Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENATALAKSANAAN ASUHAN PADA IBU POSTPARTUM BLUES DI KLINIK MANDA MEDAN Elvalini Warnelis Sinaga; Risa Tantry Gultom; Eva Nirwana Hutabarat
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v10i1.1614

Abstract

Postpartum blues Approximately 70-80% of post-partum mothers experience mood or feeling disorders, in general this condition is still considered normal, is felt from 2-3 days after giving birth and normally disappears after 2 weeks postpartum. This study provides comprehensive midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL, neonates and family planning using a midwifery management approach to Ny. “D” with the case of the ASI Dam. Care in this study with observation and evaluation. The subject of this care is Mrs. “D” with POSTPARTUM BLUES at Manda Clinic. This research activity is about the handling of POSTPARTUM BLUES in postpartum mothers. The study conducted observations and evaluations of mothers on a regular basis. Observations and evaluations were carried out not only assessing but knowing and assessing the conditions and support for mothers. Husbands and parents are also needed to support mothers. This research was conducted at the Manda Clinic.Factors that cause the appearance of signs and symptoms of the postpartum blues. The results showed that age and parity were not always the triggering factors for postpartum blues symptoms, the causes of postpartum blues were worrying about the baby, maternal fatigue factor, comments from people around about the mother, husband's support and presence, adaptation to the baby's presence.
HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIGIENITAS BOTOL SUSU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI KLINIK NASYWA KISARAN KABUPATEN ASAHAN Mahyunidar Mahyunidar; Wilda Nurafdila Tanjung; Elvalini Warnelis Sinaga
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v11i2.1832

Abstract

PEMBERIAN EDUKASI DAMPAK PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA Gultom, Risatantry; Sinaga, Elvalini Warnelis; Novitasari, Dewi; Syahara, Mutya; Sitompul, Rodiah; Dinasih, Aini; Ritonga, Wahyuni; Sari, Kartika Eulan; Marisqa, Nazwa; Putri, Dita Nabila
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i1.3573

Abstract

Pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja biasanya bagian dari pelampiasan emosi atau rasa kecewa yang dialami kepada orang terdekat ataupun keluarga. Adapun beberapa macam pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja seperti penyalah gunaan narkoba, seks bebas, mabuk, dan kenakalan remaja lainnya. Pergaulan bebas juga mencakup berbagai aktivitas, yang berkaitan dengan hubungan seksual tanpa komitmen resmi atau ikatan pernikahan, penggunaan narkona dan alkohol. Kota Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia, dengan jumlah populasi anak muda pada tahun 2022 mencapai 598.366 jiwa. Dari jumlah tersebut, 9.050 kasus penyakit menular seksual tercatat pada tahun 2022, yang menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2017 yang tercatat 8.997 kasus. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pemahamanterhadap remaja mengenai penyakit menular seksual serta minimnya sosialisasi dari dinas kesehatan terkait topik pergaulan bebas pada remaja tersebut kepada kalangan muda di Kota Medan. Akibat rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit seksual, banyak remaja yang menunjukkan ketidak pedulian terhadap pergaulannya, yang berujung pada tingginya angka hubungan seks bebas dan pergaulan bebas, yang pada akhirnya menyebabkan meningkatnya kasus penyakit menular seksual di kalangan mereka (Rahma Aulia et al., n.d.).Metode penyuluhan menggunakan media leaflet, kuisioner pre-post, dan tanya jawab. Metode ini adalah dengan cara pengambilan sempel dengan pervosif sempel. Sedangkan pengambilan data dilakukan dengan metode tanya jawab antar penyaji dan siswa. Berdasarkan hasil evaluasi yang kami dapat, pemahaman siswa/siswi terkait dampak pergaulan bebas pada remaja mengalami peningkatan