Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Wilayah Kerentanan Bencana Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kota Lhokseumawe Lizar, Cut Ayu; Satriawan, Halus; Azizah, Cut
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1004

Abstract

Abstrak Lhokseumawe merupakan wilayah yang sering terjadi banjir atau genangan. Pencegahan banyaknya korban serta kerugian material dapat dilakukan dengan zonasi wilayah rentan banjir. Metode analisis penelitian adalah deskriptif analitik. Sistem informasi geografis yang merupakan sistem informasi berbasis komputer digunakan dalam penelitian. Aplikasi Software Arcgis 10.8 digunakan untuk penyajian informasi dan pemetaan zonasi kerentanan banjir. Setiap parameter dilakukan proses scoring menggunakan metode AHP dan klasifikasi nilainya dilakukan overlay. Tujuan penelitian adalah mengklasifikasi data dasar parameter kerentanan banjir dalam bentuk spasial, pemetaan wilayah rentan banjir, serta diketahuinya faktor penyebab banjir yang paling dominan.  Hasil penelitian diperoleh wilayah sangat rentan banjir 51,08 km2 (37,27%), rentan 81,42 km2 (59,40%), kerentanan sedang 3,75 km2 (2,74%), sedikit rentan 0,41 km2 (0,30%) dan tidak rentan 0,39 km2 (0,29%). Faktor penyebab banjir yang paling dominan adalah densitas drainase dengan kategori sangat buruk dan buruk dengan persentase 95,37% sehingga kurang baiknya sistem pengaliran. Kata kunci: zonasi, kerentanan, banjir, arcgis, AHP  Abstract Lhokseumawe an area that often experiences flood or inundation. Preventing large numbers of victims and material losses can be done by zoning areas prone to flooding. The research analysis method is descriptive analytic. Geographic information systems, which are computer-based information systems, are used in research. The Arcgis 10.8 software application is used to present information and map flood vulnerability zoning. Each parameter is subjected to a scoring process using the AHP method and the value classification is overlaid. The aim of the research is to classify basic data on flood vulnerability parameters in spatial form, map flood vulnerable areas, and identify the most dominant factors causing floods. The research results showed that the area was very vulnerable to flooding 51.08 km2 (37.27%), vulnerable 81.42 km2 (59.40%), moderately vulnerable 3.75 km2 (2.74%), slightly vulnerable 0.41 km2 (0.30%) and not susceptible 0.39 km2 (0.29%). The most dominant factor causing flooding is drainage density in the very poor and poor categories with a percentage of 95.37% so that the drainage system is not good. Keywords: zonation, vulnerability, flood, Arcgis, AHP
Analisis Multi-Kerentanan Untuk Manajemen Resiko Banjir Bandang Azizah, Cut; Nuraida; Saputra, Syifa; Lizar, Cut Ayu
Jurnal Lingkungan Almuslim Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Lingkungan Almuslim
Publisher : Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jla.v1i1.956

Abstract

banjir bandang yang terjadi di Bukit Lawang Bahorok menewaskan sekitar 300 jiwa dan menghancurkan 400 bangunan, banjir bandang Wasior pada tahun 2000 menyebabkan kematian 150 orang dan banjir bandang Jember tahun 2006 menewaskan lebih dari 100 orang. Curah hujan ekstrem dengan intensitas tinggi yang disertai terjadinya kegagalan lereng (slope failure) punggung badan air yang menyebabkan terjadinya damming di saluran air merupakan karakteristik utama dari banjir bandang, Dampak tersebut menyebabkan banjir bandang terjadi sangat cepat flash dan membawa bahan rombakan (debris flow). Penelitian metodologi pendekatan kerentanan banjir bandang adalah pendekatan analisis dimensi fisik. Metode Multi dimensi Metode Multi dimensi mengabungkan kerentanan internal (sosial) dan kerentanan eksternal (bangunan), dimana kerentanan internal adalah berupa komponen kerentanan individu seperti elemen-elemen berisiko, paparan fisik, karakteristik sosial dan kelembagaan yang bertanggungjawab atas paparan. Pendekatan analisis kerentanan fisik memerlukan data elemen berisiko yang terpapar yaitu karakteristik bangunan yang terpapar (jenis bangunan, jumlah lantai, luas, bahan konstruksi yang digunakan dan tahun konstruksi), nilai/harga bangunan berdasarkan ukuran/denah bangunan.
Karakteristik Tanah Dan Iklim Sebagai Indikator Hidrologi Di Daerah Aliran Sungai Tamiang Provinsi Aceh Azizah, Cut; Nuraida, Nuraida; Robo, Sarif
Jurnal Lingkungan Almuslim Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Lingkungan Almuslim
Publisher : Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jla.v1i2.1345

