Claim Missing Document
Check
Articles

Development of the P5 Module (Adipura Module) with The Entrepreneurship Theme for Elementary School Students as An Effort to Strengthen the Values of The Pancasila Student Profile Azizah Azizah; Sri Wahyuni; Asriani Asriani; Sri Hardianti; Rosnadi Rosnadi; Nadlrah Naimi; Melyani Sari Sitepu
Jurnal Paedagogy Vol 11, No 2: Jurnal Paedagogy (April 2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v11i2.11031

Abstract

This research aims to develop the P5 Adipura Module with the theme of entrepreneurship for elementary school students as an effort to strengthen the values of the Pancasila student profile (P3). The research method used was research and development adopting Sugiyono's development model with 7 stages including potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, and product revision. The test subjects were students in class 4 phase B elementary school. The trial was carried out in small groups. The data collection process was in the form of interviews, observations, and distributing questionnaires. Data analysis uses quantitative and qualitative descriptives. The result of this research was a product in the form of the P5 Adipura Module on the use of family medicinal plants (TOGA) on the theme of entrepreneurship. The average result of material expert validation was 3.29 with valid criteria. Likewise, the average media expert validation result was 3.20 with valid criteria, suitable for use in the project learning process by educators and students. Experiments in small groups to show the practicality of the module can be seen from the score interval obtained from the practicality sheet instrument by users (teachers and students) of 3.86 with very practical criteria. The Adipura P5 module is suitable for use, making it easier for educators and students in the learning process.
Pengaruh penggunaan media video pembelajaran terhadap motivasi belajar IPA Azizah Thalib; Ega Trisnawati; Rosnadi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.21968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video pembelajaran terhadap motivasi belajar IPA siswa kelas V SDN 5 Labuan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 5 Labuan. Pengambilan data menggunakan instrumen angket. Analisis data menggunakat uji t. Hasil penelitian diperoleh skor rata-rata pretest 75,45 dan posttest sebesar 93,18. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai signifikasi (0,000) ≥ 0,05 maka Ho ditolak, artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata motivasi belajar IPA siswa sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran atau tidak ada pengaruh penggunaan media video pembelajaran terhadap motivasi belajar IPA siswa.
Analisis kompetensi professional guru di SDN Inpres Pandayora Azizah Thalib; Sri Wahyuni; Sarintan N Kaharu; Delisna Takuno
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.22306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional guru di SDN Inpres Pandayora yang diukur menggunakan delapan indikator kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian guru kelas I sampai VI. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa lembar observasi, lembar wawancara, dan lembar angket. Analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada indikator (1)kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan ada pada dua kategori dimana 4 guru (66,6%) dikategorikan baik, dan 2 guru (33,3%) dikategorikan kurang baik. Indikator (2)pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan 6 guru (100%) dikategorikan sangat baik. Indikator (3)Kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkan 6 guru (100%) dikategorikan sangat baik. Indikator (4)kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metode belajar yang bervariasi 6 guru (100%) dikategorikan baik. Indikator (5)kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar 6 guru (100%) dikategorikan baik. Indikator (6)kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran 6 guru (100%)dikategorikan sangat baik. Selanjutnya Indikator (7)kemampuan dalam menyusun program pembelajaran 6 guru (100%) dikategorikan cukup baik. Dan, indikator (8)kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang ada pada dua kategori dimana 1 guru (16,6%) dikategorikan sangat baik, dan 5 guru (83,3%) dikategorikan baik. Hambatan dalam pengembangan kompetensi guru yang ditemukan yakni, kurangnya penguasaan guru dalam hal informasi dan teknologi, kurangnya tingkat pendidikan berkelanjutan beberapa guru kelas atau pendidikan keprofesian guru, jaringan yang kurang mendukung pada saat mengikuti kegiatan online, dan kurangnya minat belajar siswa yang mengakibatkan terganggunya proses pembelajaran.