Claim Missing Document
Check
Articles

Kesalahan Ejaan dalam Teks Deskripsi Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Lhokseumawe Cut Dinda Mifta; Syahriandi; Juni Ahyar
Jurnal Ilmu Bahasa dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Ilmu Bahasa dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jibpgsd.v1i3.141

Abstract

The purpose of this study is to describe spelling errors in descriptive texts of grade XI students of SMA Negeri 3 Lhokseumawe. This research method is descriptive qualitative. Data were collected using documentation and note-taking techniques. Data analysis techniques were carried out through several stages, namely collecting data samples and identifying errors, classifying data based on the type of spelling errors, and describing the forms of errors found. The results of the study indicate that many students still make spelling errors, such as errors in capitalization, writing basic words, redundant words, pronouns, prepositions, abbreviations and acronyms, period errors, and comma errors. These errors are caused by students' lack of accuracy and understanding in implementing Indonesian Spelling when writing. In this case, students must be given a better understanding of Indonesian Spelling. To overcome this problem, teachers have an important role in providing more intensive learning related to the implementation of Indonesian Spelling. One effort that can be done is to provide structured writing exercises, accompanied by direct feedback on spelling errors made by students. Furthermore, the use of digital learning media, such as spelling correction apps or interactive writing platforms, can help students improve their writing skills more effectively. With the right learning strategies, it is hoped that students will be able to understand spelling rules in depth and apply them correctly in every writing activity. Furthermore, students' writing skills also need to be honed through more varied activities, such as writing competitions, daily journals, or creative writing projects that require consistent application of spelling rules. Teachers can also implement a peer review method, where students correct each other's writing, thus creating collaborative learning that can increase language awareness.
PEMAHAMAN GAYA BELAJAR SISWA BAGI MAHASISWA SEBAGAI LANDASAN DALAM PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN Radhiah Radhiah; Syahriandi Syahriandi; Syardiansah Syardiansah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38234

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Pertama, mahasiswa haruslah memahami keterkaitan penggunaan media pembelajaran yang tepat dengan gaya belajar siswa. Kedua, pentingnya memahami gaya belajar siswa dalam penerapan media pembelajaran agar pembelajaran lebih efektif. Ketiga, Mahasiswa masih belum memahami fungsi gaya belajar. Merujuk pada hal tersebut, dilaksanakan pengabdian tentang “pemahaman gaya belajar siswa bagi mahasiswa sebagai landasan dalam penerapan media pembelajaran”. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah metode ceramah berupa penyampaian materi disertai praktek (pelatihan) dan dialog. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi terkait pemahaman gaya bahasa dalam penerapan media pembelajaran disertai dengan praktik (pelatihan) agar mahasiswa dapat langsung memberikan contoh. Metode dialogis diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang dialami peserta selama pelatihan. Manfaat dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang fungsi gaya bahasa dalam penerapan media pembelajaran.
Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi, Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara lizaryani_25; Syahriandi; Trisfayani
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14594

Abstract

Kesalahan berbahasa merupakan keadaan penggunaan bahasa yang menyimpang dari tata bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan berbahasa tataran fonologi pada anak TK Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, rekam, dan catat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis tentang kesalahan berbahasa tataran fonologi yang dilakukan pada anak TK Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, maka dapat disimpulkan bahwa kesalahan berbahasa yang  sering terjadi pada anak TK Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara adalah berupa penghilangan fonem, penggantian fonem, dan penambahan fonem. Secara keseluruhan penulis menemukan 45 kesalahan berbahasa terutama yang berkaitan dengan tataran fonologi yang masih mengalami sejumlah masalah dalam pengucapan fonem dengan benar. Tiga kategori utama kesalahan berbahasa yang ditemukan adalah penghilangan fonem sejumlah 9 kesalahan, penggantian fonem 24 kesalahan berbahasa, dan penambahan fonem sejumlah 12 kesalahan berbahasa.
The Existence of Information Technology Terminology Usage in Indonesian Among University Students Syahriandi Syahriandi; Radhiah Radhiah; Trisfayani Trisfayani; Emilda Emilda
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i1.681

