Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Tropical Animal Science

Pengaruh Penambahan Ampas Bir Dalam Ransum Terhadap Pertumbuhan Dan Konsumsi Domba Jantan Lokal Joko Nugroho; Purwadi Purwadi; Suhardi Suhardi
Tropical Animal Science Vol 3 No 2 (2021): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v3i2.707

Abstract

Ternak domba adalah satu dari sejumlah ternak ruminansia yang menghasilkan daging selain sapi. Domba adalah satu dari sejumlah komoditi peternakan yang berkontribusi didalam pemasokan stok daging didalam negeri. Daging yang ada diharapkan tidak saja dalam proporsi yang memadai namun mutu yang lebih baik pula. Hal tersebut bisa dicapai satu diantaranya melalui manajemen pemberian pakan yang tepat. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui pengaruh penambahan apas bir pada domba ylocal jantan dalam pertumbuhan juga konsumsi ransum. Domba jantan local yang berusia rata-rata satu tahun merupakan domba yang dipakai, dimana domba ini sejumlah 18 ekor, dengan bobot badan awal 21±0.933 s.d 24±0.933 kg dialokasi secara random kedalam 3 perlakuan san 6 ulangan. 3 perlakuan tersebut terdiri dari T0 (Ampas bir 0 % dan konsentrat 40% + rumput 60%), T1 (Ampas bir 20% dan konsentrat 20% + rumput 60%), T2 (Ampas bir 40% dan konsentrat 0% + rumput 60%). Ransum diberi secara ad libitum. Parameter yang menjadi bahan pengamatan yakni konsumsi BK, SK, PK, TDN, PBBH juga konversi pakan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya penambahan ampas bir pada ransum tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) bagi konsumsi BK, PBBH, serta konversi pakan, namun memberi pengaruh nyata (P<0,05) pada konsumsi PK, SK serta TDN. Maka disimpulkan penambahan ampas bir dalam ransum sebanyak 0-40% memberi pengaruh nyata bagi konsumsi PK, Konsumsi TDN serta konsumsi SK. Akan tetapi tidak memberi pengaruh yang tidak nyata pada konsumsi BK, PBBH serta konversi pakan pada domba jantan lokal.
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN FERMENTASI DAUN DAN BATANG KELOR DALAM RANSUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KONSUMSI DOMBA LOKAL JANTAN Muhamad Amru Rachman; Purwadi Purwadi; Suhardi Suhardi
Tropical Animal Science Vol 3 No 1 (2021): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v3i1.718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi fermentasi daun kelor dalam ransum terhadap pertumbuhan dan konsumsi domba lokal jantan. Penelitian ini menggunakan 14 ekor domba lokal dengan umur rata-rata 1 tahun dengan berat rata-rata 18 ± 1,3 kg. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dengan 7 ulangan. Perlakuan terdiri dari T0 = Fermentasi daun kelor 0%, Konsentrat 4%, Rumput 60%., T1 = fermentasi daun kelor 25%, Konsentrat 25%, Rumput 50%. Data penelitian dianalisis menggunakan uji varians T-test dengan tingkat keyakinan 95%. Parameter yang diamati adalah Konsumsi Bahan Kering (BK), Konsumsi Protein Kasar (PK), Konsumsi total digestibel nutr ien (TDN), Konsumsi serat kasar (SK) dan Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH). Hasil penelitian ini adalah pemberian fementasi daun kelor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Konsumsi BK, Konsumsi PK dan konsumsi TDN, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) Terhadap konsumsi SK dan PBBH. Kata kunci: Fermentasi Daun dan Batang Kelor, Daun dan Batang Kelor, Domba Jantan
