Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perspektif Peserta Didik Abad 21: Relevansinya Dengan Pemikiran Imam Al-Ghazali Dalam Kitab Ayyuhal-Walad Moh. Faizin; Maslihan Maslihan; Afi Rizqiyah
Jurnal Keislaman Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v6i1.3711

Abstract

The era of digitalization has a real and broad effect from various walks of life, one of which demands in governance and the education system is clear evidence that this era is a new challenge in the world of education. Education is expected to be able to produce full quality human seed products, which are called 21st century competencies. 21st century competence is the main ability that must be pocketed by students in order to collaborate in real life in the 21st century. In the 21st century, the challenge is given to be able to create education that can participate in producing thinkers who are qualified in the development of economic and social order and are aware of how to become a decent citizen of the world in the 21st century. This study aims to describe 21st century students and look for relationships or relevance to Al Ghazali's thoughts regarding students in the book of Ayyuhal-Walad. The research method applied is descriptive qualitative. The results of the study indicate that Imam al-Ghazali's thoughts in his book, have relevance to the perspectives of 21st century students related to character education until now the main focus in education. and the 21st century teaches them to judge the good and the bad of all things. In accordance with the thoughts of Imam Al Ghazali in his book Ayyuhal-Walad which contains advice and suggestions to do good things and consider bad things.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IBNU SINA Muh Rifqal Kaylafayza Rizky; Moh Faizin; Sita Rahmasari; Wahyu Adi Saputra
Ta`Limuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v12i1.1362

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the dimensions of Islamic education from Ibn Sina's perspective and at the same time discover the concept of Islamic education from Ibn Sina's perspective. This type of research is library research. The results of this study are the concept of Islamic education according to Ibnu Sina including curriculum dimensions, educational method dimensions, educator dimensions, student dimensions, and punishment dimensions (education). The findings in this study are that Ibn Sina's concept of education is in line with his view of human beings, namely human beings who are nurtured from all potential within themselves in a balanced and comprehensive manner. This research has implications for strengthening the concept of Islamic education which has been initiated by Islamic education experts, especially those in Indonesia.
METODE HIWAR DALAM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL GHAZALI Mohammad Faizin; Yahya Aziz; Nurul Hanifah Putri; Azzahra Ulil Albab
Ta`Limuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v12i1.1341

Abstract

Abstract: This research aims to describe and clarify clearly how the interaction of the two components of education, namely educators and students, in the form of dialogue in Islamic education from al-Ghazali's perspective. Research results state that Islamic education is very important because it is the main reference for a person's life from birth to death. According to al-Ghazali, a child's success is determined by the strength of his or her parents and teachers. The emphasis on educators' impact on students is due to this. One of his discoveries on the educational side is the concept of educational interaction in teaching activities between educators and students; this is similar to one of the well-known Islamic educational methods, namely hiwar, or dialogue. This discussion of knowledge or education must be conducted with the full understanding that the speaker's goals include both educating and guiding his or her listener toward maturity. Keywords:  Al Ghazali, islamic education, hiwar Abstrak: Riset ini ditujukan guna menguraikan dan memaparkan secara jelas interaksi dua komponen pendidikan.yakni pendidik dan anak didik berbentuk dialog dalam edukasi islam perspektif al.Ghazali. Pengerjaan riset dilakukan melalui pencarian data jadi dari penelusuran dengan media internet. Hasil riset menyatakan edukasi Islam teramat penting karena menjadi acuan utama bagi kehidupan seseorang sejak dia lahir hingga wafat. Bagi al.Ghazali, seorang anak itu tergantung atas bagaimana daya orang tua serta pengajarnya. Dimana ini menjadi penyebab penitikberatan pengaruh pendidik atas anak didik. Satu di antara yang ada atas penemuannya di sisi pendidikan ialah konsep educational interaction dalam aktivitas pengajaran antara pendidik dan anak didik, dan ini serupa dengan satu di antara sejumlah metode edukasi Islam terkenal yakni hiwar atau dialog. Dialog berisi ilmu atau edukasi ini mesti dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa dia bermaksud mendidik juga membimbing kawan bicaranya pada maturitas. Keywords:  Al Ghazali, edukasi Islam, hiwar 
Konstruksi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Interdisipliner dalam Menanamkan Sikap Religius Peserta Didik Muhammad Khakim Ashari; Moh Faizin; Usman Yudi; Yahya Aziz; Hadi Irhami
Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol 6 No 2 (2023): Islamic Culture
Publisher : LPPM Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/almada.v6i2.3313

