Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU KAMBING PE RAS KALIGESING DI KABUPATEN PURWOREJO (STUDI KASUS DI SARI ETAWA DESA TLOGOGUWO, KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO) Adi Muhtashor; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.429 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo; (2) faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman bagi pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo; dan (3) prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai. Metode analisis data mengunakan deskriptif analitis. Pengambilan daerah penelitian serta penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan 5 infoman kunci.dan 11 infoman biasa. Lokasi yang dipilih yaitu desa Tlogoguwo Kecamtan Kaligesing. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu agket atau kuisioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan acaman. Kekuatan: (1) SDM yang terampil; (2) tingkat upah yang rendah; (3) keberadaan P4S; (4) kambing peranakan etawa mudah dibudidayakan; (5) pengalaman beternak; (6) produk berbahan alami; (7) dan kondisi lingkungan yang subur. Kelemahan berupa (1) pengetahuan SDM rendah; (2) harga produk yang mahal; (3) atribut produk belum lengkap; (4) promosi kurang; (5) permodalan terbatas; (6) proses produksi yang sulit; (7) dan manajemen kurang rapi. Peluang berupa: (1) banyak bahan baku yang belum tergali; (2) berpotensi untuk kesehatan; (3) berpotensi untuk tempat wisata edukasi; (4) perkembangan teknologi informasi; (5) pangsa pasar luas; (6) diversifikasi produk; dan (7) memiliki hubungan baik dengan stakeholders. Ancaman berupa: (1) keberadaan musim ekstrim; (2) penyakit pada kambing; (3) banyak pemerah beralih ke budidaya; (4) penyuplai bahan baku yang tidak kontiyu; (5) kerusakan sarana produksi; (6) banyak anak kambing betina yang diperdagangkan, dan (7) keberadaan pesaing. Prioritas strategi yang tepat diterapkan dalam pengembangan industri pengolahan susu kambing peranakan etawa (PE) ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo, yaitu: Strategi mempertahankan dengan skor sebesar 6,451.
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI GULA KELAPA DI DESA KUNIREJO WETAN KECAMATAN BUTUH KABUPATEN PURWOREJO Gunawan - Wibisono; Eni - Istiyanti; Uswatun - Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 1, No 2 (2012): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.574 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) faktor-faktor yangberpengaruh pada produksi gula kelapa dan besar pengaruhnya di Desa Kunirejo Wetan Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo; (2) keuntungan produksi gula kelapa dan efisiensi penggunaan faktor produksi gula kelapa di Desa Kunirejo Wetan Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo.Metode penelitian adalah metode deskriptif sedang metode pengambilansampel menggunakan sensus. Sampel penelitian diambil 26 pengrajin.Berdasarkan hasil penelitian variabel-variabel yang berpengaruh pada produksi gula kelapa adalah jumlah nira (liter), jumlah sodium metabisulpithite (gram), banyaknya tenaga kerja (JKO), banyaknya bahan bakar sekam (karung), jumlah pohon (batang), jumlah modal (Rp) dan jumlah pengalaman berusaha (tahun). Variabel yang mampu dijelaskan dari ke delapan variabel terhadap jumlah produksi gula kelapa adalah sebesar 97,7 % sedangkan sisanya 2,3 % dijelaskan oleh variabel lain.Berdasarkan perhitungan hasil analisis regresi diperoleh t hitung untukjumlah nira 14,486, untuk jumlah sodium metabisulphite 0,234, untuk jumlah tenaga kerja -0,923, untuk jumlah pohon 0,882, untuk jumlah modal 0,000, dan untuk jumlah pengalaman berusaha 2,189. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi gula kelapa adalah jumlah nira dan jumlah pengalaman berusaha. Penggunaan nira pada produksi gula kelapa selama satu bulan belum efisien karena nilai efisiensi harga (k) ≠ 1.Kata Kunci : Penerimaan, Keuntungan, Faktor-faktor Produksi, EfisiensiHarga
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum spp.) DI LAHAN PASIR PANTAI KECAMATAN TEMON KABUPATEN KULON PROGO Arifah Anjarwati; Eni Estiyanti; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 1 (2013): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.986 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) keuntungan usahatani cabai merah di lahan pasir pantai; (2) faktor-faktor yang berpengaruh pada produksi usahatani cabai merah di lahan pasir pantai; (3) efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani cabai merah di lahan pasir pantai. Metode penelitian adalah metode deskriptif sedang metode pengambilan sampel dengan proportional sampling. Jumlah sampel penelitian 40 petani. Variabel-variabel yang diteliti adalah luas lahan (Ha), jumlah benih (bungkus), banyaknya tenaga