Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KOMPARATIF SISTEM PENJUALAN BUAH DURIAN (Durio zibethinus murr) SECARA TEBASAN DAN NON TEBASAN DI DESA SOMONGARI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Anggi Prasetyo; Istiko Agus Wicaksono; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 2 (2013): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.127 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui :1) gambaran pendapatan yang diterima petani durian dengan sistem penjualan tebasan dan non tebasan, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih sistem penjualan tebasan dan non tebasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan sampel sebanyak 37 orang, Metode pengambilan sampel menggunakan two stage cluster sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear. Hasil analisis menunjukan pendapatan rata-rata petani durian dengan sistem penjualan secara tebasan adalah Rp 9.638.200,00 sedangkan pendapatan rata-rata dengan sistem non tebasan adalah Rp 16.501.039,18. Analisis regresi berganda keputusan petani menjual durian sistem tebasan menunjukkan 64,3% keputusan petani dipengaruhi oleh pengalaman bertani, tenaga kerja dalam keluarga, kebutuhan mendesak, jumlah pohon durian, dan jumlah anggota keluarga. Sisanya 35,7% dipengaruhi variabel yang tidak diteliti. Uji F menunjukkan bahwa variabel pengalaman, tenaga kerja dalam keluarga, kebutuhan mendesak, jumlah pohon dan jumlah anggota keluarga secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan petani durian melakukan penjualan dengan sistem tebasan. Hasil uji t diketahui bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani melakukan penjualan dengan sistem tebasan adalah kebutuhan mendesak, jumlah pohon dan jumlah anggota keluarga Analisis regresi berganda keputusan petani menjual durian sistem non tebasan menunjukkan 94,8% keputusan petani dipengaruhi oleh pengalaman bertani, tenaga kerja dalam keluarga, kebutuhan mendesak, jumlah pohon durian, dan jumlah anggota keluarga. Sisanya 5,2% dipengaruhi variabel yang tidak diteliti. Uji F menunjukkan bahwa pengalaman, tenaga kerja dalam keluarga, kebutuhan mendesak, jumlah pohon dan jumlah keluarga secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan petani durian melakukan penjualan dengan sistem tebasan. Hasil uji t diketahui bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani melakukan penjualan dengan sistem non tebasan adalah pengalaman dan jumlah anggota keluarga. Kata Kunci : Durian, Sistem Penjualan, Tebasan, Non Tebasan
EFISIENSI ALOKATIF PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI SEMANGKA (Citrullus vulgaris) DI LAHAN PASIR DESA LEMBUPURWO KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN friska widiasti; uswatun hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 3, No 2 (2014): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usahatani semangka di lahan pasir, 2) biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan petani dari usahatani semangka di lahan pasir, 3) kelayakan usahatani semangka di lahan pasir, dan 4) efisiensi alokatif usahatani semangka di lahan pasir. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Lembupurwo Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen karena desa tersebut merupakan desa yang memproduksi semangka terbesar di Kecamatan Mirit. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode propotional stratified random sampling sehingga diperoleh 35 petani sampel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi semangka adalah benih dan pestisida confidor. Sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi semangka adalah luas lahan, tenaga kerja pria, tenaga kerja wanita, pupuk kandang, pupuk phonska, pupuk ZA, pupuk SP36 dan pupuk urea. Usahatani semangka di Desa Lembupurwo dengan luas lahan 1,17 ha, total  biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 17.876.190,76, penerimaan total sebesar                                  Rp. 41.423.002,86, pendapatan sebesar Rp. 25.875.815,71, keuntungan sebesar                Rp. 23.546.812,66 per musim tanam. R/C ratio sebesar 2,32 artinya usahatani di daerah penelitian layak untuk diusahakan. π/C ratio sebesar  133,64% artinya usahatani layak untuk diusahakan karena nilai π/C ratio lebih besar dari suku bunga KUR Bank BRI sebesar 2,05 % per musim tanam. Produktivitas tenaga kerja sebesar Rp. 614.046, artinya usahatani layak diusahakan karena nilai produktivitas tenaga kerja > tingkat upah yang berlaku/HKO di daerah penelitian untuk tenaga kerja pria sebesar Rp. 30.000/HKO dan tenaga kerja wanita sebesar 20.000/HKO. Hasil analisis efisiensi alokatif, diketahui luas lahan,  benih, pupuk ZA, pupuk SP36, pupuk urea, pestisida confidor dan pestisida agrimec sudah efisien. Sedangkan tenaga kerja pria, tenaga kerja wanita, pupuk kandang, pupuk phonska dan pupuk NPK tidak efisien.   Kata Kunci : Semangka, Faktor Produksi, Kelayakan, Efisiensi Alokatif
