Claim Missing Document
Check
Articles

EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHA TERNAK AYAM BROILER (Gallus domesticus) DI KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO - - Mukhsin; Istiko Agus Wicaksono; Uswatun - Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 4, No 1 (2015): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Besarnya biaya, pendapatan, keuntungan, dan produktifitas modal dari usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Wadaslintang, 2) Kelayakan usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Wadaslintang berdasarkan produktivitas modalnya, 3) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi daging, dan 4) Tingkat efisiensi secara alokatif pada usaha ayam broiler di Kecamatan Wadaslintang. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan lokasi penelitian Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo karena Kecamatan Wadaslintang merupakan salah satu Kecamatan dengan jumlah ayam broiler terbanyak di Kabupaten Wonosobo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus atau total sampling sehingga diperoleh 43 peternak sampel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi daging ayam broiler adalah jumlah ternak, vaksin, dan pakan dedak. Sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi daging ayam broiler adalah kepadatan kandang, tenaga kerja dalam keluarga, tenaga kerja luar keluarga, vitamin, obat-obatan, pakan jagung, dan pakan lain-lain. Usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Wadaslintang rata-rata total  biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 8.927.929,77 dengan rata-rata penerimaan total sebesar Rp 20.653.290,70, rata-rata pendapatan sebesar Rp. 13.487.185,60, rata-rata keuntungan sebesar Rp. 11.725.360,93. Produktifitas modal π/C ratio sebesar 131,33 % artinya usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Wadaslintang layak untuk diusahakan karena nilai π/C ratio lebih besar dari suku bunga KUR Bank BRI sebesar 1,025 %. Hasil analisis efisiensi alokatif, diketahui tenaga dalam keluarga, jumlah ayam, obat, kepadatan kandang, dan pakan lain-lain sudah efisien. Sedangkan tenaga kerja luar keluarga, vaksin, pakan dedak, dan pakan jagung  tidak efisien.     Kata Kunci : Ayam Broiler, Efisiensi, Kelayakan, Efisiensi Alokatif
PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM SL-PHT JAGUNG (Zea mays L) DI DESA PATUTREJO KECAMATAN GRABAG KABUPATEN PURWOREJO (Studi Kasus Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu Jagung pada Kelompok Tani Sedyo Rahayu) - - Turyono; Uswatun - Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 3, No 1 (2014): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui gambaran karakteristik internal dan eksternal petani jagung, 2) mengetahui persepsi petani terhadap program SL-PHT jagung, 3) menganalisis hubungan karakteristik internal dan eksternal petani dengan persepsi petani terhadap program SL-PHT jagung di Desa Patutrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan sampel sebanyak 55 orang. Metode analisis yang digunakan adalah rataan skor dan korelasi rank spearman. Hasil skor mengenai persepsi petani terhadap program SL-PHT untuk petani yang ikut Program SL-PHT diperoleh rataan skor 59,88 yang berarti persepsi petani terhadap program SL-PHT baik. Hasil skor mengenai persepsi petani terhadap program SL-PHT untuk petani yang ikut Program SL-PHT diperoleh rataan skor 57,3 yang berarti persepsi petani terhadap program SL-PHT baik. Hasil uji korelasi rank spearman untuk petani yang ikut program SL-PHT menunjukkan bahwa faktor eksternal yang berkorelasi dengan persepsi petani terhadap program SL-PHT adalah intensitas penyuluhan dengan nilai rs = 0,958 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,01. Faktor internal yang berkorelasi dengan persepsi petani terhadap program SL-PHT  adalah pendidikan formal dengan nilai rs = 0,807 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,01. Pendidikan non formal dengan nilai rs = 0,987 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,01. Hasil uji korelasi rank spearman untuk petani yang tidak ikut program SL-PHT menunjukkan bahwa faktor eksternal petani tidak ada yang berkorelasi dengan program SL-PHT dan faktor internal yang berkorelasi dengan persepsi petani terhadap program SL-PHT adalah umur dengan nilai rs = 0,994 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,01.   Kata Kunci : SL-PHT Jagung, Faktor Internal dan Eksternal
ANALISIS PRODUKSI USAHATANI KUBIS (Brassica oleracea var. capitata) DI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO Tri Warni; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.428 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui teknik budidaya kubis di Desa Surengede (2) Mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usahatani kubis di Desa Surengede (3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kubis di Desa Surengede.Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Surengede Kecamatan Kejajar. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling, yaitu dengan mengelompokkan petani berdasarkan kelompok tani, sehingga diperoleh 32 petani sampel.Berdasarkan hasil penelitian diketahui usahatani kubis di Desa Surengede dengan rata-rata luas lahan 0,55 hektar total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp3.325.393,16, penerimaan total sebesar Rp10.585.937,5, pendapatan sebesar Rp8.278.769,35, keuntungan sebesar Rp7.470.380,35 per musim tanam. Faktor produksi yang  berpengaruh nyata yaitu bibit, TKDK, dan TKLK, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kubis adalah luas lahan, pupuk organik (kotoran ayam), pupuk urea, dan pestisida.  Kata Kunci: Usahatani, Kubis, Penerimaan, Pendapatan, Keuntungan
