bakri M Bakri Mallo Darmiati Darmiati Dasa Ismaimuza Debi Susilawati Desi Mayanti Desti Pujiarsih Dewi Safitri Dini Supriati Dyah Permata Fadillah Fadillah Farah Rahmayanti Fevi Andrayana Fitri, Rinil Fitriani Fitriani Fitriani Samsudin Gandung Sugita Henidarwati I Made Ariana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana Ibni Hadjar Ibnu Hadjar Imam Hanafi Indah Suarni Indriyani Indriyani Intan Rukmana Jaeng, Maxinus Kambe. Sanawati Karniman, Tegoeh S Karniman, Tegoeh S Karniman, Tegoeh S. Lasari, Rahmawati B. Lili Cendana Lilis Lilis Lumentut, Cempaka Prawitasari M. Tawil Madeali Marinus B. Tandiayuk Mariyaningsih Maxinus Jaeng Miftahul Jannah Nurmalb Moh. Rian Firdaus Muh. Rizal Muh. Rizal Murdiana, I. N. MUSTAMIN IDRIS Nuraisyah, Patta Rani Nurhayadi Nurlela Sari Nurmal, Miftahul Jannah Nurseha NURSEHA NURSEHA Nurul Fitriyah Nurul Fitriyah Nurul Inayah Nurvita Nurvita Nurvita Oktaviani, Andi Rini Pratika, Alyu Pribadi, Rahmat Ifal Rahma Nasir Rahmat Ifal Pribadi Rahmawati Ratni, Try Rita Lefrida Rochmat Wijaya Rukmana, Intan Sahib, Sri Ratnasari Samsiah Muhamad Samsudin, Fitriani Selmi Siti Maryam SITI MARYAM Sri Ratnasari Sahib Suarni, Indah Sudarman Bennu Sukayasa Suprianto Suprianto Susilawati, Debi Sutji Rochaminah Tamauni, Syahrial Syahrir Tegoeh S. Karniman Ummi Kalsum Vassita Ratani Atthacariya Widyawaty, Diah Wijaya, Rochmat Winanto, Ari Yunita