Abstract

Pembelajaran pendidikan Agama Islam (PAI) selama ini masih menggunakan pendekatan monodisipliner, yang artinya PAI masih berjalan sendiri dalam pengembangan kurikulumnya. PAI menjadi salah satu pelajaran penting bagi pembentukan kepribadian yang beriman dan berkarakter. Sebagai salah satu solusi yang harus dilaksanakan adalah dengan penerapan pembelajaran PAI interdisipliner. Dengan pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya berisi materi keagamaan, namun juga terdapat materi-materi dari kajian ilmu lain yang diinsersikan. Artinya, dengan pembelajaran interdisipliner setiap anak didik akan mendapat pengetahuan dan pengalaman belajar yang lebih luas dan bermakna. Studi ini merupakan jenis penelitian literature review. Dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang berasal dari artikel jurnal penelitian, buku, dan lainnya. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran PAI yang sebagian besar diterapkan adalah termasuk monodisipliner. Sebab ada “ketakutan” untuk mengeksplorasi materi-materi keagamaan yang bersifat dogmatis. Penerapan pembelajaran dengan pendekatan interdisipliner dalam PAI seyogyanya dapat diintegrasikan dengan beberapa mata pelajaran, seperti ilmu pengetahuan alam, teknologi informasi, ilmu pengetahuan sosial, dan pendidikan kewarganegaraan. Dibutuhkan kualitas guru yang mumpuni dalam menerapkan pembelajaran interdisipliner ini, juga kerjasama antar guru bidang studi yang bertugas untuk mencari titik temu yang dapat diintegrasikan.
KONSEP AKHLAK PENDIDIK (TELAAH SYAIR QAD KAFANI KARYA IMAM ABDULLAH AL-HADDAD DAN KITAB TA’LIM MUTA’ALLIM) Rachmad Hidayat; Amir Maliki Abitolkha; Abdul Manan; Moh Faizin; Imam Syafi'i
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/al-ilmi.v6i1.2488

Abstract

Qad Kafani's poetry, which is thick with Sufi moral nuances, needs to be applied for the quality of educators who are in accordance with the spirit of Islamic education, namely scientific responsibility and being able to implement it. This study aims to find out the meaning of the morals of educators in poetry and then look for the relationship in the Ta'lim Muta'allim book. This type of research is qualitative library research using a phenomenological approach, manuscript study research models, content analysis techniques through the interpretation stage, deduction of the poetry of Qad Kafani, induction of the book of Ta'lim Muta'allim, and comparison of the relationship between the two concepts. This research produced 8 educational moral concepts from the perspective of Qad Kafani's poetry, namely faith, indigent, trustful, patient, raja', tawaduk, istikamah, husnuzan and 14 educational moral concepts in the Ta'lim Muta'allim book, namely not being greedy, taking care of oneself, tawaduk, pious, warak, older, more mature, dignified, polite, patient, compassionate, advisory, not spiteful, not in dispute or bickering. Both of these concepts have specific similarities in relevance to humility and patience as well as differences that are still within the scope of the noble character of the Sufism dimension and complement each other.
Penguatan Afektivitas Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Melalui Public Speaking dengan Pendekatan Filsafat Etis Ibnu Miskawaih Moh. Faizin; Indah Rahayu; M. Fachrul Afiq; Ananda Salsabila Irham; M. Zaidan Mubarak
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.3252

Abstract

Islam merupakan agama yang berhasil menempatkan akhlak pada derajat tertinggi setelah iman. Pesona Rasulullah Saw dalam membimbing umatnya menjadi manusia yang beradab, memberikan kesadaran betapa pentingnya moral bagi manusia. Sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang kental dengan ajaran Islam, tentu akhlak menjadi sorotan pertama dalam berperilaku maupun bertutur kata. Identitas sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam tentu tidak cukup dengan menonjolkan aspek intelektual saja. Dalam berkomunikasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam harus memiliki etika dan soft skill yang baik. Salah satu cara yang tepat untuk mengasah etika dan soft skill tersebut yakni dengan public speaking. Artikel ini bertujuan membahas secara mendalam mengenai penguatan afektivitas mahasiswa Pendidikan Agama Islam  melalui public speaking dengan pendekatan filsafat etis perspektif Ibnu Miskawaih. Metode yang digunakan yaitu kajian kepustakaan, dengan mengumpulkan bahan-bahan pustaka yang akurat dan terpercaya sebagai sumber utama dalam penyusunanya. Adapun hasil penelitian ini mengungkap bahwa penguatan afektifitas mahasiswa prodi Pendidikan Agama Islam melalui public speaking dengan pendekatan filsafat etis perspektif Ibnu Miskawaih dapat dilakukan dengan cara: (1) Membiasakan diri bersikap ikhlas, tolong-menolong, dan rendah hati, (2) Membiasakan diri berfikir kritis, (3) Membiasakan diri bersikap berani, (4) Membiasakan bersikap optimis, (5) Membiasakan diri bersikap kontrol diri dan (iffah).Kata Kunci: Akhlak, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Public Speaking, Filsafat etis, Ibnu Miskawaih.
Penguatan Kompetensi Kepribadian Tenaga Pendidik Pai Melalui Pendidikan Qur’ani Dan Relevansinya Dengan Teori Kepribadian Neo Freud (Sosial Dan Psikologi) Moh. Faizin; Indah Rahayu
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 01 (2023): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v8i01.7669