MANAJEMEN RISIKO USAHATANI PADI ORGANIK (Studi Kasus Di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo) Fajar Tri Lestari; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.219 KB)

Abstract

Sektor pertanian adalah suatu sektor yang dalam kegiatannya mudah mengalami suatu risiko dan kejadian yang tidak pasti termasuk dalam kegiatan usahatani padi organik. Dalam menghadapi suatu risiko perlu suatu manajemen agar risiko ini dapat dikurangi dampaknya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui macam risiko dan tingkat risiko, 2) persepsi petani terhadap risiko, dan 3) manajemen risiko yang dilakukan oleh petani untuk mengurangi risiko. Penelitian ini dilakukan pada petani padi organik di kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo dengan jumlah sampel sebanyak 32 petani responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik sensus. Metode analisis penelitian ini adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko yang dihadapi petani padi organik di kecamatan Ngombol adalah gangguan OPT, cuaca/iklim yang tidak menentu, konsumen beras organik terbatas, anggota kelompok tani tidak mau menanam padi organik, antusias petani PETA berkurang, kesehatan petani terganggu, berkurangnya tenaga kerja, modal usahatani sedikit, dan pengeluaran kebutuhan petani tinggi. Risiko produksi dan pendapatan adalah tinggi, sedangkan risiko biaya termasuk risiko rendah. Petani menganggap risiko adalah hal yang dapat membahayakan usahatani, tetapi dapat dicegah dan dikurangi dampaknya. Persepsi petani terhadap risiko usahatani padi organik adalah baik. Manajemen risiko yang dilakukan oleh petani padi organik di kecamatan Ngombol yaitu dimulai dari petani mengidentifikasi kerusakan yang terjadi dalam usahatani padi organik, kemudian mencari penyebab kerusakan tersebut. Petani melakukan beberapa cara untuk mengurangi risiko yang terjadi dalam usahataninya. Strategi yang dilakukan oleh petani terdapat tiga cara yaitu strategi ex-ante (sebelum terjadi risiko), interactive (saat terjadi risiko), dan ex-post (setelah terjadi risiko). Kata kunci: Manajemen Risiko, Usahatani Padi Organik
STUDI KOMPARATIF USAHATANI PADI SAWAH IRIGASI DAN USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN (Studi Kasus di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo) Eva Noviani; Uswatun Hasanah; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 1 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan biaya pada usahatani padi sawah irigasi dan padi sawah tadah hujan di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo (2) perbedaan penerimaan pada usahatani padi sawah irigasi dan padi sawah tadah hujan di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo (3) perbedaan pendapatan pada usahatani padi sawah irigasi dan padi sawah tadah hujan di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo (4) perbedaan keuntungan pada usahatani padi sawah irigasi dan padi sawah tadah hujan di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo (5) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani padi sawah irigasi di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo (6) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani padi sawah tadah hujan di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo. Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih adalah desa Grabag mewakili usahatani padi sawah irigasi dan desa Pasaranom mewakili usahatani padi sawah tadah hujan. Populasi petani padi sawah irigasi di desa Grabag adalah 418 petani dan populasi petani padi sawah tadah hujan adalah 367 petani. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Yamane dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik snowball sampling. Sampel penelitian petani padi sawah irigasi adalah 41 petani dan sampel penelitian petani padi sawah tadah hujan adalah 41 petani. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, program SPSS versi 16.Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji beda dua buah sampel yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan antara biaya usahatani padi sawah irigasi dan biaya usahatani padi sawah tadah hujan dengan thitung = 1,968 pada taraf signifikan 0,053 (P<0,05) (2) tidak terdapat perbedaan antara penerimaan usahatani padi sawah irigasi dan penerimaan usahatani padi sawah tadah hujan dengan thitung= -0,954 pada taraf signifikan 0,343 (P>0,05) (3) terdapat perbedaan antara pendapatan usahatani padi sawah irigasi dan pendapatan usahatani padi sawah tadah hujan dengan thitung = -1,913 pada taraf signifikan 0,059 (P<0,05) (4) terdapat perbedaan antara keuntungan usahatani padi sawah irigasi dan keuntungan usahatani padi sawah tadah hujan dengan thitung = -2,209 pada taraf signifikan 0,030 (P<0,05) (5) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani padi sawah irigasi adalah luas lahan, pupuk SP36, pupuk urea, dan pestisida antrakol (6) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani padi sawah tadah hujan adalah benih dan luas lahan. Kata Kunci : Padi, Lahan Sawah Irigasi, Lahan Sawah Tadah Hujan.
