Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Kerangka Hukum Lingkungan Indonesia melalui Next Generation Framework: Evaluasi Normatif-Praktis Tata Kelola Terpadu Mohammad, Farid; Sutjahjo, Surjono Hadi; Effendi, Hefni; Sitanggang, Imas Sukaesih; Sasongko, Dwi P
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2025): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 1, Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i1.473

Abstract

ABSTRAK Hukum lingkungan di Indonesia telah mengalami berbagai transformasi selama empat dekade terakhir, terutama dalam bidang kebijakan dan peraturan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun, perubahan ini sering mencerminkan pergeseran yang meningkat ke arah kekakuan administrasi, yang mengorbankan tujuan substantif keberlanjutan dan kualitas layanan publik. Studi ini menerapkan Next Generation Framework (NGF), alat evaluatif komprehensif yang dikembangkan oleh Fonseca dan Gibson (2020) untuk melakukan meta-evaluasi terhadap lima peraturan lingkungan utama Indonesia yang dikeluarkan antara tahun 1986 dan 2021. Melalui analisis konten kualitatif dan penilaian berbasis ahli dari 50 elemen praktik baik di sepuluh kategori NGF, penelitian ini mengungkapkan kesenjangan kelembagaan kritis dalam rasionalitas hukum, integrasi keberlanjutan, mekanisme partisipatif, dan fleksibilitas adaptif. Temuan menunjukkan bahwa sementara peraturan terbaru menekankan perampingan prosedural dan integrasi digital, mereka secara bersamaan mengabaikan landasan normatif seperti keadilan lingkungan jangka panjang, hak-hak adat, dan tata kelola yang responsif. Penelitian ini menempatkan NGF dalam kerangka hukum normatif-praktis, memposisikannya sebagai alat diagnostik yang berharga untuk reformasi kelembagaan. Pada akhirnya, studi ini mengusulkan reorientasi desain hukum dalam tata kelola lingkungan yang menyelaraskan maksud normatif, praktik administrasi, dan responsif sosial-ekologis dalam pemberian layanan publik. Kata kunci: evaluasi hukum normatif; kelembagaan; environmental impact assessment; next generation framework; tata kelola lingkungan.   ABSTRACT Environmental law in Indonesia has undergone multiple transformations over the last four decades, particularly in the realm of Environmental Impact Assessment (EIA) policies and regulations. However, these changes often reflect an increasing shift toward administrative rigidity, compromising the substantive goals of sustainability and public service quality. This study applies the Next Generation Framework (NGF, a comprehensive evaluative tool developed by Fonseca and Gibson (2020) to conduct a meta-evaluation of five key Indonesian environmental regulations issued between 1986 and 2021. Through qualitative content analysis and expert-based scoring of 50 good practice elements across ten NGF categories, this study reveals critical institutional gaps in legal rationality, sustainability integration, participatory mechanisms, and adaptive flexibility. Findings show that while recent regulations emphasize procedural streamlining and digital integration, they simultaneously neglect normative foundations such as long-term environmental justice, indigenous rights, and responsive governance. The research situates NGF within a normative-practical legal framework, positioning it as a valuable diagnostic tool for institutional reform. Ultimately, the study proposes a reorientation of legal design in environmental governance one that harmonizes normative intent, administrative practice, and socio-ecological responsiveness in public service delivery. Keywords: environmental impact assessment; environmental governance; institutional reform; next generation framework; normative legal evaluation
Transformasi Kerangka Hukum Lingkungan Indonesia melalui Next Generation Framework: Evaluasi Normatif-Praktis Tata Kelola Terpadu Mohammad, Farid; Sutjahjo, Surjono Hadi; Effendi, Hefni; Sitanggang, Imas Sukaesih; Sasongko, Dwi P
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2025): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 1, Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i1.473