Abstract

quantitative understanding of hydrological behavior watershed can be known from soil and climate characteristics. Soil characteristics were analyzed based on primary data from disturbed soil sampling to determine the soil texture class. The Texture Class was analyzed in the Soil Laboratory Bogor Agricultural Institute and classified by the USDA method. Climate characteristics of watershed Tamiang were analyzed using observational rainfall data and temperature data, to identify rain patterns, climate types, and the influence of ENSO and IOD on the Tamiang watershed. Climatic types are classified by the Schmidt-Ferguson, Oldeman and Koppen methods. The effect of ENSO and IOD on the regional climate of watershed Tamiang was analyzed using the climate explorer tool. As a result of the soil texture analysis, watershed Tamiang is dominated by clay texture. The characteristic rain pattern is equatorial with peak rainy seasons of May and October. The influence of ENSO's global climate on the regional climate of the Tamiang watershed is in the weak category with a correlation of -0.347, while the influence of IOD is very weak with a correlation of 0.089.
EVALUASI KERUSAKAN JARINGAN IRIGASI DI BLANG RONGKA KABUPATEN BENER MERIAH Safri; Azizah, Cut; Fahmi, Mirza
Jurnal Lingkungan Almuslim Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Lingkungan Almuslim
Publisher : Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jla.v2i1.1854

Abstract

Abstrak, Permasalahan yang sering terjadi adalah kerusakan infrastruktur atau asset irigasi yang berdampak pada kinerja jaringan irigasi. Penilaian asset irigasi pada penelitian ini meliputi penilaian kondisi dan fungsi pada Saluran irigasi Blang Rongka yang terletak di kecamatan Timang gajah kabupaten Bener Meriah. Penilaian asset irigasi meliputi penilaian kondisi dan fungsi asset secara langsung berdasarkan ketetapan parameter yang digunakan sebagai acuan penilaian, kemudian nilai kondisi dan fungsi disubtitusikan dalam rumus prioritas perbaikan sehingga dapat dihasilkan rangking prioritas perbaikan asset irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil inventarisasi Saluran irigasi Blang Rongka mengalami kerusakan struktur 192 m, dengan total index kerusakan sebesar 6,5 %. Terdapat fungsi aset irigasi dalam kondisi baik terdapat (2 unit) yaitu BS4 BRK, dan BS5 BRK, sedangkan bangunan dalam kondisi kurang berfungsi terdapat (5 unit) yaitu BS1 BRK, BS2 BRK, BS3 BRK, BS6 BRK dan BS7 BRK. Hasil penetapan rangking prioritas menunjukkan bahwa rangking prioritas pertama adalah bangunan sadap BS1 BRK atau ruas saluran satu Sedangkan untuk rangking terakhir adalah bangunan bagi BB1 BRK atau ruas saluran tiga – ruas saluran tujuh. Sepanjang saluran tersebut, kondisi dan fungsi saluran, bangunan ukur dan pintu air dalam kondisi baik.  
METODE EMPIRIS UNTUK MENGANALISIS ALIRAN LIMPASAN PERMUKAAN DALAM PERANCANGAN SUMBERDAYA AIR Azizah, Cut; Lizar, Cut Ayu; Risna, Yayuk Kurnia
Jurnal Lingkungan Almuslim Vol 3 No 1 (2024): JURNAL LINGKUNGAN ALMUSLIM
Publisher : Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jla.v3i1.2522