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN MANISAN CARICA CV YUASAFOOD KABUPATEN WONOSOBO Witono Witono; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 1 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.993 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasikan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada  manisan carica CV Yuasafood Kabupaten Wonosobo, 2) mengetahui matriks IFAS dan EFAS pengembangan pasar manisan carica CV Yuasafood Kabupaten Wonosobo, 3) Mengetahui alternatif strategi pengembangan pada pemasaran manisan carica CV Yuasafood Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan sampel lokasi penelitian dan sampel informan dilakukan secara purposive sampling. Sampel informan kunci sebanyak 3 orang dari CV Yuasafood dan informan biasa sebanyak 3 orang yang menjual produk manisan CV Yuasafood. Metode analisis yang digunakan adalah analisis faktor internal dan eksternal, matriks IFAS dan EFAS, dan analisis matriks SWOT. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa prospek pengembangan pasar  manisan carica CV Yuasafood secara keseluruhan berdasarkan hasil akhir analisis matriks IFAS total skor sebesar 2,61. Terdiri dari nilai total skor kekuatan sebesar  1,71 dan kelemahan sebesar 0,90. Hal ini menunjukkan posisi internal industri manisan carica berada di atas rata-rata dalam kekuatan internal secara keseluruhan, yaitu diatas 2,50. Adapun total skor rata-rata tertimbang dari matriks EFAS sebesar 2,86 yang terdiri dari nilai total skor  peluang sebesar 1,89 dan ancaman sebesar 0,97. Hal ini menunjukkan posisi eksternal industri manisan carica di Kabupaten Wonosobo berada di atas rata-rata dalam kekuatan eksternal secara keseluruhan, yaitu diatas 2,50. Hasil analisis SWOT adalah untuk: Strategi S-O: Pemanfaatan SDA yang ada, Pengembangan pasar, Dukungan pemerintah daerah, Strategi W-O:Memanfaatkan teknologi informasi,Mengadakan pelatihan untuk meningkatkan SDM dalam mengoptimalkan promosi, Strategi S-T: Menjaga kualitas produk, Membangun kejasama dengan pemasok bahan baku, Inovasi produk, Strategi W-T: Melakukan perbaikan dalam kelompok organisasi, Perbaikan sistem promosi pasar. 
KARAKTERISTIK INTERNAL DAN EKSTERNAL PETANI DALAM MELAKUKAN USAHATANI BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DI LAHAN TEGALAN DESA WALUYOREJO KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMEN Edi Purwanto; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) karakteristik internal petani dalam melakukan usahatani belimbing di desa Waluyorejo. 2) karakteristik eksternal petani dalam melakukan usahatani belimbing di desa Waluyorejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secara sengaja sengaja atau purposive sampling. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan cara proportionate stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 47 petani. Data penelitan diperoleh dengan cara observasi, wawancara, pencatatan dan dokumentasi kemudian data dianalisis secara deskriptif. Variabel penelitian terdiri dari faktor internal (pendidikan formal, pendidikan non formal, umur dan pengalaman) dan faktor eksternal (kesesuaian dengan aspek lahan, kemudahan untuk dibudidayakan, ketersediaan sarana dan prasarana dan dukungan kelompok tani)Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik internal petani responden berpendidikan SLTP sebanyak 40,43 %, mengikuti pelatihan 1 kali sebanyak 53,19 %, umur 34-43 tahun sebanyak 82,98 % dan pengalaman sedang sebanyak 57,45 %. Karakteristik ekternal petani diketahui bahwa kesesuaian dengan kondisi alam mayoritas menyatakan sesuai, terkait kemudahan diusahatanikan petani menyatakan cukup mudah, ketersediaan sarana dan prasarana petani menyatakan cukup tersedia dan dukungan kelompok tani mayoritas petani menyatakan cukup mendukung. Kata Kunci: belimbing, keputusan, petani.
