Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer Di Sekolah Penggerak Sdn 3 Pringgasela Selatan Dina Fadilah; Nila Hayati
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v8i2.7143

Abstract

Pelaksanaan dari Asesmen Nasional menggunakan sIstem berbasis Computer sehingga disebut dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kegiatan ANBK memiliki tujuan yang sama dengan kegiatan Ujian Nasional dari tahun-tahun sebelumnya yaitu untuk pemetaan mutu pendidikan yang dijadikan sebagai dasar untuk perbaikan kualitas dari pendidikan yang telah terlaksana. Pemetaan ini dilakukan dari jenjang Pendidikan dasar hingga menengah dengan menggunakan instrument yang berupa asesmen kompetensi minimum (AKM) untuk literasi dan numerasi, Survei Karakter (SK), dan Survei Lingkungan Belajar (SLB) (Manguni, 2022). Pelaksanaan dari ANBK ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sesuai dengan jenjang pendidikannya, dan tentunya sekolah harus memiliki kesiapan sehingga sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) ANBK yang ditetapkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asessmen Pendidikan. Salah satu kebijakan yang digulirkan untuk meningkatkan  mutu Pendidikan selain dari pelaksanaan ANBK adalah program Sekolah Penggerak. Sekolah yang mengikuti program ini diharapkan bisa memberikan imbas perubahan pada sekolah lain disekitarnya dikarenakan sekolah yang mengikuti program ini banyak memiliki keuntungan diantaranya percepatan digitalisasi yang tentunya sangat mendukung keterlaksanaan dari ANBK ini. Adapun tujuan dari penelitian ini mengetahui pelaksanaan dari ANBK khususnya di sekolah penggerak dan kendala yang dihadapi. Jika mengacu pada keuntungan tersebut, SDN 3 Pringgasela sudah merasakan dampaknya karena percepatan digitalisasi di sekolah tersebut sangat signifikan sejak menyandang status sekolah penggerak baik dalam proses pembelajaran maupun evaluasi. Guru-guru yang tadinya gaptek sekarang sudah terbiasa melaksanakan dan membuat instrument CBT (Computer Based Test) dengan platform google form maupun quizizz. Selanjutnya pelaksanaan dari ANBK disekolah ini juga sudah sesuai  dengan POS ANBK dan Juknis AN. Begitu juga prasarana yang dimiliki oleh sekolah ini sudah sangat memadai untuk pelaksanaan ANBK dengan jumlah perangkat keras 22 buah, kapasitas listrik 900 VA dan kapasitas internet sebesar 20 Mbps. Pola pelaksanaan ANBK dilaksanakan dengan pola mandiri online dengan pelaksanaan 3 sesi perhari. Setiap sesi diikuti oleh 15 orang siswa.  Selanjutnya karena sekolah ini merupakan sekolah penggerak maka peserta ANBK bukan hanya dari siswa kelas 5 saja tetapi juga kelas 4. Pembiasaan siswa untuk mengerjakan soal digital sebagai persiapan ANBK sudah dilakukan sejak kelas 3 dengan melaksanakan PTS dan PAS secara online dari instrument yang dibuat sendiri oleh guru kelasnya masing-masing. Untuk hambatan yang langsung berdampak pada pelaksanaan ANBK tidak ada karena semua kebutuhan ANBK sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.
Analisis Kemampuan Literasi Membaca Siswa Kelas IV di MI NW Lendang Batu Tahun Ajaran 2023/2024 Dwi Aprilia; Dina Fadilah; Zulfadli Hamdi
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): September: Jurnal Riset Sosial Humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v2i3.1042