Pengaruh Pembedaan Kualitas Konsentrat pada Tampilan Ukuran-Ukuran Tubuh dan Kosumsi Pakan Pedet FH Betina Lepas Sapih purwadi purwadi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.495 KB) | DOI: 10.36596/tas.v1i1.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembedaan kualitas konsentrat terhadap pertumbuhan ukuran-ukuran tubuh, bobot badan dan konsumsi pakan pedet FH betina lepas sapih. Penelitian ini menggunakan 12 ekor pedet FH betina lepas sapih, bobot badan rata-rata 84,25 ± 15,16 kg (CV= 18,62%), rata-rata tinggi pundak awal 90,56 ± 4,86 cm (CV= 5,73%), rata-rata panjang badan awal 75,15 ± 5,43 cm (CV= 2,23%), rata-rata lingkar dada awal 104,98 ± 5,87 cm (CV= 5,59%), rata-rata panjang tulang carpus awal 3,30 ± 0,61 cm (CV= 18,48%), rata-rata tulang metacarpus awal 15,79 ± 1,91 cm (CV= 7,45%). Pakanpenelitian yang digunakan adalah rumput gajah dan formulasi konsentrat I dan formulasi konsentrat II dengan perbedaan protein kasar (PK) dan total digestibel nutrien (TDN). Parameter yang diukur antara lain pertambahan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh meliputi lingkar dada (LD), panjang badan (PB), tinggi pundak (TP), panjang tulang carpus dan metacarpus, serta konsumsi pakan. Penganbilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan umur pedet yaitu rata-rata 3,5 bulan. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan masing-masing diulang enam kali. Semua data dianalisa secara statistik menggunakan uji t dengan peluang kesalahan 5%. Simpulan penelitian ini adalah bahwa formulasi konsentrat I dan formulasi konsentrat II dapat menjadi pakan bagi pedet FH betina lepas sapih dan layak untuk dijadikan calon induk pengganti.
Pengaruh Suplementasi Monensin dalam Total Digestible Nutrient (TDN) Ransum yang Diturunkan pada Produksi dan Komposisi Susu Sapi FH Laktasi purwadi purwadi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.845 KB) | DOI: 10.36596/tas.v1i1.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi monensin dalam TDN ransum yang diturunkan terhadap produksi dan komposisi susu sapi Friesian Holstein (FH) laktasi. Penelitian ini dirancang dalam 4 perlakuan (T0: Ransum dengan total digestible nutrient (TDN) 73% + monensin 0 mg, T1: Ransum dengan TDN 73% + monensin 50 mg/ ekor/ hari, T2: Ransum dengan TDN 68% + monensin 200 mg/ ekor/ hari, T3: Ransum dengan TDN 68% + monensin 300 mg/ ekor/ hari), 4 kali ulangan dan dikelompokan berdasarkan bulan laktasi 3, 5, 7 dan 9 bulan. Variabel pengamatan meliputi a) konsumsi bahan kering, b) konsumsi protein kasar, c) konsumsi TDN, e) produksi susu, f) produksi protein susu, g) produksi lemak susu dan h) produksi laktosa susu. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh suplementasi monensin dalam TDN ransum yang diturunkan terhadap konsumsi ransum dan terhadap produksi dan komposisi susu (P<0,05). Pada T0, T1, T2 dan T3 menunjukkan jumlah konsumsi ransum adalah 11,37; 10,89; 10,94 dan 11,65 kg/hari konsumsi bahan kering (BK); 1,58; 1,51; 1,51 dan 1,59 kg/hari protein kasar (PK) ; dan 8,27; 7,9; 7,44 dan 7,94 kg/hari TDN. Jumlah produksi susu adalah 10,5950; 10,8675; 10,2734 dan 11,0601 kg/ ekor/ hari (4%FCM); produksi protein susu adalah 0,3134; 0,3108; 0,2900 dan 0,3170 kg/ ekor/ hari ; produksi lemak susu adalah 0,4113; 0,4191; 0,4040 dan 0,4521 kg/ ekor/hari; dan produksi laktosa susu adalah 0,4451; 0,4400; 0,4158 dan 0,4236 kg/ ekor/hari. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan suplementasi monensin dalam TDN ransum yang diturunkan terhadap produksi dan komposisi susu sapi Friesian Holstein (FH) laktasi, yang berarti monensin menunjukkan pengaruh pada pola fermentasi rumen menuju efisiensi penggunaan energi.Kata kunci : Konsumsi ransum, Komposisi susu, Monensin, Sapi FH laktasi
Pemanfaatan Nutrisi Ayam Petelur Fase II (55 Minggu) Dengan Pemberian Pakan Free Feeding Choice Moch Tirta Ageng Bambang Priomojo; Eudia Christina Wulandari; Purwadi Purwadi
Tropical Animal Science Vol 3 No 1 (2021): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.747 KB) | DOI: 10.36596/tas.v3i1.633