Abstract

ABSTRAK Hukum lingkungan di Indonesia telah mengalami berbagai transformasi selama empat dekade terakhir, terutama dalam bidang kebijakan dan peraturan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun, perubahan ini sering mencerminkan pergeseran yang meningkat ke arah kekakuan administrasi, yang mengorbankan tujuan substantif keberlanjutan dan kualitas layanan publik. Studi ini menerapkan Next Generation Framework (NGF), alat evaluatif komprehensif yang dikembangkan oleh Fonseca dan Gibson (2020) untuk melakukan meta-evaluasi terhadap lima peraturan lingkungan utama Indonesia yang dikeluarkan antara tahun 1986 dan 2021. Melalui analisis konten kualitatif dan penilaian berbasis ahli dari 50 elemen praktik baik di sepuluh kategori NGF, penelitian ini mengungkapkan kesenjangan kelembagaan kritis dalam rasionalitas hukum, integrasi keberlanjutan, mekanisme partisipatif, dan fleksibilitas adaptif. Temuan menunjukkan bahwa sementara peraturan terbaru menekankan perampingan prosedural dan integrasi digital, mereka secara bersamaan mengabaikan landasan normatif seperti keadilan lingkungan jangka panjang, hak-hak adat, dan tata kelola yang responsif. Penelitian ini menempatkan NGF dalam kerangka hukum normatif-praktis, memposisikannya sebagai alat diagnostik yang berharga untuk reformasi kelembagaan. Pada akhirnya, studi ini mengusulkan reorientasi desain hukum dalam tata kelola lingkungan yang menyelaraskan maksud normatif, praktik administrasi, dan responsif sosial-ekologis dalam pemberian layanan publik. Kata kunci: evaluasi hukum normatif; kelembagaan; environmental impact assessment; next generation framework; tata kelola lingkungan.   ABSTRACT Environmental law in Indonesia has undergone multiple transformations over the last four decades, particularly in the realm of Environmental Impact Assessment (EIA) policies and regulations. However, these changes often reflect an increasing shift toward administrative rigidity, compromising the substantive goals of sustainability and public service quality. This study applies the Next Generation Framework (NGF, a comprehensive evaluative tool developed by Fonseca and Gibson (2020) to conduct a meta-evaluation of five key Indonesian environmental regulations issued between 1986 and 2021. Through qualitative content analysis and expert-based scoring of 50 good practice elements across ten NGF categories, this study reveals critical institutional gaps in legal rationality, sustainability integration, participatory mechanisms, and adaptive flexibility. Findings show that while recent regulations emphasize procedural streamlining and digital integration, they simultaneously neglect normative foundations such as long-term environmental justice, indigenous rights, and responsive governance. The research situates NGF within a normative-practical legal framework, positioning it as a valuable diagnostic tool for institutional reform. Ultimately, the study proposes a reorientation of legal design in environmental governance one that harmonizes normative intent, administrative practice, and socio-ecological responsiveness in public service delivery. Keywords: environmental impact assessment; environmental governance; institutional reform; next generation framework; normative legal evaluation
Tinjauan Al-Ghazālī terhadap Ilmu Kalam dan Pendekatan Berargumen dalam Kitab Al-Iqtiṣād Fī Al-I’tiqād Iqbal Nursyahbani; Ahmad Nurhamdani; Fahmi Husen; Mohammad Farid
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v6i2.1248

Abstract

All-Ghazali is one of the Muslim intellectuals who is very persistent in fighting against deviant understanding in Kalam science. One of his works is the book al-Iqtiṣād fi al-I'tiqād, the introduction to the book contains al-Ghazali's attitude and review in Kalam science as well as his argumentative methodology in Kalam science. So this feels necessary to be expressed. For this reason, this research is present to reveal al-Ghazali's review and methodology in his book. Therefore, this study focuses on content analysis methods and describes those contained in the introduction to the book al-Iqtiṣād fi al-I'tiqād. It can be concluded that al-Ghazali had a view of how important the science of Kalam was, so that al-Ghazali divided humans into four groups even though deepening it was only mandatory for certain people. And al-Ghazali has three methods in arguing, namely, as-Sabru wat Taqsim, Qiyas Hamli, and explaining that the opponent's argument is wrong.
Perancangan dan Pengembangan Produk Baru Kerajinan Lokal di Kampung Akrilik Fatchurrohman, Nanang; Yetrina, Mutiara; Farid , Mohammad
Majalah Ilmiah UPI YPTK Vol. 30 (2023) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jmi.v30i2.153

