Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Decorative Motifs on the Woven Cloth: Local and Indonesian Fine Arts Education Study Jayadi, Jayadi; Ahmad, Abd. Aziz; Yunus, Pangeran Paita
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 4 No. 3 (2025): June
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v4i3.3123

Abstract

This study aims to analyze the meaning of motifs, functions of motifs, and functions of bebet woven fabrics in the Sasak Ende community in terms of education and economy. This study uses a qualitative approach with an ethnographic approach, in-depth interviews, and documentation. We conducted this study in the Sasak Ende Tourism Village, Central Lombok Regency. Data analysis was carried out in the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the kembang komak putiq woven cloth (white komak bean motif) is one of the oldest woven cloths with geometric patterns in the form of vertical lines and horizontal lines, forming a checkered motif that has been woven from generation to generation, Selentang (animal feet, Ragi bararti bumbu Bingkal means "animal feet" (buffalo) and Orong means "road." Maten kao (buffalo eyes) Biwih kaing (mouth of the cloth). The kembang komak putiq woven cloth (white komak flower) contains symbolic meaning and symbolic function in traditional events related to traditional rituals, traditions, and Sasak culture. The symbolic meaning of the motif includes religious values, aesthetic values, and education. This motif presents the identity of Sasak culture, spirituality, and the relationship between humans and the surrounding environment. Currently, the Sasak Ende community uses the kembang komak white woven cloth as an educational and economic value. The community faces challenges in sustainably inheriting weaving skills because of the rapid influence of technology, lifestyle changes, education, and contemporary demands on the current generation.
Spin Art Painting as Therapeutic Intervention for Improving Learning Expression Participation Behavior in Children with Special Needs Ramadhan, Fachri; Yunus, Pangeran Paita; Sukarman B, S B
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2530

Abstract

Children with special needs often experience challenges in learning expression participation behavior due to monotonous conventional art instruction that fails to accommodate their psychological and sensory needs. This study examined the implementation of spin art painting technique as therapeutic intervention to improve learning expression participation behavior among students with special needs. This classroom action research employed qualitative descriptive approach following Kemmis and McTaggart's model across three stages: pre-cycle, cycle I, and cycle II. Conducted at UPT SLB Negeri 1 Makassar, the study involved twelve purposively selected students with diverse special needs (deaf, intellectual disabilities, autism spectrum disorder, and multiple disabilities). Data were collected through systematic observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using qualitative descriptive procedures involving data reduction, display, and conclusion drawing. Progressive behavioral improvements were documented across intervention phases, with quantitative behavioral scores advancing from 46.95 (pre-cycle) to 65.68 (cycle I) and 77.54 (cycle II), representing 65.2% overall improvement and surpassing established minimum competency criteria. Students demonstrated enhanced attention, self-control, discipline, focus, active involvement, social interaction, and emotional expression. The technique's process-oriented, multi-sensory nature successfully engaged students across all disability categories, transforming previously passive or disruptive behaviors into focused, emotionally expressive engagement. Spin art painting effectively functions as therapeutic medium for improving learning expression participation behavior in special education contexts. The technique's experimental nature, unpredictable outcomes, and elimination of performance pressure create psychologically safe environments promoting exploration and emotional expression. Findings validate child-centered art education philosophy while offering accessible, replicable intervention applicable across resource-constrained educational settings.
Simbolis Bentuk Dan Seni Hias Pada Istana-Istana Raja Bugis Sulawesi Selatan Yunus, Pangeran Paita; Soedarsono, R.M.; -, Sp. Gustami
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/bri.v3i2.313