kerja (hko), banyaknya pupuk kotoran sapi (rit), banyaknya pupuk kotoran ayam (rit), banyaknya pupuk ZA (kg), banyaknya pupuk Phonska (kg), banyaknya pupuk SP36 (kg), banyaknya pupuk  NPK Mutiara (kg), banyaknya insekitsida Furadan (liter), banyaknya fungisida Antracol (liter), banyaknya insektisida Abamectin (liter), banyaknya fungisida Ampligo (liter), banyaknya insektisida Confidor (liter), jenis benih dan penggunaan mulsa. Jumlah produksi cabai merah mampu dijelaskan oleh keenambelas variabel sebesar 96,1 % sedangkan sisanya 3,9 % dijelaskan oleh variabel lain. Berdasarkan hasil analisis regresi diketahui terdapat tujuh variabel yang signifikan terhadap produksi cabai merah di lahan pasir pantai, yakni jumlah benih, tenaga kerja, penggunaan pupuk kotoran ayam, penggunaan pupuk NPK Mutiara, penggunaan fungisida Ampligo, jenis benih dan penggunaan mulsa. Benih, pupuk NPK Mutiara dan fungisida Ampligo merupakan variabel yang signifikan pada α 0,1. Mulsa signifikan pada α 0,05. Jumlah benih dan tenaga kerja signifikan pada α 0,01. Penggunaan benih pada produksi cabai merah di lahan pasir pantai selama satu musim sudah efisien karena diperoleh t hitung sebesar 0,84.   Kata Kunci : Usahatani, Cabai Merah, Efisiensi Harga
ANALISIS USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA GULA SEMUT ORGANIK DI DESA HARGOROJO KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO Tri Subekti; Uswatun Hasanah; Isna Windani
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.174 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dari industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen kabupaten Purworejo. (2) Mengetahui tingkat kelayakan dari industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen kabupaten Purworejo. (3) Mengetahui peranan koperasi KARMATERA pada industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelenkabupaten Purworejo.Populasi penelitian semua pengrajin gula semut organik di Desa Hargorojo kecamatan Bagelen berjumlah 249 pengrajin. Sampel responden yang diteliti berjumlah 72 pengrajin yang ditentukan menggunakan tingkat kesalahan 10%. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportionale sampling kemudian untuk menentukan responden digunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis menggunakan analisis usaha dan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan besarnya rata-rata total biaya yang digunakan oleh 72 responden pemilik industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen, untuk memproduksi gula semut organik dalam satu minggu sebesar Rp 313.328,13 dan penerimaan yang diperoleh rata-ratanya sebesar Rp 374.177,08, serta rata-rata keuntungan yang diterima sebesar Rp 60.848,96. Industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen kabupaten Purworejo menguntungkan dan layak untuk di usahakan dengan nilai π/C ratio sebesar 18,53%. Peran koperasi KARMATERA pada industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo dikatakan tinggi seluruh kegiatan koperasi KARMATERA memberdayakan masyarakat. Kata Kunci: Analisis Usaha, Gula Semut Organik, Peran Koperasi
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA KERAJINAN KESET SABUT KELAPA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI DI KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN Slamet Saeful; Istiko Agus Wicaksono; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 1 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.385 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:, 1) faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usaha kerajinan keset, 2) besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha kerajinan keset, 3) kontribusi pendapatan usaha kerajinan keset terhadap pendapatan keluarga petani. Penelitian ini dilakukan di Desa Pandan Lor dan Desa Jeruk Agung Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 26 orang yang didapat dengan menggunakan rumus Yamane dan metode proposional sampling, pengambilan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling.  Hasil analisis diketahui bahwa faktor produksi yang terdiri dari sabut panjang, sabut pendek, tambang, ijuk, jam kerja orang, usia dan pengalaman berproduksi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi usaha kerajinan keset. Faktor produksi yang secara individu berpengaruh signifikan terhadap produksi usaha kerajinan keset adalah sabut panjang, sabut pendek, tambang, jam kerja orang, dan pengalaman sedangkan faktor produksi yang tidak signifikan secara individu adalah usia. Hasil analisis kontribusi rata-rata pendapatan usaha kerajinan keset terhadap pendapatan petani di Desa Pandan Lor dan Desa Jeruk Agung Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen terhadapa total pendapatan petani dikategorikan rendah dengan persentase (28,01%).
