Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kesadaran Remaja Dalam Menjaga Diri Dari Pergaulan Bebas Di SMA N 1 Batang Kuis Samosir, Yohana; Annisa, Pariqa; Sinaga, Elfalini Warnelis; Hafiiza, Salsabila Ratu; Fitrah, Indah Novia; Manik, Sawilla; Nurqurotul, Anisa; Pulungan, Fifit Novelina; Maharani, Nazli; Tamba, Elisa Vetrawati; Nurmadani, Lifa; Hulu, Milka Septriani
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 3 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i3.10733

Abstract

Free association or promiscuous behavior is a deviant form of behavior commonly experienced by teenagers and has negative impacts on their health, education, and future. The main causes include environmental influences, lack of sexual education, and weak parental supervision. This community service aimed to increase students’ awareness regarding the risks of free association through health education, discussion, and the distribution of leaflets. The activity was carried out at SMAN 1 Batang Kuis involving 36 eleventh-grade students. The methods used included presentations, interactive discussions, and questionnaires. Results showed that 9 students (25%) had high understanding, 21 students (58.33%) had moderate understanding, and 6 students (16.67%) had low understanding. Most students obtained information from media (77.78%), while only 22.22% relied on non-media sources. The activity successfully increased students’ awareness of free association and encouraged positive behavioral attitudes. Continuous education involving schools, parents, and communities is recommended to prevent deviant behavior in adolescents.
PEMBERIAN EDUKASI DAMPAK PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA Gultom, Risatantry; Sinaga, Elvalini Warnelis; Novitasari, Dewi; Syahara, Mutya; Sitompul, Rodiah; Dinasih, Aini; Ritonga, Wahyuni; Sari, Kartika Eulan; Marisqa, Nazwa; Putri, Dita Nabila
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i1.3573

Abstract

Pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja biasanya bagian dari pelampiasan emosi atau rasa kecewa yang dialami kepada orang terdekat ataupun keluarga. Adapun beberapa macam pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja seperti penyalah gunaan narkoba, seks bebas, mabuk, dan kenakalan remaja lainnya. Pergaulan bebas juga mencakup berbagai aktivitas, yang berkaitan dengan hubungan seksual tanpa komitmen resmi atau ikatan pernikahan, penggunaan narkona dan alkohol. Kota Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia, dengan jumlah populasi anak muda pada tahun 2022 mencapai 598.366 jiwa. Dari jumlah tersebut, 9.050 kasus penyakit menular seksual tercatat pada tahun 2022, yang menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2017 yang tercatat 8.997 kasus. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pemahamanterhadap remaja mengenai penyakit menular seksual serta minimnya sosialisasi dari dinas kesehatan terkait topik pergaulan bebas pada remaja tersebut kepada kalangan muda di Kota Medan. Akibat rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit seksual, banyak remaja yang menunjukkan ketidak pedulian terhadap pergaulannya, yang berujung pada tingginya angka hubungan seks bebas dan pergaulan bebas, yang pada akhirnya menyebabkan meningkatnya kasus penyakit menular seksual di kalangan mereka (Rahma Aulia et al., n.d.).Metode penyuluhan menggunakan media leaflet, kuisioner pre-post, dan tanya jawab. Metode ini adalah dengan cara pengambilan sempel dengan pervosif sempel. Sedangkan pengambilan data dilakukan dengan metode tanya jawab antar penyaji dan siswa. Berdasarkan hasil evaluasi yang kami dapat, pemahaman siswa/siswi terkait dampak pergaulan bebas pada remaja mengalami peningkatan 
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI PUSKESMAS TANJUNG REJO Elvalini Warnelis Sinaga; Pintubatu, Agnes Valentina; Tarihoran, Ika Satriani; Niki Brinda Arwani; Putri Handayani; Silvira; Eka Yuliana
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.548

Abstract

Berbagai faktor, termasuk pendidikan orang tua, memengaruhi stunting pada anak kecil, yang merupakan masalah kesehatan umum.Pola asuh yang baik dapat mencegah stunting dengan memastikan penggunaan layanan kesehatan anak dan pemenuhan kebutuhan gizi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara pola asuh ibu dan frekuensi stunting pada balita berusia 1 hingga 3 tahun di area kerja Puskesmas Tanjung Rejo. Penelitian ini dilakukan dengan desain analitik observasional dan menggunakan pendekatan kontrol kasus. Penelitian ini mencakup semua ibu yang memiliki balita stunting berusia antara satu dan tiga tahun di wilayah kerja Puskesmas tersebut, total 38 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas.Selanjutnya, uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data univariat dan bivariat. Dari empat aspek pola asuh yang dianalisis, yaitu psikososial, praktik pemberian makan, perilaku higienis, dan pemanfaatan layanan kesehatan, hanya praktik pemberian makan dan pemanfaatan layanan kesehatan yang memiliki korelasi signifikan dengan jumlah kasus stunting (p<0,05). Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan dasar dan kualitas pemberian makanan sangat penting untuk mencegah stunting pada anak balita. Oleh karena itu, untuk mengurangi prevalensi stunting di masyarakat, diperlukan intervensi yang berfokus pada peningkatan praktik pemberian makan serta optimalisasi penggunaan layanan kesehatan.