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Kampung Kerajinan Akrilik Gunung Pangilun Kota Padang atau yang kita disingkat dengan Kampung Akrilik adalah belum optimalnya pemasaran produk, terutama disebabkan oleh kurangnya variasi produk yang ditawarkan. Menghadapi permasalahan tersebut, tim kami merasa tertantang untuk berkontribusi dengan membantu mengidentifikasi potensi produk baru yang dapat dikembangkan di desa ini. Dengan pemahaman ini, kami membimbing para perajin untuk fokus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi calon pembeli. Selain itu, kami juga mengidentifikasi bahan baku dan peralatan yang diperlukan untuk menciptakan produk baru yang telah diidentifikasi sebelumnya. Setelah produk baru teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah menyelenggarakan proses sosialisasi. Sosialisasi ini mencakup teknik pembuatan produk baru, seperti 3D Printing. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk mengembangkan produk kerajinan akrilik baru yang inovatif dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Langkah pertama adalah mengidentifikasi potensi produk baru yang dapat dikembangkan. Tim telah mengidentifikasi bahwa permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya pengembangan produk dengan desain baru. Dengan mempertimbangkan permasalahan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat memutuskan untuk memperkenalkan teknologi pencetakan 3 dimensi yang lebih dikenal dengan sebutan 3D Printing. Dengan teknologi ini, produk plastik dapat dikembangkan sesuai permintaan pelanggan. Pelanggan yang disasar adalah remaja – dewasa. Kelompok ini mempunyai wawasan teknologi yang sangat tinggi. Dengan adanya kegiatan PkM ini, kami berharap dapat merevitalisasi produktivitas di Kampung Akrilik. Kami bertujuan untuk membantu masyarakat lokal dalam meningkatkan penjualan produk mereka dan mencapai peningkatan volume penjualan. Hasil yang nyata telah dicapai yaitu perancangan dan pengembangan produk gantungan kunci yang dibuat melalui teknik 3D Printing.  Hasil ini menandakan bahwa para pengrajin sangat antusias untuk mengeksplorasi kemungkinan 3D Printing dalam kerajinan mereka. Mereka berbagi ide tentang penggunaan 3D Printing untuk membuat desain akrilik.
Ratio Decidendi Putusan Hakim Pengadilan Agama Sidoarjo Kasus Cerai Gugat Nomor 3628/Pdt.G/2023/PA.Sda dalam Perspektif para Imam Madzhab Empat Ridwan, Mochammad; H, Rommy; Farid, Mohammad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2243

Abstract

Ratio Decidendi Putusan Hakim Pengadilan Agama Sidoarjo Nomor 3628/Pdt.G/2023/PA.Sda Perspektif Para Imam Madzhab merupakan penelitian kasus cerai gugat, dengan mengambil satu putusan Hakim, kemudian membandingkan dengan beberapa kasus yang serupa. Adapaun rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana ratio decidendi putusan Hakim Pengadilan Nomor 3628/Pdt.G/2023/PA.Sda, bagaimana peandangan para Imam Madzhab tentang ratio decidendi putusan Hakim Pengadilan Nomor 3628/Pdt.G/2023/PA.Sda. penelitian ini ialah penelitian kualitatif deskriptif-analitic sebagai cara untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menganalisis subjek dan objek penelitian yang berkaitan dengan fakta, dan masalah yang terjadi. Sumber data primer penelitian ini ialah putusan Hakim Nomor 3628/Pdt.G/2023/PA.Sda tentang cerai gugat, Undang-Undang No.1 tahun 1974 tentang perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, kitab-kitab fikih, dsb, sedangkan data sekunder berupa buku dan jurnal yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratio decidendi Hakim pada putusan Nomor 3628/Pdt.G/2023/PA.Sda ialah Hakim berlandasan telah terjadi perselisihan dan pertengkaran terus menerus sehingga rumah tangga telah pecah dan sudah tidak bisa disatukan kembali dengan tanpa melihat apa dan siapa pemicu terjadinya perselisihan. Hal ini berlandasan pada Yurisprudensi Mahkamah Agung No.38K/AG/1990, No. 534/K/Pdt/1996, dan No. 285/K/AG/2000. Dan perlu diketahui bahwa kasus cerai gugat pada putusan Hakim Nomor 3628/Pdt.G/2023/PA.Sda ini tidak sama dengan cerai gugat (khulu’) yang dibahasas oleh para Imam Madzhab dalam kitab-kitab fikih, melainkan putusan tersebut merupakan kasus cerai gugat atau dalam istilah kitabnya at-tafriq al-qodlo’i (pemisahan atau talak secara pengadilan) yang disebabkan peselisihan, kemadharatan, atau ketidakharmonisan. Para Imam Madzhab berbeda pandangan mengenai hal tersebut, dari keempat Imam Madzhab hanya Imam Malik saja yang membolehkannya, dengan berlandasan untuk menolak kemadaratan yang terjadi dalam rumah tangga.
Study of Flood Risk Assessment on Banyumas and Cilacap District in Downstream Serayu River Basin, Indonesia Kirana, Pratita Hana; Farid, Mohammad; Bagus Adityawan , Mohammad; Kuntoro, Arno Adi; Widyaningtyas, Widyaningtyas
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.2