Abstract

Seorang pendidik tidak hanya berkewajiban memberi dan menyampaikan pengetahuan (ilmu) kepada anak didiknya. Lebih dari itu, pendidik memiliki tugas yang sangat mulia yakni membimbing dan mengajarkan akhlak yang baik (akhlaqul karimah) sebagai perwujudan menjadi hamba Allah yang unggul dalam intelektualis, agamis, dan humanis. Kompetensi kepribadian tenaga pendidik yang baik akan menghasilkan generasi yang kompeten dan menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Quran. Untuk itu sebagai seorang pendidik khususnya guru PAI maka dituntut memiliki kepribadian dan akhlak Qur’ani sebagaimana yang diajarkan oleh Allah dan baginda tercinta Muhammad Saw.Penelitian ini akan membahas secara mendalam mengenai penguatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik PAI melalui pendidikan Qur’ani dengan tujuan: (1) untuk mengetahui kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru PAI. (2 untuk mengetahui penguatan kompetensi kepribadian guru PAI dalam pendidikan Qur’ani. (3) untuk mengetahui tinjauan kompetensi kepribadian tenaga pendidik PAI dalam pendidikan qur’ani dengan teori kepribadian neo freud. Hasil penelitian ini membahas tentang (1) tenaga pendidik PAI dan kompetesi kepribadian, (2) penguatan kompetensi kepribadian guru pai dalam pendidikan qur’ani, (3) tinjauan kompetensi kepribadian tenaga pendidik PAI dalam pendidikan qur’ani dengan teori kepribadian neo freud.
STRATEGI MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU PAI UNTUK MENYIAPKAN PEMBELAJARAN YANG BERMUTU Moh. Faizin; Mochamad Fachrul Afiq; Ristya Rini
Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jrtie.v6i1.2250

Abstract

This article describes strategies to develop the professional competence of PAI educators or teachers to prepare a quality teaching and learning process (quality). People who play a big role in education are teachers or educators. Indonesia has higher teacher education which creates graduates to become quality educators, transmitting knowledge to students. Thus, when on duty, teachers must have professional competence and attitude in teaching students. Professional teacher competencies are the kinds of skills needed to make you a professional teacher. While quality learning is a series of learning activities that make learning not difficult, not boring, enthusiastic, and able to achieve the desired goals of the teaching and learning process. In the teaching and learning process, teachers need to be trained to develop professional competencies in order to improve the quality of learning. The teacher's professionalism development strategy to achieve the goal of quality or quality learning includes: Always providing examples of personality values, understanding the pedagogical foundations and developing competency skills and skills, designing and making developments on learning practice tools, mastering and implementing teaching and learning process programs, have an academic minimum of Diploma IV or Bachelor's Degree, change the paradigm of bureaucracy, and carry out research.
Strengthening Student Soft Skills Through Increasing Digital Literacy of Facilities and Infrastructure From an Islamic Education Perspective Moh. Faizin*; M. Ali Hasan; Zahra Fatihatul Qolby; Anisya Putri Nur M
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 2 (2023): Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i2.30015

Abstract

The digital age became a time of many technological and scientific advancements, especially in the world of education. Technological innovation in education has given a new face to the growing and growing learning of today's world. From the medium of conventional learning to the present, it was combined with various technological means. The rapid influx of technological innovations, whether technology in general or technology in the field of makes the impact it produces so significant. Yet while technology and Internet networks are so powerful, it leaves room for the evil that moves within. Because of the lack of digital literacy as a snack for the use of existing technology and the misunderstanding of Muslim education in digital media use as a learning medium and tend to be misunderstood, there is abuse.
Upaya Peningkatan Kemampuan Literasi Digital melalui Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Moh. Faizin Moh. Faizin; Usman Yudi; Husniyatus Salamah Zainiyati
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jkpi.2023.13.2.36-55