ANALISIS USAHATANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI LAHAN TEGALAN DESA KETAWANGREJO KECAMATAN GRABAG KABUPATEN PURWOREJO Ragil Prasetyo Kurniawan; Eni Istiyanti; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 1 (2013): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.688 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan usahatani cabai rawit di desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo; (2) keuntungan usahatani cabai rawit di desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo; (3) kelayakan usahatani cabai rawit di desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo. Populasi penelitian semua petani cabai rawit di desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo berjumlah 56 orang. Pengambilan petani sampel menggunakan metode random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan pencatatan. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis usahatani cabai rawit menunjukkan rata-rata penerimaan sebesar Rp 5.410.912, pendapatan sebesar Rp 3.126.832, dan keuntungan sebesar Rp 2.226.391 per periode produksi. Hasil analisis menunjukkan R/C rasio 1,69; produtivitas modal > bunga bank (69,9% > 6 %); produktifitas tenaga kerja > tingkat upah (Rp.50.352 < Rp.20.000); penerimaan > BEP penerimaan (Rp.5.410.912 > Rp.430.725,90); produksi > BEP produksi (412,72 kg > 32,85 kg); harga jual > BEP harga (Rp 13.110,37 >  Rp 7.715,93). Berdasarkan analisis deskriptif tersebut dapat disimpulkan bahwa usahatani cabai rawit layak diusahakan.     Kata Kunci : Cabai Rawit, Analisis Usahatani, Kelayakan.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU KAMBING PE RAS KALIGESING DI KABUPATEN PURWOREJO (STUDI KASUS DI SARI ETAWA DESA TLOGOGUWO, KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO) Adi Muhtashor; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.429 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo; (2) faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman bagi pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo; dan (3) prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai. Metode analisis data mengunakan deskriptif analitis. Pengambilan daerah penelitian serta penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan 5 infoman kunci.dan 11 infoman biasa. Lokasi yang dipilih yaitu desa Tlogoguwo Kecamtan Kaligesing. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu agket atau kuisioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan acaman. Kekuatan: (1) SDM yang terampil; (2) tingkat upah yang rendah; (3) keberadaan P4S; (4) kambing peranakan etawa mudah dibudidayakan; (5) pengalaman beternak; (6) produk berbahan alami; (7) dan kondisi lingkungan yang subur. Kelemahan berupa (1) pengetahuan SDM rendah; (2) harga produk yang mahal; (3) atribut produk belum lengkap; (4) promosi kurang; (5) permodalan terbatas; (6) proses produksi yang sulit; (7) dan manajemen kurang rapi. Peluang berupa: (1) banyak bahan baku yang belum tergali; (2) berpotensi untuk kesehatan; (3) berpotensi untuk tempat wisata edukasi; (4) perkembangan teknologi informasi; (5) pangsa pasar luas; (6) diversifikasi produk; dan (7) memiliki hubungan baik dengan stakeholders. Ancaman berupa: (1) keberadaan musim ekstrim; (2) penyakit pada kambing; (3) banyak pemerah beralih ke budidaya; (4) penyuplai bahan baku yang tidak kontiyu; (5) kerusakan sarana produksi; (6) banyak anak kambing betina yang diperdagangkan, dan (7) keberadaan pesaing. Prioritas strategi yang tepat diterapkan dalam pengembangan industri pengolahan susu kambing peranakan etawa (PE) ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo, yaitu: Strategi mempertahankan dengan skor sebesar 6,451.