Abstract

This study aims to describe the existence and usage of Indonesian equivalents for information technology terms among university students. Employing a qualitative descriptive method, the research utilized purposive sampling to select participants. The sample consisted of 31 students from the 2023 cohort of the Indonesian Language Education program. Data were collected through a questionnaire listing commonly used information technology terms, for which students were asked to provide their Indonesian equivalents. The responses were analyzed using simple percentage calculations and then described qualitatively to illustrate the extent of usage of Indonesian terms among the students. The results show that (a) overall, 70% of the students were unaware of the Indonesian equivalents of the terms, and fewer than 50% could provide accurate equivalents for any of the 14 terms presented, and (b) the popularity of foreign information technology terms is one of the factors contributing to students' reluctance to learn or use their Indonesian counterparts.
Affixation Errors and Contextual Meaning Alignment in Undergraduate Theses Syahriandi Syahriandi; Radhiah; Reza Pahlevi Ginting; Masithah Mahsa
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 02 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i02.14958

Abstract

This study examines affixation errors in student theses, emphasizing not only the accuracy of the affix form but also the suitability of grammatical meaning with contextual meaning. This study uses a qualitative descriptive design with data sources in the form of ten theses of students of the Indonesian Language Education Study Program, Malikussaleh University. Data were collected through reading and note-taking techniques and classified into three categories: affixation rule errors, grammatical function and meaning inaccuracies, and root word determination inaccuracies. The results of the study found 19 error data, consisting of eight affixation rule errors, nine function and meaning errors, and two root word determination errors. The most dominant error was the mismatch of the affixed form with the contextual meaning of the sentence, especially in the use of -kan, -an, and the formation of verbs and nouns. The novelty of this study lies in the integrated analysis of morphophonemic rules, root word standardization, and contextual semantics. This study contributes to the development of a diagnostic framework for affixation errors and the strengthening of Indonesian academic writing learning. Penelitian ini mengkaji kesalahan afiksasi dalam skripsi mahasiswa dengan menitikberatkan tidak hanya pada ketepatan bentuk afiks, tetapi juga pada kesesuaian makna gramatikal dengan makna kontekstual. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa sepuluh skripsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Malikussaleh. Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat dan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu kesalahan kaidah afiksasi, ketidaktepatan fungsi dan makna gramatikal, serta ketidaktepatan penentuan kata dasar. Hasil penelitian menemukan 19 data kesalahan, terdiri atas delapan kesalahan kaidah afiksasi, sembilan kesalahan fungsi dan makna, serta dua kesalahan penentuan kata dasar. Kesalahan paling dominan terdapat pada ketidaksesuaian bentuk berafiks dengan makna kontekstual kalimat, khususnya pada penggunaan -kan, -an, serta pembentukan verba dan nomina. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara kaidah morfofonemik, standardisasi kata dasar, dan semantik kontekstual. Penelitian ini berkontribusi dalam penyusunan kerangka diagnostik kesalahan afiksasi serta penguatan pembelajaran penulisan akademik bahasa Indonesia.
ANALISIS BENTUK-BENTUK BULLYING VERBAL DALAM KOLOM KOMENTAR DI MEDIA SOSIAL TIKTOK (KAJIAN PRAGMATIK WACANA) Afrida Wati; Syahriandi Syahriandi; Iba Harliyana
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.103058