Abstract

The cosmologic view of the Buginese tribe assumes that this macrocosmos (the universe) is arranged into three levels: Boting langi (the upper world), Ale kawa (the middle world), Uri’ Li’yu’ (the Under world). As the centre from the three parts of this universe is Boting Langi (the highes sjy), the place of Dewata SeumaE (God) to lie down. This view is represented in the traditional house building seen as the microcosmos. So, the traditional house of the Buginese is devided also into three levels (stacks), those are: Rekkeang (top floor) viewed as the head of the human being, Alle bola (the body of the house) viewed as the body, and Awabola (space underneath of the house) viewed as the leg of the human being. The three parts are centered at Posi bola or the house navel. The result of this research is hoped to enrich the knowledge treasury in the art sector, mainly the plastic arts related to the decorated arts obtained in the Buginese kings’ palace. Keyword: decorated art, Buginese tribe.
PKM Pelatihan Penggunaan Aplikasi Canva sebagai Media Pembelajaran bagi Guru dan Siswa di SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa Yunus, Pangeran Paita; Lugis, M. Muhlis; Jamilah, Jamilah; Samsuddin, Yati Bt.
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sistem pembelajaran sudah luring, dimana pembelajaran dilaksanakan tatap muka secara langsung antara guru dan siswa. Guru harus memastikan pembelajaran tetap terlaksana sebagaimana mestinya dan guru harus bisa mendesain media pembelajaran sehingga materi yang disampaikan guru bisa dimengerti dengan baik oleh siswa. Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring maupun luring pasca Pandemi covid 19 merupakan kemampuan guru dalam berinovasi merancang penyajian materi dan guru dan siswa harus bisa memanfaatkan aplikasi – aplikasi yang sesuai dengan metode pembelajaran yang digunakan. Solusi dari permasalahan yang dihadapi guru adalah penggunaan media yang tepat untuk pembelajaran daring maupun luring. Salah satu dari banyaknya aplikasi yang telah hadir dalam dunia teknologi adalah Aplikasi Canva. Canva adalah program desain online yang menyediakan bermacam peralatan seperti presentasi, resume, poster, pamflet, brosur, grafik, infografis, spanduk, penanda buku, bulletin, dan lain sebagainya yang disediakan dalam aplikasi canva. Adapun jenis–jenis presentasi yang ada pada aplikasi canva seperti presentasi kreatif, pendidikan, bisnis, periklanan, teknologi, dan lain sebagainya. Berdasarkan hal tersebut, telah dilaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat berupa Pelatihan Penggunaan Aplikasi Canva sebagai Media Pembelajaran Bagi Guru dan Siswa Di SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa.
ANALISIS VISUAL KARYA KALIGRAFI LONTARA ABDUL AZIZ AHMAD Bahar, Jubaedah Bin; Yunus, Pangeran Paita; Mukadas, Andi Baetal
Journal of Arts Education and Design Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 01 Nomor 01 (Juni 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v1i1.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk khat Kaligrafi Lontara dan unsur-unsur visual pada karya Kaligrafi Lontara Abdul Aziz Ahmad. Jenis penelitian analisis konten dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian adalah 10 karya Kaligrafi Lontara Abdul Aziz Ahmad yang dibuat pada tahun 2023. Adapun teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan tahap-tahapnya yaitu reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian terhadap analisis bentuk khat Kaligrafi Lontara Abdul Aziz Ahmad yang dibuat pada tahun 2023, dari 10 karya yang diciptakan terdapat 7 karya Kaligrafi Lontara yang menggunakan bentuk khat elips, 2 karya yang menggunakan bentuk khat kaligrafi zigzag dan 1 karya menggunakan penggabungan antara bentuk khat elips dan zigzag dan analisis unsur-unsur visual dalam karya Kaligrafi Lontara Abdul Aziz Ahmad dengan penggunaan unsur visual titik, garis, bidang, tekstur dan gelap terang yaitu terdapat 10 karya Kaligrafi Lontara.
INTERPRETASI KARYA DJOKO PEKIK “BERBURU CELENG” Maulana, Fadhil; Makawi, Faizal Erlangga; Yunus, Pangeran Paita
Journal of Arts Education and Design Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 01 Nomor 01 (Juni 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v1i1.47