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya minat siswa untuk melaksanakan kegiatan litrasi membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi membaca siswa, upaya yang dilakukan dalam mengembangkan kemampuan literasi membaca siswa, serta faktor penghambat dalam mengembangkan kemampuan literasi membaca siswa kelas IV di MI NW Lendang Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan literasi membaca siswa sudah baik dari 7 subjek yang diteliti 3 siswa pada level intervensi khusus cerita-2, 2 siswa pada level intervensi khusus cerita-1, dan 2 siswa pada level intervensi khusus- huruf. Upaya yang dilakukan guru bagi siswa yang kurang lancar dimana siswa dibimbing jika terdapat materi teks bacaan dan pada saat jam istirahat, namun terdapat beberapa faktor penghambat dimana kurangnya fasilitas sarana danprasarana penunjang kemampuan literasi membaca siswa yang disediakan oleh sekolah, serta faktor diluar lingkungan sekolah dimana siswa kurang mendapatkan perhatian dari orang tua, di rumah siswa lebih tertarik untuk bermain game sehingga kegiatan literasi membaca hanya dilakukan di sekolah. Kata Kunci: Literasi, Membaca, Siswa, Guru
Implementasi Etnopedagogi Pada Tradisi Adat Suku Sasak: Implementasi Etnopedagogi Pada Tradisi Adat Suku Sasak Asri, Indra Himayatul; Lestarini, Yuniar; Muspita, Zalia; Sulastri, Andi; Kudsiah, Musabihatul; Fadilah, Dina; Rohini, Rohini
Educatio Vol 19 No 1 (2024): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v19i1.25768

Abstract

Indonesia has a colorful culture, thousands of tribes with their own characteristics, including the Sasak tribe on Lombok Island which has a very unique cultural style. Therefore, it is very possible to explore the educational values ​​contained in the traditions that are still carried out by the people of Lombok which are based on religious values ​​and norms (religion) and based on communal conventions (agreements) which are better known as the Sasak tribe community (Sasak custom). Sasak society is a social group in which spiritual and structural relationships occur which enable the formation of long-term agreements and shared beliefs which are called culture. The Sasak people are a society that still adheres to its culture to this day. Currently, the Sasak tribe is not only a community group but also an ethnic group that adds to the rich traditions of the Indonesian people. One of the Sasak tribal traditions whose educational value can be seen is the Bale (house) and the Nyongkolan tradition. Keywords: Sasak tribe, Bale, Nyongkolan
Pengamalan Pendidikan Karakter pada Siswa Fase A di Sekolah Dasar Negeri 1 Kelayu Selatan Siregar, M Deni; Fadilah, Dina
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i1.26525