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah merebaknya perilaku bullying verbal melalui kolom komentar TikTok. Komentar-komentar negatif ini menimbulkan dampak psikologis serius bagi korbannya, seperti depresi dan penurunan rasa percaya diri, sekaligus mencerminkan rendahnya literasi digital pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying verbal yang terdapat dalam kolom komentar di media sosial TikTok. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana pragmatik. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang tergolong bullying verbal. Sumber datanya adalah kolom komentar pada 7 video unggahan akun TikTok @teukuryantr (Teuku Ryan) pada periode Januari hingga Februari 2025. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, catat, dan dokumentasi selama satu bulan (1-30 April 2025). Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan wacana pragmatik yang mengkaji teks, koteks, dan konteks, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 81 data bullying verbal yang terklasifikasi ke dalam enam bentuk. Bentuk yang paling dominan adalah ejekan (teasing) sebanyak 38 data dan mengkritik berlebihan (excessive criticism) sebanyak 24 data. Bentuk lainnya adalah penghinaan (insults) 9 data, nama panggilan menghina (name calling) 3 data, memerintah atau mengontrol (verbal domination) 5 data, dan komentar seksis atau rasialis (sexist or racist comments) 2 data. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa bullying verbal dalam kolom komentar TikTok memiliki beragam bentuk, dengan ejekan dan kritik berlebihan sebagai bentuk yang paling banyak ditemukan. Temuan ini menegaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kata-kata kasar, tetapi juga sindiran halus yang konteksnya berakar pada kehidupan pribadi korban. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital untuk menciptakan ekosistem media sosial yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
ANALISIS JENIS-JENIS ONOMATOPE PADA VIDEO MASHA DAN BERUANG DI KANAL YOUTUBE @MASHABEARINDONESIA: KAJIAN SEMANTIK Safnatun Naila; Syahriandi Syahriandi; Khalsiah Khalsiah
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.103246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan onomatope dalam video Masha dan Beruang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang menggambarkan tiruan suara atau bunyi tertentu yang terdapat dalam kanal YouTube pada video Masha dan Beruang. Sumber data adalah video yang diunggah pada akun @MashaBearINDONESIA pada playlist Top-30 Episode dengan total durasi 120 menit. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) menyajikan data, dan (4) menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tiga jenis onomatope yang terdapat dalam video Masha dan Beruang yang diunggah pada kanal YouTube @MashaBearINDONESIA. Rincian data yang ditemukan meliputi suara bunyi benda sebanyak 82 data, suara bunyi hewan sebanyak 46 data, dan suara bunyi manusia sebanyak 58 data. Suara bunyi benda merupakan data yang paling dominan, yaitu tiruan bunyi yang menggambarkan peristiwa tertentu yang melibatkan benda sebagai objek. Selanjutnya, suara bunyi hewan berupa tiruan bunyi yang umumnya keluar dari hewan tertentu, dan suara manusia berupa bunyi yang khususnya keluar dari manusia.
ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEWEUN DALAM PEMBERITAAN PENEMBAKAN BOS RENTAL DI TOL TANGERANG PADA TEMPO.CO Murhama Murhama; Syahriandi Syahriandi; Masithah Mahsa
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.104718

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi eksklusi dan inklusi dalam pemberitaan penembakan bos rental di Tol Tangerang, menggunakan pendekatan kualitatif. Datanya berupa kalimat dan paragraf yang diperoleh secara daring melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat serta datanya bersumber dari media Tempo.co. Penelitian menemukan strategi eksklusi meliputi pasivasi (11), nominalisasi (14), dan penggantian anak kalimat (7), sedangkan strategi inklusi mencakup deferensiasi–indiferensiasi (6), determinasi–indeterminasi (15), objektivasi–abstraksi (5), asimilasi–individualisasi (7), nominasi–identifikasi (6), nominasi–kategorisasi (9), dan asosiasi–disosiasi (2). Temuan ini menunjukkan Tempo.co merepresentasikan dengan menonjolkan, dan memarjinalkan subjek tertentu, untuk memengaruhi pemahaman pembaca terhadap peristiwa.
ANALISIS CITRAAN DALAM NOVEL AKU TAK MEMBENCI HUJAN KARYA SRI PUJI HARTINI Rauzatul Funna; Syahriandi; Maulidawati
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i1.791

Abstract

This study aims to describe the imagery in the novel Aku Tak Membenci Hujan Karya Sri Puji Hartini. The method used is descriptive qualitatifeith a content analysis approach. The data analyzaed focused on sevaen images, namely visual imagery, auditory imagery, motion imagery, tactile imagery, olfactory imagery, gustatory imagery, and mental/feeling imagery. The results of the study show that in the novel Aku Tak Membenci Hujan Karya Sri Puji Hartini there are 127 images. The imagery is in the from of visual imagery with a total of 61 data, auditory imagery with a total of 20 data, motion imagery with a total of 14 data, tactile imagery with a total of 23 data, gustatory imagery with a total of 2 data, mental/feeling imagery with a total of 10 data. With tihis study, it is hopped that readers can utiliza the good results to deepen their ability to understand the essence of imagery in a literary work, especially novels.
A KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DI SD NEGERI 3 LAPANG KECAMATAN LAPANG KABUPATEN ACEH UTARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Rauzatul Jannah; Trisfayani; Syahriandi
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i2.852

Abstract

This study aims to describe the speaking skills of fifth-grade students at SD Negeri 3 Lapang, Lapang Substrict, North Aceh Regency in Indonesian language learning. The research used a descriptive quantitative approach with instruments including observation, teacher interviews, and students oral tests. The result oral tests. The results showed that acrss seven speaking aspects, most students were in the high category. Pronunciation: 70% high, intonation: 85%, vocabulary mastery: 65%, material mastery: 80%, speaking fluency: 40%, facial ekpression: 85%, and eye contact: 85%. These findings indicate that students’ speaking skills are generally in the good category.