DAMPAK KENAIKAN HARGA KEDELAI (Glycine max) TERHADAP PENGRAJIN TAHU (Studi Kasus: Pengrajin Tahu Skala Kecil dan Rumah Tangga Desa Grantung Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo) Miftahul - Farid; Dyah Panuntun Utami; Uswatun - Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 3, No 2 (2014): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui keragaan industri tahu di Desa Grantung, 2) Mengetahui perbedaan pendapatan dan keuntungan yang diterima pengrajin tahu di Desa Grantung sebelum dan sesudah kenaikan harga kedelai, 3) Mengetahui kelayakan usaha pembuatan tahu sebelum dan setelah kenaikan harga kedelai di Desa Grantung dan 4) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengrajin tahu di Desa Grantung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan sampel sebanyak 25 pengrajin, dan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah uji beda pendapatan dan uji beda keuntungan menggunakan program SPSS serta uji regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keuntungan pengrajin tahu. Industri tahu di Desa Grantung merupakan industri tahu skala kecil dan skala rumah tangga. Rata-rata tenaga kerja yang digunakan antara 1-5 orang. Proses produksi industry tahu di Desa Grantung masih sederhana dan masih menggunakan peralatan tradisional. Bahan baku yang digunakan adalah kedelai. Nilai p value uji beda pendapatan sebesar 0,177 dan p value uji beda keuntungan sebesar 0,178. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata pendapatan dan rata-rata keuntungan yang diterima pengrajin tahu sebelum dan setelah kenaikan harga kedelai. Pengrajin tahu Desa Grantung sebelum dan setelah kenaikan harga kedelai dilihat dari nilai R/C rasio, produktivitas modal dan produktivitas tenaga kerja, layak untuk diusahakan. Nilai R/C rasio sebesar 1,23 (sebelum kenaikan) dan sebesar 1,18 (setelah kenaikan). Nilai π/C rasio sebesar 23,12% (sebelum kenaikan) dan sebesar 17,73 % (setelah kenaikan). Nilai produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 130.662,47 (sebelum kenaikan) dan sebesar Rp127.816,85 (setelah kenaikan).  Pengrajin tahu Desa Grantung sebelum dan setelah kenaikan harga kedelai dilihat dari analisis BEP (BEP produksi, BEP harga dan BEP penerimaan), layak untuk diusahakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengrajin tahu putih adalah upah tenaga kerja pria, upah tenaga kerja wanita dan harga solar. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengrajin tahu goreng adalah harga kedelai, upah tenaga kerja pria, upah tenaga kerja wanita, harga solar dan harga kain saring.   Kata Kunci : Kenaikan Harga Kedelai, Pengrajin Tahu, Kelayakan
EFISIENSI ALOKATIF PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI SEMANGKA (Citrullus vulgaris) DI LAHAN PASIR DESA LEMBUPURWO KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN Friska - Widiasti; Uswatun - Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 4, No 1 (2015): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usahatani semangka di lahan pasir, 2) biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan petani dari usahatani semangka di lahan pasir, 3) kelayakan usahatani semangka di lahan pasir, dan 4) efisiensi alokatif usahatani semangka di lahan pasir. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Lembupurwo Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen karena desa tersebut merupakan desa yang memproduksi semangka terbesar di Kecamatan Mirit. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode propotional stratified random sampling sehingga diperoleh 35 petani sampel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi semangka adalah benih dan pestisida confidor. Sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi semangka adalah luas lahan, tenaga kerja pria, tenaga kerja wanita, pupuk kandang, pupuk phonska, pupuk ZA, pupuk SP36 dan pupuk urea. Usahatani semangka di Desa Lembupurwo dengan luas lahan 1,17 ha, total  biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 17.876.190,76, penerimaan total sebesar                                  Rp. 41.423.002,86, pendapatan sebesar Rp. 25.875.815,71, keuntungan sebesar                Rp. 23.546.812,66 per musim tanam. R/C ratio sebesar 2,32 artinya usahatani di daerah penelitian layak untuk diusahakan. π/C ratio sebesar  133,64% artinya usahatani layak untuk diusahakan karena nilai π/C ratio lebih besar dari suku bunga KUR Bank BRI sebesar 2,05 % per musim tanam. Produktivitas tenaga kerja sebesar Rp. 614.046, artinya usahatani layak diusahakan karena nilai produktivitas tenaga kerja > tingkat upah yang berlaku/HKO di daerah penelitian untuk tenaga kerja pria sebesar Rp. 30.000/HKO dan tenaga kerja wanita sebesar 20.000/HKO. Hasil analisis efisiensi alokatif, diketahui luas lahan,  benih, pupuk ZA, pupuk SP36, pupuk urea, pestisida confidor dan pestisida agrimec sudah efisien. Sedangkan tenaga kerja pria, tenaga kerja wanita, pupuk kandang, pupuk phonska dan pupuk NPK tidak efisien.   Kata Kunci : Semangka, Faktor Produksi, Kelayakan, Efisiensi Alokatif