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk Untuk menambah wawasan di bidang seni dengan memaparkan lebih lanjut tentang penulisan interpretasi atau kritik seni dengan pendekatan teori Feldman yeng menggunakan tahapan deskripsi, analisis formal, interpretasi dan evaluasi pada karya Djoko Pekik. Metode dalam interpretasi karya Djoko Pekik ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan teori Feldman. Kualitatif ini merupakan jenis penelitian yang cenderung memakai analisis biasanya bersifat deskriptif, berguna dalam mengetahui, memaparkan, menyelidiki, menjelaskan kualitas keunggulan maupun pandangan individu atau kelompok terhadap sesuatu semisal pengaruh sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Interpretasi karya seni adalah proses menafsirkan nilai-nilai yang terikat dalam karya tersebut, karena dibalik sebuah karya pasti ada maksud atau hal yang melatarbelakanginya. Kita dapat melihat dalam tulisan ini contoh interpretasi terhadap karya lukis “Berburu Celeng” yang dibuat oleh Djoko Pekik, dimana ia memaparkan bagaimana karyanya itu mampu mewakili pikiran dan hatinya, sehingga dia mengangkat realitas sosial dalam karyanya untuk mengekspresikan diri juga menyuarakan apa yang selama ini dia dan masyarakat rasakan. Karena pengalaman pribadinya itulah yang membentuk karakter atau gaya lukisnya, hal itu pula yang membuat lukisannya mahal karena mampu memunculkan tampilan visual yang unik dan khas serta pemaknaan atas pengalaman hidup yang begitu dalam dan berarti. Tentu hal-hal seperti itu dapat kita pelajari guna meningkatkan kepekaan kita dalam berkarya dan memahami karya.
KRITIK SENI KARYA AFFANDI KOESOEMA BERJUDUL THREE EXPRESSIONS Maulana, Fadhil; Yunus, Pangeran Paita; Makawi, Faizal Erlangga; Padillah, Rezki; Febrian, Muh Farrel
Journal of Arts Education and Design Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 01 Nomor 01 (Juni 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v1i1.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan karya seni lukis maestro Indonesia, Affandi Koesoemo dalam lukisan berjudul Three Expressions. Penelitian ini menggunakan metode kritik seni Feldman untuk menganalisis nilai-nilai dalam karya seni, khususnya karya Affandi. Penelitian mengenai karya Affandi mengungkap tiga faktor utama yang menyumbang pada nilai dan kepopuleran karyanya. Pertama, latar belakang dan pengalaman pribadi Affandi, termasuk karakter, pendidikan, dan kontribusinya dalam dunia seni, membentuk dasar nilai-nilai karyanya. Kedua, ekspresi emosional dalam pembuatan lukisan dianggap sebagai jiwa karya seni, menarik perhatian para pengamat. Ketiga, goresan unik dan berkarakter dalam lukisan mencerminkan ekspresi mendalam Affandi, dengan guratan kuat dan penggunaan cat langsung dari tube cat. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor kunci yang mengartikan nilai seni dalam karya Affandi.
Analisis Unsur Visual Karya Seni Lukis Realis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Angkatan 2023 di Universitas Negeri Makassar Fadhil Maulana; Hasnawati; Pangeran Paita Yunus
Journal of Arts Education and Design Vol. 1 No. 02 (2024): Volume 01 Nomor 02 (Desember 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v1i02.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan unsur visual pada karya seni lukis realis yang dihasilkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa angkatan 2023 di Universitas Negeri Makassar. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan pendekatan kritik seni Edmund Burke Feldman yang meliputi deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan unsur visual, seperti titik, garis, bentuk, bidang, volume, gelap-terang, warna, tekstur, ruang, struktur, telah diterapkan dengan variasi yang menarik. Kekuatan utama dari karya-karya tersebut terletak pada penguasaan teknik dan kepekaan terhadap detail visual, yang mencerminkan pemahaman yang baik terhadap prinsip seni realis. Namun, terdapat kelemahan seperti kurangnya eksplorasi kreativitas dan konsistensi dalam menyampaikan pesan visual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih mendalam tentang keunggulan dan kekurangan mahasiswa dalam mengaplikasikan unsur visual pada seni lukis realis. Selain itu, penelitian ini juga menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, dan institusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran seni lukis. Dengan hasil ini, diharapkan karya seni mahasiswa dapat semakin berkembang baik dari segi teknis maupun konseptual.
Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Pameran Pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Yunus, Pangeran Paita; Samsuddin, Yati Bt.; Rasul, Rasul
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The Entrepreneurship course is one of the compulsory subjects taught in the Fine Arts Education study program, Faculty of Art and Design, Makassar State University. After taking this course students are expected to be able to recognize their own potential, seek and create business opportunities, and have the courage to try entrepreneurship according to their abilities and the field they are in. In creating an entrepreneur, it can be started through entrepreneurship education taught in universities, but it will be faster if entrepreneurship education also begins to be applied from families, communities and educational institutions. This research will develop teaching materials for entrepreneurship courses and then measure the feasibility of teaching materials in terms of validity. This research refers to the development procedure developed by Borg & Gall which consists of ten steps that are systematically arranged, with easy-to-understand explanations, and can direct the developer from the beginning to the end of the research. In practice, it was only carried out up to the third step, namely from 1) preliminary study and data/information collection, 2) making plans, 3) developing initial drafts and validation tests or reviews by validators. The learning package components developed in this study are textbooks and media presentations. Entrepreneurship learning packages in the form of teaching materials and media presentations produced in this study are teaching materials that are appropriate for use in the learning process in Entrepreneurship courses in the Fine Arts Education Study Program, Department of Fine Arts and Crafts Education, Faculty of Art and Design, Makassar State University. This is because the teaching materials developed have met the validity criteriaKeywords: Development, Teaching Materials, Entrepreneurship