Abstract

Aliran limpasan merupakan bagian dalam siklus hidrologi khususnya pada siklus limpasan. siklus limpasan adalah siklus hidrologi yang terjadi pada fase lahan. Aliran limpasan merupakan bagian dari curah hujan yang mengalir di atas permukaan tanah menuju ke sungai, danau dan lautan. Pada perancangan sumberdaya air, aliran limpasan diprediksi untuk mendapatkan nilai besarnya debit puncak dan waktu tercapainya debit puncak, volume dan penyebaran air larian. Untuk memperkirakan aliran limpasan yang berdasarkan curah hujan lebat atau maksimum, dapat diklasifikasikan dalam tiga cara yaitu (1) empiris, (2) statistik atau kemungkinan, dan (3) unit hidrograf. Ada dua metode empiris yang mudah digunakan yaitu metode rasional dan metode dan Soil Conservation Service (SCS). Metoda rasional merupakan metode yang digunakan untuk menghitung besarnya aliran limpasan puncak (peak runoff) dalam ukuran debit (volume/waktu), sedangkan SCS digunakan untuk menghitung besarnya aliran limpasan permukaan (surface runoff) dalam satu daerah aliran sungai. Hasil perhitungan metoda rasional digunakan untuk memperkirakan besarnya suatu konstruksi dalam menahan laju puncak aliran limpasan. Sedangkan hasil pehitungan SCS untuk memprediksi luasnya suatu kontruksi dalam menampung volume aliran limpasan permukaan
ANALISIS PENERAPAN SISTEM IRIGASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL D.I PAYA PIE KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN, ACEH Lizar, Cut Ayu; Azizah, Cut; Risna, Yayuk Kurnia
Jurnal Lingkungan Almuslim Vol 3 No 1 (2024): JURNAL LINGKUNGAN ALMUSLIM
Publisher : Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak, Aliran limpasan merupakan bagian dalam siklus hidrologi khususnya pada siklus limpasan. siklus limpasan adalah siklus hidrologi yang terjadi pada fase lahan. Aliran limpasan merupakan bagian dari curah hujan yang mengalir di atas permukaan tanah menuju ke sungai, danau dan lautan. Pada perancangan sumberdaya air, aliran limpasan diprediksi untuk mendapatkan nilai besarnya debit puncak dan waktu tercapainya debit puncak, volume dan penyebaran air larian. Untuk memperkirakan aliran limpasan yang berdasarkan curah hujan lebat atau maksimum, dapat diklasifikasikan dalam tiga cara yaitu (1) empiris, (2) statistik atau kemungkinan, dan (3) unit hidrograf. Ada dua metode empiris yang mudah digunakan yaitu metode rasional dan metode dan Soil Conservation Service (SCS). Metoda rasional merupakan metode yang digunakan untuk menghitung besarnya aliran limpasan puncak (peak runoff) dalam ukuran debit (volume/waktu), sedangkan SCS digunakan untuk menghitung besarnya aliran limpasan permukaan (surface runoff) dalam satu daerah aliran sungai. Hasil perhitungan metoda rasional digunakan untuk memperkirakan besarnya suatu konstruksi dalam menahan laju puncak aliran limpasan. Sedangkan hasil pehitungan SCS untuk memprediksi luasnya suatu kontruksi dalam menampung volume aliran limpasan permukaan.
Evaluation of The Implementation of Occupational Safety and Health Management System (SMK3) in The Krueng Keureto DAM Construction Project, North Aceh Sudirman; Richard Mareno; Kumita; Royanna Sakura; Maysa Fitri; Cut Azizah
Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi Vol 9 No 2: Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi, Juli, 2025
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Al Muslim - Bireuen Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/141yaz90

Abstract

The Occupational Safety and Health Management System (SMK3) is an integral part of the labor protection system. In construction services, it serves to minimize and prevent moral and material losses, loss of working hours, as well as risks to human safety and the surrounding environment, thereby supporting effective and efficient performance during the construction process. This study evaluates the implementation of SMK3 in the Krueng Keureuto Dam Construction Project in North Aceh Regency. A quantitative research approach was applied, with data collected from 30 respondents comprising the project manager, construction manager, safety officers, technical administration staff, document controllers, public relations officers, quality control staff, site engineers, field supervisors, logistics staff, warehouse staff, and project controllers. The research variables include the implementation of occupational safety and health, occupational safety and health regulations and procedures, management commitment to safety, work environment, and evaluation of occupational safety and health practices. The results show that the implementation of SMK3 in the Krueng Keureuto Dam Construction Project achieved a score of 94.22%, which falls into category 3, indicating a satisfactory level of performance
Identification of Critical Land Using GIS for Flood Control Efforts in Bireuen Regency: Identifikasi Lahan Kritis Berbasis SIG Dalam Upaya Pengendalian Banjir di Kabupaten Bireuen Cut Ayu Lizar; Halus Satriawan; Cut Azizah; Maysa Fitri
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol. 11 No. 2 (2026): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v11i2.13800