Abstract

Abstract. Floods due to the Downstream Serayu River overflow inundate agricultural land and houses in parts of Banyumasand Cilacap district every year. Based on the classification of flood hazard level referring to Chief of BNPBRegulation Number 2 the Year 2012 on General Guidelines for Assessment of Disaster Risk, some location pointsexperienced a high level of flood hazard (>1.5 m). The objective of this study is to develop a flood risk map by usingGIS. Flood hazard assessment uses the HEC-RAS 5.0.6 two-dimensional model, verified with field observation data.The river discharge is obtained from hydrological calculations, while the tidal component is obtained usingMATLAB-LP Tides BIG. River geometry uses river cross-section from field measurement data for hydraulicmodeling combined with MERIT DEM as its banks. The capacity level also refers to the BNPB Number 2 the Year2012. In this study, BNPB and PUPR parameters are used. The vulnerability component refers to a 2014 study fromthe Ministry of Public Work and Housing (PUPR) Indonesia. The 50-year flood return period shows that the totalarea of risk flooded areas in the Downstream Serayu River Basin is 6.22 km2, while high-risk flooded areas are 2.2 km2. Keywords: Flood risk, HEC-RAS 2D, GIS, MATLAB–LP Tides BIG, MERIT DEM Abstrak. Banjir akibat luapan Sungai Serayu Hilir setiap tahun menggenangi lahan pertanian dan perumahan di sebagianwilayah Kabupaten Banyumas dan Cilacap. Berdasarkan klasifikasi tingkat bahaya banjir mengacu padaPeraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, beberapa titiklokasi mengalami tingkat bahaya banjir tinggi (>1,5 m). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan petarisiko banjir dengan menggunakan SIG. Pemodelan banjir menggunakan model dua dimensi HECRAS 5.0.6, yangdiverifikasi dengan data observasi lapangan. Debit sungai diperoleh dari perhitungan hidrologi, sedangkankomponen pasang surut diperoleh dari perhitungan menggunakan MATLAB-LP Tides BIG. Geometri sungaimenggunakan penampang sungai dari data pengukuran lapangan untuk pemodelan hidrolik yang dikombinasikandengan MERIT DEM sebagai bantarannya. Tingkat kapasitas juga mengacu pada Peraturan Kepala BNPB Nomor2 Tahun 2012. Dalam penelitian ini digunakan parameter BNPB dan PUPR. Komponen kerentanan mengacu padastudi tahun 2014 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia. Periode ulangbanjir 50 tahun menunjukkan bahwa total luas area yang berisiko banjir di DAS Serayu Hilir sebesar 6,22 km2,sedangkan area dengan tingkat risiko banjir tinggi sebesar 2,2 km2. Kata-kata Kunci: Risiko banjir, HEC-RAS 2D, SIG, MATLAB–LP Tides BIG, MERIT DEM
Analisis Ancaman Banjir pada Sistem Drainase Banger Lama, Kota Pekalongan: Pengaruh Faktor Hujan, Kenaikan Muka Laut, dan Penurunan Tanah Huseiny, Mohammad Iqbal; Kuntoro, Arno Adi; Nugroho, Eka Oktariyanto; Farid, Mohammad; Nurmaulia, Sella Lestari
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.3.8

Abstract

Abstract The coastal areas of Pekalongan City face a significant threat due to flooding and tidal surges. The low, flat topography complicates the management of drainage systems, given the relatively gentle land slope. Flooding incidents frequently occur in various parts of Pekalongan City. Furthermore, the global rise in sea levels and land subsidence in the region exacerbate this issue. This study aims to model the drainage system, considering factors such as rainfall, sea level rise, and land subsidence in Pekalongan City. The modeling is conducted by integrating 2D and 1D models using the Personal Computer Storm Water Management Model (PCSWMM) software. The modeling results encompass three parameters: flood depth, flood velocity, and flood duration. Subsequently, a flood hazard map is developed based on the Flood Hazard Index, incorporating these three parameters. Recommendations to address this issue include constructing embankments and flap gates upstream in flood-affected areas, as well as modifying the drainage system to enable gravity-driven water flow downstream without the use of pumps. However, it is essential to note that these recommendations may not be effective in scenarios involving significant land subsidence. This research is anticipated to assist stakeholders in making informed decisions regarding the management of the drainage system in Pekalongan City. Keywords: Drainage, PCSWMM, flood, sea level rise, land subsidence
KOMBINASI PREDIKSI VOLUME SEDIMEN MENGGUNAKAN METODE HECRAS-USLE UNTUK MENDUKUNG KONSERVASI DAS LAMBIDARO PALEMBANG, SUMATERA SELATAN Sultan, Masri nur; Farid, Mohammad; Prasetyo, Adi; Kusuma, Muhammad Syahril Badri; Natakusumah, Dantje Kardana
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v19i2.851