KONTRIBUSI PENDAPATAN AGROINDUSTRI DAWET IRENG TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PENGRAJIN DI KECAMATAN BUTUH KABUPATEN PURWOREJO Dian - Setiawati; Eni Istiyanti; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 2 (2013): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.139 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Biaya, pendapatan, dan keuntungan usaha pembuatan dawet ireng; (2) Sumber – sumber pendapatan lain keluarga pengrajin dawet ireng; (3) Kontribusi pendapatan agroindustri dawet ireng terhadap pendapatan keluarga pengrajin. Metode penelitian adalah deskriptif sedang metode pengambilan sampel daerah penelitian dengan purposive sampling. Pengambilan sampel pengrajin dengan cara snow ball sampling. Sampel penelitian sebanyak 21 sampel. Sumber – sumber pendapatan lain yang diperoleh oleh pengrajin dawet yaitu sumber pendapatan On Farm (usaha tani padi, kelapa dan ternak Ayam), sumber pendapatan Off Farm ( pendapatan yang diperoleh dari penjualan tape ketan), dan sumber pendapatan Non Farm ( karyawan dan tukang bangunan ). Berdasarkan hasil analisis diketahui rata-rata pendapatan pengrajin dari agroindustri dawet ireng yaitu sebesar Rp 15.071.197. Rata – rata sumber pendapatan lain yang diperoleh oleh pengrajin dawet ireng sebesar Rp 6.251.105. Pendapatan dari kegiatan On Farm yaitu usaha tani padi sebesar Rp 2.792.302, pendapatan dari kelapa sebesar Rp 151.010 dan pendapatan yang diperoleh dari ternak ayam sebesar Rp 212.857. Pendapatan dari kegiatan Off Farm yaitu tape ketan sebesar Rp 328.269 dan kegiatan Non Farm meliputi karyawan swasta sebesar Rp 2.342.857 dan tukang bangunan sebesar Rp 423.810. Kontribusi pendapatan agroindustri dawet ireng terhadap pendapatan keluarga pengrajin sebesar 70,68%. Kontribusi pendapatan dawet ireng antara 50% - 75% dari total pendapatan pengrajin, dan termasuk dalam kategori tinggi Kata Kunci : Kontribusi Pendapatan, Agroindustri Dawet Ireng.
STUDI KOMPARATIF USAHATANI KEDELAI KUNING DAN KEDELAI HITAM DI KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO Isnaeni Noviana Dewi; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.165 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika, (2) biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika (3) perbedaan biaya, produksi, pendapatan, dan keuntungan usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Penelitian menggunakan metode desktiptif. Pengumpulan data menggunakan teknik survei dengan mewawancarai 41 petani kedelai kuning dan 30 petani kedelai hitam.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kedelai kuning adalah pupuk organik dan luas lahan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kedelai hitam adalah luas lahan, (2) Rata-rata biaya usahatani kedelai kuning Rp 2.037.108,00; penerimaan usahatani kedelai kuning Rp 3.861.922,00; pendapatan usahatani kedelai kuning Rp 2.878.215,91; dan keuntungan usahatani kedelai kuning Rp 1.781.258,00. Rata-rata biaya usahatani kedelai hitam Rp 576.932,30; penerimaan usahatani kedelai hitam Rp 1.970.266,67; pendapatan usahatani kedelai hitam Rp1.566.062,26; dan keuntungan usahatani kedelai hitam Rp 1.393.334,00, dan (3) Terdapat perbedaan signifikan biaya usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=6,279; terdapat perbedaan signifikan tingkat produksi usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=3,184; terdapat perbedaan yang signifikan pendapatan usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=2,158 pada taraf signifikansi 1,994 (P<0,05); dan tidak terdapat perbedaan signifikansi keuntungan usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam thitung=0,735 pada taraf signifikansi 0,465 (P>0,05).