Abstract

The purpose of this study was to look at the utilization of phase II laying hens nutrition by giving Free Feeding Choice feed. The material used in the study was 30 Brown Leg Horn laying hens with the age of 55 weeks. In this study, the use of the free-choice technique of feed with corn, finished concentrate, rice bran, and premix as feed ingredients. The parameters of this study were ration consumption, Hen Day Production, egg weight, digesta rate, and crude fiber digestibility. The results showed that the treatment had a significant effect, the average feed consumption of laying hens was 114 grams/day. Average production reaches 95%. The average overall weight is 65.15 grams. The average digestibility value of crude fiber was highest in the T10 treatment, which was 42.26% and the lowest in the T19 treatment 4.37%. The highest crude fiber consumption was T10 18.08% and the lowest was T13 6.11%. From the results of the research that has been done, it can be concluded that layer II brown leg horn laying hens with Free Feeding Choice feeding provide an opportunity for chickens to choose the feed ingredients needed to produce eggs.
Co-Authors Adi Suhendra Aghnia Nur Fadilah Agnisella Kezia Sumbogo Agus Sriyatmoko Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih Alfan Muttaqin Alim Sri Mardiani Alya Azaki Amatullah Anis Safitri Anita Chandra D S Anita Chandra Dewi Sagala Arif Wahyu Nugroho Athalla Naufal R.S Aziza Zull Ramadhani Budi Waluyo Dendi Putra Prakoso Dewi Aprilia Sari Diana Widianti Djalal Rosyidi Dwi P.D.H. Dwi Prasetiyawati D.H. Dwi Prasetiyawati Diyah Hariyanti Edy Suryanto Eka Novian Gunawan Elfitriani Elfitriani Elysa Novitasari Endang Susilowati Ery Wahyuti Eudia Christina Wulandari Faisal Sunarto Gilang Jaka Sanjaya Hartono Hartono Herman Ya'aro Z Harefa Iman Kuntoro Intan Nova Pramaisela Istiti Purwandari JOKO NUGROHO Kadarusmanto Kadarusmanto Lia Mustabsyiah Lilik Eka Radiati Lily Suparlina Lily Suparlina Luh Putu Ratna Sundari M. Kristanto Mardiana Mardiana Melida Fitroturrohmah Mila Karmila Mira Azizah Moch Tirta Ageng Bambang Priomojo Muhamad Amru Rachman Muhammad Rohmadi Nila Kusumaningtyas Nugraheni Eko Wardani Nur Dwiana Muslimah Nurarif, Saiful Nurul Fatimah Pardi Pardi Puji Sari Ramadhan Purnomo Edi Sasangko Raheni Suhita Ratna Wahyu Pusari . . Ray Ferza Rekyan Ayu Nawang Wulan Rina Karmiyanti saniman saniman Siti Rochmiyati Suardi Yakub Suhardi Suhardi Sukisno Selamet Riadi Sukisno Selamet Riadi Sumarwati Surian Pinem Sutrisno Sutrisno Suwartiningsih Suwartiningsih Suyitno Suyitno Tania Agustis Syarah TEGAR HARBRIYANA PUTRA Tri Handoko Seto Tukiran Surbakti Tukiyat Tukiyat Vicky Agus Saputri Widiarti Rista Maya Yenni Marliani Yonathan Pongtuluran Zainal Ilmi