Abstract

Pembekalan keterampilan literasi digital tentang kemampuan menggunakan teknologi dan informasi dari perangkat digital secara efektif dan efisien dalam pembelajaran di sekolah diajarkan dalam PLP 1. Literasi digital dalam aspek penciptaan dan penulisan pengetahuan baru ditingkatkan. dan menjadi kewajiban mahasiswa selama PLP 2 dibuktikan dengan penyerahan artikel pada jurnal yang diakui secara nasional. Hal ini juga sesuai dengan persyaratan penerbitan artikel ilmiah yang ditetapkan dalam keputusan Dikti. Diharapkan melalui penelitian ini akan terjadi sinergi antara mahasiswa dan pengambil kebijakan terhadap kurikulum PAI, jurusan keguruan dan tarbiyah UIN Sunan Ampel Surabaya dengan tujuan untuk mendukung program literasi digital yang diambil alih oleh pemerintah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif studi kasus (case study) yang dilakukan pada mahasiswa kurikulum PAI, tarbiyah dan jurusan keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya. Kajian ini diawali dengan review literatur tarbiyah UIN Sunan Ampel Surabaya dan kebijakan fakultas keguruan terkait literasi digital melalui program PLP. Kajian ini merupakan upaya mencari titik temu kegiatan di lapangan terkait upaya literasi digital melalui Program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLP) untuk Anak mahasiswa di PAI Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya. Analisis kebijakan dilakukan untuk menentukan dan mengkorelasikan tujuan dan cara untuk mencapainya. Pengembangan konsep literasi digital melalui program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLP) harus dilakukan untuk mengetahui diagram alir program PLP 1 dan PLP 2 Evaluasi kinerja dilakukan dengan tiga cara, yaitu: Pertama, Pre-test dan post-test bagi siswa PAI peserta Program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLP). Kedua, Persentase pencapaian kewajiban setiap mahasiswa untuk mengirimkan makalah hasil penelitian lapangan pada jurnal yang diakui secara nasional. Ketiga,Persentase makalah siswa yang memenuhi syarat untuk dipublikasikan di jurnal yang diakui secara nasional. Untuk menjaga keunikan penelitian ini, harus dilakukan tanpa campur tangan dari pihak tarbiyah dan keguruan UINSA, pengawas PLP, dan mahasiswa program PLP yang langsung melibatkan keluarga.
Co-Authors Abdillah Rosyid Tamimi Abdul Manan Achmad Syarif Hidayatullah Afi Rizqiyah Afi Rizqiyah Afifah Amatullah Al Barru Afni Resti Noviyanti Aghnia Faza Pheliamanda Agus Darmawan Ahmad Ma'ruf Burhanuddin Ahmad Sayyid Fityan Aisyah Alifiah Muzakki Aisyah Romadhona Amini Alaika M. Bagus Kurnia PS Amelia Khoirunisa Amir Maliki Abitolkha Ananda Salsabila Irham Anisa Fitri Andarista Anisya Putri Nur M Anna Fadhilah Pitaloka Annisa Aszhari Anugrah Alfin Naja Arya Bagus Anindita Askan Nanang Prasetiyo Azzahra Qur'ani Putri Azzahra Ulil Albab Devina Elvaretta Arrazaq Dewi Chintia Cahya Ningrum Dewi Rahmawati Zahara Dian Eka Aprilia Fahmi, Muhammad Fatiha Nuria Ammarin Febrilia Saura Sabrina Rachmania Firda Agustina Fitri Shouniyah Gina Kamila Hadi Irhami Hidayatul Maulidiyah Husniyatus Salamah Zainiyati Imam Syafi'i Indah Fitriya Indah Rahayu Indah Rahayu Jazil, Saiful Kikan Sandius Tantri Kuswatun Khasanah M. Ali Hasan M. Fachrul Afiq M. Zaidan Mubarak Mashlahatud Diyanah Maslihan Maslihan Maulana Hakim Al Rasyid Mega Silviya Putri Meirlyn Bunga Ambar Sari Mochamad Fachrul Afiq Muh Rifqal Kaylafayza Rizky Muh. Sholihuddin Muhammad Khakim Ashari Muhammad Zainul Arifin Nabila Grresita A.P.P Nadian Nur Afnia Naufal Alawy Novi Aghata Nur Khamalia Nur Elvinatuz Zuhroh Nurani Bintang Sholeilluna Nurul Hanifah Putri Putri Natasya Putri Sitoresmi Masruroh Rachmad Hidayat Regita Nur Afidah Ristya Rini Riza Mi’rotul Rohmah sabila dwi Senata Adi Prasetia Sita Rahmasari Siti Aminah Siti Maftuhah Syauqi Tahniah Tasyirifiah Tasrid Syafa Muhammad Usman Yudi Usman Yudi Wahyu Adi Saputra Wiwin Luqna Hunaida Yahya Aziz Zahra Fatihatul Qolby Zaini Tamin AR