Claim Missing Document
Check
Articles

Penayangan Video Klip Lagu Populer sebagai Aplikasi Project Based Learning Mata Kuliah Drama Ginting, Reza Pahlevi; Mahsa, Masithah; Syahriandi, Syahriandi; Radhiah, Radhiah; Trisfayani, Trisfayani; Rasyimah, Rasyimah; Azis, Abdul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 5 (2024): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i5.1068

Abstract

PjBL adalah proyek yang kompleks dan realistis yang harus diselesaikan oleh mahasiswa. Proyek ini harus relevan dengan minat dan kebutuhan mahasiswa, serta memungkinkan mereka untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari di kelas. Dalam proses pembuatan video klip, para mahasiswa mata kuliah Drama dapat belajar bagaimana memahami dan menganalisis makna lagu, dan bagaimana menerjemahkan makna tersebut ke dalam bentuk visual yang menarik. Pelaksanaan pembuatan Video Klip lagu juga disesuaikan dengan program PjBL (Project Based Learning) yang diterapkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Malikussaleh. Kegiatan penayangan Video Klip Lagu Populer dilakukan pada Kamis, 27 Juni 2024, pukul 14.30 WIB. Acara ini dilaksanakan di Lobi A Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Malikussaleh. Pembuatan video klip lagu populer dapat dijadikan sebagai hasil akhir dari mata kuliah Drama yang menerapkan Project Based Learning (PjBL). Hal ini dibuktikan dengan adanya rangkaian unsur drama yang dimasukkan dalam video klip tersebut.
Increase the production of giant mud crab (Scylla serata) through the Bieng Samudra Cage in Pauh Tanjung Village River Farmer Group, Langsa City Fadlon Haser, Teuku; Febri, Suri Purnama; Putri, Kartika Aprilia; Persada, Andri Yusman; Sari, Herlina Putri Endah; Syardiansah, Syardiansah; Syahriandi, Syahriandi; Radhiah, Radhiah; Harahap, Antoni; Acha, Basyarudin
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ebjpm.v3i1.10300

Abstract

Potential for the development of the mangrove crab business in the coastal area of the city of Langsa, which has a fairly large mangrove forest area and produces abundant mangrove crab resources. However, some of the results of the study stated that the exploitation and the absence of restrictions on the size of the capture of mangrove crabs resulted in a decrease in the number of catchments by fishermen because the condition of crab stock in nature has decreased. The purpose of dedication is to provide education and training to fishermen about selling mangrove crabs, which is more prioritized than fattening results from direct catches from nature, and to increase the production of mud crabs by utilizing local materials. The next goal is the management of crab capture. Implementation of dedication is carried out through socialization and training for coastal communities and fishermen in Sungai Pauh Tanjung Village, Langsa City. The results of the implementation of community service activities contribute to increasing skills and added value, as well as increasing the production of mangrove crabs through the use of Samudra being cages and the use of local materials as potential feed for fattening mangrove crabs before being sold at the market.
Packaging Techniques and Marketing Strategies in Aglonema Ornamental Plant Business in Langsa City Hanisah, Hanisah; Indra, Siti Balqies; Ariska, Raja Novi; Fadly, Fahmy; Febri, Suri Purnama; Haser, Teuku Fadlon; Syahriandi, Syahriandi; Radhiah, Radhiah; Harahap, Antoni; Acha, Basyarudin
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ebjpm.v3i1.10301

Abstract

Ornamental plants are plants that are planted and cared for aesthetic and beauty purposes. Ornamental plants are often used in decorative horticulture, landscaping, and interior design. Algonema is a type of ornamental plant that is popular and often found. Aglaonema has wide, colorful leaves, which often have interesting patterns or patterns. Several varieties of Aglaonema have green leaves with white, red, yellow spots, or a combination of these colors. The high demand for aglonema plants opens up opportunities for producers to commercialize them in and out of the city. However, to achieve the target of marketing outside the city, plant packaging is something that must be considered so that the plants can reach consumers properly and intact. The purpose of this service is to find the right packaging for marketing Aglonema outside the region and determine an efficient marketing strategy to reach consumers and increase marketing. The PKM activities carried out include: mentoring and outreach regarding suitable, inexpensive and safe aglonema packaging techniques for sales outside the region as well as developing a sales strategy to reach a wider range of consumers; business model mapping based on determining target consumers that have been determined by partners; register partners on e-commerce platforms and marketplaces to facilitate the product sales process and reach wider consumers; assistance with e-commerce and marketplace applications to partners; and within a period of 3 months, the service team evaluates the use of e-commerce and marketplaces. After the service is carried out, partners have knowledge about packaging techniques and marketing strategies for aglonema ornamental plants so that partner income increases.
PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 2 LHOKSEUMAWE Tiara, Febiola; Pratiwi, Rani Ardessi; Syahriandi, Syahriandi
Kande : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Kande: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jk.v5i2.19352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai problematika implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis datanya dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini adalah 1) Problematika yang ditemukan peneliti dalam perencanaan adalah kesulitan guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran yang beragam, kesulitan penggunaan teknologi, dan perlunya beradaptasi perencanaan pembelajaran sesuai dengan Ikm. 2) Ditemukan problematika pelaksanaan meliputi aspek pendidik yaitu keterbatasan literasi, teknologi, dan soft skill guru menjadi kendala utama penerapan kurikulum merdeka, dan peserta didik yang masih pasif. Selain itu, problematika yang dirasakan peserta didik yaitu sumber buku terbatas, banyak tugas, dan pembagian kelompok yang tidak merata, banyak kendala yang terjadi berdasarkan hasil data yang diperoleh faktor eksternal, sedangkan dari faktor internal peserta didik cenderung suka dengan materi pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan kurikulum merdeka
Nilai Budaya Pada Buku Cerita Anak Jagoan Cilik Karya Terbit Chairil ( Pendekatan Mimetik) Sari, Ayunita; Syahriandi, Syahriandi; Rahayu, Ririn
Kande : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Kande: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jk.v5i2.19348