KEPUTUSAN PETANI MELAKUKAN BUDIDAYA PADI DENGAN METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DI DESA RINGGIT KECAMATAN NGGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO Sigit - Irawan; Uswatun - Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 3, No 1 (2014): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  1) menggambarkan karakteristik internal dan eksternal petani dalam melakukan usahatani padi dengan metode SRI di Desa Ringgit Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo, 2) menganalisis hubungan karakteristik internal dan eksternal petani dengan keputusan petani untuk menggunakan metode SRI di Desa Ringgit Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo, dan 3) mengetahui faktor internal dan eksternal petani yang berpengaruh terhadap keputusan petani menggunakan metode SRI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Ringgit Kecamatan Ngombol. Jumlah sampel penelitian 57 orang petani yang menggunakan metode SRI. Data penelitian diperoleh menggunakan metode observasi, wawancara, pencatatan dan dokumentasi.  Tekniks analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan penelitian diketahui karakter internal dan eksternal petani dapat dijelaskan yaitu umur rata-rata 20 sampai 54 tahun, pendidikan SMP, mengikuti pelatihan 2-4 kali,  pendapatan sedang, pengalaman bertani sedang, biaya usaha tani sedang, luas lahan sedang, menyatakan sangat setuju metode SRI sesuai dengan kebutuhan petani, kondisi alam dan mudah diterapkan. Sebagian besar petani menyatakan sarana prasarana termasuk tersedia dan penerapan metode SRI  mendapat dukungan dari kelompok tani. Faktor internal petani yang tidak berkorelasi dengan keputusan petani adalah umur, pendapatan, pengalaman, luas lahan dan biaya usaha tani. Faktor internal yang memiliki korelasi dengan keputusan petani adalah pendidikan formal dan pendidikan non formal. Faktor eksternal yang tidak berkorelasi adalah ketersediaan sarana dan prasarana. Faktor eksternal yang berkorelasi dengan keputusan petani adalah kesesuaian dengan kebutuhan petani, kesesuaian dengan kondisi alam, kemudahan untuk diterapkan petani dan dukungan kelompok tani. Hasil analisis regresi menunjukkan secara bersama-sama variabel pendidikan formal, pendidikan non formal, kesesuaian dengan kebutuhan, kesesuaian dengan alam, kemudahan diterapkan petani dan dukungan kelompok tani memiliki pengaruh signifikan  terhadap keputusan petani dalam melakukan usahatani padi. Kata Kunci : Hubungan, Padi, Faktor Internal dan Eksternal
Pengembangan Usahatani Cabai Merah di Lahan Pasir Pantai Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo Eni Istiyanti; Uswatun Khasanah; Arifah Anjarwati
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol 1, No 1: January - June 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/agr.112

Abstract

The objective of this research is determine the profit of red chili farming coastal land, the factors that influence of red chili production and efficiency used of production factors on red chili farming on coastal land in Temon subdistrict Kulon Progo Regency. Selection of the location is used purposive method.Fourty farmer sampling were taken as simple random sampling. The analysis method is used Multiple Regression Analysis with Ordinary Least Square (OLS) method. The result showed that the income of red chili farming in coastal land is Rp 9.278.430/0,38 ha and the profit is Rp 3.094.504/0,38 ha. The production factors concists of the soil of area, number of seeds, amount of labors, manure fertilizer, dunk fertilizer, Za chemic fertilizer, SP 36 fertilizer, NPK Mutiara fertilizer, Phonska fertilizer, Furadan insecticide, Ampligo fungicide, Anthracol fungicide, Confidor insecticide, the kind of seeds and used of mulch aggregated influences to red chili production. The production factors number of seeds, amount of labors, manure fertilizer, NPK Mutiara fertilizer, Ampligo fungicide, kind of seeds and used mulch partially influences to red chili production on coastal land. Seed applied on red chili farming on coastal land is efficient.