STUDI KOMPARATIF USAHATANI PADI SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DAN KONVENSIONAL DI KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO Ricky - Bisri; Dyah Panuntun Utami; Uswatun - Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 3, No 2 (2014): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Membandingkan jumlah produksi dan pendapatan usahatani padi metode SRI dan konvensional, 2) Mengetahui pendapatan, penerimaan, dan keuntungan  yang diterima petani padi SRI dan konvensional, 3) Mengetahui faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi metode SRI dan konvensional, Mengetahui faktor yang berpengaruh pada pendapatan usahatani padi metode SRI dan konvensional, 4) Mengetahui faktor yang berpengaruh pada pendapatan usahatani padi metode SRI dan konvensional, 5) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi SRI dan konvensional. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan lokasi penelitian di Desa Ringgit dan Desa Tunjungan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo karena Kecamatan Ngombol merupakan salah satu Kecamatan dengan jumlah produksi padi yang cukup tinggi di Kabupaten Purworejo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Proportional Random sampling sehingga diperoleh 62 petani padi SRI dan konvensional. Usahatani padi SRI di Desa Ringgit dengan total  biaya sebesar Rp 1.649.840, penerimaan sebesar Rp 42.680.000, pendapatan sebesar Rp 41.030.160 dan keuntungan sebesar Rp 39.026.143 per musim tanam. Usahatani padi konvensional di Desa Tunjungan dengan total  biaya sebesar Rp 3.680.240,67, penerimaan sebesar Rp 11.327.155, pendapatan sebesar Rp 7.646.926 dan keuntungan sebesar Rp 5.373.033 per musim tanam. Hasil uji beda tingkat produksi usahatani padi SRI dan Konvensional df = 58 dan taraf signifikansi 5% nilai ttabel adalah 2,02. Karena nilai thitung < t tabel (1,250<2,021) atau p>0,05 menunjukkan Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan signifikan tingkat produksi. Faktor produksi yang berpengaruh nyata secara individual terhadap produksi padi SRI adalah mol. Faktor  produksi yang berpengaruh nyata secara individual terhadap produksi padi konvensional adalah luas lahan dan benih. Hasil penelitian bahwa faktor  pendapatan yang berpengaruh nyata secara individual terhadap pendapatan petani padi SRI adalah biaya pajak lahan dan biaya pupuk kotoran sapi. Hasil penelitian bahwa faktor-faktor pendapatan yang berpengaruh nyata secara individual terhadap pendapatan petani padi konvensional adalah biaya benih, biaya pupuk SP 36 dan biaya pajak lahan. Kata Kunci : Faktor Produksi, Padi SRI, Konvensional, Faktor Pendapatan
Co-Authors - - Mamad - - Meiliandani - - Mukhsin - - Muthoharoh - - Turyono - - Zulfanita Aan Purwadi Abiyanto Prabowo Adi - Setiyono Adi Muhtashor Agil Wahyu Gestian Agus Budi Santoso Ainur Rizki Kurniawati Aji Akbar Setiawan Amanah Fitriyah Andri Danix Setiyadi Anggi Prasetyo Anggita - Yunatie Anisa Dewi Safitri Anita Sari Anna Prasasti Annisa Nur Septiani Arifah Anjarwati Arifah Anjarwati Arta Kusumaningrum Arta Kusumaningrum Arta Kusumaningrum Ayu Rachmawati Ridwan Azis Tri Haryanto Aziz Firmansah Budi Setiawan Desi Damayanti Dian - Setiawati Diana Leni Lia W Didik Widiyantono Dipo Supatmo Dwi Nurdianawati Dyah Panuntun Utami Dyah Panuntun Utami Dyah Panuntun Utami Dyah Setyorini Edi Purwanto Eko Prasetyo Ela Rosita Ariana Elinaningsih Elinaningsih Elly Eka Wijayanti Eni Estiyanti Eni Istiyanti Eni Istiyanti Esti Rahmaningsih Eva Noviani Fajar Rulianto Fajar Tri Lestari Fiatnasari Fiatnasari Friska - Widiasti friska widiasti Gunawan - Wibisono Imam - Muklis Imas Patimah Imron Aziz Irin Rahmadi Isna Windani Isna Windani Isna Windani Isna Windani Isnaeni Noviana Dewi Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Kikik Siti Awaliyah Lyla Shafiya Anindita Meilania Wisma Puspita Melanisa Udarani Pratiwi Miftahul - Farid Muhamad Fiqih Irfanto Muhammad Soleh Mukhamad Johan Aris Murni Setiya Utami Nenden Setia Astri Dewanti Nur Fajriyah Nur Hidayah Prada Ratno Putro Purwahyudi Purwahyudi Putri Kartika Widiyaningsih Ragil Prasetyo Kurniawan Ratna Vitasari Reki Aris Nurahman Ricky - Bisri Ridha Wulan Lestari Roisu Eny Mudawaroch Sigit - Irawan Siti Muslimatun Siti Rochimah Siti Rochimah Slamet Saeful Solikun Solikun Surya Aji Wibowo Susi Ernawati Syaiful Anam Tri Santoso Tri Subekti Tri Warni Triyana Purnayudha Ulfah Adiningsih Umi Nur Kholifah Vica Tri Ariyani Wahyu Setiarini Whida Silvi Liana Wibawanti, Jeki Mediantari Wahyu Witono Witono Wiwit Riyantina Yulinda Yulinda Zulfanita Zulfanita