p-Index From 2021 - 2026
5.296
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Pendidikan Al-'Adalah Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM AL-IDARAH Otentik's : Jurnal Hukum Kenotariatan NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Al-Adl : Jurnal Hukum Sakina: Journal of Family Studies Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat IAIC Transactions on Sustainable Digital Innovation (ITSDI) ADI Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal (ADIMAS Jurnal) An-natiq Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Invest Journal of Sharia & Economic Law Pengabdian Kampus: Jurnal Informasi Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Az Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Al Itmamiy : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia AGHNINA: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Journal of Linguistics and Social Studies Values: Jurnal Kajian Islam Multidisiplin Journal of Islamic Education Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Al-'Adalah

EVOLUSI RA’Y DALAM PEMBENTUKAN HUKUM ISLAM Choiri, Muttaqin
al-'adalah Vol 12 No 2 (2015): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v12i2.211

Abstract

Abstrak: Evolusi Ra’y dalam Pembentukan Hukum Islam. Qiyâs yang selama ini disebut sebagai karya monumental Imam Syafi’i ternyata bukanlah metode yang muncul di ruang hampa, pekerjaan qiyâs dalam melakukan penggalian hukum berangkat dari ra’y, olahan ra’y yang telah ada sejak era Nabi, Sahabat dan masa Tabi’in dilakukan  oleh Shafi’i dengan cara menundukkan ra’y yang awalnya bebas dari tekanan teks, kemudian beralih menjadi konsep penemuan hukum melalui persamaan illat al-hukm dari hukum yang sudah ada. Ra’y yang semula mampu menangkap pesan hukum dengan berbagai metode dan kinerjanya, disebut menjadi lebih lemah setelah berevolusi  dan berkurang kemampuannya dalam mengistinbât hukum secara bebas. Melalui dikhotomi Ra’y dan ahl al-hadist yang mengemuka dan menjadi perdebatan yang begitu kuat dalam kajian hukum Islam, kemudian beralih dan dimunculkan dalam kerangka istinbâth hukum melalui kinerja Istihsân, Istishâb dan Mashlahah Mursalah untuk mengembalikan kekuatan nalarnya. Abstract: Evolusi Ra’y dalam Pembentukan Hukum Islam. Qiyâs which has been known for a decade as the monumental work done by Imam Syafi’i evidently is not a method occured from vacuum, In digging the law, Qiyâs comes from Ra’y, the processed Ra’y which has already existed from Prophet Era. The Comrade and the epoch of Tabi’in were done by Syafi’i by conquering Ra’y which was exempt from the text pressure, and it moved into the invention concept of law from the equality of illat al-hukm from existing law.Ra’y which firstly were able to get the message of law using many kinds of methods and works were assumed to be weaker after its peformance was evolving and decreasing in istinbâth law freely. Through dikhotomi, Ra’y and ahl al-hadist which proposed and having been debated on Islamic law study, then it has moved and has been emerged into the outline of istinbâth law from Istihsân, Istishâb and Mashlahah Mursalah to bring back its nature.Abstrak: Evolusi Ra’y dalam Pembentukan Hukum Islam. Qiyâs yang selama ini disebut sebagai karya monumental Imam Syafi’i ternyata bukanlah metode yang muncul di ruang hampa, pekerjaan qiyâs dalam melakukan penggalian hukum berangkat dari ra’y, olahan ra’y yang telah ada sejak era Nabi, Sahabat dan masa Tabi’in dilakukan  oleh Shafi’i dengan cara menundukkan ra’y yang awalnya bebas dari tekanan teks, kemudian beralih menjadi konsep penemuan hukum melalui persamaan illat al-hukm dari hukum yang sudah ada. Ra’y yang semula mampu menangkap pesan hukum dengan berbagai metode dan kinerjanya, disebut menjadi lebih lemah setelah berevolusi  dan berkurang kemampuannya dalam mengistinbât hukum secara bebas. Melalui dikhotomi Ra’y dan ahl al-hadist yang mengemuka dan menjadi perdebatan yang begitu kuat dalam kajian hukum Islam, kemudian beralih dan dimunculkan dalam kerangka istinbâth hukum melalui kinerja Istihsân, Istishâb dan Mashlahah Mursalah untuk mengembalikan kekuatan nalarnya. Abstract: Evolusi Ra’y dalam Pembentukan Hukum Islam. Qiyâs which has been known for a decade as the monumental work done by Imam Syafi’i evidently is not a method occured from vacuum, In digging the law, Qiyâs comes from Ra’y, the processed Ra’y which has already existed from Prophet Era. The Comrade and the epoch of Tabi’in were done by Syafi’i by conquering Ra’y which was exempt from the text pressure, and it moved into the invention concept of law from the equality of illat al-hukm from existing law.Ra’y which firstly were able to get the message of law using many kinds of methods and works were assumed to be weaker after its peformance was evolving and decreasing in istinbâth law freely. Through dikhotomi, Ra’y and ahl al-hadist which proposed and having been debated on Islamic law study, then it has moved and has been emerged into the outline of istinbâth law from Istihsân, Istishâb and Mashlahah Mursalah to bring back its nature.