PENGUATAN KEDAULATAN PANGAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI ERA NEW NORMAL MELALUI AGRIPRENEURSHIP Dyah Panuntun Utami; Istiko Agus Wicaksono; Didik Widiyantono; Uswatun Hasanah; Isna Windani; Arta Kusumaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5415

Abstract

ABSTRAKPertanian merupakan sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan karena sebagai penyangga kedaulatan pangan. Oleh karena itu perlu perubahan paradigma baru dalam pembangunan pertanian. Pengelolaan pertanian tidak melalui pendekatan usahatani tetapi berorientasi bisnis. Generasi muda yang familiar dengan teknologi digital merupakan harapan dalam regenerasi petani tua. Untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan maka petani muda yang dikenal dengan petani milenial perlu diberikan edukasi tentang agripreneurship. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah penyuluhan yang dimulai dengan pemaparan materi dan dilanjutkan diskusi. Kelompok sasaran pengabdian masyarakat adalah petani milenial desa Wonotulus yang tergabung dalam Karang Taruna. Jumlah peserta sebanyak 20 orang. Penyuluhan dilakukan secara daring menggunakan zoom meeting. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa peserta sangat antusias terkait dengan materi agripreneurship dan meminta jika penyuluhan tidak hanya teori tetapi juga ada kegiatan pendampingan sehingga petani betul-betul mengerti dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut. Kata kunci: petani milenial; agripreneurship; kedaulatan pangan. ABSTRACTAgriculture is a sector that has the potential to be developed as a buffer for food sovereignty. Therefore it is necessaaary to change a new paradigm in agricultural development. Agricultural management is not through a farming approach but is business-oriented. The younger generation who are familiar with digital technology is the hope in regenerating old farmers. To support the realization of food security, young farmers known as millennial farmers need to be given education about agripreneurship. The community service method that is carried out is outreach which starts with the presentation of the material and continues with the discussion. The target group for community service are millennial farmers from Wonotulus village who are members of the Youth Organization. The number of participants was 20 people. Outreach is carried out online using a zoom meeting. The results of community service showed that the participants were very enthusiastic about the agripreneurship material and asked if counseling was not only theoretical but also mentoring activities so that farmers really understood and were able to apply this knowledge Keywords: millennial farmers; agripreneurship; food sovereignty
Keputusan Konsumen dalam Mengkonsumsi Buah Lokal dan Buah Impor di Kabupaten Purworejo (Studi Kasus Konsumen Pasar Tradisonal Purworejo) Aji Akbar Setiawan; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryaagritama.v8i2.734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui gambaran atau deskripsi konsumsi buah lokal dan impor di pasar tradisional Purworejo, (2) Mengetahui keputusan konsumen dalam mengkonsumsi buah lokal dan buah impor dipengaruhi oleh kesegaran, rasa, harga, ukuran buah, dan tingkat pendapatan. Desain penelitian ini menggunakan metode survei yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan data. Penelitian dilakukan di Kabupaten Purworejo yang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah. Penentuan jumlah sampel adalah accidental sampling jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, dan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan variabel kesegaran, rasa, harga, ukuran dan pendapatan, variabel kesegaran dan ukuran yang paling berpengaruh dominan terhadap keputusan konsumen.Variabel kesegaran dan ukuran ini mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan. Faktor rasa pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen tidak terbukti. Sedangkan faktor harga berperngaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan konsumen dan pendapatan menurut hasil penelitian iniberpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan konsumen.