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH DI KABUPATEN PURWOREJO Irin Rahmadi; Uswatun Hasanah; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 1 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.271 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui profil industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo. 2) mengetahui pelaksanaan (teknik) pengendalian persediaan bahan baku pada industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo. 3) mengetahui reorder point, frekuensi, dan total biaya persediaan bahan baku bila industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo menerapakan kebijakan (teknik) pengendalina persediaan bahan baku. 4) perbandingan antara total biaya persediaan menggunakan kebijakan industri dengan kebijakan menggunakan metode EOQ. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 3 industri minyak atsiri di Kabupaten Purworejo. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode EOQ. Hasil penelitian industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo belum atau tidak mengetahui pelaksanaan (teknik) pengendalian persediaan bahan baku. Besarnya titik pemesanan (ROP) T industri 2 hari T* 7 hari. Kuantitas pemesanan menurut industri sebesar 988,03 kg, menurut metode EOQ sebesar 4316, 10 kg. Frekuensi pemesanan menurut industri sebanyak 103 kali dan berdasarkan metode EOQ sebanyak 24 kali. Total biaya persediaan berdasarkan perhitungan industri sebesar Rp 34.847.196,56 dan berdasarkan metode EOQ sebesar Rp 15.159.924,61. Teknik pengendalian persediaan bahan menggunakan metode ini industri dapat menghemat biaya sebesar Rp 19.687.271,95.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN BIJI JENITRI DI CV AKAR BALA AGRA KABUPATEN KEBUMEN Ainur Rizki Kurniawati; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.474 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi pengembangan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra, (2) mengetahui alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan dalam pengembangan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra, (3) mengetahui prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode analisis data mengunakan deskriptif analitis. Pengambilan daerah penelitian serta penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive sampling).Faktor internal kekuatan: (1) tenaga kerja yang disiplin, (2) produk tahan lama, (3) pendidikan karyawan cukup tinggi, (4) kualitas biji jenitri baik dan (5) pemanfaatan teknologi internet sebagai media promosi. Faktor internal kelemahan: (1) CV Akar Bala Agra hanya sebagai pedagang, (2) belum adanya tenaga ahli tentang biji jenitri, (3) produk masih belum banyak dikenal, (4) belum terjalin hubungan melembaga dengan pemasok dan konsumen, serta (5) tidak ada stabilitas dan standarisasi harga. Faktor eksternal peluang: (1) pangsa pasar luas, (2) perkembangan teknologi meningkat, (3) bermanfaat untuk kesehatan, (4) memiliki nilai agamistinggi, serta (5) memiliki hubungan baik dengan konsumen. Faktor eksternal ancaman: (1) jumlah pemasok belum pasti, (2) kelangkaan bahan baku, (3) peran pemerintah kurang, (4) kekuatan tawar menawar antara pemasok dan pembeli serta (5) muncul pesaing baru.Alternatif strategi pengembangan yang diperoleh yaitu: (1) melakukan inovasi pengembangan kerajinan biji jenitri untuk menghadapi persaingan, (2) pembentukan lembaga kemitraan dengan petani pemasok dan pembentukan paguyuban pengusaha jenitri, (3) serta meningkatkan kegiatan promosi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri biji jenitri di CV Akar Bala Agra adalah pembentukan lembaga kemitraan dengan petani pemasok dan pembentukan paguyuban antar pengusaha jenitri.