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengamalan pendidikan karakter oleh siswa di SDN 1 Kelayu Selatan pada siswa fase A. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengetahui secara natural proses penguatan pendidikan karakter. Sumber data dari penelitian kepala sekolah, guru, orang tua dan siswa fase A. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam dengan guru, orang tua dan siswa fase A, dan dokumentasi. Data penelitian diuji keabsahan menggunakan triangulasi data dan informan. Analisis menggunakan teknik analisis melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, pembahasan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penguatan pendidikan karakter melalui program pengamalan baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga, di sekolah guru menyiapkan model pembelajaran yang mampu menguatkan pengamlan karakter siswa, sedangkan dalam kegiatan sehari-hari siswa dianjurkan melakukan semua norma yang berlaku dan di tetapkan oleh pihak sekolah.  
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Brain Based Learning Untuk Pembelajaran Tematik Kelas V Sekolah Dasar Fadilah, Dina; Aspariah, Baiq Azam; Sururuddin, Muhammad; Alwi, Mijahamuddin; Kudsiah, Musabihatul
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i1.26876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengidentifikasi kelayakan dari bahan ajar berbasis brain based learning pada pembelajaran tematik tema 9 kelas V SDN 3 Montong Baan Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan tahap pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE. Uji coba produk dalam penelitian ini dilakukan di SDN 3 Montong Baan Selatan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Montong Baan Selatan. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan angket. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian dan pengembangan menghasilkan bahan ajar berbasis brain based learning. Hasil validasi ahli materi memperoleh rata-rata 4,07 dengan kategori baik. Hasil validasi ahli media memperoleh rata-rata 4,27 dengan kategori sangat baik. Hasil respon siswa terhadap kepraktisan bahan ajar berbasis brain based learning memperoleh persentase 92% dengan kategori sangat baik.
Pengaruh Religiusitas, Pengetahuan Dan Motif Rasional Terhadap Keputusan Mahasiswa Menabung Di Bank Syariah dina fadilah; Nasution , Rizal Agus; Affandi , Ismi
Jurnal Bilal: Bisnis Ekonomi Halal Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to understand the influence of religiosity, knowledge, and rational motives on students' decisions to save at Islamic banks in the city of Medan. The study used a quantitative research approach, and data analysis was carried out using the multiple regression method. Data were collected through a survey by distributing questionnaires through an online form to 69 student respondents from the Medan State Polytechnic of Finance and Islamic Banking Study Program using a purposive sampling method. This study found that the variables of religiosity and knowledge partially had a significant effect on students' decisions to save at Islamic banks in the city of Medan, with significant values ​​of 0.000 and 0.009, respectively. And the rational motive variable partially has no significant effect on the student's decision to save at an Islamic bank in Medan, with a considerable value of 0.112. The variables of religiosity, knowledge, and rational motives simultaneously influence students' decisions to save in Islamic banks in the city of Medan. Because the F count is 78.730 > F table 2.75 (78.730 > 2.75) and the significant value obtained is 0.000 <0.05 (0.000 <0.05), the coefficient of determination test shows that religiosity, knowledge, and rational motives affect variation in the ups and downs of student saving decisions are as much as 77.3% while the remaining 22.7% is influenced by other variables not included in this study.   Penelitian ini tujuannya untuk mengerti pengaruh religiusitas, pengetahuan serta motif rasional pada keputusan mahasiswa menabung di bank syariah kota Medan. Penelitian memakai pendekatan kuantitatif riset dan analisis data dilaksanakan dengan metode regresi berganda, data dikumpulkan melalui survey dengan membagi kuesioner melalui online form kepada 69 responden mahasiswa Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah  Politeknik Negeri Medan dengan memakai metode sampel purposive sampling. Penelitian ini menemukan bahawa variabel religiusitas serta pengetahuan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa menabung di bank syariah kota Medan dengan nilai signifikan masing masing sebanyak 0,000 dan 0,009. Dan variabel motif rasional secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa menabung di bank syariah kota Medan dengan nilai signifikan 0,112. Variabel religiusitas, pengetahuan serta motif rasional secara simultan berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa menabung di bank syariah kota Medan. Sebab F hitung 78,730 > F tabel 2,75 (78,730 > 2,75) dan nilai signifikan yang diperoleh sebanyak 0,000 < 0,05 (0,000 < 0,05),  uji koefisien determinasi memperlihatkan bahwa variabel religiusitas, pengetahuan dan motif rasional mempengaruhi variasi naik turunnya keputusan mahasiswa menabung ialah sebanyak 77,3% sedangkan sisanya sebanyak 22,7% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak termasuk pada penelitian ini.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Di SD Negeri 2 Tebaban Rodiyah, Hadiatul; Kudsiah, Musabbihatul; Zohriah, Zohriah; Fadilah, Dina; Alwi, Mijahamuddin
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.29115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka di SD Negeri 2 Tebaban. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Tebaban, sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, pengajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengimplementasian kurikulum merdeka, sekolah telah melaksanakan peningkatan kompetensi guru melalui beberapa kegiatan pelatihan, diantaranya Bimbingan Teknis (BIMTEK), pelatihan ditingkat kabupaten, webinar, pelatihan di gugus, pelatihan di Plat Form Merdeka Mengajar (PMM) dan Kelompok Kerja Guru (KKG). Kesiapan guru dalam menyiapkan perangkat ajar. Guru sudah menyiapkan perangkat ajar, guru juga melakukan asessmen formatif dan sumatif selain itu guru melakukan asesmen diagnostik awal kepada siswa. Pada kegiatan kokurikuler yaitu pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sekolah telah melaksanakannya. Dalam pelaksanaannya guru sudah memiliki modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta sudah memiliki rubrik penilaian sebagai pedoman dalam pelaksanaannya. Pengimplementasian kurikulum merdeka disekolah tersebut belum sepenuhnya berjalan secara maksimal. Adapun kesulitan yang dialami yaitu kurangnya pemahaman guru, keterbatasan waktu, serta kurangnya sarana dan prasarana.
Peran Guru dalam Menumbuhkan Karakter Kebhinekaan Global Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Kelayu Selatan Siregar, M Deni; Husni, Muhammad; Fadilah, Dina
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v11i1.30673