Analisis Usahatani Jambu Kristal (Pesidium guajava L) di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen Aziz Firmansah; Uswatun Hasanah; Isna Windani
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah 1.Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani dari usahatani jambu kristal di kecamatan Mirit kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Pengambilan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja atau purposive sampling dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2009: 64). Lokasi penelitian ini di desa Wergonayan, desa Lembupurwo dan desa Wiromartan kecamatan Mirit kabupaten Kebumen, lokasi tersebut dipilih karena wilayah yang memiliki jumlah petani jambu kristal terbanyak di kecamatan Mirit kabupaten Kebumen. Penentuan jumlah sampel ditentukan secara proporsional, jumlah sampel yang diteliti sebanyak 46 orang. Hasil penelitian menujukan faktor yang mempengaruhi pendapatan secara signifikan terhadap pendapatan usahatani jsmbu kristal adalah biaya pupuk kimia, biaya pestisida vicious, biaya tenaga kerja, jambu grade A, jambu grade B, jumlah pohon tidak berpengaruh secara signifikan atau nyata.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Durian (Durrio Zibethinus Murr) di Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Wahyu Setiarini; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wahyu Setiarini. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Usahatani Durian (Durrio Zibethinus Murr) Di Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo”. Skripsi Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi usahatani durian di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo; (2) biaya produksi, pendapatan dan keuntungan dari usahatani durian di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo; (3) kelayakan usahatani durian di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. Sampel penelitian petani durian berjumlah 73 petani di tentukan dengan rumus Yamane dengan presisi 10%. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi durian (Durrio Zibethinus Murr) di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo adalah luas lahan dengan nilai signifikan (0.008), jumlah pohon (0.000), tenaga kerja dalam keluarga (0.000), dan pupuk kandang (0.000). Biaya produksi usahatani durian di desa Kaligono sebesar Rp 4.092.812 per tahun, penerimaan sebesar Rp 6.323.152 per tahun, pendapatan sebesar Rp 5.508.225 per tahun , dan keuntungan sebesar Rp 2.230.340 per tahun. Usahatani durian di desa Kaligono layak untuk diusahakan dengan nilai R/C sebesar 1,544 dan nilai π/C sebesar 54,49 per tahun.
Co-Authors - - Mamad - - Meiliandani - - Mukhsin - - Muthoharoh - - Turyono - - Zulfanita Aan Purwadi Abiyanto Prabowo Adi - Setiyono Adi Muhtashor Agil Wahyu Gestian Agus Budi Santoso Ainur Rizki Kurniawati Aji Akbar Setiawan Amanah Fitriyah Andri Danix Setiyadi Anggi Prasetyo Anggita - Yunatie Anisa Dewi Safitri Anita Sari Anna Prasasti Annisa Nur Septiani Arifah Anjarwati Arifah Anjarwati Arta Kusumaningrum Arta Kusumaningrum Arta Kusumaningrum Ayu Rachmawati Ridwan Azis Tri Haryanto Aziz Firmansah Budi Setiawan Desi Damayanti Dian - Setiawati Diana Leni Lia W Didik Widiyantono Dipo Supatmo Dwi Nurdianawati Dyah Panuntun Utami Dyah Panuntun Utami Dyah Panuntun Utami Dyah Setyorini Edi Purwanto Eko Prasetyo Ela Rosita Ariana Elinaningsih Elinaningsih Elly Eka Wijayanti Eni Estiyanti Eni Istiyanti Eni Istiyanti Esti Rahmaningsih Eva Noviani Fajar Rulianto Fajar Tri Lestari Fiatnasari Fiatnasari Friska - Widiasti friska widiasti Gunawan - Wibisono Imam - Muklis Imas Patimah Imron Aziz Irin Rahmadi Isna Windani Isna Windani Isna Windani Isna Windani Isnaeni Noviana Dewi Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Kikik Siti Awaliyah Lyla Shafiya Anindita Meilania Wisma Puspita Melanisa Udarani Pratiwi Miftahul - Farid Muhamad Fiqih Irfanto Muhammad Soleh Mukhamad Johan Aris Murni Setiya Utami Nenden Setia Astri Dewanti Nur Fajriyah Nur Hidayah Prada Ratno Putro Purwahyudi Purwahyudi Putri Kartika Widiyaningsih Ragil Prasetyo Kurniawan Ratna Vitasari Reki Aris Nurahman Ricky - Bisri Ridha Wulan Lestari Roisu Eny Mudawaroch Sigit - Irawan Siti Muslimatun Siti Rochimah Siti Rochimah Slamet Saeful Solikun Solikun Surya Aji Wibowo Susi Ernawati Syaiful Anam Tri Santoso Tri Subekti Tri Warni Triyana Purnayudha Ulfah Adiningsih Umi Nur Kholifah Vica Tri Ariyani Wahyu Setiarini Whida Silvi Liana Wibawanti, Jeki Mediantari Wahyu Witono Witono Wiwit Riyantina Yulinda Yulinda Zulfanita Zulfanita