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang nilai budaya pada buku cerita anak Jagoan Cilik karya Terbit Chairil dengan pendekatan mimetik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan analisis nilai budaya yang terkandung pada buku cerita anak Jagoan Cilik karya Terbit Chairil dengan menggunakan pendekatan mimetik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, adapun jenis penelitian yaitu deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan paragraf yang mengandung nilai budaya. Sumber data dalam penelitian ini ialah buku Jagoan Cilik karya Terbit Chairil terbitan tahun 2008. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebanyak 21 data. Keseluruhan data yang diperoleh terdiri dari 3 data Hubungan Manusia dengan Tuhan (HMT), 11 data Hubungan Manusia dengan Manusia (HMM), 3 data Hubungan Manusia dengan Alam (HMA) dan 4 data Hubungan Manusia dengan Personal/diri sendiri.
Analisis Pemakaian Ragam Bahasa dalam Media Sosial Instagram pada Kolom Komentar Influencer Fuji_An Apridayanti Apridayanti; Emilda Emilda; Syahriandi Syahriandi
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v3i1.2250

Abstract

This research is to describe the types of language variations in comments on Fuji_an's Instagram account. This research approach is a qualitative approach. This research type is descriptive. The data collection techniques for this research are reading techniques, note-taking techniques, and documentation techniques. The results of the research show that the use of various languages ​​in the comments column of Fuji_an's Instagram account consists of four types of language varieties, namely language varieties in terms of the speaker, language varieties in terms of how to communicate, language varieties in terms of the topic of conversation, and language varieties based on the level of formality. Data from research results found in Fuji_an's Instagram account as many as 50 data consisting of 2 data in terms of the speaker, namely 2 data of official variety and 6 data of unofficial variety 50 data in terms of communication methods, namely written variety data consisting of 2 data of standard written variety and 48 non-standard written variety data 4 data in terms of topic of discussion, namely literary variety 1 data, functional variety 1 data, political and legal variety 1 data, and social variety 1 data 21 data in terms of level of formality, namely intimate variety 7 data, and consultative variety of 2 data.
Penamaan Unik Menu Makanan pada Kafe dan Warung di Kota Lhokseumawe (Kajian Semantik) Maulidawati, Maulidawati; Syahriandi, Syahriandi; Monadia, Monadia
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v7i2.11287

Abstract

Naming food menus is an important aspect of marketing strategies for cafes and food stalls. Unique naming can attract consumer attention. This research explores the basics of the unique naming of food menus used by cafes and stalls in Lhokseumawe City. This research uses qualitative methods to analyze data collected through direct observation and interviews with business owners, reinforced with documentation and notes. The results of the research showed that there is a cause or basis for the naming used, namely (1) imitation of sounds with 2 data, (2) mention of parts with 3 data, (3) mention of distinctive characteristics with 11 data, (4) inventor and maker with 1 data, (5) place of origin with 5 data, (6) material with 2 data, (7) similarity with 3 data, (8) shortening with 2 data, and (9) new naming with 1 data. The basis or the reason for the unique naming of this food menu is dominated by the mention of the unique characteristics, namely 11 pieces of data. The practical implication of this research is to help business owners develop creative and different menu naming strategies to create their own identity and attract customers' attention.
Pengenalan Konsep Diri sebagai Penumbuhan Keberanian (Penghilang Kecemasan) dalam Berbicara pada Mahasiswa Radhiah, Radhiah; Syahriandi, Syahriandi; Mahsa, Masithah; Syardiansah, Syardiansah; Fakhrah, Fakhrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1821