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan karakter kebhinekaan global siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Kelayu Selatan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru kelas V. Pengumpulan data diambil melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik untuk menganalisis data menggunakan model Miles dan Huberman terdiri dari mereduksi data, menyajikan data, serta penarikan kesimpulan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu guru-guru Sekolah Dasar Negeri 1 Kelayu Selatan telah memaksimalkan perannya di dalam penumbuhan karakter kebhinekaan global siswa. Guru mengintegrasikan ke dalam pembelajaran, kegiatan sekolah, membiasakan kepada siswa melakukan kebiasan yang baik, penugasan secara individu atau kelompok tentang kebudayaan lokal serta Internasional. Penumbuhan karakter kebhinekaan global ini sangat penting di era globalisasi ini. Untuk itu, sekolah terutama guru merupakan kunci untuk mengatasi hal tersebut, guru harus berkomitmen untuk mengantarkan siswa meraih tujuan pendidikan yang diharapkan. Tidak hanya peran guru, semua komponen sekolah juga harus dimaksimalkan. Kata Kunci: Kebhinekaan Global, Sekolah Dasar, Profil Pelajar Pancasila.
Pendampingan Persiapan Akreditasi Sekolah di SDN 3 Suralaga Fauzi, Lalu Muhammad; Gazali, Muhammad; Hayati, Nila; Satriawan, Rody; Wardi, Zaotul; Ibrahim, Malik; Fadilah, Dina; Ahmad, Syukron
Al-Mu'awanah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/almuawanah.v4i1.16688

Abstract

Accreditation is an acknowledgment from an accreditation body that an institution maintains a certain level of educational standards. Educational accreditation is a quality assurance process by which services and operating institutions, or educational programs are evaluated and verified by an external body to determine whether recognized and accepted standards are being met. If standards are met, accredited status is granted by the appropriate agency. To prepare for this it is considered important to provide assistance to every school that needs it, as was done by SDN 3 Suralaga. Assistance is carried out for 2 months, from April to May 2022. Assistance is carried out through 4 stages, namely 1) presentation of accreditation instrument material, 2) discussion and assistance on school readiness for accreditation, 3) physical evidence assistance, 4) preparation of physical evidence and 5) evaluation of sensitivity. The results of the assistance show that 1) the physical evidence prepared by each teacher who is given the task as the person in charge is ready and complete and 2) the school is ready for visitation.
Pengembangan Media Pembelajaran IPAS terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Sekolah Dasar (Media Peta Harta Karun di SD Islam Plus Tahfiz Darul Mujahidin NW Majidi) Sururuddin, Muhammad; Alwi, Mijahamuddin; Sariyanti, Sariyanti; Fadilah, Dina; Kudsiah, Musabihatul
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.939

Abstract

Peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar merupakan aspek krusial dalam mencetak generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah pengembangan media pembelajaran berbasis permainan yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media peta harta karun pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa kelas IV SD Islam Plus Tahfiz Darul Mujahidin NW Majidi. Model penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas IV. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, angket validasi ahli media, angket validasi ahli materi, angket kepraktisan guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir tingkat tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan tes, lalu dianalisis dengan teknik validitas, kepraktisan, serta uji efektivitas menggunakan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media peta harta karun valid berdasarkan penilaian ahli media (69,23%, kategori layak) dan ahli materi (90%, kategori sangat layak). Kepraktisan media sangat baik dengan respon guru sebesar 92%, serta respon siswa pada uji skala kecil sebesar 90,6% dan skala besar sebesar 91,2%. Efektivitas media ditunjukkan dengan N-Gain Score sebesar 0,7 (kategori tinggi) dan efektivitas tafsiran sebesar 74,21% (kategori cukup efektif). Dengan demikian, media peta harta karun terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SD. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan media berbasis permainan edukatif tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep IPAS, tetapi juga mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis, evaluatif, dan kreatif siswa. Keterbatasan penelitian ini terletak pada uji coba yang hanya dilakukan di satu sekolah dengan jumlah sampel terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan media serupa pada mata pelajaran dan jenjang yang lebih luas.