Abstract

 Over the past ten years, flooding has been the most frequent problem in South Sumatra Province, Indonesia. As the capital of South Sumatra Province, Palembang City faces similar problems, where Lambidaro Watershed is the watershed with the highest 25-year potential flood discharge in Palembang City. One of the causes of flooding is the lack of river channel capacity related to land erosion in the watershed. This study aims to learn the prediction of sediment volume and efforts to reduce it in the Lambidaro watershed, Palembang City. This study uses two types of modeling, namely numerical models and empirical models. The numerical model uses the HEC-RAS 6.3.1 application, while the empirical model uses the USLE and SDR equations. The input parameters of the numerical model use some data derived from field measurements. The sediment concentration and observation discharge parameters were measured three times in September 2022. The grain size distribution parameters were sampled at three locations each once in August 2022, and the cohesive parameter was sampled at one location twice in August 2022. The result of the prediction of sediment volume by the numerical model is 1,421.86 m3/year. In contrast, the result of the prediction by the empirical model is 476,941.25 m3/year. Efforts to reduce the prediction of sediment volume USLE method are in the form of applying the intercropping method. The results of the conservation study show that the efforts made can reduce the volume of sediment by 17%.Keywords:       sediment, flood, conservation, intercropping, Lambidaro 
Assessing Amdalnet’s Role in Digitalizing Environmental Approval in Indonesia:An Information System Success Model Approach Mohammad, Farid; Sutjahjo, Surjono Hadi; Effendi, Hefni; Sitanggang, Imas S.; Sasongko, Dwi P.
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 6 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.6.980

Abstract

Studi ini menilai keberhasilan Amdalnet menggunakan Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone dan McLean, dengan fokus pada enam dimensi: kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, kegunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih. Survei online terstruktur dilakukan dengan 125 pengguna konsultan, pengulas, dan administrator yang menggunakan skala Likert dengan lima poin. Pemodelan Persamaan Struktural Kuadrat Terkecil Parsial digunakan untuk menganalisis data (PLS-SEM). Lima dari delapan hipotesis didukung. Khususnya, kualitas informasi tidak secara signifikan memengaruhi kepuasan pengguna atau penggunaan sistem, dan kepuasan pengguna tidak berdampak signifikan pada manfaat bersih. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan pengguna dalam platform digital wajib seperti Amdalnet lebih didorong oleh kepatuhan daripada nilai yang dirasakan. Studi ini menyoroti perlunya desain berorientasi pengguna dalam sistem informasi peraturan untuk meningkatkan kinerja dan legitimasi dalam tata kelola lingkungan.
Community Empowerment in MSME Craft Production Based on Conventional Method and Innovation with 3D Printing Yetrina , Mutiara; Fatchurrohman, Nanang; Farid , Mohammad; Apri Pratama, Dian
Majalah Ilmiah UPI YPTK Vol. 32 (2025) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jmi.v32i2.184