Abstract

Flooding is an environmental problem that frequently occurs in Bireuen Regency and is influenced by physical land conditions and land degradation. Changes in land use, slope, land function, and erosion hazard levels can reduce the hydrological function of land and increase surface runoff. This study aims to identify and map land criticality using a Geographic Information System (GIS) as a supporting effort for flood control in Bireuen Regency. The research method was conducted through spatial analysis using an overlay technique of several parameters causing land criticality, including land cover, slope, land function, and erosion hazard level. The results show that Bireuen Regency is classified into five levels of land criticality: non-critical, potentially critical, moderately critical, critical, and very critical. Moderately critical land dominates the study area, covering 71,399.60 ha. Non-critical and potentially critical lands cover 44,275.03 ha and 36,130.94 ha, respectively. Meanwhile, critical and very critical lands cover 24,686.63 ha and 2,639.78 ha, generally distributed in areas with steep slopes and high erosion hazard levels. The identification of critical land is expected to serve as a basis for prioritizing land rehabilitation and flood control planning in Bireuen Regency.Flooding is an environmental problem that frequently occurs in Bireuen Regency and is influenced by physical land conditions and land degradation. Changes in land use, slope, land function, and erosion hazard levels can reduce the hydrological function of land and increase surface runoff. This study aims to identify and map land criticality using a Geographic Information System (GIS) as a supporting effort for flood control in Bireuen Regency. The research method was conducted through spatial analysis using an overlay technique of several parameters causing land criticality, including land cover, slope, land function, and erosion hazard level. The results show that Bireuen Regency is classified into five levels of land criticality: non-critical, potentially critical, moderately critical, critical, and very critical. Moderately critical land dominates the study area, covering 71,399.60 ha. Non-critical and potentially critical lands cover 44,275.03 ha and 36,130.94 ha, respectively. Meanwhile, critical and very critical lands cover 24,686.63 ha and 2,639.78 ha, generally distributed in areas with steep slopes and high erosion hazard levels. The identification of critical land is expected to serve as a basis for prioritizing land rehabilitation and flood control planning in Bireuen Regency.
Tinjauan Faktor Lingkungan Pada Lahan Pegunungan Terhadap Kekuatan Konstruksi Bangunan Armia; Romaynoor Ismy; Cut Azizah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan konstruksi bangunan di wilayah pegunungan menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan wilayah datar maupun perbukitan akibat karakteristik lingkungan yang berbeda. Kondisi topografi yang curam, material tanah hasil pelapukan batuan induk, curah hujan yang tinggi, suhu yang relatif rendah, serta variasi muka air tanah menjadi faktor utama yang memengaruhi stabilitas pondasi, daya dukung tanah, dan keamanan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau faktor-faktor lingkungan pada lahan pegunungan yang berpengaruh terhadap kekuatan konstruksi bangunan serta mengidentifikasi upaya teknis yang diperlukan untuk meminimalkan risiko kegagalan konstruksi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui penelusuran literatur pada basis data ilmiah seperti Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan SpringerLink. Literatur yang digunakan merupakan publikasi tahun 2020–2025 yang relevan dengan geoteknik, geologi teknik, hidrologi, dan rekayasa konstruksi. Dari hasil penelusuran diperoleh 68 dokumen, kemudian diseleksi berdasarkan relevansi, kualitas publikasi, dan kesesuaian topik sehingga diperoleh 28 referensi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor material tanah, kondisi cuaca, dan muka air tanah merupakan faktor dominan yang menentukan kekuatan konstruksi bangunan pada lahan pegunungan. Selain itu, kemiringan lereng dan kondisi geologi berperan dalam meningkatkan potensi deformasi tanah, erosi, serta longsor yang dapat mengurangi stabilitas struktur.
SOSIALISASI KURIKULUM MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) BAGI STAKEHOLDER DI KABUPATEN BIREUEN Rahmi Novalita; Cut Azizah; Rambang Muharramsyah; Zahara Zahara
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.004 KB) | DOI: 10.31938/jai.v1i1.373

Abstract

AbstractCommunity service activities began with the problem of limited S1 graduates in the Social Education field to continue their education to the postgraduate level in Aceh Province, especially in Bireuen Regency. The objectives of community service activities are 1) as a manifestation of the Tridarma of Higher Education lecturers in the Social Science Education Study Program, Postgraduate Program, Almuslim University, 2) to provide feedback on curriculum development by stakeholder needs before it is implemented. The implementation of community service activities was carried out at the Ampon Check Peusangan Hall, Almuslim University. The results of community service activities included stakeholders strongly supporting the sustainability of the Social Science Education Study Program, Postgraduate Program, Almuslim University in improving the quality of education in Aceh Province, especially Bireuen Regency. The service results were a curriculum draft for the Social Studies Education Study Program.AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat berawal dari permasalahan keterbatasan lulusan S1 Bidang Ilmu Pendidikan Sosial untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat S2 di Provinsi Aceh, terutama Kabupaten Bireuen. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah 1) Sebagai wujud Tridharma Perguruan Tinggi dosen pada Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Pascasarjana Universitas Almuslim, 2) Memberikan umpan balik tentang pengembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan stakeholder sebelum diimplementasikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Gedung Aula Ampon Check Peusangan Universitas Almuslim. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat antara lain stakeholder sangat mendukung keberlanjutan Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Pascasarjana Universitas Almuslim dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen. Hasil pengabdian berupa draft kurikulum Program Studi Magister Pendidikan IPS.