KELAYAKAN USAHATANI UBI JALAR (Ipomoea batatas L) DI LAHAN PASIR KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN Tri Santoso; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 2 (2013): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.921 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) biaya produksi, penerimaan, pendapatan, keuntungan produksi ubi jalar di lahan; dan (2) kelayakan usahatani ubi jalar di lahan pasir Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analisis. Lokasi penelitian di pilih Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. Teknik pengambilan sampel mengunakan metode stratified random sampling. Sampel penelitian sebanyak 37 petani. Berdasarkan hasil penelitian diketahui usahatani ubi jalar di Kecamatan Mirit dengan luas lahan 0,4054 hektar memerlukan biaya sebesar Rp.3.371.342,938. Penerimaan total sebesar Rp. 9.896.075,428, pendapatan sebesar Rp. 7.599.764.304.072, dan keuntungan sebesar Rp. 6.524.732.49 per musim tanam. R/C ratio sebesar 2,935 artinya setiap penggunaan biaya 1 rupiah akan mendapatkan penerimaan sebesar 2,935 rupiah. Produktifivitas Modal (π/C) sebesar 193,535 %. Hal ini berarti usahatani ubi jalar layak diusahakan karena nilai π/C ratio lebih besar dari suku bunga Bank BRI sebesar 1,015%. Produktifitas tenaga kerja sebesar 129.612,572. Hal ini artinya produktifitas tenaga kerja lebih besar dari tingkat upah yang berlaku di kecamatan tersebut, yaitu Rp.129.612,572 dibanding Rp.30.000,00. Kata Kunci : Usahatani Ubi Jalar, Lahan Pasir.
Co-Authors - - Mamad - - Meiliandani - - Mukhsin - - Muthoharoh - - Turyono - - Zulfanita Aan Purwadi Abiyanto Prabowo Adi - Setiyono Adi Muhtashor Agil Wahyu Gestian Agus Budi Santoso Ainur Rizki Kurniawati Aji Akbar Setiawan Amanah Fitriyah Andri Danix Setiyadi Anggi Prasetyo Anggita - Yunatie Anisa Dewi Safitri Anita Sari Anna Prasasti Annisa Nur Septiani Arifah Anjarwati Arifah Anjarwati Arta Kusumaningrum Arta Kusumaningrum Arta Kusumaningrum Ayu Rachmawati Ridwan Azis Tri Haryanto Aziz Firmansah Budi Setiawan Desi Damayanti Dian - Setiawati Diana Leni Lia W Didik Widiyantono Dipo Supatmo Dwi Nurdianawati Dyah Panuntun Utami Dyah Panuntun Utami Dyah Panuntun Utami Dyah Setyorini Edi Purwanto Eko Prasetyo Ela Rosita Ariana Elinaningsih Elinaningsih Elly Eka Wijayanti Eni Estiyanti Eni Istiyanti Eni Istiyanti Esti Rahmaningsih Eva Noviani Fajar Rulianto Fajar Tri Lestari Fiatnasari Fiatnasari Friska - Widiasti friska widiasti Gunawan - Wibisono Imam - Muklis Imas Patimah Imron Aziz Irin Rahmadi Isna Windani Isna Windani Isna Windani Isna Windani Isnaeni Noviana Dewi Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Kikik Siti Awaliyah Lyla Shafiya Anindita Meilania Wisma Puspita Melanisa Udarani Pratiwi Miftahul - Farid Muhamad Fiqih Irfanto Muhammad Soleh Mukhamad Johan Aris Murni Setiya Utami Nenden Setia Astri Dewanti Nur Fajriyah Nur Hidayah Prada Ratno Putro Purwahyudi Purwahyudi Putri Kartika Widiyaningsih Ragil Prasetyo Kurniawan Ratna Vitasari Reki Aris Nurahman Ricky - Bisri Ridha Wulan Lestari Roisu Eny Mudawaroch Sigit - Irawan Siti Muslimatun Siti Rochimah Siti Rochimah Slamet Saeful Solikun Solikun Surya Aji Wibowo Susi Ernawati Syaiful Anam Tri Santoso Tri Subekti Tri Warni Triyana Purnayudha Ulfah Adiningsih Umi Nur Kholifah Vica Tri Ariyani Wahyu Setiarini Whida Silvi Liana Wibawanti, Jeki Mediantari Wahyu Witono Witono Wiwit Riyantina Yulinda Yulinda Zulfanita Zulfanita