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the economic growth of Padang City, particularly in the handicraft sector, which represents both cultural identity and a vital source of local economic activity. However, technological limitations and low production efficiency remain major obstacles to improving the competitiveness of local crafts in the global market. This Community Service Program (PkM) aims to integrate 3D printing technology with conventional production methods as an effort to enhance product quality, efficiency, and design innovation. The implementation method includes identifying the potential and challenges faced by artisans, conducting training on the use of 3D printing, and providing mentoring in the design and production processes. This approach combines the artistic touch and craftsmanship of conventional manual techniques with the precision and speed of digital technology. The results show an improvement in artisans’ ability to utilize digital technology for prototyping and developing new designs that are more responsive to market trends. Furthermore, the training and equipment facilitation support continuous knowledge transfer, strengthening the innovation capacity and independence of MSMEs. The combination of traditional skills and modern technology not only produces products with high aesthetic value but also opens opportunities for market expansion and increased economic value. Therefore, the application of 3D printing has proven to be an effective innovative solution for enhancing the competitiveness and sustainability of the local handicraft sector in the era of the digital creative industry.
Co-Authors Adi Prasetyo Adi Prasetyo Adityawan, Mohammad Bagus Ahmad Nurhamdani Ahmad Taufiq Aji Prakoso Nimanto Akyunul Jannah Almira Abdul Kholik Alvian Toto Wibisono Amaliya Rasyida Ana Nurganah Chaidar Anik Maunatin Antalia K.M. Katili Apri Pratama, Dian Ardhyananta, Hosta Ardi Noerpamoengkas Arief Yudho Wicaksono Arno Adi Kuntoro Arno Adi Kuntoro, Arno Adi Arumjeni Mitayani Aryanti Karlina Nurendyastuti Atika Yulanda Putri Auliya Rahman Avis Mellivera Bagus Adityawan , Mohammad Bagus Pramono Yakti Beni Harma Bobby Maulana Burnama, Nabila Siti Calvin Sandi Chaidar, Ana Nugranah Dantje Kardana Natakusumah Dendy Permana Dewi, Alfita Dhemi Harlan Dina P.A Hidayat Dwi Purwantoro Sasongko Eka Oktariyanto Nugroho Eko Widodo Erdinanto Eko Ahaddin Erha Intan Sukmajati Eriesta Putri Miliandini Fachri, Fiqih Jul Fahmi Husen Fahrul Kedafota Faisal Yunus Faizal Immaddudin Wira Rohmat Farid Fakhruddin, Muhammad Febry, Muhammad Fitri, Meldia H, Rommy Hadiarto Mangunnegoro Haniffudin Nurdiansah Harkunti P. Rahayu Harkunti P. Rahayu, Harkunti P. Hefni Effendi Henny Yulius Henry Julianto Hermanto Huseiny, Mohammad Iqbal Idham Riyando Moe Idham Riyando Moe Imani, Rafki Imas S. Sitanggang, Imas S. Imas Sukaesih Sitanggang Indratmo Soekarno Iqbal Nursyahbani Irfan Sudono Irsan Irsan Ismayuzri Bin Ishak Iwan Kridasantausa (alm.) Joko Nugroho Kafi Muhammad Fahruddin Kesuma, Tri Nugraha Adi Khilmi Zain Kirana, Pratita Hana Ledowikj, Felix Joel M. Bagus Adityawan Masri nur Sultan Mayavani, Christine Mellivera, Avis Mochamad Mardi Marta Dinata Mochammad Ridwan Muhammad Aditya Pradana Muhammad Halim Natsir Muhammad Ilham Adelino Muhammad Rizki Purnama Muhammad Syahril Badri Kusuma, Muhammad Syahril Badri Muhammad, Al Mutiara Yetrina Nana Nasuha Djuhri Nanang Fatchurrohman Nofriadirman Novintasari Nadeak Nur Aini Nur Hasanah Nur Laili Kasanah Ovi Lestari Pebi Egia Sapitri Pratama, Maryo Inri Prima Putra, Kahar Halim Rahayu, Harkunti Pertiwi Rasmiaditya Silasari Rasmiaditya Silasari Resanti Audrienne Rofidzias Siswo Wicaksono Rohman, Mutiara Indah Nur Salsa Alfadhila Permana Samuel Budi Utomo Sanuri Sarah Abighail Sella Lestari Nurmaulia, Sella Siti Khotimatun Khasanah Siti Lailatul Rif'ah al Fariza siti rodiah Sri Legowo WD Stefanus Laga Suban Suardi Natasaputra Sultan, Masri nur Surjono Hadi Sutjahjo Susriyati Susriyati Susriyati Tia Setiawati Tia Setiawati Vania Mitha Pratiwi Vicky Candra Purnama Vika Febriyani Waluyo Hatmoko Widodo Widodo Widyaningtias Widyaningtias Widyaningtias Widyaningtias, Widyaningtias Widyaningtyas, Widyaningtyas Windy Claudia Anggraini Wisanggeni, Dimas H. Yakti, Bagus Pramono Yetrina , Mutiara Yetrina, Mutiara Yusuf Sultoni Zain, Khilmi Zefri Yenni