Abstract

This community service program aims to foster students' courage to speak (eliminate anxiety) through self-concept recognition. Students' lack of courage in speaking is a phenomenon that often occurs in formal situations. Students feel afraid, anxious, embarrassed, and find it difficult to express information due to anxiety/fear of making a mistake. This guilt causes a lack of self-confidence. Students feel they will be judged or commented on later by the audience. In fact, the students have not made any mistakes and are not being judged. This feeling must be resolved so that it disappears. One way to do this is through self-concept recognition. Self-concept means encouraging oneself to be more capable of knowing oneself (self-evaluation). The process of self-recognition is expected to eliminate students' anxiety and thus foster students' courage in speaking. In the self-recognition process, this community service program uses the "Johari Window" theory as an approach. Through this "Johari Window" approach, students are encouraged to be able to map their abilities so that they can better understand themselves. The method used is the lecture method and mentoring for community service participants. The results of this approach are very much felt by the students. Students are better able to map their abilities, so that the anxiety they initially felt when they wanted to speak in public is reduced. Students' anxiety was significantly reduced by approximately 89%. This percentage was derived from a vote among the entire student body. This demonstrates a result consistent with the initial goal of this community service program.ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan keberanian berbicara mahasiswa (menghilangkan kecemasan) melalui pengenalan konsep diri. Kurangnya keberanian mahasiswa dalam berbicara menjadi suatu fenomena yang sering muncul dalam situasi formal. Mahasiswa merasa takut, cemas, malu, hingga sulit untuk mengutarakan suatu informasi disebabkan oleh rasa cemas/takut bahwa dirinya membuat suatu kesalahan. Rasa bersalah inilah yang menyebabkan rasa kurang percaya diri. Mahasiswa merasa akan dinilai atau dikomentari nantinya oleh para pendengar. Padahal, kenyataannya mahasiswa tidak berbuat suatu kesalahan dan tidak dinilai. Rasa seperti inilah yang harus diselesaikan sehingga rasa tersebut menjadi hilang. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pengenalan konsep diri. Konsep diri berarti mengajak diri sendiri untuk lebih mampu mengenali diri (mengevaluasi diri). Proses pengenalan diri diharapkan dapat menghilangkan rasa cemas mahasiswa sehingga menumbuhkan rasa keberanian mahasiswa dalam berbicara. Dalam proses pengenalan diri, pengabdian ini menggunakan teori “Jendela Johari” sebagai sebuah pendekatan. Melalui pendekatan “Jendela Johari” ini mahasiswa diajak untuk mampu memetakan kemampuan dirinya sehingga para mahasiswa dapat lebih mengenal diri mereka. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan pendampingan kepada peserta pengabdian. Hasil dari pendekatan ini sangat dirasakan oleh para mahasiswa. mahasiswa lebih mampu memetakan kemampuannya sehingga rasa cemas yang awalnya dirasakan ketika hendak berbicara di depan umum menjadi lebih berkurang. Rasa kecemasan pada mahasiswa dapat dirasakan berkurang sekitar 89%. Persentase ini diambil dari hasil voting pada seluruh jumlah mahasiswa. Hal ini menunjukkan sebuah hasil yang sesuai dengan tujuan awal dari pengabdian ini.
The Existence of Information Technology Terminology Usage in Indonesian Among University Students Syahriandi, Syahriandi; Radhiah, Radhiah; Trisfayani, Trisfayani; Emilda, Emilda
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i1.681

Abstract

This study aims to describe the existence and usage of Indonesian equivalents for information technology terms among university students. Employing a qualitative descriptive method, the research utilized purposive sampling to select participants. The sample consisted of 31 students from the 2023 cohort of the Indonesian Language Education program. Data were collected through a questionnaire listing commonly used information technology terms, for which students were asked to provide their Indonesian equivalents. The responses were analyzed using simple percentage calculations and then described qualitatively to illustrate the extent of usage of Indonesian terms among the students. The results show that (a) overall, 70% of the students were unaware of the Indonesian equivalents of the terms, and fewer than 50% could provide accurate equivalents for any of the 14 terms presented, and (b) the popularity of foreign information technology terms is one of the factors contributing to students' reluctance to learn or use their Indonesian counterparts.
PELATIHAN PENGGUNAAN BAHASA DALAM SOSIAL MEDIA PADA SMA KECAMATAN GANDAPURA Syahriandi, Syahriandi; Trisfayani, Trisfayani; Radhiah, Radhiah; Safriandi, Safriandi; Pratiwi, Rani Ardesi; Mahsa, Masithah
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 1 (2022): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i1.1337

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh bebera hal. Pertama. banyaknya siswa yang menggunakan gaya bahasa sarkasme di sosial media. baik dengan anggota kelompoknya atau pun dengan pengguna sosial media lainnya. Kedua. ketidaksantunan siswa dalam berkomunikasi di lingkungan sekolah. baik dengan teman sejawat. senior kelas. maupun guru. Ketiga. siswa mulai kesulitan membedakan penempatan penggunaan bahasa. bahasa mana yang dapat dipakai dalam situasi formal maupun tidak formal. Keempat. banyak di antara siswa yang tidak mampu menyaring informasi dengan baik. sehingga beberapa di antaranya menyebarkan informasi bohong (hoax). Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini ialah metode ceramah. pelatihan. dialogis. Sasaran dalam pelatihan ini adalah siswa sekolah menengah atas se-Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Manfaat dari pelatihan ini ialah meningkatkan kepekaan siswa dalam menggunakan bahasa di sosial media. Siswa akan menjadi lebih bijak dalam membaca. menyaring dan menyebarkan informasi.